Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

BAB  1

 

Shahabat-shahabat yang dirahmati oleh Alloh S.W.T, Alhamdulillah segala
puji tersanjung kehadirat Alloh S.W.T Sholawat dan salam selalu terlimpahkan
kepada sayyidina Muhammad S.A.W beserta keluarganya dan para shahabat,
sejumlah bilangan semua perkara yang diketahui Alloh. “Amma ba’du”.

 

Izinlah kami menulis buletin ini dengan suatu pegangan kitab, yang insya
Alloh   kami   ambil   dari   kitab “UQUUDU   LUJAIN   FII   BAYAANI

HUQUUQUZZAUJAINI”   Kami  sangat  berharap  memperoleh  pertolongan Alloh, keikhlasan, diterima dan ber manfa’at dalam segala hal yang berkaitan dengan  risalah  yang  kami  tulis  ini,  semata  karena  kemuliaan  sayyidina Muhammad S.A.W para istrinya anak cucunya dan golongan beliau.

Risalah ini kami hadiahkan kepada kedua orang tua kami, dengan harapan memperoleh   pengampuan   dari   Alloh,   dan   mudah-mudahan   derajatnya ditinggikan.  Sesungguhnya  Alloh  S.W.T  adalah  dzat  yang  maha  luas pengampunan Nya dan dzat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 

 

PASAL I

HAK-HAK   ISTRI   TERHADAP   SUAMI

 

Alloh S.W.T berfiman sebagaimana tersebut dalam Surat An-Nisaa ; Ayat 19: “WA ‘AASYIRUUHUNNA BILMA’RUUFI”

∃ρ èϑ9$/ δρ °$ãρ

Artinya : “ Dan pergauilah mereka (istri-istrimu) dengan baik “

 

Yang dimaksud adalah pergaulan secara adil. Baik dalam pembagian giliran (kalau kebetulan polygami), pemberian belanja dan berperangai baik dalam ucapan dan tindakan.

 

Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 228 diterangkan:

λ ≅WΒ "%!# κ =ã ∃ρ èRQ$/ 4Α$_ =9ρ κ =ã π_Š 3

 

Artinya : “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengankewajiban nya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai suatu tingkatan kelebihan daripada istrinya. ”

Diriwayatkan dari nabi S.A.W bahwa, saat beliau menunaikan haji wada’
belau bersabda : Setelah beliau memuji Alloh S.W.T dan menyanjung-Nya
serta memberi petuah pada kaum muslimin yang hadir,  Beliau melanjutkan
sabdanya:

“Ingatlah, berikanlah wasiat kepada para wanita secara baik, karena mereka
hanyalah sebagai tawanan dihadapanmu. Sesungguhnya kalian tidak memiliki
apapun dari mereka kecuali kebaikan. kecuali jika mereka itu (wanita) datang
dengan membawa perbuatan buruk yang jelas. Kalau wanita melakukan

 

 

1


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

perbuatan  tercela,  maka  berpisahlah  sebatas  tempat  tidur  dan  pukullah dengan pukulan yang tidak membahayakan.

 

Kalau  istrimu  mentaati  maka  kamu  jangan  mencari  alasan  lain  untuk
mengusiknya. Ingatlah sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istri dirimu.

 

Diantara  hak kalian  atas istri-istrimu  adalah melarang istrimu  menggelar tikarmu terhadap orang yang tidak kamu sukai dan tidak mengijinkan istriistrimu memasukkan orang yang tidak kamu sukai. Ingatlah, bahwa diantara hak-hak istrimu adalah memberi pakaian yang baik kepadanya dan demikian pula dalam hal makanannya. ”

 

 

BAB 2

 

Rasululloh S.A.W bersabda, Artinya: “ Hak istri atas suami adalah memberi
makan  kepadanya  jika  ia (suami)  makan,  memberi  pakaian  kepadanya

apabila  ia     (suami)  berpakaian,  dan  jangan  menampar  wajah,  jangan menjelek-jelekkan dan jangan membiarkan (memisahkannya) kecuali dalam hal tempat tidur. (riwayat Thamrani dari Muawiyah bin Haidah).

 

Rosulloh S.A.W bersabda:

“AYYUMAA   ROJULIN   TAZAWWAJA   IMROATAN       ‘ALAA   MAAQOLLA

MINALMAHRI   AU   KATSURO   LAISYA   FII   NAFSIHI   ANYUADDIYA
HAQQOHAA   KHODDA’AHAA   FAMAATA   WALAM   YUADDI   ILAIHAA
HAQQOHAA LAQIYALLOHA YAUMAL QIYAMATA WAHUWA ZAARIN”

Artinya:   “Siapapun orang laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan
maskawin yang hanya sedikit atau banyak, tetapi drinya berniat untuk tidak
memenuhi hak-hak istri (yakni bermaksud menipunya) lalu lelaki itu mati
hingga belum pernah memenuhi hak-hak istrinya, maka dihari kiamat kelak ia
akan menghadap Alloh S.W.T dengan menyandang predikat sebagai pezina.”

Rosulloh S.A.W bersabda : “INNA MIN AKMALIL MU’MINIINA IIMAANAN AHSANUHUM KHULUQON WAALTHOFUHUM BIAHLIHII. ”

 

Artinya:   ”Sesunguhnya  diantara  kesempurnaan  keimanan  orang  mukmin adalah mereka yang lebih bersikap kasih sayang (berlaku lemah lembut) terhadap istrinya. ” (riwayat Turmudzi dan Hakim dari Aisyah).

