BAB I

APAKAH ISLAM ITU ?

 

 

Pada suatu saat aku berkata kepada muridku: "Andaikan datang kepadamu seorang asing menyampaikan kepadamu, bahwa dia hanya mempunyai waktu yang relatif  singkat, dia berkehendak untuk memahami Islam dalam beberapa saat itu".  Mereka menjawab: "Itu adalah hal yang mustahil, sebab dia harus mempelajari Tauhid, Tajwid, Tafsir, Hadits, Fiqih dan Ushul Fiqih, dia harus memasuki masalah yang pelik dan rumit, dia tidak bisa keluar sebelum lima tahun".  Aku katakan kepada mereka: "Subhanallah" Bukankah orang-orang Baduy datang kapada Rasul kemudian tinggal sehari atau setengah hari, lantas mengetahui Islam dan membawanya untuk disebarluaskan kepada kaumnya, dia sebagai petunjuk dan guru, dia sebagai da'i dan muballigh, dan lebih dari itu, bukankah Rasul menerangkan agama keseluruhannya, sebagaimana hadits tentang pertanyaan Jibril AS. dengan tiga pokok pembicaraan, yakni Iman, Islam dan Ihsan? Mengapa kita tidak bisa membicarakan Islam pada hari ini dalam beberapa saat?.

 

Kalau begitu apa Islam itu?

Setiap aliran apakah itu benar atau salah, dan setiap organisasi apakah itu manfaat atau madharat, bahkan setiap partai apakah itu baik atau buruk, pasti mempunyai Anggaran Dasar (A.D)/ Pokok Pikiran, mempunyai ideologi yang menjelaskan tujuan dan program serta mempunyai administrasi bagi anggota dan pengikutnya.

Barangsiapa yang akan memasuki organisasi, yang mula pertama dilihat adalah Anggaran Dasarnya, bila dia rela dan menekadkan kebenarannya, menerima dengan pikiran dan akalnya, tidak ada keraguan, maka baru dia dicatat sebagai anggauta organisasi tersebut. Kemudian diatur dalam Rumah Tangganya kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan administrasinya, kemudian diberi kartu anggota sebagai tanda resmi menjadi anggota, sesudah itu diberinya petunjuk menjalankan organisasi dengan setulus-tulusnya, sesuai dengan prinsip-prinsip Anggaran Dasar. Dia harus berpegang teguh kepada Anggaran Dasar, dan tidak boleh mengerjakan sesuatu yang bertentangan dengannya, dia harus menjadi anggauta teladan dalam akhlak dan tingkah laku sebagai pendorong bagi geraknya organisasi.

Seorang anggota dalam organisasi, dia harus tahu tentang aturan, harus yakin dengan Anggaran Dasarnya, disiplin dengan semua ketetapan-ketetapan dan progran yang ada. Inilah dasar umum yang sesuai dengan Islam, oleh karena itu barangsiapa yang akan memasuki agama Islam, pertama ia harus menerima asasnya yang bersifat akliyah dan membenarkan dengan penuh kemantapan sehingga Islam merupakan aqidah.  Inilah pokok-pokok yang membebaskan i'tiqad bahwa alam materi bukanlah segala-galanya, kehidupan dunia bukanlah kehidupan sepenuhnya, manusia telah ada sebelum dilahirkan, dan setelah mati, dia tidak mengadakan dirinya, bahkan diadakan sebelum diketahui olehnya, dia tidak diciptakan oleh benda di sekelilingnya, semuanya itu dari tidak ada yang kemudian diadakan oleh Tuhan. Dia-lah yang menghidupkan dan Dia pulalah yang mematikan. Dia-lah yang menciptakan sesuatu, dan jika Dia menghendaki maka kemudian Dia musnahkan dan menghilangkannya.  Inilah Tuhan yang tak ada sesuatu yang menyerupai Dia di alam ini. Dia qadim dan tak ada awal bagi-Nya, kekal tak ada akhir bagi-Nya, kuasa yang tak ada batasnya, mengetahui segala sesuatu dengan tidak samar-samar, adil dengan tidak terukur keadilan-Nya dengan keadilan manusia. Dia-lah yang menaruh undang-undang alam yang disebut Hukum Alam, Dia-lah yang menjadikan sesuatu dalam takarannya dan membatasi sejak zaman azali bagian-bagian dan bentuk-bentuknya, dan segala apa yang berlaku, baik itu yang hidup maupun yang tak bergerak, dari gerak dan diam, tetap dan berubah, bekerja dan tidak, Dia-lah yang memberikan akal kepada manusia yang memberikan keputusan sebagian besar persoalan, dimana akal tunduk kepada penerapan-Nya, Dia yang memberikan akal untuk memilih apa yang ia kehendaki, dan kehendak apa yang dipilihnya, dan Dia yang menjadikan hidup sementara ini dalam hidup yang kekal abadi di akherat. Dia-lah yang menjamin orang yang baik di syurga dan menyiksa orang yang buruk di neraka Jahannam.

