facebook
Makanan HARAM di sekitar KITA

(172). Hai orang-orang yangberiman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu danbersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.(173). Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babidan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapibarangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannyadan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. SesungguhnyaAllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah)

 

 

 

MAKANAN HARAM DISEKITAR KITA

 

 

Lawan kata dariharam adalah halal. Secara syar’i, halal adalah sebutan untuk pembolehan atassesuatu. Makanan dinyatakan halal, jika makanan tersebut tidak termasuk dalamkategori haram. Logika ini tidak boleh terbalik !. Sebab, akan menimbulkanpersepsi, bahwa bagi umat Islam, semua makanan adalah haram kecuali yangdinyatakan halal. Padahal faktanya adalah, dibumi ini, semua makanan adalahhalal, kecuali yang dinyatakan haram. Karena itu, Allah dalam firmannya diatas, mengatakan, ‘Sesungguhnya Allahhanya mengharamkan….dst”.

 

 

 

Halal-haramnyamakanan dapat ditinjau dari dua segi, yaitu zatnya dan cara mendapatkannya.Pembahasan malam ini, hanya membatasi diri pada zat makanan itu sendiri.

 

 

 

Secara alamiah,makanan dapat kita golongkan menjadi dua bagian, yaitu :

 

  • Makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan/nabati
  • Makanan yang berasal dari hewan

 

 

 

Semua bahanmakanan tersebut di-atas, akan menjadi zat haram atau halal, berdasarkan :

 

  • Zatnya sendiri
  • Proses pengolahan
  • Proses pencampuran
  • Efek yang ditimbulkan

 

 

 

Makanan haramberdasarkan nash-nash yang ada.

 

1)     Bangkai, darah, daging babi,daging hewan yang disembelih tidak atas nama Allah, hewan yang mati tercekik,mati dipukul, mati karena jatuh, mati karena ditanduk dan diterkam hewan laindan yang disembelih untuk berhala (Al Maidah : 3)

 

2)     Bagian tubuh yang dipotong darihewan ternak yang berada dalam keadaan hidup adalah bangkai (HR Ibnu Majah)

 

3)     Setiap binatang buas yangbertaring adalah haram dimakan (HR Muslim)

 

4)     Rasulullah melarang memakansetiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam (HR Muslim)

 

5)     Rasulullah melarang memakanJallalah dan susunya (HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

6)     Dilarang memakan keledai jinak(HR Abu Daud, An Nasa-I, Ahmad, Ibnu Hibban, Baihaqi dan Daruqutni)

 

7)     Hewan yang harus dibunuh dandilarang untuk dikonsumsi. Ular, tikus, anjing hitam, kalajengking, tokek dancicak (Bukhari dan Muslim)

 

8)     Hewan yang dilarang dibunuh dandilarang untuk dimakan. Kodok/katak (HR Ahmad, Abu daud, An Nsa’i, Al hakim,Baihaqi)

 

9)     Makanan yang tergolong syubhat(meragukan) halal-haramnya.

 

 

 

Persoalan yangterjadi kemudian adalah, umat Islam hanya berfikir yang haram hanya yangtertera pada nash tersebut. Padahal sejalan dengan kemajuan teknologi, manusiamulai memproduksi produk-produk turunan (derivatif) dari hewan dan tumbuhan.Produk turunan ini, juga adalah barang yang haram atau halal tergantung darihewannya. Kesadaran akan hal ini, belum terbentuk pada sebagian besar umatIslam. Ini ditunjukkan, pada perilaku ketika memilih produk makanan (terutamamakanan impor). Pilihan hanya pada : harga dan kemasan, bukan padahalal-haramnya produk. Secara psikologis, sebagai konsumen, kita hanyadihadapkan pada produk siap saji dan tidak pernah tahu dan tidak berfikir,bagaimana proses produknya.  