 

 

BAB 3

 

Rasulullah S.A.W bersabda: “KHOIRUKUM KHOIRUKUM LIAHLIHII WA ANA KHOIRUKUM LI AHLII. ”

Artinya : “ Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap  istri-istrinya.  Dan  aku  adalah  orang  yang  terbaik  diantaramu terhadap keluarga (istri-istri)ku. ” (Riwayat Ibnu Hibban).

 

 

 

2


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Dalam riwayat lainnya dikatakan :

 

Artinya : “ Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap istri-istrinya, dan aku adalah orang yang lebih bagus diantaramu terhadap istri-istriku. ”

 

Rasulullah S.A.W bersabda :

“MAN SHOBARO’ALA SUUI KHULUQI IMROATIHII A’THOOHU ALLAHU
MINAL  AJRI  MITSLAMAA  U’THIYA  AYYUUBU ‘ALAIHISSALAAMU’ALA

BALAA   IHI   WA   MAN   SHOBAROT         ‘ALASUI   KHULUQI   ZAUJIHAA

A’THOOHALLAHU MINAL AJRI MITSLATS.A.WAA BI AASIYATA IMROATA FIR’AUNA. ”

Artinya : “ Barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan istrinya maka
Allah S.W.T akan memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah
diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang diterimanya.

Dan barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan suaminya maka Allah S.W.T memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan kepada Asiyah istri Fir’aun. ”

Perlu diketahui bahwa cobaan yang diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS adalah terdiri dari empat macam cobaan.

Meliputi cobaan atas kebangkrutan (pailit) kekayaannya, kematian semua anak-anaknya, kerusakan pada tubuhnya dan diasingkan oleh masyarakat kecuali hanya istrinya saja yang setia menemani.

Kehancuran harta kekayaan Nabi Ayyub AS terdiri dari unta, sapi, kambing,
gajah, khimar (keledai). Kekayaan lain milik  Beliau adalah 500 hektar tanah
persawahan,   semuanya   digarap   oleh 500   orang,   pada   setiap   orang

mempunyai anak istri. Pengikut Beliau terdiri dari 3 golongan semua telah beriman dan masih berusia muda.

 

Iblis yang diberikan kekuasaan oleh Allah S.W.T dapat turun naik dari bumi ke
langit sewaktu dikehendaki, mempunyai maksud naik ke langit. Tiba-tiba Iblis
mendengar para malaikat membaca Sholawat atas Nabi Ayyub AS. Saat itu
juga timbullah rasa Hasud di dalam hatinya. Ia berkata memohon kepada
Allah S.W.T :

“ WAHAI TUHAN, SEKARANG INI AKU MEMANG TELAH MENYAKSIKAN
SENDIRI  HAMBA-MU  AYYUB  SANGAT  RAJIN  BERSYUKUR  SERAYA
MEMUJI  KEPADA-MU.  TETAPI  KALAU  ENGKAU  MEMBERI  COBAAN
KEPADAKU TENTU DIA TIDAK AKAN BERSYUKUR DAN TIDAK PULA
MENTAATINYA.

 

Allah S.W.T berfirman kepada Iblis :

“BAIK,    SILAKAN    KAMU    MERANGKAP.    SEKARANG    AKU    BERI KEKUASAAN KEPADAMU UNTUK MENCOBA AYYUB AS MELALUI HARTA KEKAYAANNYA. ”

 

 

 

3


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Iblis berangkat. Ia mengumpulkan semua anak buah terdiri dari syaitan dan jin ia katakan kepada mereka: “ SEKARANG AKU TELAH DIBERI WEWENANG UNTUK MENCOBA AYYUB AS MELALUI HARTANYA. ”

Lebih lanjut iblis berkata lagi :

   IFRIT,   SEKARANG    KAU   KUBERI   TUGAS   MEMBAKAR   TEMPAT PENGGEMBALAAN  UNTA-UNTA  MILIK  AYYUB  AS  DAN  SEKALIGUS MEMBUNUH SEMUA UNTA-UNTA ITU. LAKSANAKAN  !”

 

Iblis  datang  menjumpai  Ayyub  AS,  saat mana  ketika  itu  Beliau  sedang

melaksanakan    sholat.           Iblis       berkata       kepadanya:              TEMPAT

PENGGEMBALAAN UNTA-UNTAMU TERBAKAR, DAN SELURUH UNTA MILIKMU IKUT TERBAKAR PULA. ”

Apa kata Nabi Ayyub AS: “ ALKHAMDULILLAH. ALLAH S.W.T SENDIRI YANG MEMBERIKAN KEKAYAAN ITU  KEPADAKU DAN HANYA DIA SAJA YANG BERHAK MENGAMBIL KEMBALI. ”

Iblis tidak berhenti sampai disitu. Ia meningkat lagi pada kekayaan yang lain.
Ia   hancurkan   semua   kambing   milik   Nabi   Ayyub   As,   berikut   tempat
penggembalaannya. Ia datang ke Nabi Ayyub As seraya memberitahukan
peristiwa itu.

“ANGIN  PANAS  TELAH  MENGHANCURKAN  KEBUNNYA,  TIDAK  ADA YAMG TERSISA SEDIKITPUN, ” kata iblis sehabis merusak semua kebun milik Nabi Ayyub AS. Apa kata Nabi Ayyub As. “ ALKHAMDULILLAH ...” kemudian Beliau memuji Allah S.W.T dan menyanjung-Nya. ”

 

 

BAB 4

 

Usaha iblis belum berhenti sampai disitu. Ia kembali menghadap Allah S.W.T seraya memohon agar diberi kekuasaan untuk mencoba Nabi Ayyub AS melalui anak-anaknya.

