facebook
HASIL MUSYAWARAH ANTI SYI'AH INDONESIA 22 APRIL 2012

MUSYAWARAH ‘ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2

 

MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012

 

“MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH”

 

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Pada hari Ahad 30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012, mulai pukul 09.00 s.d. 17.00 WIB., bertempat di Masjid dan RSG Al-Fajr, Jl. Situsari VI No.2 Cijagra, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, telah dilaksanakan “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2″ dengan agenda: “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Musyawarah berjalan lancar dan dibuka oleh sambutan dari Walikota Bandung Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat DR. Ahmad Heryawan, Lc. Hadir sedikitnya 200 ‘Ulama dan Tokoh Muslim dari seluruh Indonesia, di antaranya seluruh Jawa, Madura, Bali, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Aceh dan lain-lain.

 

Target Musyawarah.

 

Agenda musyawarah tersebut dilatarbelakangi oleh fakta mengenai banyaknya keputusan dan fatwa mengenai Syi’ah yang semuanya dapat menjadi tidak efektif tanpa rumusan tindak lanjut yang jelas. Oleh karena itu, pada prinsipnya, musyawarah yang telah dilaksanakan bukanlah untuk membuat pernyataan sikap atau fatwa mengenai Syi’ah, melainkan untuk merumuskan tindak lanjut atas semua keputusan dan fatwa mengenai sesatnya Syi’ah.

 

Hasil Musyawarah.

 

“Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2” dibagi dalam 3 komisi, yakni Komisi Strategis dengan Ketua KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., Komisi Taktis dengan Ketua KH. Luthfi Bashori, Lc dan Komisi Sosialisasi dengan Ketua KH. DR. Muhammad Rizal Ismail. Hasil musyawarah setiap komisi telah dibawa ke dalam Sidang Pleno yang akhirnya secara bulat menyepakati hal-hal sebagai berikut :

 

Komisi Strategis

 

  • Merekomendasikan kepada MUI Pusat agar mengeluarkan Fatwa tentang kesesatan faham syi’ah dan menghentikan seluruh kegiatan syi’ah dari pusat sampai daerah.
  • Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kesesatan syi’ah melalui berbagai lembaga atau forum halaqoh yang bersifat ilmiah bekerajasama dengan berbagai lembaga sosial keagamaan di seluruh Indonesia.
  • Meminta kepada Menkumham, Mentreri Agama, dan kejaksaan Agung agar mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, atau lembaga yang berada di bawah naungan syi’ah dan atau yang berfaham syi’ah.
  • Merekomendasikan kepada pemerintah melaui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar menutup kegiatan Iranian Corner di seluruh perguruan tinggi Indonesia.
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyyah melalui pertemuan tahunan seluruh tokoh, ormas, para ulama dan cendekiawan Islam seluruh Indonesia.
  • Mengajak bertaubat kepada seluruh tokoh dan penganut syiah agar kembali kepada ajaran Islam yang benar (Ahlussunnah Wal Jama’ah) dan apabila tidak, maka akan memproses secara hukum mereka sebagai bentuk penistaan agama seperti pada kasus Jalaluddin Rakhmat di Makassar dan kasus Tajul Muluk di Sampang Madura.
  • Forum ini bersama-sama seluruh masyarakat muslim Indonesia siap mengawal seluruh hasil rekomendasi sampai ada tindakan kongkrit dari pihak terkait (MUI Pusat, Kejaksaan Agung, Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Mabes POLRI).
  • Mengusulkan kepada UIN Alauddin Makassar agar meninjau kembali rencana pemberian gelar doktor by riset kepada Jalaluddin Rakhmat , yang ditengarai sebagai tokoh penggiat syi’ah di Indonesia.

Komisi Taktis

 

  • Memperkuat Masyarakat dengan cara memberikan pemahaman kebenaran Ahli sunnah wal jamaah dan bahaya kesesatan syiah, melalui penerbitan buku, penyampain para Da’i, Khotib, DKM, dan ormas yang ada:
  • Membentengi Ummat Islam Internal dan Eksternal
  • Tembusan kepada seluruh DKM
  • Pembuat an Enslikopedi dan buku ringkas Bahaya Syiah
  • Menugaskan Para Da’i untuk memberi pencerahan kepada Masyarakat tentang bahaya syiah
  • Memasukan kedalam Kurukulum / Ektrakulikuler tentang bahaya syiah
  • Membekali para Khotib Jum’at untuk menerangkan tentang kesesatan syiah.

