facebook
BIOGRAFI DAN METODE USHUL FIQH IMAM DAUD AL-ZHAHIRI

BIOGRAFI DAN METODE USHUL FIQH IMAM DAUD AL-ZHAHIRI

 

 

Nama lengkap Imam Daud al-Zhahiri adalah Abu Sulaiman Daud Bin Ali Bin Khalaf Al-Ashbahani Al-Baghdadi. Lahir di Baghdad pada tahun 202 H. Sedangkan Muhammad bin Al-hasan Al-Hujwi Al-Tsa’labi Al-fasi menjelaskan Imam Daud dilahirkan pada tahun 200 H. dan beliau wafat pada tahun 270 H.

Pada awalnya, Imam Daud belajar fiqih al-Syafi’I kepada guru-gurunya di Baghdad. Kemudian dia melakukan perjalanan ke Naisabur untuk belajar hadits. Beliauadalah orang yang fanatic terhadap Imam Syafi’I, karena mengagumi terhadap Qiyas yang menjadi dasar hokum Syafi’i. Meskipun pada ahirnya ketika beliau mempelajari madzhab syafi’I di Baghdad, Ia mengkritik madzhab fiqh yang ia pelajari itu, dan melahirkan teori-teori baru dalam kajian hukumnya. Sasaran kritiknya adalah tradisi kajian ijtihad ‘aqli Imam al-Syafi’I yang bertumpu pada qiyas dan menolak istihsan. Dan  karena itulah Syafi’I dianggapnya tidak konsisten, sebab ia menkritik istihsan tapi memakai qiyas, padahal menurutnya, qiyas dan istihsan adalah sama. Zhahiri bahkan sempat menulis kitab yang berisi kelebihan  Imam al-Syafi’I serta pujian zhahiri kepada beliau. Setelah itu ia keluar dari aliran Syafi’I dan membangun satu pendirian yang kemudian menjadi aliran tersendiri.

 

 

Metode Istinbath  Imam al-Zhahiri.

Dalam sejarah pengkajian hukum Islam, dikenal beberapa madzhab fiqh, yang secarau mum terbagi menjadi dua, yaitu madzhab Sunni dan Syi’i. Dikalangan Sunni terdapat beberapamadzhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali, Dhahiri, Auza’I, Thabari dan Laits. Sementara dikalangan Syi’ah terdapat dua madzhab fiqh yaitu Zaidiyah dan Ja’fariyah. Namun yang berkembang kini hanyalah madzhab Ja’fariyah dan Syi’ahImamiyah.

Seperti disebutkan di muka, bahwasanya Imam Daud Az Zhohiri yang sempat mengagumi Imam Syafi’I akhirnya menolak ijtihad beliau tentang qiyas, kemudian Daud al-zhahiri mengemukakan teori kajian hukum yang lebih menekankan pada pengalaman literaris untuk diaplikasikan pada kenyataan kehidupan mukallaf. Dan itulah menurutnya yang disebut istidlal. Dengandemikian, menurutnya sumber hokum itu adalah al-Qur’an dan al-Sunnah. Kemudian menurutnya ijtihad hanya dapat dilakukan untuk mengaplikasikan pesan ayat pada 

kehidupan dan perbuatan mukallaf.

http://imanhsy.blogspot.com/2011/06/biografi-dan-metode-ushul-fiqh-imam.html

Rivqi Van West Java
Reng Uniq Tidak Helap
24 Februari
24 Februari
Kurt Emka
waaawww...
24 Februari
Kurt Emka
jadi gimana bib, ajaran beliau ttg 'anu'??
24 Februari
Kurt Emka
sundulll
24 Februari
Reef Sajah
semua ajarannya yg berbeda dg madzhab 4 adalah dhoif kecuali yg anu maka sangat dhoif...
24 Februari
Kurt Emka
jd yg anu itu sangat doif ya bib..
pengertian doif itu, si anu jangan dilakukan tah?
24 Februari
Reef Sajah
menurut ulama muta'akhkhirin madzhab Syafi'ie pendapatnya yg anu itu tidak boleh dilakukan sebab menimbulkan dosa meskipun tidak mewajibkan hadd....
24 Februari  1
Reef Sajah
adapun selain anu...maka boleh selagi ada hajat apalagi dhorurot dg catatan tidak tatabbu'urrukhosh...wallahu 'alam
24 Februari  1
Kurt Emka
oooh (enda2 ngerti) wkwkkwkw
24 Februari
Reef Sajah
Ya Akhiii....coba amati pendapat beliau di kitab Arrahmah fikhtilaf al aimmah hamisy kitab Mizan al kubro...
24 Februari
Kurt Emka
siap ya akhinal kiramm...
24 Februari
Kurt Emka
dua orang (kyai) saya survey ; satu mengatakan boleh asal di luar daerah, satunya lagi no way!!
24 Februari  1
Reef Sajah
boleh itu karena belum ada komunikasi canggih spt sekarang spt Telp....kalau dah ada Hp....lain mas'alah
24 Februari  1
Kurt Emka
kalau ada HP, berlaku hukum tadi ya bib?
24 Februari
Reef Sajah
kalau ada Hp/Tlp..maka dhorurot yg membolehkan itu menjadi hilang...
24 Februari  1
Kurt Emka
oooh kados mekotn, jadi harus kembali kepada formulasi 4 sekawan yah.. fahimtu.
24 Februari  1
Reef Sajah
na'am kadzalik wallahu 'alam
24 Februari  1
24 Februari
24 Februari