facebook
Definisi JIHAD, QITAL dan AL-HARB

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Definisi JIHAD, Qital dan Al-Harb

***************************

Kerancuan dalam penafsiran Makna JIHAD membuat ISLAM Sering Dipojokkan, di tuding Biang KEKERASAN, Peperangan.

 

 

Anggapan org-org awam, bahwa Definisi Jihad adalah dengan keharusan untuk PERANG.

Hal semacam ini biasa terjadi pada masyarakat, krn mereka menyimpulkan bahwa peperangan adalah Makna Baku Bagi JIHAD.

 

 

NAMUN Jika Di Telaah lebih dalam, maka Jihad dalam bahasa berarti berusaha keras atau berjuang, dalam konteks Islam bermakna berjuang menegakkan Syariat Islamiah.

 

 

Berjihad tdk selalu hrs indentik dengan berperang secara lahiriah atau Fisik.

Sebab melakukan Jihad dapat berbentuk perjuangan DALAM DIRI SENDIRI untuk menegakkan Syariat Islamiah, Perjuangan TERHADAP ORANG LAIN baik melalui lisan, Tulisan atau tindakan.

*******************

Sementara itu, JIHAD dalam bentuk Pertempuran disebut QITAL.

*******************

Dalam Surat Attaubah Ayat 111, Dijelaskan :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari org-org mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah ; Lalu mereka membunuh atau terbunuh (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menempati janjinya (selain) dari pada Allah ? Maka Bergembiralah jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”.

 

 

Jadi ini Hukumnya Fardhu Kifayah, dilakukan apabila kondisi menghendaki atau memaksa. Misalnya ketika Kaum Muslim menegakkan agama Allah dan Kalimat Allah atau ber-Amar Ma’ruf Nahi Munka, dianiaya dan diusir dari Kampung Halaman mereka tanpa alasan yang benar.

 

 

Namun, Jihad Hukumnya akan menjadi Fardhu ‘Ain jika situasi yang mengharuskan diantaranya, apabila seseorang berada dalam Pasukan atau Medan Laga ( Menghadapi Musuh) seperti yang tertuang dalam Firman Allah dalam Surat Al-Anfal Ayat 15 yang berbunyi:

 

 

”Hai,orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, Maka janganlah kamu membelakangi mereka (Mundur).”

 

 

Kemudian apabila Negara yang dihuni kaum Muslimin dalam Keadaan terancam akan diserang musuh. Bahkan disini tidak Dibenarkan untuk tidak ikut melaksanakan kewajiban JIHAD kecuali bagi mereka yang kondisinya tidak memungkinkan untuk berperang, seperti di jelaskan Allah :

 

 

 “Hai Orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang disekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan dari padamu, dan Ketahuilah, bahwasannya Allah Bersama Orang-orang yang bertakwa”. (QS.Attaubah:123).

 

Selanjutnya Apabila Hakim atau Negara menugaskan seseorang, maka ia tidak boleh menolak.

 

*********************

Antara JIHAD dan QITAL

*********************

Meskipun Jihad identik dengan Al-Harb, tetapi tidak semua Jihad diharuskan untuk berperang. Dalam situasi yang aman Jihad terus dilakukan, Misalnya dengan Ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

 

Al-Qur’an Menggunakan dua istilah yang berbeda Namun Maksudnya sering disamakan yaitu : Jihad dan Qital.

 

Ayat-ayat Jihad sudah turun sejak Periode turun Islam Mekkah (Sebelum Rosul melakukan Hijrah).

 

Sepanjang turunya ayat-ayat Makiyah ini tdk Pernah satupun terjadi Peperangan. Jihad ini Bisa Disebut ”JIHAD Non PERANG” dan sangat Mustahil bila Jihad Para Periode itu dimaknai dengan peperangan.

 

 

Contohnya ada pada Surat-surat Al-Furqon 52, An-Nahl 110, Lukman 15 dan Al-Ankabut 69.

 

Maka, apabila Al-Qur’an menggunakan ayat Al-Jihad (ayat-ayat Jihad) artinya adalah perjuangan dalam Makna yang UMUM.

*********************

Qital berarti Peperangan.

*********************

Ayat-ayat Al-Qital Wa Al-sayf (Ayat-ayat Perang dalam Pedang) artinya sudah Khusus yaitu Peperangan ini banyak menerangkan tentang kegemuruhan peperangan.

 

Ayat-ayat ini kebanyakan turun setelah Nabi Hijrah di Madinah atau disebut Madaniyah.