Gerakan Praktis Anti Syiah:

 

  • Membuat Posko atau Garda gerakan Anti Syiah
  • Melibatkan MUI dan semua Ormas disemua tingkat
  • Mengadakan pelatihan metode penyampaian dan analisa sosial bahaya syiah
  • Menerbitkan dan membuat Striker, Poster, Banner, Situs dan Sms Center berisi bahaya Syiah
  • Membuat gerakan Aksi damai : Indonesia Tanpa Syiah
  • Memperingatkan masyarakat terhadap bahaya penerbit-penerbit yang terindikasi terlibat gerakan syiah; seperti Mizan, Al Huda Jakarta, Al Bayan dll
  • Memperingatkan Masyarakat terhadap media cetak dan elektronik yang terindikasi mensponsori gerakan syiah di Indonesia : antar lain TV Al Hadi, Radio Rasil, Majalah Syiar dll
  • Pembekalan para Da’i tentang sesatnya Syiah berdasarkan dari Kitab-kitab rujukan utama syiah
  • Mengadakan penerbitan khusus 4 Buku Rujukan Utama Syiah ( Al Kafi, Al Istibshar, At Tahdzib, dan Man Laa yahduruhul Faqih )
  • Memberikan Catatan dalam penerbitan buku diatas tentang kesesatannya untuk disampikan kepada para Da’i dan Tokoh Masyarakat

Komisi Sosialisasi

 

  • Mendata media–media AHLU SUNNAH yang siap bekerja sama dalam sosialisasi bahaya dan kesesatan Syi’ah.
  • Menerbitkan dan mempublikasikan mengenai bahaya dan kesesatan Syiah.
  • Menyelenggarakan seminar, panel diskusi, dauroh, tabligh akbar dan kegiatan-kegiatan lain yang membahas mengenai kesesatan dan bahaya Syi’ah .
  • Menginformasikan seluas mungkin mengenai keberadaan para aktivis, lembaga, penerbit, buku, dan media lainnya tentang organisasi dan gerakan Syi’ah maupun para pendukungnya.
  • Mensosialisasikan hasil Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 seluas mungkin.
  • Mengadakan kerjasama dalam mensosialisasikan kesesatan dan bahaya Syi’ah dengan nara sumber dalam dan luar negeri yang menguasai tentang kesesatan Syi’ah.
  • Mengumpulkan dan mendistribusikan berbagai bahan kontra Syi’ah dan referensi yang bersifat soft copy dan hard copy, cetak dan elektronik dari berbagai sumber dan referensi yang dimiliki sebagai bahan kajian dan membangun pusat data base.
  • Membuat website, Mailing Group, blog mengenai kesatan dan bahaya Syi’ah.
  • Menyisipkan sebanyak mungkin tentang kesesatan dan bahaya Syi’ah dalam kegiatan Khutbah Jum’at, tabligh, media cetak, elektronik dan lain-lain.

Latar Belakang Musyawarah.

 

Semakin maraknya kasus penyesatan dan penghinaan terhadap Islam, khususnya yang dilakukan oleh para penganut Syi’ah Itsna`asyariyah Imamiyah Ja`fariyah baik yang terbuka maupun yang ber-taqiyah, tampak terjadi dalam suatu grand-scenario untuk menghancurkan ‘Aqidah, Syari’ah dan Akhlaq Ummat Islam Indonesia secara terbuka dan sistematis, na’udzubillah.

 

Menimbang banyaknya Ummat Islam yang meminta kejelasan hukum, serta aspirasi para pimpinan Ormas Islam dan para ‘Ulama yang disampaikan kepada Forum ‘Ulama Ummat Indonesia [FUUI], maka para penasihat FUUI telah merekomendasikan kepada Pengurus Harian FUUI untuk mengeluarkan fatwa tentang Syi’ah dan menyelenggarakan musyawarah strategis yang melibatkan sebanyak mungkin ‘Ulama dan Tokoh Muslim. Maka melalui rapat hari Selasa 28 Februari 2012, disepakati untuk dikeluarkannya “Fatwa Tentang Syi’ah” dan untuk menyelenggarakan kembali “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia” dengan agenda tunggal “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”.

 

Pada hari Sabtu 17 Maret 2012 di FUUI berkumpul tim ahli yang terdiri dari Ustadz Amin Jamaluddin, Ustadz Luthfi Bashori, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dan Ustadz Daud Rasyid, adapun Ustadz Adian Husaini berhalangan hadir tetapi telah menyampaikan masukan-masukannya secara tertulis, selain itu hadir pula Sekretaris PP Persis Ustadz Ihsan Setiadi Latief. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun usul dan saran berkenaan dengan rencana FUUI mengeluarkan fatwa serta mematangkan perencanaan musyawarah nasional.

