Mata Kuliah

   Metodologi Studi Islam

 

Deskripsi:

Materi perkuliahan Metodologi Studi atau Pengkajian Islam memberikan gambaran tentang beberapa metodologi pengkajian (studi) Islam. Dengan mempelajari  materi perkuliahan Metodologi Studi Islam ini peserta program pascasarjana (Magister Studi Islam UII) diharapkan memiliki wawasan yang luas dan bersifat   kritis   terhadap ajaran  Islam   sehingga kebenaran tidak selalu diterima secara dogmatis. Materi ini sebagai peta umum, (general map) untuk mengkaji Islam.

 

Tujuan

 

Peserta program pascasarjana (Magister Studi Islam) UII :

 

1.Memahami dan mencermati berbagai macam corak  penelitian (penelitian alam, budaya, sosial dan agama).

 

2.Mengenal  dan  mendiskusikan  lewat model-model penelitian agama (Islam).

 

3.Mencermati "konstruksi  teoritis"  model-model  penelitian agama yang sudah ada  dan  mencoba menerapkannya.

 

Teori-teori Penelitian

 

Corak-corak Penelitian

1.Penelitian Alam (Penekanan pada keterulangan dan keteraturan gejala)

 

2.Penelitian Budaya (Tekanan pada produk “pemikiran” & “nilai-nilai budaya”)

       Contoh: Penelitian tentang ide-ide/pemikiran/falsafah/konsep-konsep dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Islam.

 

3.Penelitian Sosial (Tekanan pada hubungan antara produk budaya dan interaksi sosial  yang mengitarinya).

      Contoh : Interaksi antara “penulis” (naskah) keagamaan & situasi sosial-politik yang melatarbelakangi dan mengitarinya.

 

4.Penelitian Agama (Tekanan pada fenomena agama, baik sebagai produk “budaya” maupun hasil interaksi “sosial” umat beragama atau gabungan antara keduanya.

 

Contohnya :

a.Penelitian pemikiran keagamaan sebagai produk budaya: (Menggunakan metode-metode filsafat, filologi dan ilmu-ilmu humaniora). Seperti penelitian naskah-naskah Tafsir, Hadits, Kalam, Filsafat, Tasawuf, Fiqh/hukum, dan seterusnya.

b.Penelitian keagamaan sebagai produk interaksi sosial (Menggunakan seperti sosiologi, antropologi, psikologi, sejarah yang biasa berlaku:

1)Penelitian tentang perilaku jama’ah haji di daerah tertentu;

2)Hubungan Ulama dan KB;

           

            Model-model Studi atau Penelitian Agama (Islam)

1.Penelitian Pemikiran Keagamaan Islam sebagai produk budaya

a.Penelitian Tafsir dan contoh-contohnya

 

1).Howard M. Federspiel, Kajian al-Quran di Indonesia”: Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish Shihab (Bandung: Mizan, 1996).

2).M. Quraish Shihab, Studi Kritis Tafsir Al-Manar: Karya Muhammad Abduh dan M. Rasyid Ridha, (Jakarta: Pustaka Hidayah, 1994).

3).Stefan Wild (Ed.) The Qur’an As Text (Leiden: E.J. Brill, 1996).

 

b.Penelitian Hadis dan contoh-contohnya

1).Dr. Mohammad Mustafa Azmi, M.A., Ph.D., (Cantab), Studies in Early, Hadits Liteature: With a Critical Edition of Some Early Texts (Beirut: Al-Maktab al-Islam, 1968).

2).Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadits Nabi (Jakarta: Bulan Bintang, 1992).

3).Fazlur Rahman, Islamic Metodology in History (Karachi: Islam Research Institute, 1965).

4).Muhammad al-Ghazali, As-Sunnah al-Nabawiyah: Baina ahl al-Fiqh wa ahl al-Hadits, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Muhammad Baqir, Studi Kritis atas Hadis Nabi Saw: Antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual (Bandung: Mizan, 1991).

 

c.Penelitian Kalam dan contoh-contohnya

1).Mustafa Ceric, Roots of Synthetic Theology in Islam: A Study of the Theology of Abu Mansur al-Maturidi (d. 333/944) (Kuala Lumpur  The International Institute of Islamic Thought and Civilization 1995).

