facebook
Fadhilah surat yasin yang shohih meskipun ada yang tidak suka....

Fadhilah surat yasin yang shohih meskipun ada yang tidak suka....

oleh Ikhwan Salafy Bertabligh pada 8 April 2012 pukul 6:10 ·

 

DARI

SOFTWARE LIDWA ...SEMOGA ALLOH MERAHMATI SEMUA YANG BERPERAN DALAM

PEMBUATAN SOFTWARE TERSEBUT, DAN KAUM MUSLIMIN DI BERI KEMUDAHAN UNTUK

SEMAKIN MENCINTAI DAN MENGENAL SUNNAH NABINYA.

 

DAN JUGA MENGAMBIL

MANFAAT DARI " HADIST HADIST DAN ATSAR YANG MENJELASKAN KEUTAMAAN SURAH

SURAH AL-QUR'AN" KARYA DR. IBRAHIM 'ALI AS-SAYYID 'ALI 'ISA

 

 

Sunan

Darimi 3283: Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Syuja' telah

menceritakan kepadaku ayahku telah menceritakan kepadaku Ziyad bin

Khaitsamah dari Muhammad bin Juhadah dari Al Hasan dari Abu Hurairah ia

berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda

:

"Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mengharap

wajah Allah niscaya ia akan diampuni pada malam hari tersebut."

 

PERAWI-PERAWI HADIST DIATAS:

Al Walid bin Syuja'  :

  • Ø  Imam Muslim menggunakan jasa beliau pada Hadist no : 225,1577,3190,4262 (Dalam hadist no 4262 :_Al Walid bin Syuja' telah menceritakan kepadaku ayahku_ ini adalah sanad tunggal dalam shohih muslim) ,1630,3540,3565,3846,4498, (penomoran syarah shohih muslim Imam Nawawi) 
  • Ø  dan Imam Abu Daud hadist No 2756 (sanadnya shohih dan juga dishohihkan oleh Syaikh AlBani),
  • Ø  juga Imam Tirmidzi no 3542 ( imam Tirmidzi berkata : Hadist hasan shohih ghorib, Syaikh Al Bani  ikut menshohihkannya)

 

Syuja’ bin Walid bin Qois

  • Ø  digunakan jasanya oleh Imam Muslim  pada hadist  no: 3600 (Meriwayatkan sendirian dari Musa bin ‘Uqbah), 3814 (bersama 2 temannya meriwayatkan dari Hasyim bin Hasyim bin ‘Utbah ), 4262 ( sendirian).
  • Ø  Imam Bukhari juga menggunakan jasa beliau dalam hadist no 3866 ( Syuja’ meriwayatkan sendirian dari An Nadlir bin Muhammad bin Musa),
  • Ø  Imam Abu Daud  hadist no 389 (sanadnya Shohih),
  • Ø  Imam Tirmidzi juga tidak ketinggalan menggunakan jasa beliau dalam hadist no 129 ,3446,3447,3862.

 

 

Sedangkan

untuk alasan beliau ada keragu-raguan , sama sekali tidak bisa

melemahkan hadist ini . Sebagaimana telah disebutkan diatas , para imam

telah menggunakan jasa  beliau dalam meriwayatkan hadist hadist shohih.

Sehingga memang beliau ini rawi yang terpercaya.

 

 

Sebagai

perbandingan Silahkan dilihat hadis dalam Shahih Bukhari 3568:     “

Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Hammad Al Amuli berkata, telah

menceritakan kepadaku Yahya bin Ma'in telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Mujalid

dari Bayan dari Wabarah dari Hammam bin Al Harits berkata, 'Ammar bin

Yasir menceritakan; Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,

dan tidak ada sorangpun yang menyertai beliau melainkan lima orang

hamba sahaya, dua orang wanita dan Abu Bakr.”

 

 

Komentar ulama terhadap Ismail bin Mujalid:

Ibnu Hajar” shaduuk terkadang salah”, Imam nasai “ tidak kuat”, akan

tetapi hadist dianggap shohih oleh Imam Bukhari, dan Yahya bin Main pun

meriwayatkan dari beliau.(Imam bukhari 2 hadist, Imam Tirmidzi 3 hadist)

bandingkan dengan jumlah hadist yang diriwayatkan oleh Syuja’ bin

walid.

