Perbandingan antara Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyyah

Top  Previous  Next

Corak Kemahdian Syi'ah Dan Ahmadiyah

 

Adapun corak kemahdian Syi'ah atau Ahmadiyah, kiranya dapat dilihat dari aspek, bagaimana kedua aliran tersebut merealisasikan ide kemahdian masing-masing. Sebagaimana diketahui bahwa ide kemahdian Syi'ah lebih bersifat politis. Ini memang dapat dimaklumi, karena kaum Syi'ah sejak awal pertumbuhan dan perkembangannya selalu mendapat tekanan dan intimidasi dari lawan-lawan politiknya. Sehingga keinginan balas dendam tampak lebih mewamai ide kemahdiannya, dan mendorong aliran ini menjadi gerakan bawah tanah yang agresif untuk merebut pemerintahan. Karena itu, figur al-Mahdi yang mereka dambakan dijulukinya dengan sebutan al-Qa'im. Selanjutnya al-Mahdi dilambangkan sebagai penguasa tunggal di dunia Islam.

 

Mahdiisme Syi'ah Isna 'Asyariyyah yang masih berkembang di Iran sampai saat ini, lebih banyak dipengaruhi oleh unsur kedengkian dan dendam bangsa Iran terhadap bangsa Arab, sehingga kehadiran al-Mahdi al-Muntazar melambangkan kekuasaan otoriter. Dan sebagai penguasa, al-Mahdi akan membantai semua orang Arab Quraisy, demikian menurut riwayat ahli-ahli hadis Syi'ah.[25] Gambaran kepemimpinan Mahdiisme Syi'ah Dua belas, barangkali dapat dikatakan sebagai yang tercermin pada kepemimpinan Ayatullah Khumaini dalam menghadapi lawan-lawan politiknya.

 

Selanjutnya kaum Syi'ah berkeyakinan bahwa al-Mahdi akan membangkitkan mereka (musuh-musuh) yang telah mati demikian pula dengan sahabat-sahabat Nabi untuk diadili dan dibunuhnya. Ditambahkan pula bahwa al-Mahdi membawa kitab baru dan mengajak manusia kepada perkara baru, sebagaimana riwayat al-Majlisi yang menjelaskan bahwa al-Mahdi akan menempuh cara baru sebagai yang ditempuh oleh Rasulullah. Yaitu dia akan menghancurkan apa (tatanan) yang telah ada sebelumnya (yang telah rusak) dan digantikan dengan ajaran baru yang dibawanya.

 

Berbeda dengan corak kemahdian Ahmadiyah, yang di dalamnya, al-Mahdi tidak dipandang sebagai al-Qa'im tetapi sebagai Hakim Pengislah atau sebagai "Juru Damai." Menurut keyakinan aliran ini, al-Mahdi mempunyai tugas untuk mempersatukan kembali perpecahan ummat Islam, baik di bidang akidah maupun syariah. Sehingga mereka bersatu kembali sebagaimana di zaman Nabi SAW. Selain itu, al-Mahdi ingin menyatukan semua agama, terutama agama Nasrani dan Hindu, melebur ke dalam agama Islam. Gerakan Mahdiisme yang bermotif tajdid atau pembaharuan ini, beranggapan bahwa kehadiran al-Masih yang Islami, yaitu Mirza Ghulam Ahmad, pada saat yang tepat. Yakni kondisi ummat Islam saat itu terpecah belah, bersikap taqlid buta pada pendapat ulama, suka menjelek-jelekkan golongan lain, dan para ulamanya mementingkan keduniaan.

 

Kondisi ummat yang demikian, menurut paham Mahdi Ahmadiyah ini, diperlukan adanya wahyu muhaddas oleh seorang Mujaddid guna membersihkan agama dari berbagai bentuk kebid'ahan dan penyelewengan. Kedua, agar dapat menangkap makna al-Quran dan menafsirkannya sesuai dengan perkembangan zamannya. Ketiga, guna memberi contoh cara-cara hidup Muslim yang sejati, dan cara-cara memperjuangkan Islam yang relevan dengan tuntutan masanya. Oleh sebab itu, gerakan Mahdiisme Ahmadiyah dalam merealisasikan ide kemahdiannya, menuju pada tujuan yang dicita-citakan adalah dengan jalan damai tanpa kekerasan. Cara ini menurut mereka, adalah cocok dengan sifat dan cara yang ditempuh oleh 'Isa al-Masih dalam menyampaikan dakwahnya kepada Bani Israil. Menurut paham aliran ini, menyebarkan kebenaran Islam dan paham kemahdiannya dengan menggunakan argumen-argumen rasional dan fakta-fakta sejarah yang obyektif, bila dibandingkan dengan cara-cara kekerasan dan berperang atau jihad asgar, cara terakhir ini, dianggap tidak sesuai dengan sifat Islam itu sendiri, yang merupakan rahmatan lil-Alamin (rahmat bagi seluruh alam).

 

Dengan demikian, corak kemahdian Syi'ah pada umumnya adalah aktif yang agresif dan bersifat politiko-religious, sedangkan corak kemahdian Ahmadiyah adalah aktif yang defensif dan bersifat sosio-religious.

 

Catatan kaki:

 

25.Ibid., hlm. 376 et.seq.[back]