2).Machasin, Al-Qadi Abd Al-Jabbar dan Ayat-ayat Mutasyabihat Dalam al-Qur’an (Pembahasan Tentang Kitab Mutasyabih al-Qur’an), disertasi belum dipublikasikan. IAIN Sunan Kalijaga.

 

d.Penelitian Filsafat dan contoh-contohnya

1).M. Amin Abdullah, The Idea of Universality Ethical Norms In Ghazali and Kant (Ankara, Trukiye Diyanet Vakfi, 1992).

2).Sheila McDonoygh, Muslim Ethics and Modernity: A Comparative Study of the Ethical Thought of Sayyid Ahmad Khan and Mawlana Mawdudi (Canada: Wilfrid Laurier University Press, 1984).

e.Penelitian Tasawuf dan contoh-contohnya.

1).Simuh, Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsito: Suatu Studi Terhadap Serat Wirid Hidayat Jati (Jakarta: UI Press, 1988).

2).Martin van Bruinessen. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia Survei Historis, Goergrafs dan Sosiologis (Bandung: Mizan, 1984).

3).Kautsar Azhari Noer, Ibn Al’Arabi : Wahdat al-Wujud dalam Perdebatan, (Jakarta: Paramadina, 1995).

 

f.Penelitian Keagamaan Islam sebagai Produk Interaksi Sosial :

1)                        Penelitian Fiqh (Hukum) dan contoh-contohnya

(a)    Muhammad Atho Mudzhar. Fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia: Sebuah Studi tentang Pemikiran Hukum Islam di Indonesia, 1975-1988, (Jakarta: INIS, 1993).

(b)   Abdullahi Ahmed an-Na’im, Toward an Islamic Reformation: Civil Liberties, Human Rights and International Law (Sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia).

 

2)            Penelitian Politik dan contoh-contohnya

(a)    A. Syafii Ma’arif, Islam dan masalah Kenegaraan, (Jakarta: LP3ES, 1987).

(b)   Faisal Ismail, Islam, Politics and Ideology in Indoensia: A Study of the Process of Muslim Acceptance of the Pancasila” Disertasi Doktor McGill University, Canada, 1995.

(c)    M. Syafi’i Anwar, Pemikiran dan Aksi Islam Indonesia: Sebuah Kajian Politik Tentang Cendekiawan Muslim Orde Baru (Jakarta: INIS, 1994).

 

3) Penelitian  Pendidikan  (Islam)  dan  contoh-contohnya

(a)    Zamakhsyari Dhofir, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai (Jakarta: LP3ES, 1982).

(b)   Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian Tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren (Jakarta: INIS, 1994).

 

4)      Penelitian Sejarah dan contoh-contohnya

(a)    Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia (Bandung: Mizan, 1994).

 

5)    Penelitian  Antropologi  Agama  dan   contoh-contohnya

(a)    Clifford C. Geertz, Santri, Priyayi, Abangan

(b)   Clifford C. Geertz, Islam yang saya Amati: Perkembangan di Maroko dan Indonesia (Islam Observed, Religious Development in Maroko and Indonesia), terjemahan Hasan Basari, (Jakarta: Yayasan Ilmu-ilmu  Sosial, 1982).

 

6)  Penelitian  Sosiologi  Agama   dan   contoh-contohnya

(a)    Robert N. Bellah, Religi Tokugawa: Akar-Akar Budaya Jepang (Jakarta; Gramedia Pustaka Utama, 1994).

(b)   Bryn Turner, Weber & Islam, (telah diterjemahkan).

 

7)      Penelitian Ekonomi dan contoh-contohnya.

(a)    Irwan Abdullah, The Muslim Businessmen of Jatinom: Religious Reform and Economic Modernization in Central Javanese Town, Disertasi Ph.D., pada Universiteit van Amsterdam, Belanda, 1994.