Allah berkata:”Silakan, pergilah. Aku memberi kekuasaan penuh kepadamu untuk mencoba Ayyub melalui anak-anaknya. ”

Iblis berangkat. Yang dituju adalah gedung tempat anak-anak Nabi Ayyub As berlindung di bawahnya. Gedung itu diguncang lalu hancur menindih habis anak-anak Nabi Ayyub As, semuanya mati. Iblis lalu memberi Nabi Ayyub As tentang bencana yang menimpa anak-anaknya.

Apa reaksi Beliau?. Nabi Ayyub AS malah beristighfar memohon ampun kepada Allah S.W.T.

Usaha iblis tetap tidak menghasilkan apapun untuk merubah ketaatan Nabi
Ayyub As. Beliau tetap taat kepada Allah S.W.T dan bersyukur kepada-Nya.
Iblis   kembali   menghadap   Allah   S.W.T   seraya   memohon   agar   diberi
kekuasaan untuk menguji nya.  Allah berkata kepadanya: “ SILAKAN. AKU

 

 

4


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

BERI KEKUASAAN KEPADAMU UNTUK MENGUJI MELALUI TUBUH LISAN DAN AKALNYA. TETAPI BUKAN HATINYA. ”

 

Iblis segera berangkat untuk menggoda Nabi Ayyub As. Sampai ketempat yang dituju ternyata Beliau sedang bersujud. Iblis datang dari arah kepala Beliau, lalu meniup kedua lubang hidungnya dengan sekali tiup. Seketika itu badan Nabi Ayyub As serasa gatal-gatal.

 

Makin lama terasa semakin gatal. Nabi Ayyub As menggaruk-garuk bagianbagian tubuh yang gatal dengan ujung-ujung jemarinya.  Tetapi belum juga hilang gatal-gatal itu.

Nabi Ayyub As mencoba menggaruk-garuknya dengan kain kasar. Belum juga hilang gatal-gatal itu. Lalu menggunakan kerewang (pecahan genting) dan batu.  Beliau tidak henti-hentinya menggaruk badannya hingga melepuh, sehingga bernanah dan berbau busuk. Masyarakat sekitarnya menganggap berbahaya terhadap penyakit yang sedang dialami Nabi Ayyub As. Mereka sepakat mengasingkan Beliau ke luar daerah. Beliau terusir ke tempat yang kotor. Mereka membuatkan untuk Beliau sebuah gubuk yang hanya ditemani istrinya yang bernama Rahmah.

Meskipun demikian istri beliau, Rahmah, selalu setia melayaninya. Ia berbuat
baik  sekali  kepadanya.  Ia  perlakukan  suaminya  penuh  kasih  sayang.
Kebutuhan-kebutuhan makan dan minumnya selalu diperhatikan. Kaum Nabi
Ayyub As yang mendeportasi dirinya terdiri dari tiga golongan. Namun begitu
semuanya masih tetap dalam keimanan semula. Mereka tidak meninggalkan
agamanya.

Dalam kisah lain diriwayatkan bahwa, ada seseorang bermaksud menghadap
Umar  Bin  Khattab  hendak  mengadukan  perihal  perangai  buruk  istrinya.
Sampai ke rumah yang dituju orang itu menanti Umar Ra di depan pintu. Saat
itu ia mendengar istri Umar mengomeli dirinya, sementara Umar sendiri hanya
berdiam diri saja tanpa bereaksi. Orang itu bermaksud balik kembali sambil
melangkahkan   kaki   seraya   bergumam:”KALAU   KEADAAN   AMIRUL
MUKMININ SAJA BEGITU, BAGAIMANA HALNYA DENGAN DIRIKU. ”

 

Bersamaan itu Umar keluar, ketika melihat orang itu hendak kembali. Umar
memanggilnya, katanya : ”ADA KEPERLUAN PENTING ?”. Ia menjawab : ”
AMIRUL   MUKMININ,   KEDATANGANKU   INI   SEBENARNYA   HENDAK
MENGADUKAN  PERIHAL  ISTRIKU  LANTARAN  SUKA  MEMARAHIKU.
TETAPI   BEGITU   AKU   MENDENGAR   ISTRIMU   SENDIRI   BERBUAT
SERUPA,   MAKA   AKU   BERMAKSUD   KEMBALI.   DALAM   HATI   AKU
BERKATA:KALAU  KEDAAN  AMIRUL  MUKMININ  SAJA  DIPERLAKUKAN
ISTRINYA SEPERTI ITU, BAGAIMANA HALNYA DENGAN DIRIKU. ”

 

Umar   berkata   kepadanya:”SAUDARA,   SESUNGGUHNYA   AKU   RELA
MENANGGUNG  PERLAKUAN  SEPERTI  ITU  DARI  ISTRIKU  KARENA
ADANYA BEBERAPA HAK YANG ADA PADANYA.  ISTRIKU BERTINDAK
SEBAGAI JURU MASAK MAKANANKU. IA SELALU MEMBUATKAN ROTI
UNTUKKU.   IA   SELALU   MENCUCIKAN   PAKAIAN-PAKAIANKU.   IA

 

 

5


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

MENYUSUI    ANAK-ANAKKU,    PADAHAL    SEMUA    ITU    BUKAN KEWAJIBANNYA. AKU CUKUP TENTRAM TIDAK MELAKUKAN PERKARA HARAM   LANTARAN   PELAYANAN   ISTRIKU.   KARENA   ITU   AKU MENERIMANYA SEKALIPUN DIMARAHI. ”

Kata orang itu : ”AMIRUL MUKMININ, DEMIKIAN PULAKAH TERHADAP
ISTRIKU?”.  Jawab Umar : ”YA, TERIMALAH MARAHNYA. KARENA YANG
DILAKUKAN ISTRIMU TIDAK AKAN LAMA, HANYA SEBENTAR SAJA. ”

Tentang kisah Asiyah  lengkapnya begini; ketika Nabi Musa As mengalahkan
para tukang sihir Fir’aun, keimanan Asiyah semakin mantap. Keimananya
kepada Allah itu sendiri itu sebenarnya sudah lama tertanam didalam hatinya,
dan ia tidak  menyatakan Fir’aun (suaminya) sebagai Tuhan. Begitu Fir’aun
semakin jelas mengetahui keimanan istrinya, maka ia menjatuhkan hukuman
kepadanya.

