< Kembali

HOME

Lanjut >

Dzikrullah

Allah ta’ala berfirman:

 )يا أيها الذين ءامنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا وسبحوه بكرة وأصيلا ( (سورة الأحزاب : 41-42)

Maknanya: ”Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama Allah) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang"  (Q.S. Al Ahzaab : 41-42)

) والذاكرين الله كثيرا والذاكرات أعد الله لهم مغفرة وأجرا عظيما (  (سورة الأحزاب: 35)

Makanya: “laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.  (Q.S. Al Ahzaab : 35)

            Berdzikir; menyebut nama Allah adalah sesuatu yang sunnah. Dzikir bukan sesuatu yang wajib, melainkan sesuatu yang dianjurkan yang sangat membantu seseorang untuk bertakwa dan berbuat taat kepada Allah ta'ala. Setelah melaksanakan kewajiban dengan baik dan menjauhi hal-hal yang diharamkan, para Thullab al Akhirah (Pencari kebahagiaan akhirat) biasanya melanggengkan dzikir, karena dzikir adalah cahaya hati, penenang jiwa dan pemberi ketenteraman.  Allah ta'ala berfirman:

)  الذين ءامنوا وتطمئن قلوبهم بذكر الله ألا بذكر الله تطمئن القلوب ( (سورة الرعد : 28)

Maknanya: ” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah, Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram"  (Q.S. ar-Ra'd : 28)

Telah diriwayatkan dengan riwayat yang sahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam berdzikir dalam semua kondisinya.

            Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Berdzikir

            Dzikir yang paling sempurna dan paling afdlal adalah bersatunya dzikir lidah dengan dzikir hati. Dzikir hati artinya menghadirkan dalam hati rasa takut kepada Allah yang disertai dengan pengagungan terhadap-Nya, menghadirkan kecintaan kepada Allah dan keagungan-Nya.

            Orang yang menginginkan pahala yang sempurna dari dzikir yang dilakukannya, hendaknya melafalkan lafal-lafal dzikir dengan benar sesuai dengan cara berdzikir Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam, hamba Allah yang paling fasih, dengan makhraj yang benar dan kaedah-kaedah membaca yang lain seperti membaca dengan panjang dan pendek yang benar. Dilakukan dengan perlahan sambil dihayati maknanya dan diharamkan bagi seseorang berdzikir dengan merubah-rubah (Tahrif) atau memotong-motong nama Allah.

            Hendaknya seseorang ketika berdzikir meniatkannya ikhlas karena Allah ta'ala disertai dengan penuh kesungguhan dan tawajjuh (konsentrasi penuh) yang kuat dengan hatinya. Berdzikir boleh dilakukan dengan suara yang pelan ataupun dengan suara yang keras tanpa berlebih-lebihan.

            Beberapa Lafal Dzikir dan Maknanya

            Lafal dzikir bermacam-macam, setiap pujian terhadap Allah adalah dzikir. Doa juga termasuk dzkir. Dzikir yang paling utama adalah Tahlil; yakni kalimah  لا إله إلا الله  , kemudian setelahnya adalah takbir, tasbih dan tahmid. Perkataan yang paling dicintai oleh Allah adalah  empat kalimat tersebut; لا إله إلا الله ، سبحان الله ، الحمد لله ، الله أكبر .

1. Kalimah لا إله إلا الله

            Dalam sebuah hadits yang sahih Rasulullah  shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

" أفضل ما قلت أنا والنبيون من قبلي لا إله إلا الله " رواه مالك في الموطأ والترمذي

Maknanya: "Perkataan terbaik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah   لا إله إلا الله  "  (H.R. Imam Malik dan at-Tirmidzi)

      Kalimah tauhid لا إله إلا الله   intinya adalah menetapkan ketuhanan hanya bagi Allah dan menafikan ketuhanan dari selain Allah dan bahwa segala sesuatu selain Allah tidak berhak untuk disembah.  Karenanya dzikir ini menjadi dzikir yang paling utama.

2. Takbir

            Rasulullah  shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

" لأن أقول سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر أحب إلي مما طلعت عليه الشمس " رواه مسلم

Maknanya: "Bahwa aku mengucapkan سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر lebih aku sukai dari pada dunia yang diterangi oleh sinar matahari "  (H.R. Imam Malik dan at-Tirmidzi)

      Pada lafazh Takbir الله أكبر ; Akbar bisa diartikan Kabir, juga bisa dimaknai sesuai lafazhnya Akbar. Allahu Akbar maknanya bahwa Allah lebih besar dari segala sesuatu dari sisi derajat dan keagungan-Nya, bukan dari sisi ukuran dan bentuk karena memiliki ukuran dan bentuk adalah sifat makhluk. Setiap makhluk memiliki ukuran, Allah yang menciptakan semua makhluk dengan ukuran masing-masing, Allah ta'ala berfirman:

] وكل شىء عنده بمقدار[  ( سورة الرعد : 8 )

Maknanya : "Segala sesuatu memiliki ukuran (yang telah ditentukan oleh Allah)" (Q.S. ar-Ra'd : 8)

Allah adalah Khaliq (Pencipta), karenanya ia tidak menyerupai makhluk-Nya, Allah tidak memiliki ukuran; baik ukuran yang kecil, sedang, besar maupun besar tidak berpenghabisan. Orang yang meyakini Allah sebagai benda, yang memiliki ukuran dan bentuk belum mengenal Allah.