 

Kerangka dan Telaah Konstruksi

                                    Teori Penelitian Agama

 

Langkah-langkah pokok penyusunan Penelitian dan Pengkajian Islam :

a).Latar belakang masalah : - Why? : Mengapa penelitian itu dilakukan

 Hubungan antara “Problem’ dan ‘Theory”

 

b).Studi kepustakaan: (Hubungan topik penelitian yang akan diajukan dengan penelitian sejenis yang pernah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya).

 

c).Landasan teori (Theoritical constructions”)

Berangkat dari hasil penelitian atau teori yang sudah ada. (Studi Kepustakaan), lalu peneliti mau apa?

(1)   Mengungkapkan sesuatu yang sama sekali baru

(2)   Menolak, mempertanyakan, atau mengkaji ulang pemikiran atau hasil penelitian seseorang.

(3)   Mengembangkan atau memperdalam pemikiran atau hasil penelitian (teori) yang sudah ada.

 

d).Metode penelitian (How) Bagaimana penelitian itu dilakukan)

e).Kerangka analisa (Orisinalitas penelitian dapat dipantau dari model “konstruksi teori”) yang diungkap dan yang dapat mengantarkan pada terbangunnya sebuah sistem, model, atau paradigma pemikiran “baru”.

 

f).Pendekatan yang digunakan

 

(1).Pendekatan kawasan (Regional): (Timur Tengah, Afrika Utara, Asia  Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan seterusnya).

 

(2).Pendekatan perbandingan (Critical comparative approach)

 

(3).Pendekatan topikal-tematik. (topik-topik& tema-tema dari masing-masing) disiplin keilmuan.

 

(4).Pendekatan Fenomenologik, Hermeuneutik, Linguistik, Sosiologis dan lain-lain.

 

Referensi

            Antara lain :

 

1.Richard C. Martin, Approaches to Islam in  Religious Studies (Tucson : The University of Asizona, 1985)

 

2.Mulyanto  Sumardi (Ed.), Penelitian  Agama:  Masalah dan Pemikiran (Jakarta: Sinar Harapan, 1982).

 

3.Taufik  Abdullah  dan  M.  Rusli  Karim  (Ed.)  dkk. Metodologi   Penelitian  Agama:   Sebuah   Pengantar (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta: 1991).

 

4.M.  Amin  Abdullah, Studi Agama:  Normativitas  atau Historisitas? (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996).

 

5.Daniel L. Pals, Seven Theories of Religion  (Oxford: Oxford University Press, 1996).

 

 

 

 

Panduan dan Kerangka

Penulisan Makalah Review Buku

Mata Kuliah Metodologi Studi Islam

 

1.      Masalah Utama/Pokok yang menjadi fokus pembahasan buku  yang direview ( WHAT?)

 

2.      Kegelisahan Akademik/Alasan-alasan apa yang melatarbelakangi pentingnya masalah utama tersebut diteliti oleh penulis buku yang direview (WHY ?)

 

3.      Bagaimana Penelitian tersebut dilakukan oleh peneliti seperti tertulis dalam buku yang direview ( HOW ?) meliputi :

a.       Jenis Penelitiannya.

b.      Pendekatannya.

c.       Metode Analisisnya.

 

4.      Apa hasil temuan peneliti/penulis dalam bukunya itu (Result).

5.      Kontribusi apa yang disumbangkan oleh peneliti/penulis dengan karyanya itu terhadap konstruksi metodologis penelitian yang sejenis.

 

MASA PERKEMBANGAN PENDEKATAN  STUDI AGAMA SAMPAI SEKARANG

 

  1. NORMATIF-RELIGIOUS

Menekankan model pendekatan dogmatis-polemis-agresif.

 

  1. FILOLOGIS-HISTORIS

Menitik beratkan studi naskah-naskah keagamaan.

 

  1. MEMANFAATKAN JASA ILMU-ILMU SOSIAL

 

  1. PENOMENOLOGI AGAMA

Mengetengahkan cara pandang baru dan sikap yang lebih adil-transparan-terbuka melihat realitas objektif keanekaragaman agama umat manusia.

