Al-Qiyadah Al-Islamiyah Anut Sistem Sel Terputus

Kamis, 4 Okt 07 20:00 WIBAl-Qiyadah Al-Islamiyah ini yang didirikan oleh Ahmad Moshaddeq alias H. Salam yang berpusat di Kampung Gunung Sari, Desa Gunung Bunder, Kecamatan Cibungbulan, 20 KM dari Bogor ini, meski memiliki kesamaan dengan cara penyebaran Islam zaman Rasulullah SAw, tetapi struktur dalam struktur keorganisasiannya tidak saling mengenal.

“Rekrutmen sangat rapi dan rahasia, “ujar Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI Utang Ranuwijaya dalam jumpa pers, di Sekretariat MUI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu(4/10).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan sistem rekruitmen dikuatkan oleh faktor financial, apabila bisa merekrut 40 orang, akan mendapatkan sumbangan kendaraan roda dua, dan jika berhasil merekrut 70 orang akan mendapatkan kendaraan roda empat,

“Jadi luar biasa sekali, kami tidak tahu dari mana sumber dana itu, tapi itu dengan cara seperti itu dakwah mereka menjadi sangat sistematis, dan optimal, “ujarnya.

 

Perpaduan Kristen dan Islam?

Lebih lanjut Utang mengatakan, aliran Al-Qiyadah ini selain merekrut orang Islam kalangan ekonomi menengah ke bawah yang masih awan dengan ajaran Islam, juga berisi para sarjana yang bertitel sarjana agama, namun sarjana agama belum pasti berasal dari sarjana Islam. Karena, ketika menyampaikan ajaran agama ada semacam sinkretisme, jadi dipadukan ajaran kristen dan Islam.

Sedangkan untuk profil sang pendiri Al-Qiyadah Al-Islamiyah, MUI belum mengetahui secara jelas, karena masih dirahasiakan dan perlu melakukan penelitian lanjutan. Tetapi berdasarkan keterangan yang didapat, tambanya, Ahmad Moshaddeq merupakan tipe orang sangat luwes, ramah, antusias dengan keluhan dan penderitaan orang. Sehingga, membuat orang cepat tertarik, cepat simpati.

“Dalam situasi psikologi seperti ini, masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi, sedang punya banyak masalah ketika didatangi orang seperti itu, cukup menyejukan mereka, sehingga mereka tertarik untuk masuk jadi pengikutnya, “imbuhnya.

Angka pasti jumlah pengikutnya belum bisa terlacak, tapi dalam laporan rapat akbar 2007, seluruh Indonesia yang masuk pada bulan Juni 1. 349 jiwa, sedangkan pada bulan Juli 1. 412 jiwa, jadi naik 5 persen. Pengikutnya tersebar di kota-kota besar, bahkan pengikut mereka di Batam adalah orang terkaya di Batam.

Sebelum masuk kepada logika batil mereka baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut ini.

 

Objek Dakwah Mereka

Tampak dari rekaman pengajiannya, mereka membidik kalangan kaum muslimin yang tidak menguasai dasar-dasar agama yang kuat seperti pemuda dan mahasiswa yang nota bene tidak menekuni ilmu agama dipesantren atau lembaga pendidikan Islam yang formal ataupun non formal. Maka dari itu dalam kesempatan ini kami menyerukan kepada diri saya sendiri dan seluruh kaum muslimin untuk menyibukkan diri dengan ilmu agama yang bermanfaat, sempatkanlah belajar agama dengan menghadiri pengajian-pengajian ayng disamapaikan oleh ustadz yang jelas pemahamannya dari kalangan asatidzah ahlussunnah waljamaaah yang ada di hmasjid-masjid kaum muslimin. Ciri-ciri dai ini adalah berpedoman dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dengan pemahaman ulama-ulama salaf dari kalangan sahabat, tabii, tabiut tabiin dan ulama-ulama kaum mulimin yang telah makruf dikenal oleh seluruh kaum muslimin seperti para ahli hadits, Imam yang empat, dan para ulama masa kini seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Al-Bani, Syaikh Muqbil dan yang lainnya. Dengan upaya ini kami berharap kaum muslimin dapat membentengi diri dari dakwah-dakwah aliran sesat yang menjamur di bumi Indonesia.

 

Metode Dakwah Al-qiyadah

Sekilas mendengarkan kajian mereka saya dapat menyimpulkan beberapa cara yang ditempuh oleh alqiyadah dalam rangka menjerat dan menaklukkan obyeknya adalah dengan cara

1. Membuat bingung obyek dakwah.

Mahasiswa / pemuda yang kurang dasar agamanya tadi dipojokkan dengan pertanyaan yang menjadi mereka sangat bingung. Dalam keadaan bingung ini mereka memberi rangsangan kepada sasarannya untuk terus mengikuti kajian-kajian yang digambarkan menarik untuk diketahui. Ini adalah jerat, kalau sudah demikian maka sangat mungkin perlakuan yang baik oleh jamaah alqiyadah dan pengajaran yang dibuat sistematis akan menjadikan pemuda yang kurang dasar agamanya tadi terjerat dan masuk menjadi pengikut alqiyadah. Kalau sudah demikian sangat sulit siapapun akan keluar dari kesesatannya kecuali yang dirahmati oleh Allah ta’ala.

