BERKACA KEMAJUAN

UNTUK MENGGAGAS PEMBAHARUAN DALAM ISLAM

 

 

 

Faktor yang mengantarkan umat islam memperoleh kemajuan pada abad – abad pertama dalam sejarahnya, yaitu;

  1. Faktor ajaran

Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar mereka banyak emnuntut ilmu pengetahuan dan belajar tulis baca

  1. Komitmen umat islam untuk mewujudkan ajaran tersebut melalui daya juang yang tinggi dan daya pikir yang mendalam. Dalam bahasa ajaran disebut jihad dan ijtihad
  2. Keterbukaan budaya umat islam untuk menerima unsure – unsure budaya dan peradaban dari luar sebagai konsekwensi logis dari perluasan wilayah yang diperoleh oleh manusia.

Sikap keterbukaan budaya melahirkan integrasi antara islam dengan kebudayaan setempat yang memang sudah tinggi itu, menurut hemat penulis hal ini ikut serta dalam mengantarkan majunya peradaban islam yang kemudian melahirkan filsuf dan para ahli dalam islam ( MM. Syarif, Dialektika Islam ( Bandung: Diponegoro, 1970 ) hal. 27

 

 

  1. Adanya penghargaan , apresiasi terhadap kegiatan dan prestasi – prestasi keilmuan.
  2. Faktor dana

Pertumbuhan dan aktifitas ekonomi daulah islamiyah, baik daulah Amawiyah di Damaskus dan Andalusia, serta daulah Abasyiah di Baghdad pada saat kejayaannya amat semarak sekali , meliputi bidang industri, pertanian, perdagangan dan sebagainya ( M. Masyhur Amin dan Ismail S. Ahmad ( Ed ), Dialog Pemikiran Islam dan Realitas Empirik ( Yogyakarta: LKPSM NU DIY, 1993 ) hal. 18

  George Sarton: Sebab hakiki setiap kemunduran adalah urusan dalamm bukan urusan luar. Jika secara kebetulan kita menyaksikan sebatang pohon tumbang lantaran amukan taufan, maka seharusnya janganlah kita mengutuk taufan itu atas penumbangannya terhadap pohon tersebut. Semestinya diajukan kepada pohon itu sendiri. Karena kebusukan bagian dalamnya ( George Sarton, The Incubation of Western Cultur in the Midle east , di Indonesiakan oleh Moh. Ridwan As Sagaf ( Surabaya: Pustaka Progresif, 1973 ) hal. 53

 

Kebusukan dalam atau factor internal kemunduran peradaban:

  1. Matinya tradisi keilmuan.

George Sarton mengatakan: ilmu pengetahuan yang mereka miliki sudah cukup . demikian kemajuan ilmu pengetahuan berhenti, disebabkan kejemuan dan permusuhan mereka pada pekerjaan fakir – memikir. ( ibid hal. 54 )

Ayyub Khan: kita tidak usah meratapi keruntuhan kerajaan – kerajaan islam, tetapi yang harus diratapi ialah matinya kebebasan berfikir ilmiah dan melakukan penelitian ( Sutan Takdir Ali Syahbana , Sumbangan Islam Kepada Kebudayaan Dunia yang Lampau dan Masa yang Akan Datang ( Al – Jamiah, 19, Th. XV / 1978, hal. 14 )

  1. Sikap Ulama yang Tertutup
  2. Tidak ada apresiasi terhadap ilmu dan ahli ilmu
  3. Hancurnya ketahanan moril umat islam karena dihinggapi rasa wahm.

Ibnu Khaldun: kemewahan itu merupakan pertanda bahwa peradaban suatu bangsa yang dibangun bakal mengalami kehancuran ( Osman Raliby, Ibnu Khaldun Tentang Masyarakat , Jakarta: Bulan Bintang, 1961 ) hal. 242

  1. Hempasan taufan dari luar yang merobohkan pohon peradaban islam yang memang sudah rapuh dari dalam ( ibid. hal 21 )

 

 

ABAD 14

            Sejak abad itu, diseluruh dunia muslim lembaga – lembaga pendidikan islam, cenderung dogmatic dalam metode pendidikan. Inti kurikulum terbatas pada tafsir, hadits, tauhid, al – qur’an. Demikian pula ilmu pengetahuan yang lain semakin ditinggalkan dan bahkan ditolak ( HM. Irsdjad Djuwaeli, Pembaharuan Kembali Pendidikan Islam ( Jakarta: Yayasan Karya Utama Mandiri dan PB Mathla’ul Anwar, 1998 ) hal. 34

            Dalam masyarakat barat kata modernisasi mengandung pengertian pikiran, aliran, gerakan, dan usaha untuk mengubah paham – paham, adapt istiadat, institusi – institusi lama dan sebagainya agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat – pendapat dan keadaan – keadaan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern ( Dr. Harun Nasution, Pembaharuan Dalam Islam; Sejarah Pemikiran dan Gerakan, ( Jakarta: Bulan Bintang, 1975 ) hal. 9

 

Modernisasi adalah proses pergeseran sikap dan mentalis sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan hidup masa kini ( Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia,( Jakarta: Balai Pustaka, 1989 ) hal. 589

 

Pada abad pertengahan merupakan abad gemilang bafgi umat islam. Diabad inilah daerah – daerah islam meluas dibarat melalui afrika utara sampai ke spanyol, ditimur melalui Persia sampai India ( Drs. HM Yusron Asmuni, Pengantar Studi Pemikiran  Dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam ( Dirasah ISlamiyah III ) ( Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998 ) hal. 4

 

Islam mengalami kemunduran pada abad ke sepuluh. Ada beberapa factor yang menyebabkan kemunduran masyarakat islam pada masa lalu:

  1. Isu pintu ijtihad tertutup telah meluas dikalangan umat islam
  2. Keutuhan umat islam dalam bidang politik mulai pecah
  3. Adanya perang salib dibawah arahan gereja katolik Roma dan serbuan tentara Barbar dibawah kepemimpinan Hulagu Khan dari Tartar ( Ibid hal. 6 )

 

 

 Sebab gerakan Pembaharuan dan kebangkitan islam

  1. Paham tauhid yang dianut kaum muslimin telah bercampur dengan kebiasaan – kebiasaan yang dipengaruhi oleh tarekat – tarekat , pemujaan terhadap orang – orang suci dan hal lain yang membawa kepada kekufuran
  2. Sifat jumud membuat orang islam berhenti berfikir dan berusaha
  3. Umat islam selalu berpecah belah, maka umat islam tidaklah akan mengalami kemajuan
  4. Hasil dari kontak yang terjadi antara dunia islamdengan dunia barat ( ibid. hal 7 )

 

 

Usaha yang dilakukan Ibnu Taimiyah dalam pembaharuan hamper semua bidang social, politik dan kenegaraan ( ibid. hal 8 )

Ada sekitar 500 buku yang ditulisnya. Yang kemudian buku – bukunya itu menjadi penggerak dan mengilhami pembaharuan – pembaharuan diabad modern ( Zainal Abidin Ahmad, Sejarah Islam dan Umatnya ( Jakarta: Bulan Bintang,1979 )( hal.248