TAUHID [ KEESAAN ALLOH ]

A. HUKUM DAN PEMBAGIANNYA

Hukum dapat dibagi menjadi tiga :

1.            Hukum aqly (secara akal)

2.            Hukum addy (secara adat kebiasaan)

3.            Hukum syari (secara syara)

Hukum yang dimaksud dalam ilmu tauhid adalah hukum aqly

B. PEMBAGIAN HUKUM AQLY

Hukum aqly adalah ungkapan ketetapan sesuatu atau kenafiannya secara akal . Hukum aqly ini ada tiga : 1.Wajib 2.Mustahil 3. Jaiz

Wajib adalah sesuatu yang tidak dapat diterima akal apabila tidak maujud,seperti bertempatnya sesuatu.

Mustahil adalah sesuatu yang akal tidak dapat menerima apabila maujud, seperti tidak adanya tempat bagi sesuatu.

Jaiz adalah sesuatu yang antara maujud dan tidaknya bisa diterima oleh akal ,seperti adanya anak bagi Zaid .

Tiga hukum diatas ada kalanya dhorury dan ada kalanya nadhory.Dhorury apabila kita bisa dengan cepat dapat menerima dengan tanpa diangan-angan dan tanpa dalil dan nadhory apabila diperlukan renungan dan dalil.

 

 

C. NGAQOID 50 DAN PERINCIANNYA

Aqidah yang terdapat dalam ilmu tauhid itu ada 50 dengan perincian sebagai berikut :

1.              Sifat wajib bagi Alloh terdiri dari 20 sifat.

2.              Sifat mustahil bagi Alloh terdiri dari 20 sifat.

3.              Sifat Jaiz bagi Alloh terdiri dari satu sifat.

4.              Sifat wajib bagi Rosul Alloh terdiri dari 4 sifat.

5.              Sifat mustahil bagi Rosul Alloh terdiri dari 4 sifat.

6.              Sifat Jaiz Rosul Alloh ada satu sifat.

Dalil yang dipakai dalam ilmu tauhid itu ada dua yatu: aqli dan naqli.

Dalil aqli sendiri ada dua ijmali dan tafsili .Sebagai orang mukallaf kita diwajibkan untuk mengetahui aqidah sebanyak 50 tersebut beserta dalilnya baik secara ijmali maupun secara tafsili .

I.                               SIFAT-SIFAT WAJIB BAGI ALLOH

Sifat wajib bagi Alloh sebanyak 20 itu terbagi menjadi empat yaitu :

1.Sifat Nafsiyah, dinamakan nafsiyah karena tidak adanya kaitan dengan sifat lain kecuali pada dirinya sendiri. Yang termasuk sifat nafsiyah hanyalah satu sifat yaitu: sifat wujud ( ada ) dengan pengertian sebagai berikut :

Wujud ditinjau dari segi lafadh bukan sebagai sifat itu para ulama berbeda pendapat :

a.Wujud ghoirul maujud dengan pengertian wujud adalah sesuatu yang menengahi antara maujud dan adam.

b.Wujud ainul maujud dengan pengertian wujud tidak melewati dzatnya maujud jadi semisal ada hijab yang kita buka tentu kita akan melihatnya.

Adapun pengertian wujud disini adalah Amrun Itibary yang hanya terdapat dalam hati

Dalil wujudnya Alloh adalah :

1. Dalil naqli Azzumar 62

2. Dalil aqli ijmali

3. Dalil aqli tafsili

/ wujudnya alam bisa dijadikan dalil wujudnya Alloh karena sebelum alam ini maujud maka ada dua kemungkinan yaitu maujud dan tidak , dan pada kenyataannya sekarang alam ini maujud , berarti pasti ada yang mewujudkannya dan tidak ada lain hanyalah Alloh.

2.            Sifat Salbiyyah dinamakan salbiyyah karena sifat ini ndedel/menafikan sifat yang menjadi lawannya. Yang termasuk sifat salbiyyah ada 5 yaitu :

1.                      Qidam ( dahulu )

Dalil sifat qidam bagi Alloh adalah :

1. Dalil naqli Al-hadid 3

2. Dalil aqli ijmali

3. Dalil aqli tafsili

Seumpama Alloh tidak qidam pasti Alloh hadist karena tidak ada sesuatu yang menengahnengahi antara qidam dan hadist, seperti penengah antara hidup dan mati.