Inilah Tuhan yang Tunggal, yang Esa, tak ada sekutu bagi-Nya dalam persembahan, tak ada perantara yang mendekati kepada-Nya, Dia yang mensyafa'ati tanpa izin, kemulusan dalam segala bentuk dan manifestasinya.

Bagi-Nya mudah menciptakan makhluk yang bersifat materi yang dapat kita buktikan, yang dapat kita serap dengan pancaindra, juga mempunyai makhluk yang bersifat gaib, tak dapat diindra, sebagian makhluk berupa benda padat, sebagian benda hidup dapat perintah (mukallaf). Dari yang hidup ada yang selalu berbuat kebajikan (Malaikat), dan ada pula yang selalu berbuat keburukan dan kejahatan (Syaithan), dan ada pula yang bercampur antara kebajikan dan kejahatan, ada yang baik dan ada yang buruk (Jin).  Dialah yang memilih manusia, yang diangkat sebagai raja dengan undang-undang ketuhanan untuk menyampaikan ajarannya kepada Manusia (para Rasul).

Undang-undang yang terhimpun dalam kitab dan suhuf (manuskrip) telah diturunkan dari langit, yang terakhir menghapuskan yang terdahulu atau yang menyimpang, dan kitab yang terakhir adalah Al-Qur'an. Kitab dan suhuf terdahulu telah banyak dirubah dan diselewengkan, hilang atau terlupa, dan hanya Al-Qur'anlah yang selamat daripada perubahan dan kehilangan. Sedangkan Rasul dan Nabi terakhir adalah Muhammad saw. bin Abdullah yang berkebangsaan Arab dari suku Quraisy, sebagai penutup Risalah dan agama pamungkas, tak ada lagi Nabi setelah beliau.

Islam adalah lembaga (dustur) Islam, barangsiapa yang membenarkan bahwa Islam adalah dari Allah, beriman secara global dan terperinci, maka disebut Mu'min, dan iman dalam pangertian ini tak dapat dilihat kecuali hanya oleh Allah swt. karena manusia tak pernah membedah hati seseorang dan tidak mengetahui apa didalamnya.  Oleh karena itu wajib bagi setiap muslim agar dia tergolong kepadanya menyatakan iman dengan ucapan lisan, jakni membaca dua kalimat syahadat, yakni:

اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan  selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah".

Apabila seseorang telah mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut maka jadilah dia seorang muslim, yakni sebagai penduduk asli di wilayah Islam, dia mencicipi kesenangan dengan segala hak yang berlaku sebagai muslim dan menerima segala kewajiban, amal perbuatan yang dibebankan Islam kepadanya.

Amal ibadah yang dibebankan adalah ringan sekali, sedi- kit dan mudah, tak ada kepayahan yang berarti dan tak ada kesulitan apa-apa.

Pertama kali ia melakukan ruku' di waktu shubuh dua rakaat, munajat kepada Allah, minta kebaikan, minta perlindungan dari siksaan, sebelumnya ia berwudlu, mencuci sebagian anggota badan tertentu, atau mandi, membasahi seluruh tubuh (bila junub).