 

Pada hari Kamis 22 Maret 2012 “Fatwa Tentang Syi’ah” ditandatangani oleh Ketua FUUI dan salah seorang Penasihat FUUI, KH. ‘Abdul Qodir Shodiq. Kendati demikian memperhatikan saran para Penasihat FUUI agar tetap menjaga kebersamaan, maka dikeluarkannya Fatwa FUUI mengambil moment pada tanggal 22 April 2012, dengan sebelumnya diedarkan kepada para ‘Ulama dan para Pimpinan Ormas Islam di seluruh Indonesia. Hari ini telah terhimpun banyak sekali dukungan terhadap fatwa tersebut baik secara pribadi para ‘Ulama dan Cendekiawan Muslim maupun secara kelembagaan [yang terdiri dari Ormas/Ma’had/Pesantren/LSM/Yayasan dan OKP Islam.

 

Pernyataan terima kasih.

 

Demikian Press Release yang kami sampaikan, kiranya akan tersosialisasikan melalui kerjasama yang baik dengan para Praktisi Media Massa, maka untuk itu kami sampaikan pernyataan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

 

جزاكم الله خيرا كثيرا والحمد لله رب العالمين

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Bandung – Jawa Barat,

 

30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012,

 

Ketua Komisi Strategis, Ketua Komisi Taktis, Ketua Komisi Sosialisasi

 

 

KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., KH. Luthfi Bashori, Lc KH. DR. Muhammad Rizal Ismail.

 

Sumber: Press release dari FUUI

 

Abu Taqi Machicky Mayestino II
MUSYAWARAH ‘ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2

MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012

“MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH”


بسم الله الرحمن الرحيم

Pada hari Ahad 30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012, mulai pukul 09.00 s.d. 17.00 WIB., bertempat di Masjid dan RSG Al-Fajr, Jl. Situsari VI No.2 Cijagra, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, telah dilaksanakan “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2″ dengan agenda: “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Musyawarah berjalan lancar dan dibuka oleh sambutan dari Walikota Bandung Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat DR. Ahmad Heryawan, Lc. Hadir sedikitnya 200 ‘Ulama dan Tokoh Muslim dari seluruh Indonesia, di antaranya seluruh Jawa, Madura, Bali, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Aceh dan lain-lain.

Target Musyawarah.

Agenda musyawarah tersebut dilatarbelakangi oleh fakta mengenai banyaknya keputusan dan fatwa mengenai Syi’ah yang semuanya dapat menjadi tidak efektif tanpa rumusan tindak lanjut yang jelas. Oleh karena itu, pada prinsipnya, musyawarah yang telah dilaksanakan bukanlah untuk membuat pernyataan sikap atau fatwa mengenai Syi’ah, melainkan untuk merumuskan tindak lanjut atas semua keputusan dan fatwa mengenai sesatnya Syi’ah.

Hasil Musyawarah.

“Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2” dibagi dalam 3 komisi, yakni Komisi Strategis dengan Ketua KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., Komisi Taktis dengan Ketua KH. Luthfi Bashori, Lc dan Komisi Sosialisasi dengan Ketua KH. DR. Muhammad Rizal Ismail. Hasil musyawarah setiap komisi telah dibawa ke dalam Sidang Pleno yang akhirnya secara bulat menyepakati hal-hal sebagai berikut :

Komisi Strategis

Merekomendasikan kepada MUI Pusat agar mengeluarkan Fatwa tentang kesesatan faham syi’ah dan menghentikan seluruh kegiatan syi’ah dari pusat sampai daerah.
Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kesesatan syi’ah melalui berbagai lembaga atau forum halaqoh yang bersifat ilmiah bekerajasama dengan berbagai lembaga sosial keagamaan di seluruh Indonesia.
Meminta kepada Menkumham, Mentreri Agama, dan kejaksaan Agung agar mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, atau lembaga yang berada di bawah naungan syi’ah dan atau yang berfaham syi’ah.
Merekomendasikan kepada pemerintah melaui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar menutup kegiatan Iranian Corner di seluruh perguruan tinggi Indonesia.
Memperkokoh Ukhuwah Islamiyyah melalui pertemuan tahunan seluruh tokoh, ormas, para ulama dan cendekiawan Islam seluruh Indonesia.
Mengajak bertaubat kepada seluruh tokoh dan penganut syiah agar kembali kepada ajaran Islam yang benar (Ahlussunnah Wal Jama’ah) dan apabila tidak, maka akan memproses secara hukum mereka sebagai bentuk penistaan agama seperti pada kasus Jalaluddin Rakhmat di Makassar dan kasus Tajul Muluk di Sampang Madura.
Forum ini bersama-sama seluruh masyarakat muslim Indonesia siap mengawal seluruh hasil rekomendasi sampai ada tindakan kongkrit dari pihak terkait (MUI Pusat, Kejaksaan Agung, Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Mabes POLRI).
Mengusulkan kepada UIN Alauddin Makassar agar meninjau kembali rencana pemberian gelar doktor by riset kepada Jalaluddin Rakhmat , yang ditengarai sebagai tokoh penggiat syi’ah di Indonesia.
Komisi Taktis