2.                      Baqo' ( kekal )

Dalil sifat baqo bagi Alloh adalah :

1. Dalil naqli Al-Qoshos 88

2. Dalil aqli ijmali

3              Dalil aqli tafsili

3. Mukholafatuhu lil hawadisti ( berbeda dengan makhluk )

Dalil sifat Mukholafatuhu lil hawadisti bagi Alloh adalah :

1.              Dalil naqli

2.              Dalil aqli ijmali

3.              Dalil aqli tafsili

4.              Qiyamuhu bin nafsihi ( berdiri sendiri )

Dalil sifat Qiyamuhu bin nafsihi bagi Alloh adalah :

1.              Dalil naqli

2.              Dalil aqli ijmali

3.              Dalil aqli tafsili

5. Wahdaniyah ( satu )

Dalil sifat wahdaniyah bagi Alloh adalah

1.              Dalil naqli

2.              Dalil aqli ijmali

3.              Dalil aqli tafsili

Sifat wahdaniyah itu menafikan beberapa sedangkan sendiri ada lima yaitu

1 munfasil fi dzat yaitu adanya dzat lain yang menyamai dzatnya Alloh

2 muttasil fidzat yaitu adanya dzat Alloh terdiri dari beberapa juz

3 munfasil fis sifat yaitu adanya sifat lain yang menyerupai sifatnya Alloh

4 muttasil fis sifat yaitu adanya dua sifat yang sama bagi Alloh yang semakna

5 munfasil fil afal yaitu persamaan perbuatan Alloh dengan makhluk

3. Sifat Maany adalah sifat yang dapat di indrawikan namun tidak boleh dilepaskan dari dzat Alloh . Sebagaimana terhadap dzat Alloh yang qodim maany juga berlaku terhadap makhluk yang hadist , selama sifat itu masih dapat diindrawikan . Namun maany bagi makhluk itu juga hadist. Setiap sifat maany memiliki kerja/tugas tertentu ,secara khas dan berbeda dari sifat yang lain . Kerja/tugas itu disebut taalluq. Yang termasuk sifat maany ada tujuh yaitu :

1.           Qudrot ( kuasa )

Dalil sifat qudrot bagi Alloh adalah

1.           Dalil naqli

2.           Dalil aqli ijmali

3.           Dalil aqli tafsili

2.           Irodat ( berkehendak )

Dalil sifat irodat bagi Alloh adalah

1.           Dalil naqli

2.           Dalil aqli ijmali

3.           Dalil aqli tafsili

Qudrot dan Irodat Alloh adalah sifat yang taaluqnya terhadap seluruh yang mumkin dimana qudrat bertaaluq tastir sementara irodat bertaaluk takhshis , artinya bahwa untuk menciptakan sesuatu itu merupakan wewenang qudrot dan untuk menentukan sesuatu itu wewenang irodat . Dengan demikian qudrat dan irodat tidak bertaaluq pada yang wajib dan yang mustahil . Karena jika taaluq pada yang wajib niscaya terjadilah tahsilul hasil artinya menjadikan sesuatu yang memang wajib ada dan jika taaluq pada mustahil maka terjadi rujuul mustahil ainal jaiz artinya membalikkan sesuatu yang mustahil menjadi jaiz.Kedua peristiwa itu mustahil adanya.

3.           Ilmu ( mengetahui )

Dalil sifat ilmu bagi Alloh adalah

1.           Dalil naqli

2.           Dalil aqli ijmali

3.           Dalil aqli tafsili

Ilmu adalah sifat yang taaluqnya meliputi keseluruhan sesuatu baik yang wajib , mustahil ataupun jaiz dan disebut taaluqul inkisyaf.

4.           Hayat ( hidup )

Dalil sifat hayat bagi Alloh adalah

1.           Dalil naqli

2.           Dalil aqli ijmali

3.           Dalil aqli Tafsili

Hayat adalah sifat yang menjadi landasan berdirinya sifat-sifat yang lain , makanya dia dikelompokkan pada kelompk maany walaupun tidak punya tugas keluar.

5.           Sham ( mendengar )

Dalil sifat sham bagi Alloh adalah

1.           Dalil naqli

2.           Dalil aqli ijmali

3.           Dalil aqli tafsili

6.           Bashor ( melihat )

Dalil sifat bashor bagi Alloh adalah

1.           Dalil naqli

2.           Dalil aqli ijmali

3.           Dalil aqli tafsili

Adapun sama dan bashor bertaaluk pada segala yang maujud apakah wajib atau mumkin . Taaluqnya disebut taaluq inkisyaf .Bedanya dengan ilmu yaitu kalau ilmu tertuju pada setatus sesuatu kalau sama dan bashor tertuju pada esensi sesuatu

7.           Kalam ( berkata )

Dalil sifat kalam bagi Alloh adalah

1.           Dalil naqli

2.           Dalil aqli ijmali

3.           Dalil aqli tafsili

Kalam Alloh yang berarti Alloh berkata kata dengan tanpa suara dan huruf kemudian disebut kalam nafsi yang sifatnya azally [ qodim tak berawal ] sedangkan kalam yang diterima makhluk lewat malaikat disebut kalam lafdzi yaitu kalam yang telah dilafadzkan dengan bahasa manusia . Kalam lafdzi ini bersifat azali dengan memperhatikan asalnya yaitu kalam nafsi.

