Tanda-tanda Kiamat


ii. TANDA-TANDA KIAMAT DI DALAM HADIS-HADIS NABI MUHAMMAD SAW.

KEMISKINAN

Penciptaan Alam SemestaSudah diketahui umum bahwa kemiskinan adalah kekurangan pangan, tempat tinggal, pakaian, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya, yang disebabkan oleh rendahnya tingkat pendapatan. Walaupun adanya peluangpeluang yang disediakan oleh teknologi maju, kemiskinan pada hari ini adalah salah satu dari masalah paling serius yang dihadapi oleh dunia. Di Afrika, Asia, Amerika Selatan, dan Eropa Timur, banyak orang hidup dalam kelaparan setiap harinya. Penjajahan dan kapitalisme yang tak terkendali telah mencegah distribusi pendapatan di seluruh penjuru dunia dan kemajuan negara-negara miskin dan sedang berkembang. Ada segelintir orang yang hidup enak dan memiliki lebih dari apa yang mereka butuhkan, sementara terdapat sangat banyak orang yang bergulat dengan masalah-masalah kemiskinan dan kemelaratan.

Di dunia pada hari ini, kemiskinan telah mencapai proporsi yang parah. Laporan terakhir dari UNICEF menyatakan bahwa satu dari empat orang yang hidup dalam populasi dunia hidup dalam “penderitaan dan kekurangan yang tak terbayang-kan”.
9
Ada 1,3 milyar orang di dunia bertahan hidup dengan kurang dari 1 dolar sehari. Dan 3 milyar orang di dunia hari ini bergulat untuk bertahan hidup pada 2 dolar sehari. 10
Kira-kira 1,3 milyar orang kekurangan air bersih, 2,6 milyar orang tanpa akses atas kebersihan yang memadai. 11




Alasan sederhana bagi timbulnya ketimpangan sosial dan dampaknya berupa jurang pemisah antara sikaya dan si miskin tidak dapat diterima menurut ajaran moral al-Quran.
 



 

Menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), untuk tahun 2000, 826 juta orang di seluruh dunia tidak mendapatkan pangan yang cukup. Dengan kata lain, satu dari enam orang menderita kelaparan. 12
Dalam sepuluh tahun terakhir, ketidakadilan distribusi pendapatan telah meningkat lebih dari yang dapat dibayangkan oleh seorang manusia. Laporan PBB menunjukkan bahwa, pada tahun 1960, 20% orang di dunia yang hidup di negaranegara paling kaya memiliki pendapatan yang besarnya 30 kali lipat 20 negara paling miskin; pada tahun 1995 sudah naik menjadi 82 kalinya.
13
Sebagai contoh dari runtuhnya keadilan sosial, kekayaan dari 225 orang paling kaya di dunia setara dengan pendapatan tahunan 47% orang paling miskin.
14

Data statistik yang sedang berjalan ini menunjuk pada apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw. tentang meningkatnya kemiskinan. Dalam beberapa hadis, diberitahukan bahwa kemiskinan dan kelaparan akan menjadi tanda-tanda dari periode pertama Akhir Zaman.

Orang miskin akan bertambah jumlahnya.
(Amal ad-Din al-Qazwini, Mufid al-‘Ulum Ma-mubid alhumum)

Kekayaan hanya dibagikan di kalangan orang-orang kaya saja, dengan tidak ada manfaatnya bagi orang-orang miskin.
(H.r. Tirmizi)

Disamping adanya kemungkinan-2 yang ditawarkan oleh kemajuan-2 dibidang tekhnologi, kemiskinan terus saja menjadi persoalan besar diduia sekarang ini.Menurut laporan badan PBB dibidang Pangan dan Pertanian, FAO ( United Nation Food and Agriculture Organzation) pada tahun 2000, 826 juta penduduk mengalami kekurangan gizi.

Jelaslah, bahwa periode yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw. menggambarkan kondisi-kondisi pada masa kita. Bila kita tilik pada abad-abad yang lampau, kita melihat bahwa kesulitan-kesulitan dan kerisauan yang dibawa oleh kemarau, perang, dan bencana-bencana lainnya bersifat sementara dan terbatas pada wilayah tertentu. Akan tetapi, pada hari ini, kemiskinan dan kesulitan dalam mencari nafkah bersifat permanen dan endemik.