Kedua tangan dan kakinya diikat. Asiyah ditelentangkan diatas tanah yang
panas, wajahnya dihadapkan kesinar matahari. Manakala para penyiksanya
kembali, malaikat menutup sinar matahari sehingga siksaan itu tidak terasa.
Belum  cukup  siksaan  itu  dilakukan  Fir’aun,  ia  kembali  memerintahkan
algojonya supaya menjatuhkan sebongkah batu besar kedada Asiyah.

Manakala Asiyah melihat batu besar itu hendak dijatuhkan padanya, beliau berdoa kepada Allah S.W.T:”ROBBI IBNILII ‘INDAKA BAITAN FIL JANNAH. ” Artinya :” Wahai Allah S.W.T, Tuhanku, bangunkanlah untukku disisi-Mu sebuah gedung di Syurga, (Q. S. At Tahrim, ayat 11).

Segera Allah memperlihatkan sebuah bangunan gedung  di syurga yang terbuat dari marmer berwarna mengkilat. Asiyah sangat bergembira, lalu ruhnya  keluar  menyusul  kemudian  barulah  sebongkah  batu  besar  itu dijatuhkan pada tubuhnya sehingga beliau tidak merasakan sakit, karena jasadnya sudah tidak mempunyai nyawa.

Syeikh habib Abdullah Al Haddad mengatakan, seseorang yang sempurna adalah orang yang mempermudah hak-haknya, tetapi tidak mempermudah (meremehkan)  hak-hak  Allah.  Sebaliknya  orang  yang  kurang  sempurna adalah orang yang diketahui berlaku sebaliknya.

 

BAB 5

K  I  S  A  H

Ada seorang salih, ia mempunyai saudara (kawan) yang salih pula. Setiap tahun ia berkunjung kepadanya. Suatu hari ia mengunjunginya lagi, sampai ke rumah yang dituju pintunya masih tertutup. Ia ketuk pintu rumah itu. Dari dalam terdengar suara wanita: “SIAPA ITU?” Orang yang salih menjawab: “AKU, SAUDARA SUAMIMU. AKU DATANG UNTUK MENGUNJUNGINYA, HANYA KARENA ALLAH SEMATA. ”

“DIA   SEDANG   KELUAR   MENCARI   KAYU   BAKAR,   BALAS   ISTRI SAHABATNYA. MUDAH-MUDAHAN IA TIDAK KEMBALI. ”

 

 

6


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Lanjutnya sambil terus bergumam memaki-maki suaminya.

Ketika mereka sedang terlibat perbincangan, tiba-tiba orang yang salih itu datang sambil menuntun seekor harimau yang sedang membawa seikat kayu bakar. Begitu melihat saudaranya datang mengunjunginya, ia menghambur kepadanya seraya bersalam.

 

Kayu bakar itu lalu diturunkan dari punggung harimau tersebut. Katanya kemudian: “SEKARANG  PERGILAH  KAMU,  MUDAH-MUDAHAN  ALLAH MEMBERKAHIMU. ”

 

Orang  yang  salih  itu     (yakni  yang  empunya  rumah)  lalu  mempersilakan

saudaranya  masuk.  Sementara  isterinya  masih  bergunam  memaki-maki
dirinya. Namun sebegitu jauh ia hanya berdiam, tanpa menunjukkan reaksi
kebencian. Setelah terlibat perbincangan beberapa saat lamanya, hidangan
keluar disuguhkan.  Dilanjutkan berbincang-bincang hingga beberapa saat.

Setelah itu saudaranya berpamitan dengan menyimpan kekaguman yang
sangat berkesan. Ia sangat kagum sebab saudaranya sanggup menekan
kesabarannya menghadap isteri yang begitu cerewet dan berlidah panjang.

Tahun berikutnya ia berkunjung lagi. Sampai di depan pintu ia mencoba mengetuknya. Isterinya keluar dan menyapa: “TUAN SIAPA?”
“AKU ADALAH SAUDARA SUAMIMU, BALASNYA. KEDATANGANKU INI SEMATA UNTUK MENGUNJUNGINYA. ”

 

“OH,   SELAMAT   DATANG,   TUAN,         kata   isteri   saudaranya   seraya

mempersilahkan masuk penuh keramahan. Tidak begitu lama saudara salih
yang ditunggunya tiba juga sambil memanggul seikat kayu bakar. Mereka
segera terlibat perbincangan sambil menikmati hidangan yang disuguhkan.

