Belum lama ini telah beredar sebuah buku karangan H.Mahrus Ali dengan judul “Mantan kyai NU menggugat Sholawat & Dzikir syirik” juga buku keduanya “Menggugat Tahlilan, Istighosah & Ziarah para wali”, Sengaja dengan judul “Mantan kyai NU”, Mahrus Ali berharap bukunya menjadi kontroversi dan mampu menggiring pembaca agar mengikuti faham wahabi yang dia taklidi.

Dalam bukunya, persoalan bid’ah menjadi titik simpul penggugatan yang dia lakukan, seperti Ibn Baz, Al Utsaimin dan Al Albani sebagai pemuka faham wahabi, Mahrus Ali menganggap bahwa semua bid’ah itu dholalah walaupun punya maksud dan tujuan khasanah kemudian dengan membabi buta membid’ahkan, mensyirikkan, mengkafirkan orang yang melakukan Tawasul, Istighosah, Ziarah kubur, Maulid Nabi, membaca Burdah, Sholawat nariyah, Hizb dan semua amaliah warga nahdliyin yang telah mendarah daging. Hal tersebut berbeda dengan pemahaman mayoritas ulama yang membagi bid’ah menjadi Risalah yang kami sajikan kali ini akan mengangkat satu persatu persoalan agar dapat memberikan sebuah pemahaman yang jelas.