 

 

Disisi lain, Lisensi Peperangan menggunakan ayat-ayat Qital Jelas, dan Bukan dengan Ayat Jihad. Dalam Surat Al-Hajj ayat 39 disebutkan, Telah di izinkan (Berperang) bagi orang-orang yang di perangi.

 

Demikian juga, dalam Surat Al-Baqarah Ayat 190, dan Perangilah (Qatilu) Orang-orang yang memerangimu.

 

 

Naaaaah, ketika ayat-ayat JIHAD di turunkan (Pada Periode Madinah), Tidak terelakkan Muncul Makna Konstektual “JIHAD” Waktu itu ; Yaitu Peperangan.

 

Waktu itu Nabi Benar-benar angkat senjata karena situasi dan kondisi yang meng haruskan. Yaitu memerangi kaum kafir yang merongrong, mengancam baik itu agama Allah maupun Kaum Muslimin. Sehingga bisa dikatakan pada waktu itu Jihad adalah Pedang yang terhunus dan kuda-kuda perang.

 

Perang adalah keterpaksaan untuk mempertahankan diri (Difa’ an  al-nafs), Bukan kebringasan untuk melakukan Penyerangan. Justru Perang Pada era Nabi SAW Di Legalkan untuk mempertahankan Prinsip Kebebasan beragama yang Di rongrong oleh kekuatan bersenjata

********************

Dari sinilah  dalam  menafsirkan Ayat Jihad dengan ayat Qital hrs dibedakan dengan secara JELAS.

********************

Jihad tdk identik dengan Qital, Mekipun Qital Pada zaman Nabi merupakan salah satu bentuk dari Jihad. Baginya Jihad adalah Mabda (Prinsip) yang abadi dalam Arti dan Bentuk yang umum dan seluas luasnya.

 

Sedangkan Perang tdk harus dilakukan, Harus dilihat secara situasional dan kondisional.

 

Maksudnya adalah ayat-ayat sejenis ini tdk bisa dipisahkan dari situasi: Sebab Musabab dan Tujuannya yang melahirkannya.

 

 

Dari pemaparan tersebut diatas, kita Dapat menarik kesimpulan bahwa Arti JIHAD adalah PERJUANGAN dan Bisa juga Di PEPERANGAN TERGANTUNG SITUASI DAN. Tak seorangpun memiliki hak dan sedikitpun otoritas untuk “MENGUNCI” Makna Al-Qur’an Hanya Pada Penafsirannya saja.

 

Semoga Bermanfaat,

Supardi Bin Sastro Mu'iman
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Definisi JIHAD, Qital dan Al-Harb
***************************
Kerancuan dalam penafsiran Makna JIHAD membuat ISLAM Sering Dipojokkan, di tuding Biang KEKERASAN, Peperangan.

Anggapan org-org awam, bahwa Definisi Jihad adalah dengan keharusan untuk PERANG.
Hal semacam ini biasa terjadi pada masyarakat, krn mereka menyimpulkan bahwa peperangan adalah Makna Baku Bagi JIHAD.

NAMUN Jika Di Telaah lebih dalam, maka Jihad dalam bahasa berarti berusaha keras atau berjuang, dalam konteks Islam bermakna berjuang menegakkan Syariat Islamiah.

Berjihad tdk selalu hrs indentik dengan berperang secara lahiriah atau Fisik.
Sebab melakukan Jihad dapat berbentuk perjuangan DALAM DIRI SENDIRI untuk menegakkan Syariat Islamiah, Perjuangan TERHADAP ORANG LAIN baik melalui lisan, Tulisan atau tindakan.
*******************
Sementara itu, JIHAD dalam bentuk Pertempuran disebut QITAL.
*******************
Dalam Surat Attaubah Ayat 111, Dijelaskan :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari org-org mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah ; Lalu mereka membunuh atau terbunuh (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menempati janjinya (selain) dari pada Allah ? Maka Bergembiralah jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”.

Jadi ini Hukumnya Fardhu Kifayah, dilakukan apabila kondisi menghendaki atau memaksa. Misalnya ketika Kaum Muslim menegakkan agama Allah dan Kalimat Allah atau ber-Amar Ma’ruf Nahi Munka, dianiaya dan diusir dari Kampung Halaman mereka tanpa alasan yang benar.

Namun, Jihad Hukumnya akan menjadi Fardhu ‘Ain jika situasi yang mengharuskan diantaranya, apabila seseorang berada dalam Pasukan atau Medan Laga ( Menghadapi Musuh) seperti yang tertuang dalam Firman Allah dalam Surat Al-Anfal Ayat 15 yang berbunyi:

”Hai,orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, Maka janganlah kamu membelakangi mereka (Mundur).”