 

 

 

Produk-produkderivatif dari hewan dan tumbuhan

 

1)      Shortening (Mentega Putih)

 

Lemak padat bertekstur plastis dan berwarna putih. Digunakan sebagaicampuran dalam pembuatant roti atau kue berbahan dasar tepung, agar rotiatau kue menjadi renyah, empuk dan enak. Shortening yang berasal daritumbuh-tumbuhan disebut sebagai Shortening Nabati, umunya dari Kelapa Sawit.Sedang shortening hewani, berasal dari Lemak Babi atau Lemak Sapi. Bahan baku untuk shortening,lebih murah dan lebih mudah didapat bila diolah dari lemak hewan daripadadiolah dari tumbuhan. Dalam skala industri, shortening dari lemak babi lebihmurah dari lemak sapi, sehingga lebih disukai oleh produsen makanan. FDAAmerika, mengizinkan menggunakan shortening nabati dicampur dengan 5-10% lemakhewan. Karena itu, waspadai shortening hewani dan nabati impor yang tidakberlabel halal. Sekali lagi. waspada !.

 

2)      Monodigliserida(Emulsifier)

 

Emulsifier ini, digunakan untuk ‘mengikat’ air dengan minyak/lemak.Produk ini digunakan oleh seluruh produk es-krim. Tidak ada es-krim yang tidakmenggunakan emulsifier ini.

 

Emulsifier dibuat dari :

 

·        Bahan alami, berasal daribiji-bijian terutama biji kedelai. Emulsifier alami, dikenal dengan namalesitin.

 

·        Bahan sintetis yang diperolehdari telur ayam dan otak hewan. Pembuatan dari otak hewan, menggunakan enzimLipase yang juga berasal dari hewan. Yang perlu diwaspadai adalah, jenis hewanyang digunakan. Halal atau haram ?.Dengan kata lain, kita mesti mewaspadaies-krim yang kita makan, ketika bersantai dengan keluarga.

 

3)     Gliserin

 

Gliserin adalah lemak hewani, yang digunakan dalam pembuatan produk: kosmetika berbentuk krim atau cairan, pasta gigi dan sabun. Sertifikasi halaluntuk produk-produk tersebut, kurang diperhatikan oleh umat, karena sifatbarang tersebut adalah ‘convenience goods’. Karena berasal dari lemak hewan,seyogyanya kita waspadai halal-haramnya produk ini.

 

4)     Gelatin

 

Ini adalah bahan produksi yang paling luas pemakaiannya. Gelatin digunakan pada produksi bahanpangan, kosmetika dan farmasi. Gelatin adalah protein hewani yang diolah daritulang dan kulit hewan. Dalam industri, gelatin yang berasal dari babi, lebihmurah ongkos produksinya karena proses pembuatannya cepat dan hanya sedikitmemerlukan campuran kimia. Sedang gelatin dari sapi, proses pembuatannya lebihlama dan membutuhkan campuran kimia yang lebih banyak. Produk-produk yangmenggunakan gelatin antara lain :

 

·        Produk makanan pada umumnya

 

·        Daging olahan seperti : sosis,kornet, ham dll

 

·        Susu olahan : yoghurt, es krim,keju

 

·        Minuman seperti ; jus buah .

 

·        Roti dan kue

 

·        Buah-buahan segar. Dipakaisebagai pelindung/pelapis pori-pori buah agar lebih segar dan awet.

 

·        Pada produk farmasi, sebagaipembungkus kapsul atau tablet obat

 

·        Produk kosmetika seperti :shampo, lotion/cream pelembab dan pelindung kulit, sabun terutama sabun cair,lipstick, foam cukur.

 

5)     Rennet

 

Rennet adalah enzim yang dihasilkan dari lapisan perut anak sapi.Rennet ini digunakan untuk menggumpalkan/memadatkan keju. Kemudian, ditemukanenzim yang mirip kerjanya dengna rennet sapi, yaitu rennet yang berasal daribabi. Rennet babi ini kurang bagus kualitasnya sedang rennet sapi mempunyaiharga yang tidak murah. Sehingga, dibuat rennet yang merupakan kombinasi rennetsapi dan babi. Memang kemudian, ditemukan juga rennet yang dibuat mikroba.Harus diwaspadai, pengunaan renet pada produk (keju)  tanpa sertifikasi halal.

 

6)     Tripsin

 

Enzim pemecah protein untuk pembuatan vaksin polio. Juga berasaldari enzim hewan. Sampai saat ini, masih berasal dari babi. MUI membolehkanvaksin polio tersebut digunakan dengan alasan darurat.

 

7)     Porcine:

 

Enzim hewan terutama babi. Digunakan sebagai penyedap masakan.

