VI.

 

KHATIMATUL KALAM

 

Sebagai alternatif yang sangat tepat di alam modern ini adalah agama. Agama Islam yang meliputi berbagai dimensi kehidupan, merupakan pilihan diantara pilihan, sebab ia mempunyai corak karakteristik dibanding dengan lainnya. Aqidah (ideologi) yang hanya kembali kepada sumber yang satu; syariah yang berwawasan aqliyah membawa agama ke arah fleksibilitas di setiap rentang dan ruang, di setiap waktu dan tempat. Nuansa siasah yang berfokus kepada keputusan musyawarah untuk mufakat, sistem ekonomi dan moneter yang selama ini didominasi oleh orang lain; kita masih terkapar, memerlukan pembaharuan sesuai dengan tuntutan zaman, kembali kepada prinsip-prinsip ekonomi Islami. Sosial kemasyarakatan yang mentolelir berbagai upaya konstruktif dihargai sebagai karya dan amal/invest di akherat, dimana saat ini umat masih banyak yang berkiblat ke Barat dan kita masih gemar menirudan menganggap kepunyaan orang lain lebih baik dari yang kita punyai. Hal ini menyangkut sebagai pendapat bahwa produk mereka lebih ilmiah dan rasional dengan yang kita miliki. Dan ini masih kental dalam pikiran mereka khususnya jebolan Barat. Apalagi kalau kita bicarakan tentang budaya, pada hakekatnya yang kita punyai lebih baik dan unggul dari mereka karena moral dan etik berdasarkan agama.

 

Untuk mengantarkan ke pintu gerbang keselamatan bangsa, maka prinsip agama, yakni keimanan dan ketaqwaan harus menjadi nafas bangsa, untuk mengantarkan ke alam ilmu pengetahuan dan teknologi harus menjadi darah daging bangsa. Untuk menciptakan keharmonisan hidup yang mengglobal ini tak ada alternatif lain kecuali berpegang kepada akhlakul karimah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.