3. Tasbih

            Makna tasbih سبحان الله adalah mensucikan Allah (Tanzih) dari segala kekurangan dan aib. Semua sifat makhluk adalah kekurangan bagi Allah, maka Allah maha suci darinya. Allah ta'ala berfirman:

 ]لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءٌ [ (سورة الشورى: 11)

Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (Q.S. as-Syura: 11)

Ayat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al Qur'an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya. Allah ta'ala tidak menyerupai makhluk-Nya, bukan benda Lathif seperti cahaya, kegelapan, ruh, angin dan sebagainya dan bukan benda Katsif seperti manusia, tanah, benda-benda padat dan lain sebagainya. Allah juga tidak boleh disifati dengan apapun dari sifat-sifat benda seperti bergerak, diam, berubah, bersemayam, berada di tempat dan arah, duduk, turun, naik dan sebagainya.

 سبحان ربي  العظيم     maknanya adalah maha suci Allah yang maha agung derajat-Nya,   سبحان ربي الأعلى maknanya maha suci Tuhanku yang maha tinggi derajat-Nya bukan tempat-Nya, karena Allah maha suci dari tempat. Allah ada sebelum adanya tempat tanpa tempat, dan setelah menciptakan tempat Allah tetap ada seperti sediakala tanpa tempat. Sebagaimana dapat diterima oleh akal, adanya Allah tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, begitu pula akal akan menerima wujud-Nya tanpa tempat dan arah setelah terciptanya tempat dan arah. Hal ini bukanlah penafian atas adanya Allah.

      Kemuliaan sesuatu bukanlah diukur dari tempat di mana sesuatu tersebut berada, tetapi diukur dari derajat dan keagungannya.

      Di antara keutamaan tasbih bahwa orang dengan hanya membacanya dengan mengatakan  سبحان الله وبحمده maka akan ditumbuhkan untuknya pohon kurma di surga (H.R. at-Tirmidzi), yang batangnya dari emas, sangat indah, tidak pernah layu dan kering, tidak pernah berhenti berbuah, kekal dan rasanya nikmat tiada terkira. Sebanyak seseorang bertasbih sebanyak itu pula pohon kurma ditumbuhkan untuknya di surga.

4. Tahmid

            Makna tahmid الحمد لله adalah segala puji bagi Allah. Al Hamdu; pujian maksudnya adalah memuji Allah atas karunia-karunia-Nya kepada hamba tanpa hal itu menjadi kewajiban bagi Allah untuk memberikannya kepada hamba. Tetapi murni karena kehendak dan kemurahan-Nya, Allah memberikannya kepada para hamba-Nya.

 

            Istighfar dengan Berbagai Lafalnya

            Istighfar juga termasuk dzikir, istighfar membersihkan seseorang dari dosa-dosa yang telah dilakukannya. Istighfar juga menjernihkan hati. Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

" إن للقلوب صدأ كصدإ النحاس وجلاؤها الاستغفار " رواه البيهقي

Maknanya: "Sesungguhnya hati bisa berkarat seperti halnya tembaga, dan pembersihnya adalah istighfar"  (H.R. al Bayhaqi)

Beristighfar; memohon ampun kepada Allah bisa dengan berbagai macam lafal, di antaranya: أستغفر الله ، رب اغفر لي، غفرانك ، اللهم اغفر لي . Orang yang beristighfar untuk dirinya sendiri akan memperoleh pahala. Dan jika ditambah dengan memohonkan ampun untuk orang lain pahalanya akan bertambah dengan mengatakan misalnya رب اغفر لي ولوالدي ، رب اغفر لي ولفلان. Dan jika seseorang beristighfar secara umum akan lebih besar lagi pahala yang diperolehnya, dengan mengatakan misalnya: رب اغفر لي وللمؤمنين والمؤمنات ، رب اغفر للمؤمنين والمؤمنات. Semua lafal istighfar ini adalah istighfar syar'i.

            Ada juga lafal istighfar yang bisa menghapus dosa besar, Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

" من قال أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه ثلاثا غفرت ذنوبه وإن كان فارا من الزحف " رواه الحاكم والبيهقي

Maknanya: "Barangsiapa mengucapkan lafal istighfar ini tiga kali maka diampuni dosa-dosanya meskipun ia pernah lari dari peperangan" (H.R. al Hakim dan al Bayhaqi)

Hadits ini menunjukkan bahwa lafazh istighfar ini jika dibaca oleh seseorang Allah akan mengampuni dosa-dosanya meskipun ia telah berbuat dosa besar

            Berdzikir dengan Bilangan Tertentu

            Berdzikir dengan jumlah berapapun adalah hal yang diperbolehkan, karena anjuran untuk memperbanyak dzikir bersifat umum tanpa dibatasi dengan bilangan tertentu. Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