Setelah semuanya dirasa cukup, dan ketika ia hendak kembali, ia sempatkan
bertanya tentang beberapa hal. Bagaimana dahulu ia dapat menundukkan
seekor  harimau  dan  mau  diperintah  membawakan  kayu  bakar.  Sedang
sekarang  ini  ia  hanya  datang  sendirian  sambil  memanggul  kayu  bakar.
“KENAPA     BISA     BEGITU?”     tanya     saudaranya. Saudaranya

menjawab:”KETAHUILAH   SAUDARAKU,   ISTERIKU   YANG   DAHULU
BERLIDAH PANJANG ITU SUDAH MENINGGAL. SEDAPAT MUNGKIN AKU
BERUSAHA   BERSABAR   ATAS   PERANGAI   BURUKNYA.   SEHINGGA
ALLAH   MEMBERI   KEMUDAHAN   DIRIKU   UNTUK   MENUNDUKKAN
SEEKOR  HARIMAU,  SEBAGAIMANA  PERNAH  KAU  LIHAT  SENDIRI
SAMBIL MEMBAWA KAYU BAKAR ITU. SEMUANYA TERJADI LANTARAN
KESABARANKU   PADANYA.   LALU   AKU   MENIKAH   LAGI   DENGAN
PEREMPUAN   YANG   SHALIHAH   INI.   AKU   SANGAT   GEMBIRA
MENDAPATKANNYA.   MAKA   HARIMAU   ITUPUN   DIJADIKAN   JAUH
DARIKU, KARENA ITU AKU MEMANGGUL SENDIRI KAYU BAKAR ITU,
LANTARAN KEGEMBIRAANKU TERHADAP ISTERIKU YANG SHALIIHAH
INI. ”

 

 

 

 

 

7


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

PERHATIAN

Seorang suami diperbolehkan memukul isterinya jika tidak mengindahkan
perintahnya berhias, padahal ia menghendaki. Atau lantaran menolak diajak
tidur bersama. Diperbolehkan pula seorang suami memukul isterinya lantaran
keluar rumah tanpa memperoleh izinnya. Atau karena isterinya itu memukul
anak kecil yang sedang rewel. Atau karena mencaci maki orang lain, atau
karena menyobek pakaian suaminya, menjambak jenggotnya, atau berkata
kepada suaminya: “HAI KAMBING, HAI KELEDAI HAI ORANG TOLOL, DLL.
   sekalipun   pencaciannya  itu   didahului   oleh  sikap   suami   yang   telah
mencacinya.

 

Demikian  pula  seorang  suami  diperbolehkan  memukul  isterinya  lantaran
isterinya sengaja memamerkan wajahnya kepada lelaki lain. Atau karena
asyik   berbincang-bincang   dengan   lelaki   lain.   Atau   sekalipun   ia   ikut
mendengarkan pembicaraan suaminya bersama lelaki lain, dengan maksud
dapat mencuri pendengaran dari suara lelaki itu. Atau karena memberikan
sesuatu dari rumah suaminya berupa barang yang tidak biasanya diberikan
kepada orang lain. Atau  karena menolak menjalin kekeluargaan dengan
saudara suaminya.

Begitu pula suami dibenarkan memukul isterinya karena meninggalkan shalat, setelah terlebih dulu diperintah tetapi menolak mengerjakannya. Pendapat inilah  yang lebih kuat.

 

 

WASIAT  DAN   PENGAJARAN   SUAMI

 

Ketahuilah   bahwa,   setiap   suami   hendaknya   pandai-pandai   memberi pengajaran atau wasiat-wasiat kebajikan kepada isterinya. Rasulullah S.A.W mengingatkan :

“ROHIMALLAHU  ROJULAN  QOOLA  YAA  AHLAAHU  SHOLAA  TAKUM
SHIYAA   MAKUM   DZAKAA   TAKUM   MISKIINAKUM   YATIIMAKUM
JIIROONAKUM LA’ALLAKUM MA’AHUM FIL JANNATI. ” Artinya: “Mudah-
mudahan Allah merahmati seorang suami yang mengingatkan isterinya, ‘HAI
ISTRIKU,  JAGALAH  SHALATMU,  PUASAMU,  ZAKATMU.  KASIHANILAH
ORANG-ORANG MISKIN DI ANTARAMU, PARA TETANGGAMU. MUDAH-
MUDAHAN  ALLAH  MENGUMPULKAN  KAMU  BERSAMA  MEREKA  DI
SURGA’. ”

Hendaknya seorang suami selalu memperhatikan nafkahnya sesuai dengan kesanggupannya. Hendaknya suami selalu bersabar jika menerima cercaan isterinya,  atau  perlakuan-perlakuan  tidak baik  lainnya.  Hendaknya  suami mengasihani isterinya, yaitu dengan bentuk memberi pendidikan secara baik, kendati ia seorang terpelajar. Sebab kaum wanita bagaimanapun diciptakan dalam keadaan serba kurang akal dan tipis beragama (kecuali hanya sedikit saja yang mempunyai akal panjang dan beragama kuat).  Tersebut dalam hadits: “LAU LAA ANNALLAHA SATAROL MAR ATA BIL HAYAA ILAKAA NATS LAA TUSAA WII KAFFAN MIN TUROOBIN. ”

 

 

 

 

8


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Artinya: “Kalaulah bukan karena Allah membuatkan penutup rasa malu bagi
kaum wanita, niscaya harganya tidka dapat menyamai segenggam debu. (al-
hadits).

Hendaknya seorang suami selalu menuntun isterinya pada jalan-jalan yang
baik. Memberi pendidikan kepadanya berupa pengetahuan agama (Islam),
meliputi  hukum-hukum  bersuci (Thaharah)  dari  hadats  besar.  Misalnya

tentang haid dan nifas. Seorang isteri harus diberi pengetahuan tentang persoalan  yang  sangat  penting  itu.  Sebab  bagaimanapun  masalah  itu berhubungan erat dengan waktu-waktu shalat.