2. Memberontak dan mencerca penguasa dan seluruh kaum muslimin

Ditindas, dihinakan, kaum muslimin disebagian negeri-negerinya sendiri merupakan hal yang memilukan. Demikian juga berpecahnya kaum muslimin menjadi bermacam-macam kelompok yang masing-masing memiliki pemimpin sendiri-sendiri adalah suatu hal yang mestinya tidak terjadi. Ini adalah musibah yang mestinya tidak terjadi di tengah-tengah kaum mulimin.

Tidak ketinggalan keadaan Negara yang menyimpang dari hukum Islam yang sudah semestinya sebagai Negara yang mayoritas penduduknya adalah mengaku muslim adalah berhukum dengan hukum yang Allah turunkan. Akan tetapi kenyataan di negeri ini, di negeri penduduk muslimnya terbanyak di dunia hukum Islam yang mulia tidak mampu diberlakukan. Ini adalah kesalahan, kesalahan kaum muslimin termasuk diri saya dan seluruh anggota alqiyadah yang ada di dalamnya.

Keadaan yang semacam ini digunakan oleh al-qiyadah al- islamiyah untuk memojokkan Islam yang mulia, dengan logika yang sempit alqiyadah menyimpulkan bahwa keadaan kaum muslimin yang demikian adalah disebabkan Islam yang sekarang ada yang dianut oleh kaum mulimin adalah Islam yang salah, sehingga menurut mereka sangat pantas jika kemudian Allah mengutus seorang Rasul ditengah-tengah negeri yang hancur ini.

Memang harus kita akui bahwa banyak ajaran yang sebenarnya bukan berasal dari Islam masuk dan berada bahkan diamalkan oleh kebanyakan kaum mulimin. Namun apakah Islam yang benar yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sama sekali sudah tidak ada ? kemudian hal ini menjadikan alasan diturunkannya Nabi Baru yang bernama Almasih Al Mau’ud ?

Mestinya apabila logika dan akal mereka digunakan dengan sehat keadaan lemahnya kaum mulimin merupakan tanda bahwa kaum muslimin telah jauh dari ajaran islam yang benar sekaligus merupakan momen untuk kembali kepada ajaran Islam yang benar yaitu Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sekali lagi yang kami maksudkan adalah bahwa kesalahan ini bukan terletak pada Islamnya akan tetapi disebabkan karena kaum muslimin telah jauh dari Islam baik dari segi ilmu dan pengamalannya.

Sekali lagi jalan keluarnya adalah kembali kepada Islam yang benar yang berdasar kepada Al-qur’an dan sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan pemahaman salafushsholih, bukan malah mengingkari terhadap syareat-syareat Islam yang mulia.

Begitulah alqiyadah memojokkan dan menyalahkan Islam yang ada yang berdasarkan alqur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan itu mereka berdakwah melecehkan Islam di hadapan pemuda dan mahasiswa yang sangat minim pemahaman agamanya,

Begitulah pintarnya mereka merusak para pemuda Islam yang secara emosi sebenarnya para pemuda itu sangat peduli terhadap perbaikan masyarakatnya, perduli kepada hal-hal yang bersifat positif dan membangun. Dihadapan pemuda yang lugu itu alqiyadah bak pahlawan yang menjanjikan masa depan negara yang cerah, adil, sentausa atas bimbingan Allah ta’ala.

Begitulah cara alqiyadah dan kelompok sesat lainnya menjaring masa dan kita menyaksikan cara mereka jitu diterima oleh para pemuda yang polos, lugu dan memiliki nurani menuju kepada kemajuan masyarakatnya.

Maka untuk membentengi dakwah aliran-aliran sesat apapun namanya adalah dengan jalan mengajak seluruh kaum muslimin konsekwen terhadap ajaran Islam ini, semoga kita semua dan juga para penguasa dan siapapun yang terlibat dalam urusan kaum mulimin ini mendapat petunjuk dari Allah ta’ala berupa agama yang benar yang berdasar al-qur’an dan sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan pemahaman salafushsholih.

Marilah kita renungkan firman Allah berikut :

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kalian dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka dan Dia dia benar-benar akan menggantikan kondisi mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.” (An-Nur: 55)

3. Mengangkat anggotanya sebagai da’i.

Kelihatan bahwa al-qiyadah memiliki kurikulum tertentu yang harus dihafal oleh anggota-anggotanya, atas nama ibadah alqiyadah mendoktrin pemuda yang telah beriman dengan kerasulan palsunya agar mampu menjadi murabbi (pengajar) dengan jalan berjihad menghafal pelajarannya, dengan jalan ini alqiyadah minimalnya mendapat dua keuntungan :

a. Dakwah mereka dapat ditopang oleh murabbi-murabbi instant tadi.

b. Sang murobbi tadi sulit untuk keluar karena telah menjadi tokoh penting di dalam alqiyadah yaitu mendapat jabatan sebagai murabbi.

Mahasiswa yang pada dasarnya potensional, muda, bersemangat akhirnya benar-benar mampu menghafal dan mengajar walaupun kelihatan lafadz-lafadz yang keluar dari mulut mereka kurang fasih namun toh dengan itu murabbi-murabbi tersebut dapat tampil menarik di hadapan mahasiswa lain yang memang jarang sekali mendengar orang membaca al-qur’an.