Kemudian apabila Negara yang dihuni kaum Muslimin dalam Keadaan terancam akan diserang musuh. Bahkan disini tidak Dibenarkan untuk tidak ikut melaksanakan kewajiban JIHAD kecuali bagi mereka yang kondisinya tidak memungkinkan untuk berperang, seperti di jelaskan Allah :

“Hai Orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang disekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan dari padamu, dan Ketahuilah, bahwasannya Allah Bersama Orang-orang yang bertakwa”. (QS.Attaubah:123).

Selanjutnya Apabila Hakim atau Negara menugaskan seseorang, maka ia tidak boleh menolak.

*********************
Antara JIHAD dan QITAL
*********************
Meskipun Jihad identik dengan Al-Harb, tetapi tidak semua Jihad diharuskan untuk berperang. Dalam situasi yang aman Jihad terus dilakukan, Misalnya dengan Ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Al-Qur’an Menggunakan dua istilah yang berbeda Namun Maksudnya sering disamakan yaitu : Jihad dan Qital.

Ayat-ayat Jihad sudah turun sejak Periode turun Islam Mekkah (Sebelum Rosul melakukan Hijrah).

Sepanjang turunya ayat-ayat Makiyah ini tdk Pernah satupun terjadi Peperangan. Jihad ini Bisa Disebut ”JIHAD Non PERANG” dan sangat Mustahil bila Jihad Para Periode itu dimaknai dengan peperangan.

Contohnya ada pada Surat-surat Al-Furqon 52, An-Nahl 110, Lukman 15 dan Al-Ankabut 69.

Maka, apabila Al-Qur’an menggunakan ayat Al-Jihad (ayat-ayat Jihad) artinya adalah perjuangan dalam Makna yang UMUM.
*********************
Qital berarti Peperangan.
*********************
Ayat-ayat Al-Qital Wa Al-sayf (Ayat-ayat Perang dalam Pedang) artinya sudah Khusus yaitu Peperangan ini banyak menerangkan tentang kegemuruhan peperangan.

Ayat-ayat ini kebanyakan turun setelah Nabi Hijrah di Madinah atau disebut Madaniyah.

Disisi lain, Lisensi Peperangan menggunakan ayat-ayat Qital Jelas, dan Bukan dengan Ayat Jihad. Dalam Surat Al-Hajj ayat 39 disebutkan, Telah di izinkan (Berperang) bagi orang-orang yang di perangi.

Demikian juga, dalam Surat Al-Baqarah Ayat 190, dan Perangilah (Qatilu) Orang-orang yang memerangimu.

Naaaaah, ketika ayat-ayat JIHAD di turunkan (Pada Periode Madinah), Tidak terelakkan Muncul Makna Konstektual “JIHAD” Waktu itu ; Yaitu Peperangan.

Waktu itu Nabi Benar-benar angkat senjata karena situasi dan kondisi yang meng haruskan. Yaitu memerangi kaum kafir yang merongrong, mengancam baik itu agama Allah maupun Kaum Muslimin. Sehingga bisa dikatakan pada waktu itu Jihad adalah Pedang yang terhunus dan kuda-kuda perang.

Perang adalah keterpaksaan untuk mempertahankan diri (Difa’ an al-nafs), Bukan kebringasan untuk melakukan Penyerangan. Justru Perang Pada era Nabi SAW Di Legalkan untuk mempertahankan Prinsip Kebebasan beragama yang Di rongrong oleh kekuatan bersenjata
********************
Dari sinilah dalam menafsirkan Ayat Jihad dengan ayat Qital hrs dibedakan dengan secara JELAS.
********************
Jihad tdk identik dengan Qital, Mekipun Qital Pada zaman Nabi merupakan salah satu bentuk dari Jihad. Baginya Jihad adalah Mabda (Prinsip) yang abadi dalam Arti dan Bentuk yang umum dan seluas luasnya.

Sedangkan Perang tdk harus dilakukan, Harus dilihat secara situasional dan kondisional.

Maksudnya adalah ayat-ayat sejenis ini tdk bisa dipisahkan dari situasi: Sebab Musabab dan Tujuannya yang melahirkannya.