 

 

 

Produk yang memabukkan

 

 

 

                       

 

 

 

(90). Haiorang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorbanuntuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasukperbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkeberuntungan. (Al Maidah)

 

 

 

Rasulullahmengatakan, ‘Setiap yang memabukkan berarti khamr dan setiap khamr adalah haram(HR Muslim)

 

 

 

Rasulullahmengatakan, ‘Apapun itu,  jika dalamtakaran (jumlah) banyak memabukkan, maka takaran (jumlah) sedikit pun adalahharam ‘ (HR Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)

 

 

 

Minuman yang memabukkan, dibuatdari bahan-bahan yang manis/mengandung gula kemudian difermentasimenggunakan  bahan yang mampu melakukanfermentasi (ragi). Karena itu, harus berhati-hati, terhadap adanya fermentasipada minuman yang akan kita minum.

 

 

 

Yang harus diwaspadai !!!

 

a)     Jus buah yang sudah terfermentasi

 

Rasulullah bersabda, ‘Minumlahjus itu selagi belum menjadi khamr.’ Kemudian sahabat bertanya, ‘Berapalama ia menjadi khamr ?’. Rasul menjawab, ‘Iamenjadi khamr dalam waktu tiga hari.’ (HR Ahmad).

 

 

 

Jus buah umumnya memang tidak mengandung alkohol sejauh jus tersebutmasih segar. Jus dapat mengandung alkohol, karena proses fermentasi spontanakibat adanya mikroba yang masuk dalam jus tersebut. Jus yang sudah mengalamifermentasi, mempunyai ciri khas yaitu mengeluarkan gas atau gelembung. Jussegar dalam kemasan musti diwaspadai, sebab bisa terjadi adanya mikroorganismeyang masuk pada taraf pengemasan jus tesebut

 

 

 

b)     Bir atau wine denganalkohol 0%

 

Penentuan 0% adalah berdasarkan alat ukur. Jika alat ukur hanyamampu mendeteksi kadar paling rendah adalah 0,1%, maka alat ukur akanmenyatakan 0%. Demikian juga, bagi alat ukur yang lebih sensitif, kadar alkohol0,005% justru bisa diabaikan !. Padahal, ukuran halal-haram adalah 100,000%atau 100% mutlak. Perhatikan hukum usul fiqh !.

 

 

 

c)     Minuman tradisional

 

Minuman tradisional seperti : brem cair, tuak, arak, air nira, airtape semua adalah haram ! (Kecuali air nira yang masih segar)

 

 

 

d)     Minuman bercampur alkohol

 

Semua haram !

 

 

 

e)     Alkohol dalam masakan.

 

Haram !. Banyak terdapat pada masakan Cina yang menggunakan  arak putih (Ang Chiau). Atau Arak Mie (Kwe LoCiau).

 

 

 

f)      Alkohol dalam kue dan roti.

 

Waspadai penggunaan Rum (minuman keras) pada cake, kue sus, kue tartdan blackforest. Haram !.

 

 

 

g)     Alkohol dalam coklat dan permen

 

Waspadai penggunaan vodka dan rum (minuman keras) pada coklat batangandan permen isi. Haram !

 

 

 

h)     Alkohol dalam obat-obatan.

 

Haram.

 

 

 

i)       Cuka

 

Cuka yang berasal dari Apel Cedar, juga haram

 

 

 

Apa implikasi memakanbarang haram ?

 

 

 

Rasulullah meberi contoh,‘Ada seorang laki-laki yang melakukan safar, dengan rambut kusut danwajah berdebu. Ia menegadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabbi,Yaa Rabbi’. Sedangkan ia memakan makanan haram, pakaiannya yang ia pakai dariharta yang haram dan ia meminum dari minuman haram dan dibesarkan dari hal-halyang haram. Bagaimana mungkin akan diterima doanya.’ (HR Muslim)

 

 

 

“Barangsiapa yang dagingnyatumbuh dari barang yang haram, maka Neraka itu lebih pantas baginya (HR Al Hakim)

 

 

 

LPPOM MUI

 

 

 

Kantor Sekretariat (Secretariat Office)

 

 Gedung Majelis Ulama Indonesia

 

 Jl. Proklamasi No. 51 MentengJakarta Pusat

 