Demikian pula memberikan pengajaran terhadap masalah ibadah. Meliputi ibadan fardhu (wajib) dan sunnahnya. Pengetahuan tentang shalat, zakat, puasa dan haji.

Jika  seorang  suami  telah  memberi  pendidikan  tentang  persoalan  pokok
tersebut, maka isteri tidak dibenarkan keluar rumah untuk bertanya kepada
ulama. Tetapi kalau pengetahuan yang dimiliki suami tidak memadai, sebagai
gantinya maka ia sendiri yang harus siap untuk selalu bertanya kepada ulama
(orang yang mengerti ilmu agama). Artinya, isteri tetap tidak diperkenankan
keluar rumah. Namun, kalau suami tidak mempunyai untuk bertanya, maka
isteri dibenarkan keluar rumah untuk bertanya  tentang persoalan agama
yang dibutuhkan. Hal itu malah menjadi kewajibannya, dan bahkan kalau
suaminya melarang keluar  berarti telah melakukan kamaksiatan (dosa).

Tetapi isteri harus meminta izinnya lebih dulu jika sewaktu-waktu hendak
belajar  mengenai  ilmu-ilmu  tersebut.  Isteri  harus  memperoleh  keridhaan
suaminya.

 

 

BAB 6

KEHARUSAN   MEMELIHARA   DIRI   DAN   KELUARGA

 

Tersebut dalam firman Alloh Surat Al Tahrim ayat 6:

# /3‹=δ&ρ /3¡ Ρ& #θ% #θΖΒ# %!# $κ‰'≈ƒ

 

“YAA AYYUHAL LADZI AAMANUU QUUU ANFUSAKUM WA AHLIIKUM NAAROON”

Artinya: Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu keluargamu dari api
neraka.

 

Dalam menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Abas Ra mengatakan, ”Berikanlah pengertian kepada mereka dan didiklah mereka “ yakni tentang syariah Islam dan akhlak-akhlak yg baik.

 

Tersebut dalam riwayat dijelaskan :

“INNA   ASYADDANNAASI     ‘ADZAABAYYAU   MAL   QIYAA   MATI   MAN

JAHHALA AHLAHU”

 

9


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Artinya   : Sesungguhnya di antara manusia yang paling keras menerima siksaan kelak  di hari kiamat adalah orang  yang memperbodoh keluarganya, (yang sengaja membentuk keluarganya menjadi bodoh). (al-hadits)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Ra dari Nabi S.A.W, bahwa beliau
bersabda yang artinya : “Setiap kamu sekalian adalah penggembala dan
kelak akan ditanya tentang penggembalaannya. Imam adalah penggembala
dan kelak dimintai tanggung jawab atas penggembalaan (kepemimpinan)nya.

Suami adalah pemimpin keluarganya dan kelak dimintai pertanggung jawaban
tentang kepemimpinan (rumah tangganya). Isteri adalah pengatur di rumah
suaminya, kelak akan diminta pertanggungjawaban tentang pengaturannya
(di  rumah  suaminya).  Pembantu  adalah  pelaksana  dalam  menjalankan
pertanggungjawaban tentang pelaksanaannya. Anak lelaki adalah penjaga
harta kekayaan orangtuanya dan kelak akan diminta pertanggungjawaban
tentang penjagaannya. Jadi kalian semua adalah  penggembala dan kelak
kalian akan diminta pertanggungjawaban atas penggembalaannya. (riwayat

Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

 

Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya:”Takutlah kepada Allah, takutlah
kepada  Allah  dalam  urusan  wanita,  karena  mereka  adalah  merupakan
amanat bagimu.  Barangsiapa tidak menyuruh isterinya menunaikan shalat
dan tidak mengajarinya, berarti telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.
(al-hadits).

Di  antara  akhir  kata-kata  yang  dipesankan  oleh  Rasulullah S.A.W  yang
diulang tiga kali hingga lisannya terasa sulit berkata dan sangat berat, adalah:
“Peliharalah shalat, peliharalah shalat (mu) dan apa saja yang ada pada

kekuasaanmu. Janganlah kamu membebani mereka dengan perkara yang
mereka  tidak  mampu  menanggungnya.  Takutlah  kepada  Allah,  takutlah
kepada Allah dalam urusan isteri-isterimu, sesungguhnya mereka adalah
tawanan yang ada dalam kekuasaanmu.  Kamu mengambil mereka dengan
amanat Allah, dan kamu mengambil kehalalan farji mereka dengan firman-
firman Allah. (al-hadits).

 

Firman Allah dalam surat Thaaha ayat 132 :

οθ=Á9$/ 7=δ&  Β&ρ

WA MUR AHLAKA BISHOLATI” yang artinya: “dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat.

Diriwayatkan dari Nabi S.A.W bahwa beliau bersabda, yang artinya: “tidak ada dosa yang lebih besar yang kelak di hari kiamat dibawa seseorang menghadap  kepada  Allah,  daripada  orang  yang  membuat  keluarganya menjadi bodoh. ”

 

Rasulullah  S.A.W  bersabda,  yang  artinya:        “Pertama  kalli  perkara  yang

dipertanggungjawabkan kepada seseorang di hari kiamat adalah keluarganya
(yakni isteri) dan anak-anaknya. Mereka berkata, wahai Tuhan kami, ambillah
hak-hak kami (tanggung jawab) kami dari orang ini, karena sesungguhnya dia

 

10


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

tidak mengajarkan kepada kami tentang urusan agama kami. Ia memberi
makan kepada kami berupa makanan dari hasil yang haram, dan kami tidak
mengetahui. Maka orang itu dihantam (disiksa) lantaran mencari barang yang
haram, sehingga terkelupas dagingnya, kemudian dibawa ke neraka. (al-
hadits).