Dari pemaparan tersebut diatas, kita Dapat menarik kesimpulan bahwa Arti JIHAD adalah PERJUANGAN dan Bisa juga Di PEPERANGAN TERGANTUNG SITUASI DAN. Tak seorangpun memiliki hak dan sedikitpun otoritas untuk “MENGUNCI” Makna Al-Qur’an Hanya Pada Penafsirannya saja.

Semoga Bermanfaat,
28 Juni  1
Supardi Bin Sastro Mu'iman
Ibnu Qoyyim Al-Jauzziyyah membagi Jihad Kedalam 4 Tinggkatan Yaitu:
1.JIHAD Melawan Hawa Nafsu,
2.JIHAD Melawan Syaitan/SETAN
3.JIHAD Melawan Orang-orang KAFIR dan MUNAFIQ
4.JIHAD Melawan Kedzaliman dan Bid’ah

Naaaa, Jihad ke 4 ini yg dipakai DASAR org-org yg TIDAK Beraklaqul Kharimah untuk menunjukkan Kemampuan Dirinya atau Di Sebut TAKABUR/SOMBONG. Krn dia belum TAU PERCIS Makna dari JIHAD tersebut.? Krn Makna Sesungguhnya Adalah:Jihad dalam bahasa berarti berusaha keras atau berjuang, dalam konteks Islam bermakna berjuang menegakkan Syariat Islamiah.

JIHAD dalam makna Perang disyariatkan terhadap orang-orang yang terlebih dahulu melakukan PENYERANGAN (Defensive) sebagaimana telah Di Firmankan Allah SWT pada Surat Al-Hajj:
[22.39] Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.
[22.40] (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Lalu Bagaimana LANGKAH KITA sebagai kaum Muslim dalam Melaksanakan JIHAD ditengah Medan Peperangan.???
29 Juni  2
Supardi Bin Sastro Mu'iman
BERSAMA Papa Syifa, yg KuuuuREEENN. Seorg Pejihad Ulung.
29 Juni  1
Papa Syifa
Jihad melawan musuh2 Islam jauh lebih tinggi derajat'n drpd jihad melawan hawa nafsu
29 Juni
Supardi Bin Sastro Mu'iman
Apakah Akhy Sapa Papa Syifa, Pernah Berjihad.....?
29 Juni
Papa Syifa
afwan mas...kata seorg pejihad ulung kyk'n sngat gk enak d dengar...sya cm manusia yg dhoif
29 Juni  2
Papa Syifa
artikel yg sya post kmrn it sya copas
29 Juni  1
Addiinul Akbar Al-Islam
Jihad itu mempunyai nilai universal mas,,,,,,ketika ente udh menemukan jihad...maklumatnya saja JALAN ALLAH.....cinta kpd allah,ikhlas,tawakal jiwa dan harta,sabar,zuhud,zikir dll...........gmn she ente????
29 Juni  1
Addiinul Akbar Al-Islam
Dakwah rasul utk memasuki dinul islam,,sbgmn FUNGSI beliau turun.......namun bagi yg tdk mau menerimanya maka ia wajib di perangi..."Supaya tdk ada FITNAH (gangguan terhadap umat islam) dan supaya agama semata2 bagi allah (al anfal:39)
29 Juni  1
Syifa Muhammad
Betapa banyak org yg terbunuh di dantara dua barisan pasukan, Alloh Ta'ala lebih tahu mengenai niatnya (HR Ahmad)
29 Juni  1
Addiinul Akbar Al-Islam
Memang betul....rasul pun blg sapa yg mati membela negara,kaumnya,sukunya,dia masuk neraka.............sekarang coba ente senggol agamnya preman..yg labelnya islam aja deh....berani dia bunuh2an......seorg pembunuh aja yg udh membunuh 99 org ketika niat dia mw tobat ga terlaksana dia ingin membunuh satu org lg...masuk sorga dia...krn langkahnya di itung di hari pembalasan...............makanya rasul blg kalian tdk akan mampu......ente mw solat,puasa,saya aja jujur saya msh belom bener..............apalagi setan dmn2....kodratnya itu jihad,,,,tp bukan jihad hawa nafsu.............ga masuk kategori.......itu peran ulama,,,yg mendakwahkan............bagi saya......diatas aja dijelasin tuh jihad melawan BID'AH..........masa saya ga boleh mengada-ada.............kaum ente aja mensahkan mengada-ada....saya boleh dong........
29 Juni
Danz Putra
halah dicky dicky lu jaga ngapa nama baik akun abang lu
buat akun baru kek biar gak nimbuli fitnah
fitnah tuh tertidur jangan dibanguni dah
29 Juni  1
Abdillah Djunaidi
Nah bagus nih komennya, Adiknya Addinul "saya aja jujur saya msh belom bener.." harusnya klo sudah merasa belum benar hindari komen berikut "tp bukan jihad hawa nafsu" ga masuk kategori"," memberikan kesimpulan layaknya ilmuan atau ngeluarin fatwa dong...maaf yah, kan lebih baik antum belajar jg memahami dalil2 yg d sampaikan dan klo sanggup menelaah dalil tersebut..dan klo sanggup mengkoreksi dr maksud dalil tersebut dgn rujukan pula...jd tambah luas ilmunya!!
29 Juni  1
Abdillah Djunaidi
jgn berbantah dgn asumsi pribadi saja...karena keterbatasan ilmu dalam diri kita...sy takutnya setan masuk dalam diri kita, malah menghasilkan provokasi2 saja dgn sodara lainnya/...
29 Juni  2
Addiinul Akbar Al-Islam
Ga usah menyalahi.....kaidah keilmuan saya tw kok.........saya tw saya melakukan kesalahan dr pernyataan saya.........introspeksi diri masing2....tp klo anda melihat kesalahan kpd saya.....saya mundur..............
29 Juni
Danz Putra
elu gak salah dicky
niat lu baek ane tau itu
cm yg baek itu sampekanlah dengan cara yg baek gak dengan cara yg sesuka hati kita
masing2 orang kan gak sama kayak elu dicky
gesekean pengetahuan itu pasti tetep ada
cm gmn kita berbuat terbaik dalam bersikap
cm ini yg ingin ane katakan
ane bukan bermaksud mengusir atau memaksa ente supaya tetep di sini karna ane bukan admin
tapi sama 2 kita buat umat ini bersatu ,kita ini elemennya
gimana kita mo bersatu kalo orang lain harus ikut memahami atau menerima apa yg kita tahu atau yg kita mau
keputusan itu ada di elo
lo mo tetep di sini yah itu keputusan lo jg
kalo kagak yah itu keputusan lo jg
admin ini cm menindak tegas saja
padahal admin setau ane gak enak hati mengkick atau membaned orang2 yg dah lama dan dh kenal di sini