 Phone No. + 62 21 3918890

 

Fax. No. +62 21 3918915

 

 or :

 

 

 

Kampus IPB Barangsiang

 

Jl. Raya Pajajaran Bogor 16144

 

Phone No. +62 251 8358748

 

Fax. No. +62 251 8358747

 

Email : sekretariatlppom@halalmui.org

 

 

 

Pusat Pelatihan & InformasiHalal

 

Komplek Tanah Baru Indah

 

 Jl. Pangeran Assoghiri Kav. 93 BlokC 1-2 Bogor Utara

 

Phone No. +62 251 8662931 / +62 251 8656279

 

Fax. No. +62 251 8656250

 

 Email : info@halalmui.org

 

 

 

Certification procedure

 

 

 

Tujuan

 

 Sertifikasi Halal pada produkpangan, obat-obat, kosmetika dan produk lainnya dilakukan untuk memberikankepastian status kehalalan suatu produk, sehingga dapat menentramkan batin parakonsumen. Kesinambungan proses produksi halal dijamin oleh produsen dengan caramenerapkan Sistem Jaminan Halal.

 

 

 

 Sertifikat Halal

 

 Sertifikat Halal adalah fatwatertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuaidengan syari’at Islam. Sertifikat Halal ini merupakan syarat untuk mendapatkanijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yangberwenang.

 

 

 

 Jaminan Halal dari Produsen

 

 Masa berlaku Sertifikat Halal adalah2 (dua) tahun, sehingga untuk menjaga konsistensi produksi selama berlakunyasertifikat, LPPOM MUI memberikan ketentuan bagi perusahaan sebagai berikut:

 

 1) Sebelum produsen mengajukansertifikat halal terlebih dahulu harus mempersiapkan Sistem Jaminan Halal.Penjelasan rinci tentang Sistem Jaminan Halal dapat merujuk kepada Buku PanduanPenyusunan Sistem Jaminan Halal yang dikeluarkan oleh LP POM MUI.

 

 2) Berkewajiban mengangkat secararesmi seorang atau tim Auditor Halal Internal (AHI) yang bertanggungjawab dalammenjamin pelaksanaan produksi halal.

 

3) Berkewajiban menandatangani kesediaan untuk diinpesksi secara mendadaktanpa pemberitahuan sebelumnya oleh LPPOM MUI.

 

4) Membuat laporan berkala setiap 6 bulan tentang pelaksanaan SistemJaminan Halal.

 

 

 

Prosedur Sertifikasi Halal

 

 Produsen yang menginginkansertifikat halal mendaftarkan ke sekretariat

 

LPPOM MUI dengan ketentuan sebagai berikut:

 

 a. Industri Pengolahan

 

Produsen harus mendaftarkan seluruh produk yang diproduksi di lokasi

 

yang sama dan/atau yang memiliki merek/brand yang sama

 

 Produsen harus mendaftarkan seluruhlokasi produksi termasuk maklon

 

dan pabrik pengemasan

 

 Ketentuan untuk tempat maklon harusdilakukan di perusahaan yang sudah

 

mempunyai produk bersertifikat halal atau yang bersedia disertifikasi

 

halal

 

 

 

b. Restoran dan Katering

 

 Restoran dan katering harusmendaftarkan seluruh menu yang dijual

 

termasuk produk-produk titipan, kue ulang tahun serta menu musiman.

 

 Restoran dan katering harus mendaftarkanseluruh gerai, dapur serta

 

gudang.

 

 

 

c. Rumah Potong Hewan

 

 Produsen harus mendaftarkan seluruhtempat penyembelihan yang berada

 

dalam satu perusahaan yang sama

 

 

 

Setiap produsen yang mengajukan permohonan Sertifikat Halal bagi produknya,harus mengisi Borang yang telah disediakan. Borang tersebut berisi informasitentang data perusahaan, jenis dan nama produk serta bahan-bahan yang digunakanBorang yang sudah diisi beserta dokumen pendukungnya dikembalikan kesekretariat LP POM MUI untuk diperiksa kelengkapannya, dan bila belummemadaiperusahaan harus melengkapi sesuai dengan ketentuan.LPPOM MUI akanmemberitahukan perusahaan mengenai jadwal audit. Tim Auditor LPPOM MUI akanmelakukan pemeriksaan/audit ke lokasi produsen dan pada saat audit, perusahaanharus dalam keadaan memproduksi produk yang disertifikasi.