 

 

PEMBEDAAN TIGA KONSEP PENTING DALAM STUDI AGAMA

 

1.      Keberagamaan Manusia (Religiosity).

2.      Keanekaragaman Agama (Religions).

3.      Proses “Menjadi” ke arah yang lebih baik dst (Being Religious).

 

Ke 3 hal tersebut perlu dipahami untuk membedakan mana yang ABSOLUT  dan RELATIF.

 

Religiositas :

adalah sejenis tuntutan pemenuhan hal-hal yang bersifat pokok, fundamental, spiritual dan mendasar, yang diperlukan oleh setiap umat manusia tanpa pandang latar belakang etnisitas, asal negara maupun komunalitas keberagamaannnya. Hal inilah yang absolut.

 

Religions :

Ketika wilayah yang absolut tersebut turun ke bawah atau ke wilayah kesejarahan manusia dan sosial kemasyarakatan yang bersifat historis-empiris-kultural, muncullah berbagai model, corak, cara, pilihan strategi dan taktik untuk mencapainya, seperti termanifestasikan dalam Hindu, Budha, Yahudi, Kristen, Katolik, Islam dan sebagainya, maka yang mutlak/absolut menjadi relatif ( karena ada perbedaan interpretasi dan pemaknaan antara pengikut aagama satu dengan agama lainnya). 

 

Ongoing Process of Being Religious:

Proses terus-menerus, tak kenal final dalam upaya untuk mencapai Kebaikan, Kesejahteraan, Keadilan, Kesempurnaan, Ketuhanan selama hayat dikandung badan.

                   

PERKEMBANGAN HUBUNGAN STUDI KEISLAMAN DENGAN ILMU-ILMU LAIN YANG TERKAIT PADA PT AGAMA DI INDONESIA

 

  1. Periode Pertama (Pra-1950):

Ulumuddin Fiqh, Kalam, Tafsir, Hadis Dlsb.

 

  1. Periode Kedua (1951- 1975):

Islamic Studies sebagai Core, Humanities, Social Sciences dan Natural Sciences.

   

  1. Periode Ketiga (1976-1995):

Core Sciences of Islamic Studies 8 bidang dengan ilmu-ilmu bantu yang beragam.

   

    4.Periode Keempat (1996- sekarang):

Dapat berkembang terus sesuai dengan hasil penelitian dan perkembangan masyarakat terjadilah Core sciencies of Islamic Studies dengan 8 bidang dengan ilmu-ilmu budaya & ilmu-ilmu Sosial dan ilmu-ilmu Eksakta.

 

 

RUANG LINGKUP STUDI (PENELITIAN) GEJALA AGAMA

 

Ada 5 bentuk gejala agama

yang dapat dijadikan obyek penelitian /studi :

 

1.Scripture/naskah-naskah/sumber ajaran dan simbol-simbol agama.

 

2.Para penganut atau pemimpin atau pemuka agama, yaitu sikap, perilaku dan penghayatan para penganutnya.

 

3.Ritus-ritus, lembaga-lembaga dan ibadat-ibadat, seperti salat, haji, pernikahan dan waris.

 

4.Alat-alat: seperti masjid, gereja, lonceng, peci, dan semacamnya.

 

5.Organisasi-organisasi keagamaan tempat para penganut agama berkumpul dan berperan, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Gereja Katholik, Gereja Protestan, Syi’ah dan lain-lain.

 

Penelitian Keagamaan dapat mengambil sasaran salah satu atau beberapa dari lima bentuk gejala tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDEKATAN-PENDEKATAN ILMIAH DALAM STUDI/

PENELITIAN AGAMA DAN  KEBERAGAMAAN

 

Secara umum pendekatan ilmiah yang biasanya digunakan dalam penelitian/studi  agama dan keberagamaan adalah antara lain:

  1. Pendekatan Teologi/Normatif
  2. Pendekatan Sosiologi
  3. Pendekatan Antropologi
  4. Pendekatan Psikologi
  5. Pendekatan Filsafat
  6. Pendekatan Kebudayaan
  7. Pendekatan Sejarah/Historis

8.   Pendekatan Filologi.  

 

                    PENDEKATAN TEOLOGI

 

Pendekatan teologi dalam studi agama adalah pendekatan iman untuk merumuskan kehendak Tuhan berupa wahyu yang disampaikan kepada para nabinya agar kehendak Tuhan itu dapat dipahami secara dinamis dalam ruang dan waktu. Karena itu, pendekatan teologis dalam studi agama disebut juga pendekatan normatif.