kalo kita ngomongnya baek2 gak maksa2 kan enak
suasana persodaraan itu ada
gmn suasana persodaraan itu bisa tercipta lah kita sendiri ndak mau memahami diri masing2
29 Juni  2
Addiinul Akbar Al-Islam
bagi saya......diatas aja dijelasin tuh jihad melawan BID'AH..........masa saya ga boleh mengada-ada.............kaum ente aja mensahkan mengada-ada....saya boleh dong............lihat komentar saya?????? Simple kan pernyataan saya???????
29 Juni
Danz Putra
nah ne gaya lu yg kudu lu kritisi sendiri
lu samain orang laen dengan lu sendiri
emangnya di sini orangnya pinter2 kayak lu dick
kaum siapa yg ente maksud dick?
29 Juni
Rintihan Hati
Jihad melawan hawa nafsu mah bkn jihad deh kyknya,...klo dikatakan melawan hawa nafsu ini masuk kaidah udh element penting umat islam utk senantiasa terjaga dr nafsu,....knp ada puasa, knp ada shalat, dan kenapa ada istighfar, ini semua masuk dlm kategori cara kita dlm menghindari nafsu,...paling utama senantiasa menyebut asmanya agar senantiasa dijauhkan dr sifat riya' dengki dan juga sifat buruk lainnya,,,

Sekian dr saia yg dhoif ini,,,afwan ^_^"
29 Juni  1
Rintihan Hati
Klo puasa masuk berjihad definisinya beda lagi, klo istighfar masuk cara berjihad definisinya lain lagi nanti, dan klo shalat masuk berjihad definisinya berbeda lagi nanti,...jadi spt apa jihad itu,...ya jgn diputerin maknanya nanti malah jd beda lagi artinya ^___^"
29 Juni
Addiinul Akbar Al-Islam
Diam lebih baik.....apakah saya ada disini???????????? Menjawab pertanyaan klo yg sudah ada yg menjawab????? Sapa yg menuduh?????????saya tdk pernah eksis mas disini...............tanya abang saya.....jarang........sudah ada yg menjawab buat apa dikritisi????????????? Lihat komentarnya sapa yg akhirnya di hina?????? Urus anak buahnya.....yg ga tw ilmu ga usah komen....saya ga maksa.........ga merasa saya..........dalil copas simple mas.......
29 Juni