 

 

 

Hasil pemeriksaan/audit dan hasil laboratorium (bila diperlukan) dievaluasidalam Rapat Auditor LPPOM MUI. Hasil audit yang belum memenuhi persyaratandiberitahukan kepada perusahaan melalui audit memorandum. Jika telah memenuhipersyaratan, auditor akan membuat laporan hasil audit guna diajukan pada SidangKomisi Fatwa MUI untuk diputuskan status kehalalannya.

 

 

 

Laporan hasil audit disampaikan oleh Pengurus LPPOM MUI dalam Sidang KomisiFatwa Mui pada waktu yang telah ditentukan. Sidang Komisi Fatwa MUI dapatmenolak laporan hasil audit jika dianggap belum memenuhi semua persyaratan yangtelah ditentukan, dan hasilnya akan disampaikan kepada produsen pemohonsertifikasi halal.

 

 

 

Sertifikat Halal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia setelahditetapkan status kehalalannya oleh Komisi Fatwa MUI.Sertifikat Halal berlakuselama 2 (dua) tahun sejak tanggal penetapan fatwa

 

 

 

Tiga bulan sebelum masa berlaku Sertifikat Halal berakhir, produsen harusmengajukan perpanjangan sertifikat halal sesuai dengan aturan yang telahditetapkan LPPOM MUI.

 

 

 

Skema Prosedur Sertifikasi Halal

 

 

 

 

 

Tata Cara Pemeriksaan (Audit)

 

 

 

 Pemeriksaan (audit) produk halalmencakup:

 

 1) Manajemen produsen dalam menjaminkehalalan produk (Sistem Jaminan Halal).

 

 2) Pemeriksaan dokumen-dokumenspesifikasi yang menjelaskan asal-usul bahan, komposisi dan proses pembuatannyadan/atau sertifikat halal pendukungnya, dokumen pengadaan dan penyimpananbahan, formula produksi serta dokumen pelaksanaan produksi halal secarakeseluruhan.

 

 3) Observasi lapangan yang mencakupproses produksi secara keseluruhan mulai dari penerimaan bahan, produksi,pengemasan dan penggudangan serta penyajian untukrestoran/catering/outlet.Keabsahan dokumen dan kesesuaian secara fisik untuksetiap bahan harus terpenuhi.

 

 4) Pengambilan contoh dilakukanuntuk bahan yang dinilai perlu.

 

 

 

 

 

Masa Berlaku Sertifikat Halal

 

 

 

 1) Sertifikat Halal hanya berlakuselama 2 (dua) tahun, sedangkan untuk daging yang diekspor Surat KeteranganHalal diberikan untuk setiap pengapalan.

 

2) Sistem Pengawasan

 

 Perusahaan wajib mengimplementasikanSistem Jaminan Halal sepanjang

 

berlakunya Sertifikat Halal

 

3) Perusahaan berkewajiban menyerahkan laporan audit internal setiap 6

 

(enam) bulan sekali setelah terbitnya Sertifikat Halal.

 

4) Perubahan bahan, proses produksi dan lainnya perusahaan wajib melaporkan

 

dan mendapat izin dari LPPOM MUI.

 

 

 

Prosedur Perpanjangan SertifikatHalal

 

 

 

 1) Produsen harus mendaftar kembalidan mengisi borang yang disediakan.

 

2) Pengisian borang disesuaikan dengan perkembangan terakhir produk.

 

 3) Produsen berkewajiban melengkapikembali daftar bahan baku, matrik produk versus bahan serta spesifikasi,sertifikat halal dan bagan alir proses terbaru.

 

4) Prosedur pemeriksaan dilakukan seperti pada pendaftaran produk baru.

 

 5) Perusahaan harus sudah mempunyaimanual Sistem Jaminan Halal sesuai dengan ketentuan prosedur sertifikasi halaldi atas.

 

 

Supardi Bin Sastro Mu'iman
Ini Akhy Didi Solo, semoga bermanfaat.
8 Juni
Didi Solo
Maturnuwun akhi @Supardi Bin Sastro Mu'iman..barakallah..
8 Juni