Pengaruh etos kerja Islam terhadap sikap perubahan organisasi dengan menggunakan komitmen

organisasional sebagai variabel moderator: studi pada pengurus hmi di lingkup cabang Surakarta

 

Primahatmi Estuning Dharajati

 

ABSTRAK Keberhasilan suatu organisasi tergantung pada respon organisasi tersebut dalam menanggapi

perubahan yang terjadi di sekitarnya. Sedangkan keberhasilan suatu organisasi dalam menanggapi

perubahan tersebut sangat tergantung pada sikap individunya atau suber daya manusianya dalam merespon

perubahan yang terjadi. Pada penelitian yang telah dilakukan di Barat mengemukakan jika sikap individu

dalam merespon perubahan sangat dipengaruhi oleh etos kerjanya (etos kerja Protestan). Sedangkan, di sisi

lain penelitian yang mengungkap etos kerja Islam, khususnya di Indonesia masih jarang. Padahal penduduk

Indonesia mayoritas beragama Islam. Hal inilah alasan yang melatar belakangi peneliti dalam memilih tema

ini. Masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, apakah etos kerja Islam berpengaruh terhadap sikap

perubahan organisasi secara positif, kedua, apakah komitmen affektif memperkuat pengaruh etos kerja Islam

terhadap sikap perubahan organisasi, ketiga, apakah komitmen kontinuan memperkuat pengaruh etos kerja

Islam terhadap sikap organisasi, keempat, apakah komitmen normatif memperkuat pengaruh etos kerja Islam

terhadap sikap perubahan organisasi. Hipotesis pertama dalam penelitian ini menyatakan bahwa etos kerja

Islam berpengaruh secara positif terhadap sikap perubahan organisasi. Hipotesis kedua menyatakan bahwa

komitmen affektif memperkuat pengaruh dari etos kerja Islam terhadap sikap terhadap perubahan organisasi.

Hipotesis ketiga menyatakan bahwa komitmen kontinuan memperkuat pengaruh dari etos kerja Islam

terhadap sikap terhadap perubahan organisasi. Hipotesis keempat menyatakan bahwa komitmen normatif

memperkuat pengaruh dari etos kerja Islam terhadap sikap terhadap perubahan organisasi. Teknik

pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Sampel berjumlah 98 orang

pengurus HMI Komisariat yang berada di lingkup cabang Surakarta dari populasi sebesar 137 orang. Metode

analisis yang digunakan adalah hierarchical regression. Hasil penelitian untuk masalah yang pertama,

tentang pengaruh etos kerja Islam terhadap sikap perubahan organisasi didapat hasil pengaruh yang

signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 11.1% dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001 pada Á

value 0.05. Hasil penelitian untuk masalah kedua mengenai komitmen afektif memperkuat pengaruh etos

kerja Islam terhadap sikap perubahan organisasi didukung dalam penelitian ini.Hasil regresi etos kerja Islam

terhadap sikap perubahan organisasi dengan memasukkan komitmen affektif sebagai variabel moderator

menunjukkan pengaruh sebesar 21.1%. komitmen affektif meningkatkan pengaruh etos kerja Islam terhadap

sikap perubahan organisasi sebesar 10% (_R2)dengan tingkat sinifikansi sebesar 0.000. dari uji ANOVA,

komitmen affektif meningkatkan nilai F dari 11.611 menjadi 12.337. Hasil penelitian untuk masalah ketiga

tentang komitmen kontinuan memperkuat pengaruh antara etos kerja Islam terhadap sikap perubahan

organisasi tidak didukung dalam penelitian ini. Hasil regresi etos kerja Islam terhadap sikap perubahan

organisasi dengan memasukkan komitmen kontinuan sebagai variabel moderator menunjukkan pengaruh

sebesar 16.1% atau meningkat sebesar 0.5 (_R2) namun dengan uji ANOVA komitmen kontinuan

mengurangi nilai F dari 11.611 menjadi 8.825 secara signifikan. Hasil penelitian untuk masalah keempat

mengenai komitmen normatif memperkuat pengaruh etos kerja Islam terhadap sikap perubahan organisasi

didukung dalam penelitian ini.Hasil regresi etos kerja Islam terhadap sikap prubahan organisasi dengan

memasukkan komitmen normatif sebagai variabel moderator menunjukkan pengaruh sebesar 21.5%.

komitmen normatif meningkatkan pengaruh etos kerja Islam terhadap sikap perubahan organisasi sebesar

10.4% (_R2)dengan tingkat sinifikansi sebesar 0.000. dari uji ANOVA, komitmen normatif meningkatkan nilai

F dari 11.611 menjadi 12.569. Berdasarkan dari hasil penelitian di atas maka diajukan saran untuk

meningkatkan suatu sikap yang peka terhadap adanya perubahan adalah dengan melakukan. Selain itu,

kajian-kajian yang telah diadakan hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu,

dengan adanya berbagai kajian-kajian keislaman dapat pula berdampak pada peningkatan komitmen para

pengurusnya. Hal ini disebabkan karena dengan memperbanyak kajian-kajian keislaman, secara bertahap

akan mampu menyadarkan pada para pengurusnya bahwa suatu kerja yang didasarkan dengan rasa

keikhlasan tanpa menpertimbangkan nilai untung rugi merupakan sisi lain dari suatu ibadah.

1/1