Tentu saja, Tuhan kita memiliki rahmat dan kasih sayang yang tiada habisnya; Dia tidak menzalimi manusia. Namun, karena tidak adanya rasa syukur dari manusia, dan kejahatan yang mereka kerjakan, kemiskinan dan keprihatinan telah melembaga. Sungguh, keadaan yang menyedihkan ini menunjukkan dengan jelas bahwa dunia ini tersusun di atas landasan yang mementingkan diri sendiri dan keserakahan dibandingkan landasan agama, nilai-nilai moral, dan nurani.

Sebagian dari kalian yang memiliki kekayaan yang melimpah dan lebih dari cukup janganlah menyatakan sumpah bahwa mereka tidak akan memberi (bantuan) kepada kerabat, kaum miskin, dan mereka yang berhijrah di jalan Allah. Seharusnya mereka memberi maaf dan melupakan (atas kesalahan di masa lalu). Tidaklah kalian lebih menyukai (jika) Allah memberikan ampunan bagi kalian? Allah adalah Maha pemberi ampun dan Maha pengasih.
(Q.s. an-Nur: 22).























 


RUNTUHNYA NILAI-NILAI MORAL

Pada masa kita, terdapat sebuah bahaya besar yang mengancam susunan kemasyarakatan dunia. Sebagaimana halnya virus yang membunuh tubuh manusia, bahaya ini mendatangkan keruntuhan sosial yang halus. Bahaya ini adalah degradasi nilai-nilai moral yang menjaga masyarakat yang sehat secara ruhani. Homoseksual, pelacuran, hubungan kelamin sebelum dan di luar nikah, pelanggaran seksual, pornografi, pelecehan seksual, dan meningkatnya penyakit-penyakit kelamin, adalah sejumlah indikasi penting dari keruntuhan nilai-nilai moral.

Semua hal ini tetap men jadi hal-hal yang senantiasa menjadi keprihatinan publik. Sejumlah besar orang tidak menyadari bahaya yang meningkat di sekeliling mereka, dan dengan salah menganggapnya sebagai suatu hal yang normal. Namun, statistik menunjukkan bahwa, hari demi hari, jangkauan bahaya ini bertambah dengan tiada terkira.

Proporsi penyakit kelamin adalah sebuah kriteria penting untuk membantu menunjukkan tingkat masalah yang sedang dihadapi kemanusiaan. Menurut catatan-catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit-penyakit kelamin merupakan salah satu segmen penyakit yang terbesar. Laporanlaporan ini menunjukkan bahwa kira-kira 333 juta kasus baru penyakit menular seksual yang terjadi di dunia ini setiap tahunnya.15 Di samping itu, AIDS terus menjadi masalah yang paling serius. Statistik dari WHO menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan kematian karena AIDS semenjak dimulainya epidemi ini sudah mencapai 18,8 juta jiwa.16 Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia untuk tahun 2000 menerangkan situasi tersebut dengan ringkas dan tepat:

“AIDS memiliki keunikan dalam hal dampak kerusakannya terhadap fondasi-fondasi sosial, ekonomi, dan demografi yang menyangga kemajuan.”
17

 



Bagi masyarakat yang tanpa nilai-nilai agama dan akhlak, AIDS menjadi persoalan yang makin berkembang dan mewabah.



Penyebaran praktik homoseks yang semakin meningkat sepanjang beberapa tahun belakangan ini adalah perkembangan yang mencemaskan. Fenomena ini telah disebutkan di dalam Hadis Nabi saw. empat belas abad yang silam.

Di antara perkembangan-perkembangan yang paling mengerikan adalah penyebaran homoseksualitas. Di beberapa negara, kaum homo ini dapat menikah secara legal, menikmati manfaat-manfaat sosial dari perkawinan, dan membentuk perkumpulan-perkumpulan dan organisasi-organisasi. Di seantero dunia aktivitas-aktivitas mereka memperlihatkan sikap penentangan atas keyakinan agama dan sikap antagonis terhadap nilai-nilai agama. Ini adalah sebuah karakteristik abad kita; hal-hal semacam ini tak pernah terjadi sebelumnya semenjak masa Nabi Muhammad saw.

Keberanian kaum homoseks pada hari ini membuat orang berpikir tentang akhir dari kaum Luth yang tercatat karena tindakan homoseksual mereka. Sebagaimana dikatakan di dalam al-Qur’an, tatkala mereka dengan beramai-ramai menolak ajakan Luth a.s. ke jalan yang benar, Allah menghancurkan kota dan penduduknya dengan sebuah bencana yang sangat besar. Sebagai sebuah peringatan, sisa-sisa dari kaum yang menyimpang ini masih berada di bawah air di Danau Luth (Laut Mati).