                     

Secara umum, metode teologis /  normatif dalam studi agama bertujuan untuk mencari pembenaran dari suatu ajaran agama atau dalam rangka menemukan pemahaman / pemikiran keagamaan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan secara normatif idealistik.

 

                    Dalam studi Islam, metode teologis, khususnya teologi intelektual, telah melahirkan ilmu-ilmu keagamaan yang mantap, baik obyeknya maupun metodologinya. Ilmu-ilmu keagamaan itu antara lain ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu fikih, ilmu akhlak/tasawuf, ilmu kalam dan sebagainya yang masing-masing memiliki cabang atau ilmu bantunya.

 

Ilmu tafsir misalnya memiliki ilmu bantu seperti ulum al-Quran, asbab al-nuzul, dan balagah. Walaupun ilmu-ilmu keagamaan berdiri sendiri, tetapi tetap merupakan satu sistem yaitu dalam rangka menangkap dan menjelaskan kehendak Tuhan.

 

                    PENDEKATAN SOSIOLOGIS

 

Sosiologi Agama dirumuskan secara luas sebagai suatu studi tentang interrelasi dari agama dan masyarakat serta bentuk-bentuk interakasi yang terjadi antarmereka. Anggapan para sosiolog bahwa dorongan-dorongan, gagasan-gagasan, dan kelembagaan agama mempengaruhi, dan sebaliknya juga dipengaruhi, oleh kekuatan-kekuatan sosial adalah tepat.

 

Jadi, seorang sosiolog Agama bertugas menyelidiki bagaimana tata cara masyarakat, kebudayaan dan pribadi-pribadi mempengaruhi agama, sebagaimana agama itu sendiri mempengaruhi mereka. Kelompok-kelompok yang berpengaruh   terhadap agama, fungsi-fungsi ibadat untuk masyarakat, tipologi dari lembaga-lembaga keagamaan dan tanggapan-tanggapan agama terhadap tata duniawi, interkasi langsung dan tidak langsung antara sistem-sistem religius dan masyarakat, dan sebagainya, termasuk bidang penelitian sosiologi agama.

                   

Sosiologi agama mempelajari aspek sosial agama. Objek penelitian agama dengan pendekatan sosiologi memfokuskan pada

 

1.kelompok-kelompok dan lembaga-lembaga keagamaan meliputi pembentukannya, kegiatan demi kelangsungan hidupnya, pemeliharaannya, dan pembubarannya.

 

2. perilaku individu dalam kelompok-kelompok tersebut proses sosial yang mempengaruhi status keagamaan dan perilaku ritual.

 

3.Konflik antarkelompok.

 

PENDEKATAN ANTROPOLOGI

                   

Sosiologi dalam sejarahnya, digunakan untuk mengkaji masyarakat modern, sementara antropologi mengkhususkan diri terhadap masyarakat primitif. Antropologi sosial agama berkaitan dengan soal-soal upacara, kepercayaan, tindakan-tindakan dan kebiasaan yang tetap (everyday life) dalam masyarakat sebelum mengenal tulisan, yang menunjuk pada apa yang dianggap suci dan supernatural.

 

Sekarang terdapat kecenderungan antropologi tidak hanya digunakan untuk meneliti masyarakat primitif, melainkan juga masyarakat yang komplek dan maju, menganalisis simbolisme dalam agama dan mitos, serta mencoba mengembangkan metode baru yang lebih tepat untuk studi agama dan mitos.

 

Antropologi agama memandang  agama sebagai fenomena kultural dalam pengungkapannya yang beragam,    khususnya tentang kebiasaan,  peribadatan,  dan kepercayaan dalam hubungan-hubungan sosial.

