NAMA-NAMA ISLAMI

Sudah menjadi suatu hal yang lazim orang tua akan mencarikan nama yang baik untuk calon anak mereka. Bagi keluarga muslim hendaknya mencarikan nama yang beridentitas muslim. Tapi banyak para orang tua muslim yang sulit untuk mencari nama yang mencerminkan seorang muslim. Untuk itu kami mencoba membantu dengan menampilkan nama-nama yang Islami berikut artinya.

Untuk mempermudah pencarian kami bagi nama tersebut dalam 3 (Tiga) katagori yaitu :

1. Nama-nama yang menggunakan Al Asmaulhusna
2. Nama-nama para nabi dan rasul
3. Nama-nama untuk Laki-laki dan Perempuan 

PEDOMAN PENGGUNAAN ASMA DAN SIFAT-SIFAT ALLAH SWT

Asma' Allah disebut Alhusna karena mengandung arti mensucikan, mengagungkan dan memuliakan. Alhusna adalah suatu kelebihan seperti Maha Sempurna, Maha Mulia, Maha Tinggi, Maha Besar, Maha Kuasa dll.

Didalam Asmaul Husna terdapat :

  1. Nama-nama ketuhanan yang patut disembah (uluhiyyah), seperti : hidup kekal, hidup sebelum ada sesuatu dan tetap kekal sesudah segala sesuatu tiada, Maha kuasa dan mampu berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya, Maha Mengetahui segala apa yang terang dan yang gaib, yang satu, esa dan tunggal tidak beranak dan tidak diperanakkan.
  2. Nama-nama dan sifat Rububiyyah yang hanya dapat dilakukan oleh Allah saja, seperti Pemberi Rezeki, Tempat bermohon dan bergantung, Maha Pemberi keamanan, Pelindung, Maha Pemberi Ketentraman dan kedamaian, Maha pemegang, Penahan dan Pelepas dan lain-lain.
  3. Nama dan sifat pengawas serta pengontrol, seperti Maha Mendengar, Melihat dan Menghitung.
  4. Nama-nama dan sifat-sifat yang disenangi hati, seperti Maha Pengampun dan Pemaaf, Maha Kasih, Maha Mensyukuri hanba-Nya yang berbuat kebajikan.
  5. Nama-nama dan Sifat-sifat yang wajib kita contoh untuk perbaikan ahlak kita, seperti Pema'af, Yang Mengasihi, Penyayang, Penyantun, Tenang, Bijaksanan dan Sabar, Pemurah, Kuat, Terpuji, Yang Baik, Adil, Kaya, Bermanfaat dan memberi petunjuk.

Untuk penggunaan nama-nama dan sifat-sifat yang Uluhiyyah dan Rububiyyah, kita harus memakai kata Abdu (hamba), dan yang paling khusus ialah Allah dan Arrahman yang tidak boleh disifatkan kepada selain Allah.

Allah SWT mensifatkan beberapa orang nabi dan rasul dengan sifat-sifat Allah SWT, seperti kepada Rasulullah Muhamad SAW dengan Rauf dan Rahim. Misalnya dalam firman-Nya :

 

"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (At Taubah ayat : 128)

Tentang Nabi Nuh, Allah berfirman :

 

"(Terutama) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba Allah yang banyak bersyukur." (Al Isra' ayat : 3)

Allah memuji Nabi Ibrahim AS dengan firman-Nya :

"Sesungguhnya Ibrahim itu seorang yang penyantun, lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah." (Hud ayat :75)

Allah SWT juga memuji Nabi Ayyub AS dengan Firman-Nya :

"Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar, dialah sebaik-baik hamba karena dia sesungguhnya amat taat kepada Robbnya." (Shaad ayat 44)

Nabi Muhammad SAW bersabda :

"Berahlaklah dengan ahlak Allah."

Untuk nama-nama Allah yang bersifat akhlaqi orang dapat memakainya tanpa didahului dengan Abdu, tetapi harus dengan ketentuan anggapan bahwa sifat itu terbatas kepada sifat manusiawi dan bukan sifat Ilahi. Nama-nama tersebut seperti : Rahim, Malik, Aziz, Latif, Halim, Almuiz li Dinillah, Bashirah, Badi'ah, Karimah, Nafi'ah, ra'uf, Majid, Afuwwu, Rosyid, Wakil, Wali, Waali, Qowi, Matinm Syakur, Ghoni.

Allah SWT bersifat Maha sedangkan sifat-sifat manusia sangat kecil dan terbatas.