 

 

BAB 7

PASAL 2

HAK-HAK   SUAMI   ATAS   ISTERI

 

Firman Allah dalam surat An-Nisaa’ Ayat 34 :

Β #θ)x Ρ& $ϑ Ùè/ ?ã ΟγÒè/ !# Òù $ϑ/ $¡Ψ9# ?ã χθΒ≡θ% Α%` 9#

 

β θù$ƒB                               L≈9#ρ 4 !# á m   $ϑ/   =‹ó=9 M≈à                  ≈m  M≈GΖ≈% M≈s=≈Á9$ù    4     Νγ9≡θΒ&

ξù Ν6ΖèÛ& β*ù ( δθ/ Ñ ì_$Òϑ9# û δρ fδ#ρ ∅δθàèù ∅δ—θ±Σ
                                                                                
ξ‹6™ κ =ã #θó7?

 

Artinya :”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah
telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)
dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta meraka. Sebab itu
maka wanita yang sholihah adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara
diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara(mereka).
Wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya(kemaluannya), maka nasihatilah
mereka  dan  pisahkanlah  mereka  ditempat  tidur  dan  pukullah  mereka.
Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan
untuk menyusahkannya. ”

 

Rasululloh S.A.W bersabda: Artinya :” Sebaik-baik Wanita             (Isteri) adalah

seorang wanita yang apabila kamu pandang menyenangkan dirimu, kalau
kamu perintah mentaatimu, kalau kamu pergi ia menjaga harta dan dirimu.

 

Rasululloh S.A.W bersabda :

“Barang  siapa  bersabar  terhadap  perangai  isterinya,  maka  Allah  akan
memberikan pahala kepadanya seperti pahala yang diberikan padaa Nabi
Ayyub As. Barang siapa bersabar (yakni Isteri) terhadap perangai suaminya,
maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala yang diberikan Allah
pada orang yang gugur dalam membela agama Allah. Barang siapa (isteri)
menganiaya suaminya dan memberi beban pekerjaan yang tidak pantas
menjadi  bebannya (yakni  suami)  dan  menyakitkan  hatinya,  maka  para

Malaikat juru pemberi Rahmat (Malaikat Rahmat) dan Malaikat juru siksa
(malaikat  azab)  melaknatinya (yakni  isteri).  Barang  siapa (isteri)  yang

bersabar terhadap perbuatan suaminya yang menyakitkan, maka Allah akan memberinya seperti pahala yang diberikan Allah pada Asiyah dan Maryam Binti Imran. (Al-hadts).

 

 

11


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

BAB 8

Rasululloh   S.A.W   bersabda          :     “AYYUMAA   IMROATIN   MAA   TAT

WAZAUJUHAA ‘ANHAA ROODHIN DAKHOLATILJANNATA”

Artinya:   ”Siapa  saja kaum  wanita      (istri)  yang  mati  sedangkan  suaminya

meridhoinya, maka kelak ia masuk surga. ” (Diriwayatkan Tirmizdi Ibnu Majah,

Hakim dari Ummu Salamah).

Rasululloh S.A.W bersabda : “IDZAA SHOLLATILMARATIU KHOMSAHAA
WASHOOMAT   SYAHROHAA   WAFIDHOT   FARJAHAA   WA   ATHOO’AT

ZAUJAHAA            QIILA            LAHAA            UDHULULJANNATA            MIN

AYYIABWAABILJANNATISYI, TI. ”

 

Artinya: “Apabila seorang Isteri menunaikan shalat lima waktunya, berpuasa dibulannya, pandai-pandai memelihara kemaluannya dan mentaati suaminya, kelak akan dikatakan kepadanya:”Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. ”(Diriwayatkan oleh Ahma)

Tersebut dalam suatu riwayat ada seorang perempuan datang menghadap
Nabi S.A.W seraya berkata : “Wahai Rasululloh, aku ini utusan dari kaum
wanita yang diminta menghadapmu.  Yaitu menanyakan masalah jihad yang
hanya  diwajibkan  Alloh  kepada  kaum  laki-laki.  Kalau  merreka  terluka
mendapatkan pahala. Kalau mereka terbunuh, mereka bahkan sebagi orang-
orang yang hidup disisi Tuhannya seraya memperoleh rizki. sedangkan kami
dari  golongan  Wanita  ini  selalu  setia  mengikuti  dan  membantu  mereka
menyediakan   kebutuhan-kebutuhan   yang   diperlukan.   Namun   demikian
kenapa kami tidak memperoleh pahala berjihad seperti yang diberikan pada
mereka  Rosulloh  S.A.W  Bersabda:”SAMPAIKAN  KEPADA  SIAPA  SAJA
KAUM WANITA YANG KAMU JUMPAI BAHWA, MENTATI SUAMI DENGAN
MENGAKUI HA-HAKNYA SESENGGUHNYA TELAH MENYAMAI DENGAN
PAHALA    BERJIHAD.    TETAPI    SEDIKIT    SEKALI    DIANTARAMU
MELAKSANAKAN. ” (Diriwayatkan oleh Al Bazzar da Thabrani).