                   

Yang menjadi fokus penelitian dengan pendekatan antropologi agama secara umum adalah mengkaji agama sebagai ungkapan kebutuhan makhluk budaya yang meliputi :

 

1.pola-pola keberagamaan manusia, dari perilaku bentuk-bentuk agama primitif yang mengedepankan magic, mitos, animisme, totemisme, paganisme pemujaan terhadap roh, dan polyteisme, sampai pola keberagamaan masyarakat industri yang mengedepankan rasionalitas dan keyakinan monoteisme.

 

2. agama dan pengungkapannya dalam bentuk mitos, sim,bol-simbol, ritus, tarian ritual, upacara pengorbanan, semedi, selamatan,

 

3. pengalaman religius yang meliputi meditasi, doa, mistisisme, sufisme.

 

Penelitian dengan perspektif antropologi pada umumnya menggunakan perspektif mikro atau paradigma humanistik, seperti fenomenologi, etnometodologi, everyday life,  arkeologi.

                   

Unit analisisnya bisa berupa individu, kelompok/organisasi dan masyarakat, benda-benda bersejarah, buku, prasasti, cerita-cerita rakyat.

 

PENDEKATAN PSIKOLOGI

 

Psikologi agama adalah studi mengenai aspek psikologis dari perilaku beragama, baik sebagai individu-aspek individuo-psikologis maupun secara kelompok-aspek sosio-psikologis. Aspek psikologis dari perilaku beragama berupa pengalaman religius, seperti :

 

Ketika seseorang berada dalam puncak spiritual, ketika seseorang mendengarkan suara hatinya, ketika seseorang dalam keadaan tidak menentu dan lain sebagainya.

                   

Psikologi agama mempelajari motif-motif, tanggapan-tanggapan, reaksi-reaksi dari psike manusia, pengalaman dalam berkomunikasi dengan Yang Supranatural. Dengan kata lain, psikologi agama menyelidiki sebab-sebab dan ciri psikologis dari sikap-sikap religius.

 

PENDEKATAN FILSAFAT

 

Ciri berpikir filosofis/filsafati adalah berpikir mendalam, radikal, sistematis, dan universal. Berpikir mendalam berarti batas kemampuan akal, radikal adalah berpikir sampai kepada akar persoalan, sistematis adalah berpikir teratur dan menggunakan metode berpikir tertentu, dan universal berarti berlaku secara umum.

 

Berpikir secara filosofis dapat digunakan dalam memahami ajaran agama, dengan maksud agar hikmah, hakikat/inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara seksama. Di samping itu juga filsafat dapat digunakan sebagai kritik ideologi, dekonstruksi dan analogi permainan.

 

PENDEKATAN KEBUDAYAAN

 

Pendekatan kebudayaan dapat dipergunakan untuk memehami agama yang terdapat pada tataran empirik atau agama yang tampil dalam bentuk formal yang menggejala dalam masyarakat. Pengamalan agama dalam masyarakat tersebut diproses oleh penganutnya dari sumber agama- wahyu melalui penalaran.

                   

Agama yang tampil dalam bentuk budaya / kebudayaan berkaitan dengan kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat tempat agama itu berkembang. Dengan melalui pemahaman terhadap kebudayaan tersebut seseorang akan dapat mengamalkan ajaran agama dengan baik.

 

PENDEKATAN SEJARAH

 

Secara ekstrem dapat dikatakan agama dan keberagamaan adalah produk sejarah. Karakter yang menonjol dari pendekatan sejarah adalah tentang signifikansi waktu dan prinsip-prinsip kesejarahan tentang individualitas dan perkembangan.

 

Melalui pendekatan sejarah, peneliti dapat melakukan periodisasi atau derivasi sebuah fakta, dan dapat melakukan rekonstruksi proses perubahan dan perkembangan. Melalui pendekatan sejarah dapat diketahui asal-usul pemikiran / pendapat / sikap tertentu dari seorang tokoh / mazhab / golongan.

 

Tujuan analisis sejarah adalah untuk menemukan kebenaran tentang bagaimana dan mengapa peristiwa-peristiwa penting terjadi.

 

Berikut beberapa fokus penelitian agama dengan menggunakan pendekatan sejarah seperti :

 

1.Penelitian sejarah tentang tokoh berpengaruh dalam suatu agama atau gerakan keagamaan.

 

2.Penelitian sejarah mengenai naskah atau buku.

