Fatwa Primitif Wahhabi

Tuesday, 25 November 2008

Oleh Abusalafy

Soal :

Apa hukumnya kita melihat televisi cuma sekedar melihat berita saja ?

 

Jawab Syaikh Muqbil :

 

Tidak boleh dikarenakan ada gambarnya, dan dikarenakan pula terjadi di dalamnya dari perbuatan kejahatan dan perbuatan fasik (seperti zina dan pornografi), dan didalamnya mengajari orang untuk mencuri (banyak tayangan televisi yang menampilkan cara bermaksiat kepada Allah, pacaran, zina, peragaan TKP, dst, red), dan Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda : HTML clipboard

 

 

Malaikat tidak akan memasuki suatu rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (yang bernyawa).

 

Dan Nabi Shallallahu alaihi wassalam pada saat itu ingin masuk ke biliknya Aisyah maka dijumpai disana terdapat tirai yang bergambar (makhluk hidup), kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassalam Bersabda :

,

 

Sesungguhnya orang yang paling pedih siksanya di hari Akhir, yang menggambar gambar ini Kemudian di robek-robek tirai yang bergambar tersebut oleh Aisyah.

 

Dan didalam As-Shahihain dari Abi Hurairah radiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam beliau bersabda : Allah Subhanahu wa Taala berfirman :

- , , , -

 

Dan siapakah yang lebih dzolim yang mencoba untuk menciptakan seperti ciptaanku, maka ciptakanlah biji jagung, atau ciptakanlah biji-bijian, atau biji gandum

 

Begitu pula seorang laki-laki menonton seorang penyiar wanita, dan Allah Azza wa Jall- berfirman :

- -

 

Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu lebih suci bagi mereka [An-Nur : 30].

 

Atau kalau penyiarnya laki-laki dan yang menonton wanita, Allah Subhanahu wa Taala berfirman :

- -

 

Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan dan memelihara kemaluannaya. [An-Nur :31].

 

(Lihat kitab Tuhfatul Mujib pertanyaan dari negara Prancis (soal nomor : 10/halaman 270).

(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Abdullah Mubarok Barmim, Surabaya. Beliau murid syaikh Muqbil Ibn Hadi al Wadii rahimahullah, Yaman.)

 

SUMBER: http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=853

 

Abu Salafy Berkomentar:

 

Sungguh luar biasa kehati-hatian para juru ramu fatwa primitif Wahhabi ini kalau begitu para malaikat tidak akan pernah masuk ke ruang-ruang sidang dan kantor-kantor para muthowwe dan istana-istana para Emir dan Emirah, serta tidak akan pernah masuk ke tanah Saudi Arabia, sebab di sana banyak gambar emir-emir ganteng dan para Muthowwe mulai yang gengotnya rapi sampai yang kocar-kacir ! Bukankah demikian? Mulai yang mata manis hingga yang kecung!

 

Mata uang Arab Saudi ada gambar raja mereka!

 

Koran-koran dan majalah dipenuhi dengan gambar para Mufti Kerajaan anak-anak Saud; Syeikh Ben Bz, Ibnu Utsaimin, Ben Jibrin dkk. Tayangan TV resmi Kerajaan Arab penuh dengan adegan hidup para mufti dalam acara keagamaan seperti fatawa arbal haw⒅

 

Jadi kalau begitu diganti aja dengan gambar tong sampah! Atau gambar trompa Badui kusang atau . atau. atau. Karena dengan demikian tidak menyelisihi syariatnya kaum Wahhabi.

 

Dan dengan fatwa itu pula saya minta para ulama Wahhabi, khususnya disarangnya sana, di Arab untuk bersiap-siap menanti siksa Allah sebab mereka merestui adanya gambar-gambar hingga tayangan hidup di TV Saudi.

 

Bukankah mereka terlibat baik langsung maupun tidak dalam pembuatan gambar-gambar tersebut. Sesungguhnya orang yang paling pedih siksanya di hari Akhir, yang menggambar gambar ini Kemudian di robek-robek tirai yang bergambar tersebut oleh Aisyah.

 

Kami berharap para peramu fatwa jenaka itu berpindah profesi menjadi .. biar tidak buat malu Islam![]