Sudah jelas bahwa hadis-hadis yang memberikan gambaran tentang Akhir Zaman dan kerusakan moralnya sedang menjadi kenyataan pada hari ini.

Salah satu hadis menunjukkan bahwa hilangnya rasa malu dalam melakukan tindakan pelacuran adalah salah satu tanda Hari Akhir.

Perzinaan akan lazim dilakukan secara terang terangan.
(H.r. Bukhari)

Nabi Muhammad saw. bersabda bahwa menyebarnya hubungan kelamin di luar nikah di tengah masyarakat adalah sebuah tanda:

As-Sa‘ah akan tiba manakala perzinaan telah  merajalela.
(Al-Haytsami, Kitab al-Fitan)

Lemahnya nilai-nilai moral dan rasa malu digambarkan dalam sabda-sabda berikut:

Saat Akhir tidak akan tiba hingga mereka (orang orang jahat) berbuat zina di jalan-jalan (tempat lalu lintas umum).
(H.r. Ibnu Hibban dan Bazzar)

Menarik untuk dilihat bahwa, baru-baru ini, pemandangan prostitusi yang tertangkap oleh kamera-kamera tersembunyi telah disiarkan di saluran-saluran televisi. Para pelacur melakukan perzinaan dengan para pelanggan mereka di tempat terbuka di tengah jalan. Ini adalah tanda lain dari Hari Akhir yang diberitahukan dalam sebuah hadis; jutaan orang telah menyaksikan tanda ini. Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa bersikap toleran terhadap perbuatan homoseksual sebagai suatu cara hidup yang normal adalah sebuah tanda penting dari periode sebelum Hari Akhir.

Laki-laki akan meniru-niru perempuan; dan perempuan akan meniru-niru laki-laki.
(‘Allamah Jalaluddin Suyuthi, ad-Durr-Mantsur)

Orang-orang akan memperturutkan hawa nafsunya dalam melakukan perbuatan homoseksual dan lesbianisme.
(Al-Muttaqi al-Hindi, Muntakhab Kanzul ‘Ummaal)



Setiap hari lembaran halaman surat khabar berisi laporan laporan yang memuat kebobrokan moralitas masyarakat, sementara itu banyak yang menganggap perkembangan perkembangan ini sebagai ajaran keimanan mereka.


9. UNICEF (Badan Dunia PBB untuk Dana Anak-anak), “Children and Poverty: Key Facts” 2000 (http://www.unicef.org/ copeuhagen5/fact sheets.html.

10. Manufacturing Dissent, “World Statistics – The Rich and The Poor”, http://www.reagan.com/HotTopic.main/HotMike/document–8. 13.1999.6.html.

11. UNICEF (Badan Dunia PBB untuk Dana Anak-anak), “Children and Poverty: Key Facts”, 2000, http://www.unicef.org/ copenhagen5/factsheets.htm.

12. FAO (Badan Dunia PBB untuk Masalah Pangan), “The state of food insecurity in the world”, 2000, http:www.fao.org/ FOCUS/E/SOFI00-e.htm.

13. Human Development Report 1998, United Nations Development Programme, New York, September 1998 – www.oneworld.org./ ni/issue310/facts.htm.

14. Manufacturing Dissent, “World Statistics – The Rich and The Poor”, 1999, http://www.reagan.com/HotTopics.main/HotMike/ document-8.13.1999.6.html.


15. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), “Kawula Remaja dan
Penyakit-penyakit yang Ditularkan Melalui Hubungan Seks”, Fact sheet no: 186, Desember 1997, http://www.who.int/inffs/ en/fact186.html.

16. Badan Dunia PBB WHO,
“Laporan tentang Bencana Global HIV/ Wabah AIDS”, Juni 2000, http://www.unaids.org/ epedemic_update/report/Epi_report.htm#aids.

17. Badan Dunia PBB WHO,
“Laporan tentang Bencana Global HIV/ Wabah AIDS”, Juni 2000, http://www.unaids.org/ epedemic_update/report/Epi_report.htm#aids.

 

 

Versi online dari buku-buku Harun Yahya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sedang dalam persiapan.
Untuk sementara Anda dapat mengunjungi halaman Download untuk mendownload versi teks atau pdf yang tersedia dari buku-buku tersebut
© Harun Yahya Internasional 2004.
Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini
info@harunyahya.com