 

3.Penelitian sejarah tentang suatu konbsep sepnajang sejarah.

 

4.Penelitian arsip.

 

PENDEKATAN FILOLOGI

 

Penelitian agama tidak dapat dilepaskan dari aspek bahasa. Setiap bahasa memiliki karakteristik sendirir-sendiri yang tidak hanya dipahami berdasarkan teksnya, melainkan juga konteksnya.

 

Ada tiga bidang kajian dan wacara :

1.         Ungkapan yang digunakan untuk menjelaskan objek pemikiran yang bersifat metafisis, terutama tentang Tuhan.

2.         Bahasa Kitab Suci.

3.         Bahasa ritual keagamaan.  

 

Penelitian agama dengan menggunakan pendekatan filologi dapat dibagi dalam tiga pendekatan, yaitu : metode tafsir, content analysis dan hermeneutika.

 

1.Pendekatan Tafsir

            Metode tafsir merupakan metode tertua dalam pengkajian agama. Sesuai dengan namanya, tafsir berarti penjelasan, pemahaman dan perincian atas kitab suci, sehingga isi pesan kitab suci dapat dipahami sebagaimana dikehendaki Tuhan.

Dalam menjelaskan isi pesan kitab suci, tafsir menggunakan berbagai pendekatan sesuai dengan disiplin ilmu:

  1. Pendekatan sastra
  2. Pendekatan filosofis
  3. Pendekatan teologis
  4. Pendekatan Ilmiah
  5. Pendekatan fikih
  6. Pendekatan tasawuf
  7. Pendekatan sosiologis
  8. Pendekatan kultural

                   

Sedangkan metode penafsiran yang berkembang dalam tradisi Islam, yaitu tahlili, ijmali, muqaran dan maudu’i. 

2. Content Analysis

Metode analisis isi sekarang digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah. Analisis isi ini berguna, terutama bagi

 

1.para antropolog untuk mengeksplorasi nil;ai-nilai budaya yang terpendam dalam adat, kebiasaan, norma kehidupan sehari-hari.

 

2.bagi sosiolog berguna untuk mengamati perubahan sosial, stratifikasi sosial, konflik sosial.

 

3.bagi ilmuwan politik berguna untuk memahami arus pesan politik.

 

4.bagi psikolog berguna untuk menganalisis perilaku;

 

5.bagi agamawan berguna untuk memahami isi kandungan kitab suci.

 

3.Pendekatan Hermeneutika

Hermeneutika merupakan metode bahkan aliran dalam penelitian kualittaif, khususnya dalam memahami makna teks kitab suci, buku, undang-undang dan lain-lain sebagai sebuah fenomena budaya.

 

Fungsi metode ini adalah agar tidak terjadi distorsi pesan atau informasi antara teks, penulis teks dan pembaca teks. Karena itu, untuk memperoleh pemaknaan yang lebih komprehensif ada tiga hal yang dijadikan starting point dan point of view, yaitu the world of the text (aspek kebahasaan), the world of author (dinia penulis teks termasuk Tuhan), dan the world of reader (  dunia pembaca teks).

 

 
MODEL-MODEL PENELITIAN AGAMA

 

    1. Model Penelitian Tafsir

    2. Model Penelitian Hadis

4.         Model Penelitian Filsafat

5.         Model Penelitian Teologi

6.         Model Penelitian Tasawuf

7.         Model Penelitian Fikih

8.         Model Penelitian Politik

9.         Model Penelitian Pendidikan

  10. Model Penelitian Sejarah

  11. Model Penelitian Pemikiran Modern

12.           Model Penelitian Antropologi/Sosiologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU-BUKU SEBAGAI BAHAN YANG AKAN DIREVIEW adalah

 

1.Howard M. Federspiel, Kajian al-Quran di Indonesia”: Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish Shihab (Bandung: Mizan, 1996).

 

2.M. Quraish Shihab, Studi Kritis Tafsir Al-Manar: Karya Muhammad Abduh dan M. Rasyid Ridha, (Jakarta: Pustaka Hidayah, 1994).