Memperkuat Masyarakat dengan cara memberikan pemahaman kebenaran Ahli sunnah wal jamaah dan bahaya kesesatan syiah, melalui penerbitan buku, penyampain para Da’i, Khotib, DKM, dan ormas yang ada:
Membentengi Ummat Islam Internal dan Eksternal
Tembusan kepada seluruh DKM
Pembuat an Enslikopedi dan buku ringkas Bahaya Syiah
Menugaskan Para Da’i untuk memberi pencerahan kepada Masyarakat tentang bahaya syiah
Memasukan kedalam Kurukulum / Ektrakulikuler tentang bahaya syiah
Membekali para Khotib Jum’at untuk menerangkan tentang kesesatan syiah.
Gerakan Praktis Anti Syiah:

Membuat Posko atau Garda gerakan Anti Syiah
Melibatkan MUI dan semua Ormas disemua tingkat
Mengadakan pelatihan metode penyampaian dan analisa sosial bahaya syiah
Menerbitkan dan membuat Striker, Poster, Banner, Situs dan Sms Center berisi bahaya Syiah
Membuat gerakan Aksi damai : Indonesia Tanpa Syiah
Memperingatkan masyarakat terhadap bahaya penerbit-penerbit yang terindikasi terlibat gerakan syiah; seperti Mizan, Al Huda Jakarta, Al Bayan dll
Memperingatkan Masyarakat terhadap media cetak dan elektronik yang terindikasi mensponsori gerakan syiah di Indonesia : antar lain TV Al Hadi, Radio Rasil, Majalah Syiar dll
Pembekalan para Da’i tentang sesatnya Syiah berdasarkan dari Kitab-kitab rujukan utama syiah
Mengadakan penerbitan khusus 4 Buku Rujukan Utama Syiah ( Al Kafi, Al Istibshar, At Tahdzib, dan Man Laa yahduruhul Faqih )
Memberikan Catatan dalam penerbitan buku diatas tentang kesesatannya untuk disampikan kepada para Da’i dan Tokoh Masyarakat
Komisi Sosialisasi

Mendata media–media AHLU SUNNAH yang siap bekerja sama dalam sosialisasi bahaya dan kesesatan Syi’ah.
Menerbitkan dan mempublikasikan mengenai bahaya dan kesesatan Syiah.
Menyelenggarakan seminar, panel diskusi, dauroh, tabligh akbar dan kegiatan-kegiatan lain yang membahas mengenai kesesatan dan bahaya Syi’ah .
Menginformasikan seluas mungkin mengenai keberadaan para aktivis, lembaga, penerbit, buku, dan media lainnya tentang organisasi dan gerakan Syi’ah maupun para pendukungnya.
Mensosialisasikan hasil Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 seluas mungkin.
Mengadakan kerjasama dalam mensosialisasikan kesesatan dan bahaya Syi’ah dengan nara sumber dalam dan luar negeri yang menguasai tentang kesesatan Syi’ah.
Mengumpulkan dan mendistribusikan berbagai bahan kontra Syi’ah dan referensi yang bersifat soft copy dan hard copy, cetak dan elektronik dari berbagai sumber dan referensi yang dimiliki sebagai bahan kajian dan membangun pusat data base.
Membuat website, Mailing Group, blog mengenai kesatan dan bahaya Syi’ah.
Menyisipkan sebanyak mungkin tentang kesesatan dan bahaya Syi’ah dalam kegiatan Khutbah Jum’at, tabligh, media cetak, elektronik dan lain-lain.
27 April
Abu Taqi Machicky Mayestino II
Latar Belakang Musyawarah.

Semakin maraknya kasus penyesatan dan penghinaan terhadap Islam, khususnya yang dilakukan oleh para penganut Syi’ah Itsna`asyariyah Imamiyah Ja`fariyah baik yang terbuka maupun yang ber-taqiyah, tampak terjadi dalam suatu grand-scenario untuk menghancurkan ‘Aqidah, Syari’ah dan Akhlaq Ummat Islam Indonesia secara terbuka dan sistematis, na’udzubillah.

