Al Qiyadah Al Islamiyah Ajaran Sesat

Buku Ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah Beredar di DIY Cetak E-mail

BANTUL - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY mensiyalir, jamaah Al Qiyadah Al Islamiyah yang dinyatakan sebagai ajaran sesat telah menerbitkan sebuah buku yang memuat tentang ajaran mereka. Diperkirakaan buku yang dicetak sejak bulan Februari lalu ini telah beredar luas di wilayah Yogyakarta.

Sekretaris MUI DIY, Achmad Muhsin Kamaludiningrat mengungkapkan buku berjudul ‘Ruhul Kudus Yang Turun Kepada Al Masih Al Ma’ud’ setebal 192 halaman ini memuat tentang kisah Micael Muhdas yang dikatakan mendapatkan wahyu di Gunung Ijo, Bogor. Disebutkan bahwa Micahel Muhdas diangkat menjadi nabi dengan nama Al Masih Al Ma’ud.

“Buku ini memuat tentang ajaran mereka dan kisah Al Masih Al Ma’ud mendapatkan wahyu,” terangnya Jumat (21/9/2007). Ajaran jaamah ini selain tidak mewajibkan puasa lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan, syahadat yang mereka ucapkan juga menganti nama Nabi Muhammad dengan Al Masih Al Ma’ud, nabi yang mereka percayai.

Lebih jauh, Achmad Muhsin mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui seberapa jauh penyebaran buku dan pengikut dari jamaah ini. Hanya saja pihaknya menyakini buku ini dicetak dalam jumlah yang banyak.

“Saya sendiri baru mendapatkan foto kopinya. Dalam buku itu ada gambar Micahel yang berada diatas gunung dihadapan orang banyak dengan dua sayap. Dari wajahnya seperti wajah orang barat,” terangnya.

Lebih jauh, Achmad Muhsin mengungkapkan saat ini draft fatwa MUI ini tengah digodok oleh Komisi Fatwa MUI DIY. Selain memberikan fatwa sesat kepada ajaran ini, dalam fatwa tersebut juga mengharapkan masyarakat yang terlanjur terpengaruh dengan ajaran ini untuk kembali masuk ke Islam.

Sementara nantinya MUI meminta pemerintah untuk melarang ajaran ini, menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh Qiyadah Al Islamiyah dan pelarangan peredaran buku Ruhul Kudus ini

=====

Al Qiyadah, sesat dari mana?

October 25th, 2007

Pendiri aliran itu H. Salam atau yang lebih dikenal dengan Ahmad Moshaddeq, yang sejak 23 Juli 2006 setelah bertapa selama 40 hari 40 malam, mengaku dirinya mendapat wahyu dari allah. Dia mengaku sebagai Rasul menggantikan posisi Nabi Muhammad SAW. Ahmad Moshaddeq juga sering disebut sebagai Al masih Al Mau’ud. Al-Qiyadah didirikan sekitar tahun 2000 Di Bogor.

Moshaddeq adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah DKI Jakarta yang dulunya membidangi Olahraga. Ia mengaku aktif di Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sebelum membentuk Al-Qiyadah, Moshaddeq mengaku turut membangun KW9 Negara Islam Indonesia (NII). “Panji Gumilang itu nggak ada apa-apanya,” ujarnya. Ia menganggap Kartosuwiryo adalah nabi dan mengagumi disiplin para pengikut KW9. Namun, 10 tahun di NII tidak membuat dirinya puas, sehingga ia keluar.

Pada 4 Oktober lalu, MUI mengeluarkan fatwa sesat terhadap Al-Qiyadah, poin pokok yang MUI sampaikan adalah karena:

1.    Membuat Syahadat baru

Syahadat dalam Islam:

Asy-hadu anla illaha ilallah, wa asy-hadu anna muhammadar rasulullah

Syahadat dalam Al Qiyadah:

Asy-hadu anla illaha ilallah, wa asy-hadu anna al masih al mau’udur rasulullah

2.    Percaya adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW

seperti yg disebutkan dalam Syahadat mereka, adanya nabi bernama Al Masih Al Mau’ud yg Seperti ajaran Musa yang dimurnikan kembali oleh Isa. Moshaddeq mengaku dirinya mendapat perintah dari Allah untuk menyatakan kerasulannya dan memurnikan ajaran Musa, Isa dan Muhammad atau Din Al-Islam

3.    Tidak menganjurkan Sholat, puasa dan Haji

Pilar islam adalah Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji. Menurut Al Qiyadah, perintah untuk sholat puasa, dan haji dasarnya blum pasti, hanya diperintahkan pada masa Pendudukan Makkah saja. Setelah itu tidak berlaku

4.    Tidak mewajibkan membaca Al-quran

- Penerbitan buku tafsir Al Quran “Tafsir wa Ta’wil” yang diduga digunakan untuk justifikasi kegiatan.

Barangsiapa yang berbicara (menafsirkan) tentang Al-Qur’an dengan pemikirannya tentang apa yang dia tidak memiliki pengetahuan, maka bersiaplah menyediakan tempat duduknya di Neraka (Dikeluarkan oleh At Tirmidzi, An Nasa’i dan Abu Daud, hadist hasan menurut At Tirmidzi)

“Saya tidak membawa agama baru, saya hanya menggenapkan nubuat allah dalam Al-Qur’an, seperti halnya Muhammad menggenapkan ajaran Isa dan Musa,” kata Moshaddeq,

Wilayah penyebaran mencakup Sumatra Utara, Sumatra Barat, Batam, dan Jogja. Bahkan di Jogja sudah muncul buku cetak untuk publikasi ajaran ini. Untuk indikasi selain kota tersebut saya belum tahu, juga belum menemui..