Ia melakukan ruku' di permulaan siang dua rakaat, di tengah-tengah siang empat rakaat, kemudian empat lagi, ruku' setelah terbenamnya matahari tiga rakaat, dan permulaan malam empat rakaat.

Inilah shalat yang diwajibkan, waktu yang  dipakai tidak menghabiskan satengah jam dalam sehari, tidak disyaratkan di suatu tempat tertentu, tidak ada suatu tempat yang dilarang untuk dipergunakan, tak ada seorang yang ditentukan bahwa dia tak shah kecuali dengan dia, tak ada perantara dalam seluruh ibadah antara muslim dengan Tuhannya.

Kedua, dalam setahun ada bulan tertentu diajukan kepada muslim untuk berbuka puasa, dijadikan akhir malam sebagai ganti di awal permulaan siang, dan mengundurkan waktu makan sampai terbenamnya matahari, dilarang pada siang hari, makan, minum dan bergaul dengan istri; dalam bulan itu dijadikanlah sebagai bulan pembersih bagi diri seseorang, untuk mengistirahatkan perut, membersihkan budipekerti, menyehat-kan jasmani; dan di bulan ini sebagai manifestasi kebaikan sosial dan sama rasa dalam kehidupan.

Ketiga, apabila ada kelebihan dari nafkah dirinya dan keluarganya, dengan sekedar harta tertentu, masih tersisa dalam setahun, tidak dibutuhkan lagi, dibebankan baginya mengeluarkan sekedar 2,5% untuk orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan dimana tidak terasa berat mengeluarkannya, sehingga merupakan pertolongan yang berharga bagi orang yang membutuhkan, menjadi tulang-punggung bagi beban masyarakat, sebagai penyembuhan penyakit fakir yang merupakan seburuk-buruknya obat.

Keempat, bahwa Islam mengatur struktur sosial dengan beberapa siklus, perkumpulan yang bersifat rutin di lingkungan Rt/Rw, tersimpul dalam pertemuan lina kali sehari, yakni shalat berjamaah, mengikat keanggotaan masyarakat dalam ibadat kepada Allah, yang melahirkan jiwa tolong-menolong antara si kuat dan si lemah, antara si pintar dan si bodoh, antara si miskin dan si kaya, dan waktu yang dipergunakan untuk menjalin ikatan tersebut paling lama hanya setengah jam, tidak merugikan seorang karyawan dari pekerjaannya, tidak merugikan seorang saudagar dari perdagangannya.  Apabila seorang muslim memisahkan diri, shalat di rumahnya, dia tidaklah disiksa, namun tidaklah mendapat pahala berjamaah.

Perkumpulan rutin dalam suatu kelompok, kampung atau desa terikat dalam seminggu sekali, yaitu shalat Jum'at, dan tempo penyelenggaraannya kurang dari sejam, dan kehadiran setiap anggota adalah wajib.

Perkumpulan yang bersifat tahunan diselenggarakan di suatu kota dua kali setahun, yaitu shalat 'Id, kehadirannya bukan merupakan keharusan, dan tempo penyelenggaraannya kurang dari sejam.  Perkumpulan yang merupakan mu'tamar diselenggarakan oleh bangsa-bangsa setahun sekali di tempat tertentu, merupakan pertemuan rutin yang bersifat orientasi, latihan fisik dan pikiran, diwajibkan setiap muslim sekali dalam seumur hidup apabila berkemampuan untuk menghadirinya, yaitu ibadah Haji.

Inilah pokok Ibadah yang dibebankan kepada setiap muslim.

 

Ada sebagian ibadah yang melarang berbuat hal tertentu, pekerjaan yang menurut ahli pikir adalah buruk dan wajib mencegahnya, seperti pembunuhan tanpa hak, melanggar norma-norma kemanusiaan, menganiaya orang lain, mabuk yang menghilangkan akal, zina yang menghilangkan kehormatan dan mengacaukan keturunan, riba, berbohong, menjerumuskan dan menipu, lari dari wajib militer dalam rangka menegakkan kalimah Allah, dan lain-lain seperti halnya yang lebih buruk, berdosa terhadap dua orang tua, sumpah palsu dan saksi durhaka.