Menimbang banyaknya Ummat Islam yang meminta kejelasan hukum, serta aspirasi para pimpinan Ormas Islam dan para ‘Ulama yang disampaikan kepada Forum ‘Ulama Ummat Indonesia [FUUI], maka para penasihat FUUI telah merekomendasikan kepada Pengurus Harian FUUI untuk mengeluarkan fatwa tentang Syi’ah dan menyelenggarakan musyawarah strategis yang melibatkan sebanyak mungkin ‘Ulama dan Tokoh Muslim. Maka melalui rapat hari Selasa 28 Februari 2012, disepakati untuk dikeluarkannya “Fatwa Tentang Syi’ah” dan untuk menyelenggarakan kembali “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia” dengan agenda tunggal “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”.

Pada hari Sabtu 17 Maret 2012 di FUUI berkumpul tim ahli yang terdiri dari Ustadz Amin Jamaluddin, Ustadz Luthfi Bashori, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dan Ustadz Daud Rasyid, adapun Ustadz Adian Husaini berhalangan hadir tetapi telah menyampaikan masukan-masukannya secara tertulis, selain itu hadir pula Sekretaris PP Persis Ustadz Ihsan Setiadi Latief. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun usul dan saran berkenaan dengan rencana FUUI mengeluarkan fatwa serta mematangkan perencanaan musyawarah nasional.

Pada hari Kamis 22 Maret 2012 “Fatwa Tentang Syi’ah” ditandatangani oleh Ketua FUUI dan salah seorang Penasihat FUUI, KH. ‘Abdul Qodir Shodiq. Kendati demikian memperhatikan saran para Penasihat FUUI agar tetap menjaga kebersamaan, maka dikeluarkannya Fatwa FUUI mengambil moment pada tanggal 22 April 2012, dengan sebelumnya diedarkan kepada para ‘Ulama dan para Pimpinan Ormas Islam di seluruh Indonesia. Hari ini telah terhimpun banyak sekali dukungan terhadap fatwa tersebut baik secara pribadi para ‘Ulama dan Cendekiawan Muslim maupun secara kelembagaan [yang terdiri dari Ormas/Ma’had/Pesantren/LSM/Yayasan dan OKP Islam.

Pernyataan terima kasih.

Demikian Press Release yang kami sampaikan, kiranya akan tersosialisasikan melalui kerjasama yang baik dengan para Praktisi Media Massa, maka untuk itu kami sampaikan pernyataan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

جزاكم الله خيرا كثيرا والحمد لله رب العالمين

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bandung – Jawa Barat,

30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012,

Ketua Komisi Strategis, Ketua Komisi Taktis, Ketua Komisi Sosialisasi


KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., KH. Luthfi Bashori, Lc KH. DR. Muhammad Rizal Ismail.

Sumber: Press release dari FUUI
27 April
Muhammad Romdoni
bang ane ijin share dokumen nya bang
27 April
Abu Taqi Machicky Mayestino II
Muhammad Romdoni ... Silahkan ... Yang utama, dari press release FUUI jadi memang untuk umum ... Yang berikutnya (yang di komentar2) dari catatan saya, dan saya bolehkan ... :) ... Saling berlakulah jujur dalam ilmu (agama) dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan (agama) lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na'im) ... Rosululloh sholollohu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun." (HR. Ibnu Majah).
Dari 'Aisyah - rodhiyollohu 'anha - beliau berkata, bahwa Rosululloh sholollohu ‘alaihi wasallam bersabda, "Orang yang mengajarkan kebaikan dimintakan ampunan oleh segala sesuatu, sampai ikan-ikan yang ada di dalam lautan." (HR. Al Bazzar).
Rosululloh sholollohu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk (kebajikan), maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun." (HR. Muslim)
27 April  1
Muhammad Romdoni
Jazakallahu khair
27 April
Abu Taqi Machicky Mayestino II
Aamiiin ... wa iyyakum ... yaa Muhammad Romdoni :)
27 April
Islam Saja
Melarang orang lain berkeyakinan tertentu atau melakukan kegiatan tertentu IDENTIK dengan memaksakan keyakinan kepada orang tsb.
Apa hal ini diperbolehkandi dalam Islam?
8 Mei
Islam Saja
Apakah anda yakin, jika para ulama yg berkumpul tersebut semuanya lahir di Qum Iran, mereka tetap beragama Ahlusunnah?
8 Mei