" أكثر من قول لا حول ولا قوة إلا بالله " رواه ابن أبي شيبة وحسن إسناده الحافظ ابن حجر

Maknanya: "Perbanyaklah membaca  لا حول ولا قوة إلا بالله " (H.R. Ibnu Abi Syaibah dan dihasankan oleh al Hafizh Ibnu Hajar)

Dalam hadits lain Rasulullah menyatakan:

"استكثروا من الباقيات الصالحات" ، قيل : وما هي يا رسول الله ؟ قال: "التكبير والتهليل والتحميد والتسبيح ولا حول ولا قوة إلا بالله " رواه ابن حبان والحاكم وصححاه وأحمد وأبو يعلى وإسناده حسن

Maknanya: " Perbanyaklah al Baqiyaat ash-Shaalihat ! ditanyakan kepadanya: Apakah itu, wahai Rasulullah ?, beliau menjawab: "takbir, tahlil, tahmid, tasbih dan لا حول ولا قوة إلا بالله " (H.R. Ibnu Hibban, al Hakim dan keduanya menyatakan sahih. Juga diriwayatkan oleh Ahmad dan abu Ya'la dengan sanad yang hasan)

            Kedua hadits ini menganjurkan untuk memperbanyak dzikir tanpa dibatasi dengan batasan bilangan tertentu. Melainkan sebanyak apapun, banyak bisa berarti ratusan atau ribuan. Ayat-ayat yang disebutkan di awal tulisan ini juga menganjurkan untuk memperbanyak dzikir secara mutlak. Jadi boleh saja seseorang merutinkan dzikir tertentu dengan bilangan tertentu, baik  ratusan, ribuan atau lebih dari itu atau kurang dari itu. Bukankah amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah  yang dirutinkan meskipun sedikit !, Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

" وإن أحب الأعمال إلى الله ما دووم عليه وإن قل " أخرجه مسلم في صحيحه

Maknanya: "Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus dirutinkan meskipun sedikit " (H.R. Muslim)

            Menghitung Dzikir dengan Jari

            Dzikir yang dibaca oleh seseorang jika dihitung dengan jari-jari tangan kanan itu lebih afdlal. Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam ketika bertasbih beliau menghitungnya dengan jari-jari tangan kanannya. Ini tidak berarti bahwa menghitung dzikir dengan sesuatu yang lain tidak boleh, tetapi yang lebih afdlal memang menghitung dengan jari-jari tangan. Karena suatu ketika di masa Rasulullah, Shafiyyah; isteri beliau meletakkan di depannya empat ribu biji kurma yang ia gunakan untuk menghitung tasbihnya (H.R. at-Tirmidzi, al Hakim, ath-Thabarani dan lainnya). Rasulullah tidak mengingkari hal itu, Rasulullah hanya menunjukkan kepadanya yang lebih mudah dan afdlal, tanpa melarangnya melakukan hal itu.  Demikian juga beberapa sahabat yang lain menghitung tasbih dengan biji kurma, kerikil atau benang yang dibundelin seperti Abu Shafiyyah; bekas budak Nabi (H.R. al Imam Ahmad dalam az-Zuhd, al Jami' fi al 'Ilal wa Ma'rifat ar-Rijal, al Baghawi dalam Mu'jam ash-Shahabah), Sa'd ibn Abi Waqqash (H.R. Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf, Ibnu Sa'd dalam ath-Thabaqaat), Abu Hurairah (H.R. Abdullah ibn Ahmad dalam Zawaa-id az-Zuhd, Abu Nu'aim dalam al Hilyah, azh-Zhahabi dalam Tadzkirah al Huffazh dan as-Siyar), Abu ad-Darda' (H.R. Ahmad dalam az-Zuhd) dan lainnya.

            Dari sini para ulama menyimpulkan bahwa menghitung dzikir dengan tasbih atau semacamnya boleh, tidak haram, tetapi yang lebih baik (afdlal) dihitung dengan jari tangan kanan. Seperti halnya shalat Rawatib al Faraidl (Qabliyyah dan Ba'diyyah) yang lebih afdlal dilaksanakan di rumah, tetapi tidak berarti haram jika dilakukan di masjid. 

            Khatimah

            Adalah sangat disayangkan jika waktu seseorang di kehidupan dunia yang sesaat ini, dihabiskan untuk menonton TV, mendengarkan radio sehingga melalaikan dari dzikrullah, termasuk beristighfar untuk kedua orang tua. Apa yang nantinya diharapkan dari anak-anak yang dibiarkan menghabiskan waktu untuk menonton TV dan semacamnya, di masa hidup kedua orang tuanya ia tidak beristighfar untuk mereka, apalagi setelah orang tua mereka meninggal?!! Jagalah pergaulan anak-anak anda dan didiklah mereka dengan baik sehingga menjadi anak saleh yang mendoakan kedua orang tua-nya ! Yakinlah, bahwa hal ini tidak akan terwujud tanpa jerih payah anda !. Wallahul Muwaffiq.

 

< Kembali

HOME

Lanjut >