4.Sifat manawiyyah

Nisbat manawiyah terhadap maany adalah nisbat talazumiyah [kemestian] yang bermakna bahwa manawiyah ada karena adanya maany .Saling ketergantungan yang bersifat kontan dan tidak mungkin terpisahkan antara keduanya , menolak pemahaman yang menyatakan nisbat keduanya sebagai nisbat sababiyah . Karena nisbat sababiyah menunjukkan adanya satu fihak bertindak sebagai penyebab terciptanya yang lain , dan satu fihak yang lain bertindak sebagai akibat dari yang lain pula . Ini sangat mustahil pada diri Alloh . Yang termasuk sifat manawiyah ada 7 yaitu :

1.           Kaunuhu qoodiron [ keadaanya berkuasa ]

2.           Kaunuhu muridan [ keadaannya berkehendak ]

3.           Kaunuhu aliman [ keadaannya mengetahui ]

4.           Kaunuhu haayan [ keadaannya hidup ]

5.           Kaunuhu samian [ keadaannya mendengar ]

6.           Kaunuhu baasiran [ keadaanya melihat ]

7.           Kaunuhu mutakaaliman [ keadaannya berkata ]

II.   SIFAT-SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLOH

Sifat mustahil bagi Alloh adalah perlawanannya sifat wajib sehingga jumlahnyapun ada 20 yaitu :

1.    Adam

2.    Hudust

3.    Fana

4.    Mumatsalatuhu lil hawadisti

5.    Ihtiyaj

6.    Taaddud

7.    Karohah

8.    Ajzun

9.    Jahlun

10.  Mautun

11.  Somamun

12.  Ama

13.  Bukmun

14.  Kaunuhu karihan

15.  Kaunuhu Ajizan

16.  Kaunuhu jahilan

17.  Kaunuhu mayyitan

18.  Kaunuhu asommu

19.  Kaunuhu Ama

20.  Kaunuhu abkamu

Adapun dalil sifat mustahil Alloh yaitu dengan adanya dalil sifat wajib bagi Alloh.

III. SIFAT JAIZ BAGI ALLOH

Sifat jaiznya Alloh yaitu Filu kulli mumkinin au tarkuhu dengan pengertian bahwa dalam menciptakan sesuatu atau meniadakannya bagi Alloh tidak ada unsur wajib atau mustahil

Dalil sifat Jaiznya Alloh yaitu

IV.             SIFAT-SIFAT WAJIB BAGI ROSUL

Sifat wajib bagi Rosul dan dalilnya :

1.       Sidiq( jujur ) , para rosul itu punya sifat sidiq , seumpama dalam hal penyampaian wahyu Alloh pada makhluk para rosul punya sifst kidzbun ( goroh ) , maka wahyu Alloh itu pasti kidzbun dan itu tidak mungkin.

2.       Amanah ( dipercaya ) , seumpama para rosul itu khianat ( tidak dapat dipercaya ) dengan adanya beliau melakukan sesuatu yang diharamkan atau yang dimakruhkan dan kita diwajibkan mengikutinya dengan dasar ayat Alloh yang artinya ikutilah Muhammad niscaya kamu akan mendapat petunjuk akan tetapi tidak syah bagi kita untuk diperintah melakukan kemungkaran karena Alloh tidak memerintahkan kepada kita untuk melakukannya.

3.       Tabligh ( menyampaikan wahyu ) , seumpama para rosul itu kitman (tidak menyampaikan wahyu ) yang telah diperintahkan oleh Alloh untuk menyampaikannya pasti kita juga diperintah kitmanul ilmi akan tetapi kita dilarang melakukannya .

4.       Fatonah ( cerdas ) , seandainya para rosul itu baladah ( bodoh ) pasti tidak mampu memberi hujjah pada kaumnya dalam penyampaian risalahnya.

V SIFAT-SIFAT MUSTAHIL BAGI ROSUL

Sifat mustahil bagi rosul itu ada 4 yaitu : Kidzbun , Khianat , Kitman dan Baladah adapun dalilnya yaitu dengan adanya dalil bagi sifat wajib.

 

VI .SIFAT JAIZ BAGI ROSUL

Sifat jaiz bagi rosul yaitu Wuqungul arodz al-Basyariyah