Sehingga komentar Ibnu

Hajar terhadap syuja rh “Shaduuk tapi punya keragu raguan” tidak bisa

digunakan untuk mendhoifkan hadist beliau.

 

 

Ziyad bin Khaitsamah: (Ibnu hajar : “ Maqbul”) 

  • Ø  Imam Muslim menggunakan jasa beliau dalam Hadist no: 4262 (meriwayatkan sendirian dari Simak bin Harb) ,
  • Ø  Imam Nasai no : 4299 (meriwayatkan dari Amru bin ‘Abdulloh)_sanad shohih,
  • Ø  Imam Abu Daud  dalam hadist no 3008(dalam sanadnya terdapat perawi yang didhoifkan yakni Athiyyah bin saad), 3732 (hadist shohih, syaikh Al Bani juga menshohihkannya),
  • Ø  Imam Ibnu Majah juga menggunakan jasa beliau dalam hadist no 2274 (terdapat perawi yang di dhoifkan, yakni athiyyah bin saad), 4301 (perawi perawinya Tsiqoh), 952 (Ada perawi yang majhul tapi Tsiqoh, dan juga orang yang Tsiqoh meriwayatkan darinya yakni Amru bin ‘Abdulloh)

 

Muhammad  bin Juhadah:  Beliau ini di Tsiqohkan oleh : Abu Hatim, Nasa’i, Adz –Dzahabi dan Ibnu Hajar.

  • Ø  Beliau digunakan jasa sebagai perawi oleh Imam Bukhari dalam hadist   no: 2122 (meriwayatkan sendirian dari Abu Hazim),4929(meriwayatkan  sendirian dari Abu Hazim) ,2577(Meriwayatkan sendirian dari Abu Hashin),2673(meriwayatkan  bersama Isra’il bin yunus dari Abu Hashin).
  • Ø  Imam Muslim juga menggunakan jasa beliau dalam Hadist no 2339 dan 608.
  • Ø  Imam Nasa’i  menggunakan jasa beliau dalam hadist  hadist  bersanad shohih no 2740,1717,2016,3077,5611.

 

Hasan Al Basri dari Abu Hurairoh :

 

Hasan

Al Basri adalah Tsiqoh dan merupakan perawi kutubussittah. Hadist

beliau dari Abu Hurairah diterima sebagaimana tercantum dalam Shohih

Bukhari hadist no 3152 dan 4425. (JUGA merupakan bukti bahwa an'anah

Hasan Al basri  dari Abu Hurairah sebenarnya bersambung) dan  Alasannya :

Karena beliau orang yang terpercaya andaikata beliau tidak mendengar

langsung dari Abu Hurairoh pun , kemungkinan besar beliau mendengar dari

orang yang terpercaya juga dari abu Hurairoh.

 

Juga dalam  Shohih Ibnu Hibban, nomor hadits 2626 (berdasarkan penomoran maktabah syamilah edisi kedua) pada bab: Al-Hadatsu fish shalaah.

 

Sanad

hadits ini adalah: Ibnu Hibban berkata, Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim

mawla (mantan budak) Tsaqif menceritakan kepada kami, (katanya), Al-Walid bin Syuja’ bin Al-Walid As-Sukuni menceritakan kepada kami, (katanya), ayahku menceritakan kepada kami, (katanya), Ziyad bin Khaitsumah menceritakan kepada kami, (katanya), Muhammad bin Juhadah menceritakan kepada kami, dari Al-Hasan, dari Jundab ra, Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa membaca YASIN pada suatu malam hanya dengan mengharap Wajah Allah, maka dia akan diampuni.”

 

Sedangkan untuk bukti kalau beliau (Hasan Al Basri) mendengar dari jundab adalah hadist Bukhari no 3204, dan Muslim 164.

 

Kesimpulannya: Hasan Al Basri mendengar hadist diatas dari 2 orang yakni, Abu Hurairah(Darimi no 3283) 

 dan dari Jundab bin Abdulloh(Shohih Ibnu Hibban 2626_berarti hadist ini juga shohih menurut Ibnu Hibban), 

 tidak ada alasan yang valid kuat untuk mendhoifkan hadist diatas. Dan Hadist diatas adalah shohih sebagaimana dijelaskan.

 

Semoga bermanfaat ...wallohu'alam .

Subhakallahuma anta  wabihamdika , asyhadu Alla illa  hailla anta , astaghfiruka wa atuubu ilaih.

Tulis komentar...