Contoh tersebut di atas adalah perbuatan yang sudah disepakati oleh para ahli pikir.  Apabila seorang muslim hanya menjalankan sebagian kewajiban kemudian melanggar sebagian kemaksiatan kemudian kembali dan bertaubat minta ampun kepada Allah, maka sesungguhnya Allah maha pengampun.  Apabila tidak bertaubat, dia tetap diakui sebagai muslim, namun dia akan mendapat siksaan di akherat, walau dia di neraka, namun dia tidak kekal sebagaimana orang kafir.

Adapun orang-orang yang ingkar kepada sebagian asas yakni pokok-pokok aqidah atau meragukan apalagi menentang terhadap kewajiban yang sudah disepakati atau keharaman, ingkar sebagian ayat dari Al-Qur'an, maka dia keluar dari agama, dia disebut murtad yang sudah terlepas dari pada keislamannya.  Murtad adalah pidana terbesar dalam Islam, sebagaimana pengkhianat ulung dalam hukum modern. Balasannya (bila tak kembali) adalah hukum mati.

Kadang-kadang terdapat seorang yang mengaku muslim tetapi tidak beriman, sepertinya orang yang mengaku menjadi anggota partai atau organisasi, namun tidak mengakui Anggaran Dasarnya, dan tidak mendukung kesehatan organisasinya, bahkan masuknya sebagai mata-mata atau merusak dari dalam, inilah yang disebut orang munafiq yang telah mengucapkan dua kalimah syahadat, tampaknya menjalankan ibadah, namun sebenarnya bukanlah orang mu'min dan tidak ada hubungan dengan Allah, meskipun di lingkungan dan diakui sebagai muslim.  Manusia hanya menilai dari lahirnya belaka, dan Allah-lah yang mengetahui segala rahasia yang terpendam dalam lubuk hati.

Apabila seorang telah beriman kepada pokok-pokok pikiran Islam, yakni meng-ia-kan, percaya secara mutlak kepada Allah, mensucikan daripada syirik dan perantara, percaya kepada Malaikat, para Utusan, Kitab-kitab dan kehidupan di akherat, percaya kepada qadar, mengucapkan syahadat, melakukan kewajiban shalat, puasa di bulan Ramadlan, menunaikan zakat, bila sudah berkewajiban, berhaji sekali dalam seumur hidup bila mampu, mencegah keharaman yang telah disepakati haramnya, dia adalah seorang mukmin yang muslim, namun buah keimanan belum tampak dan belum merasakan manisnya keimanan, belum dikatakan sebagai muslim yang sempurna sehingga betul-betul dalam hidupnya berjalan di atas rel muslim mukmin.  Rasulullah telah menuntunkan dengan ringkas suatu metoda dengan satu kalimat yang mencakup segala pengertian, yang merupakan puncak untaian kata dari seorang manusia, suatu kalimat yang penuh dengan kebaikan, baik itu di dunia maupun di akherat, yaitu hendaknya seorang muslim selalu ingat, baik waktu berdiri ataupun waktu duduk, sendirian atau terang-terangan, dalam kesunggahan atau dalam main-main, bahkan seluruh tingkah-lakunya, bahwa Allah itu Maha melihat dan Maha mengawasi kepadanya, manusia tidak akan maksiat karena ia ingat bahwa Allah Maha melihat dan menyaksikannya, dia tidak takut dan putus-asa karena Allah menyertainya, dia tak merasa liar karena selalu berdialog, tidak merasa butuh kepada seseorang, karena ia meminta dan berdo'a kepada-Nya, bila terpaksa berbuat dosa maka dia cepat-cepat kembali, bertaubat kepada-Nya, karena yakin bahwa Allah akan menerima taubatnya.

Semua ini tersimpul pada sabda Rasul saw. tentang Ihsan:

أَنْ تَعْبُدَا اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Hendaklah engkau menyembah kepada  Allah seolah-olah engkau melihat kepadaNya, bila tidak merasa bahwa engkau melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Dia melihat engkau".

Inilah secara global pengertian agama Islam, sedangkan detailnya akan kita bicarakan  pada bab tersendiri.