 

3.Stefan Wild (Ed.) The Qur’an As Text (Leiden: E.J. Brill, 1996).

 

5.Dr. Mohammad Mustafa Azmi, M.A., Ph.D., (Cantab), Studies in Early, Hadits Liteature: With a Critical Edition of Some Early Texts (Beirut: Al-Maktab al-Islam, 1968).

 

6.Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadits Nabi (Jakarta: Bulan Bintang, 1992).

 

7.Fazlur Rahman, Islamic Metodology in History (Karachi: Islam Research Institute, 1965).

 

8.Muhammad al-Ghazali, As-Sunnah al-Nabawiyah: Baina ahl al-Fiqh wa ahl al-Hadits, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Muhammad Baqir, Studi Kritis atas Hadis Nabi Saw: Antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual (Bandung: Mizan, 1991).

 

9.Mustafa Ceric, Roots of Synthetic Theology in Islam: A Study of the Theology of Abu Mansur al-Maturidi (d. 333/944) (Kuala Lumpur  The International Institute of Islamic Thought and Civilization 1995).

 

10.Machasin, Al-Qadi Abd Al-Jabbar dan Ayat-ayat Mutasyabihat Dalam al-Qur’an (Pembahasan Tentang Kitab Mutasyabih al-Qur’an), ( Yogyakarta : LKIS).

 

11.M. Amin Abdullah, The Idea of Universality Ethical Norms In Ghazali and Kant (Ankara, Trukiye Diyanet Vakfi, 1992).

 

 

12.Sheila McDonoygh, Muslim Ethics and Modernity: A Comparative Study of the Ethical Thought of Sayyid Ahmad Khan and Mawlana Mawdudi (Canada: Wilfrid Laurier University Press, 1984).

 

 

13.Simuh, Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsito: Suatu Studi Terhadap Serat Wirid Hidayat Jati (Jakarta: UI Press, 1988).

 

14.Martin van Bruinessen. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia Survei Historis, Goergrafs dan Sosiologis (Bandung: Mizan, 1984).

 

15.Kautsar Azhari Noer, Ibn Al’Arabi : Wahdat al-Wujud dalam Perdebatan, (Jakarta: Paramadina, 1995).

 

 

16.Muhammad Atho Mudzhar. Fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia: Sebuah Studi tentang Pemikiran Hukum Islam di Indonesia, 1975-1988, (Jakarta: INIS, 1993).

 

17.Abdullahi Ahmed an-Na’im, Toward an Islamic Reformation: Civil Liberties, Human Rights and International Law (Sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia).

 

18. A. Syafii Ma’arif, Islam dan masalah Kenegaraan, (Jakarta: LP3ES, 1987).

 

19.Faisal Ismail, Islam, Politics and Ideology in Indoensia: A Study of the Process of Muslim Acceptance of the Pancasila” Disertasi Doktor McGill University, Canada, 1995.

 

20.M. Syafi’i Anwar, Pemikiran dan Aksi Islam Indonesia: Sebuah Kajian Politik Tentang Cendekiawan Muslim Orde Baru (Jakarta: INIS, 1994).

 

21.Zamakhsyari Dhofir, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai (Jakarta: LP3ES, 1982).

 

22.Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian Tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren (Jakarta: INIS, 1994).

 

23.Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia (Bandung: Mizan, 1994).

 

24.Clifford C. Geertz, Santri, Priyayi, Abangan

 

25.Clifford C. Geertz, Islam yang saya Amati: Perkembangan di Maroko dan Indonesia (Islam Observed, Religious Development in Maroko and Indonesia), terjemahan Hasan Basari, (Jakarta: Yayasan Ilmu-ilmu  Sosial, 1982).

 

 

26.Robert N. Bellah, Religi Tokugawa: Akar-Akar Budaya Jepang (Jakarta; Gramedia Pustaka Utama, 1994).

 

27.Bryn Turner, Weber & Islam, (telah diterjemahkan).

 

28.Irwan Abdullah, The Muslim Businessmen of Jatinom: Religious Reform and Economic Modernization in Central Javanese Town, Disertasi Ph.D., pada Universiteit van Amsterdam, Belanda, 1994.