Tanda-tanda Kiamat


ii. TANDA-TANDA KIAMAT DI DALAM HADIS-HADIS NABI MUHAMMAD SAW.

ZAMAN KEEMASAN

Penciptaan Alam Semesta


Tanda-tanda Zaman Keemasan, digambarkan dengan rinci oleh Rasulullah saw., adalah tanda-tanda penting Hari Pengadilan. Periode ini disebut “Zaman Keemasan”, karena gambarannya yang mirip dengan Surga oleh para ulama. Dapat dipahami dari hadis-hadis bahwa Zaman Keemasan akan tiba pada periode kedua dari Akhir Zaman.

Salah satu ciri utama periode suka cita ini adalah akan munculnya kemakmuran yang sangat melimpah. Hadis-hadis menekankan bahwa kemakmuran ini akan menjadi sebuah fenomena yang unik dalam sejarah:
 

  • Umatku akan mendapati suatu kemakmuran pada saat itu yang tak akan pernah ada taranya sebelumnya.
    (H.r. Ibnu Majah)

  • Umatku, baik yang saleh maupun yang jahat, akan diberkahi dengan berbagai karunia yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.
    (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi ‘Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman)

Hadis lain menggambarkan kekayaan pada periode ini:

  • Pada periode ini, bumi akan menumpahkan keluar harta kekayaannya…
    (Ibnu Hajar Haytsami, Al-Qawl al-Mukhtashar fi ‘Alamat al-Mahdi al-Muntazhar)

Salah satu hadis menceritakan bahwa tahun-tahun kerisauan dan kesulitan akan berakhir; tak seorang pun yang akan memiliki hajat. Bahkan tak didapati seorang pun yang akan diberi zakat:

  • Tunaikanlah zakat karena akan tiba suatu masa pada umat ini di mana seseorang akan keluar berkeliling membawa zakatnya namun tidak akan menemukan seorang pun yang akan menerimannya.
    (H.r. Bukhari)

  • Kekayaan tentu akan berlipat ganda dan mengalir bagaikan air pada saat itu, namun tak seorang pun yang akan memungutinya.
    (H.r. Al-Halimi)

Karakteristik utama dari Zaman Keemasan adalah ditegakkannya keadilan dan kebenaran. Akan datang suatu masa di mana hukum dan keadilan mengganti kekhawatiran, konflik, dan ketidakadilan. Sebagaimana kita baca dalam hadis-hadis, “Bumi akan dipenuhi keadilan, menggantikan kekejaman dan penganiayaan.” (Ahmad Dhiya’ ad-Din al-Kamushkhanawi, Ramuz al-Ahadits) Di antara tanda-tanda yang paling signifikan dari periode ini adalah, tidak adanya letusan senjata, berakhirnya permusuhan, konflik, dan perpecahan sosial; dan terbinanya persahabatan dan cinta kasih di antara manusia. Jumlah uang yang luar biasa besar yang dibelanjakan untuk industri perang akan diinvestasikan untuk makanan, kesehatan, pembangunan, kebudayaan, dan pada hal-hal yang mendatangkan kebahagiaan atas umat manusia.

Ciri lainnya dari periode yang diberkahi ini adalah kembalinya fondasi-fondasi agama sebagaimana halnya dulu pada masa Nabi Muhammad saw. Hukum-hukum, mitos-mitos, dan tradisi-tradisi yang dibuat-buat setelah Islam dan tidak memiliki akar darinya akan dihilangkan. Perselisihan di kalangan orang-orang Islam dalam menjalankan praktik agama mereka juga akan berhenti.

Singkatnya, Zaman Keemasan akan menjadi masa penuh kekayaan, kemakmuran, perdamaian, kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemudahan. Ia akan menjadi suatu zaman di mana perkembangan seni, kedokteran, komunikasi, produksi, transportasi, dan bidang-bidang kehidupan lainnya yang seperti itu akan terjadi sebagaimana tak pernah ada sebelumnya dalam sejarah dunia ini. Dan, orang-orang hidup sesuai dengan nilai-nilai moral al-Qur’an.

SETELAH ZAMAN KEEMASAN


Tatkala kita membaca riwayat para nabi di dalam al-Qur’an, kita lihat bahwa sebuah hukum ilahi yang penting berlaku di segala zaman. Umat-umat yang membantah rasul Allah yang diutus kepada mereka pasti dihancurkan, sementara mereka yang tunduk pada sang rasul memperoleh kekayaan material dan kedamaian spiritual yang dibawa oleh agama yang haq. Pada periode setelah para rasul ini, sebagian umat lalu menolak agama yang haq yang telah dengan jelas disampaikan kepada mereka, dan mulai mengada-adakan sekutu bagi Allah. Pertentangan dan konflik pun menyusul. Sesungguhnya, mereka sendirilah yang telah ikut andil dari akhir kehancuran yang mereka alami dengan tangan mereka.

Hukum ini pun tentu berlaku pula pada Akhir Zaman. Nabi Muhammad saw. memberitahukan bahwa as-Sa‘ah akan tiba setelah wafatnya Isa a.s. dan pada akhir Zaman Keemasan ini:

Setelah dia (Nabi Isa a.s.), maka Hari Pengadilan tinggal sebentar lagi.
(Ahmad Dhiya’ ad-Din al-Kamushkhanawi, Ramuz al-Ahadits)

Hari Pengadilan akan datang setelahnya (Nabi Isa a.s.).
(Ahmad Dhiya’ ad-Din al-Kamushkhanawi, Ramuz al-Ahadits)

Tentu saja, Akhir Zaman dan Zaman Keemasan akan menjadi kurun-kurun waktu di mana peringatan terakhir akan diberikan kepada umat manusia. Sejumlah hadis menyoroti bahwa kelak tak akan ada kebaikan yang tersisa setelah periode ini. Maka, kita melihat bahwa, tak lama setelah wafatnya Isa a.s., semua orang di dunia ini, yang bergelimang dengan kekayaan dari Zaman Keemasan, akan menjadi jahat dan menolak agama yang haq. Boleh dibilang bahwa dalam kondisi itulah as-Sa‘ah (Hari Kiamat) akan tiba, namun, tentu saja, hanya Allah yang Mahatahu.

 

Versi online dari buku-buku Harun Yahya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sedang dalam persiapan.
Untuk sementara Anda dapat mengunjungi halaman Download untuk mendownload versi teks atau pdf yang tersedia dari buku-buku tersebut
© Harun Yahya Internasional 2004.
Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini
info@harunyahya.com