 

 

 

BAB 9

 

Dalam Firman Allah S.W.T Surat An-Nisa’ ayat ke 32 :

¡G.#    $ÿΕ =ŠÁΡ $¡Ψ=9ρ (#θ6¡K2# $ϑΒ =ŠÁΡ Α%` =9 4

 

 

“LIRRIJAALI NASHIIBUN MIMMAA IHTASABUU WALINNISAAI NASHIIBUN MIMMAA IKTASABNA”

Artinya:”Bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan
bagi mereka wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan. ”
Yang dimaksud adalah pahala yang diberikan Allah S.W.T kepada kaum lelaki
karena menunaikan jihad. Sedangkan pahala yang diberikan Allah S.W.T
kepada kaum wanita adalah lantaran mereka memelihara kemaluannya dan

 

 

12


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

mentaati Allah S.W.T serta mentaati suaminya. Pahala kaum lelaki dan wanita
di akhirat kelak kedudukannya sama. Yang demikian karena, perbuatan baik
itu dilipatgandakan pahalanya hingga sepuluh kali lipat. Baik hal itu berlaku
bagi kaum lelaki maupun wanita.  keutamaan kaum lelaki atas kaum wanita
hanyalah sebatas masa di dunia. Demikian menurut penafsiran Asy Syarbini
didalam Tafsirnya.

 

Iman Ali RA mengatakan:”Seburuk-buruk sifat kaum lelaki namun sebaik-baik
sifat sifat kaum wanita , penakut. Sebab kaum wanita (Isteri) itu bakhil maka
akan dapat memelihara hartanya dsn hartanya dan suami saja, kalau  isteri
(wanita) itu merasa besar maka perasaan besarnya itu akan mencegah diri
nya banyak bicara kepada setiap orang dengan gaya bicara yang lunak, yang
memungkinkan mengundang perhatian. kalau wanita itu penakut dari segala
sesuatu maka ia tidak akan keluar rumah dan merasa takut ketempat-tempat
yang dapat mengundang dugaan lantaran takut kepada Suaminya.  Nabi

Dawud As mengatakan :”Isteri yang berakhlak buruk bagi seorang suami,
kalau dimisalkan adalah bagaikan orangtua renta yang memikul beban berat.
Sedang isteri yang sholihah bagi seorang suami bagaikan mahkota yang
dilapisi emas. Manakala suami memandangnya,maka membuat ketenangan. ”

 

 

KEDUDUKAN   KAUM   ISTERI

 

Hendaknya    suami    memberi    pengertian    kepada    isterinya    bahwa, sesungguhnya  keberadaan  isterinya  tidak  lebih  bagaikan  hamba  sahaya (budak) dimata tuannya.  Atau bagaikan tawanan yang tidak berdaya karena itu   isteri   tidak   berhak   mempergunakan   harta-harta   suaminya   kecuali memperoleh izinnya.

Bahkan menurut pendapat mayoritas Ulama bahwa, seorang isteri tidak boleh
mempergunakan hartanya juga sekalipun harta itu mutlak miliknya sendiri,
kecuali telah mendapat restu suami. Sebab kedudukan Isteri itu seperti orang
yang  menanggung  hutang  banyak  yang  harus  membatasi  penggunaan
hartanya.

 

Selain itu telah kewajiban bagi kaum isteri supaya memiliki sikap pemalu
terhadap suaminya sepanjang waktu. Tidak banyak membantah perkataan
suami. Merendahkan pandangannya di hadapan suami. Mentaati perintah-
perintahnya, dan siap mendengarkan kata-kata yang diucapkan suaminya.
Menyongsong kedatangan suami dan mengantarkannya ketika hendak keluar
rumah.   Menampakkan   rasa   cinta   dan   bergembira   dihadapannya.
Menyerahkan dirinya secara penuh di sisi suaminya ketika di tempat tidur.

 

Termasuk perkara penting yang perlu mendapat perhatian kaum isteri adalah, hendaknya selalu memperhatikan kebersihan mulutnya, baik dengan cara di gosok dalam berbagai waktu, menggunakan misik atau wewangian lain. Mem bersihkan pakaian, selalu bersolek di hadapan suami sebaliknya tidak berhias jika suami sedang pergi.

 

 

 

13


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Al  Ashmu’i  menceritakan  pengalamannya  ketika  berjalan-jalan  di  suatu dusun.  Katanya, suatu hari aku melihat seorang wanita di suatu desa. Ia berpakaian merah menyala, semua semua kukunya dikenakan pacar dan tangannya menggenggam tasbih. Al Ashmu’i bergumam : Alangkah indahnya wanita itu, hampir tidak ada ke keindahan yang melebihinya.

 

Setelah mengetahui sapaanku, ia bersair : Demi Allah sesungguhnya aku
mempunyai  seorang  kawan  yang  akrab  yang  tidak  dapat  kutinggalkan
sewaktu-waktu aku bercengkerama bersama dirimu Al Ashmu’i melanjutkan,
sekarang aku tahu bahwa, wanita itu ternyata seorang isteri yang solehah. Ia
mempunyai suami dimana ia selalu berhias untuk menyenangkan dirinya.

Selanjutnya, seorang isteri hendaknya menjauhkan diri dari sikap berkhianat terhadap suami. Baik berkhianat ketika ditinggal suami, saat di tempat tidur atau berkhianat pada hartanya.

“LAA YAHILLU LAHAA AN TUTH’IMA MIN BAITIHI ILLAA BIIDZNIHI ILLAA
ARROTHBA MINATHTHO’AAMI ALLADZII YAKHOOPU FASAADUHU FAIN
ATH’AMAT ‘AN  RIDHOOHU  KAANA  LAHAA   MITSLA  AJRIHI  WAIN
ATH’AMAT BIGHOIRI IDZNIHI KAANA LAHULAJRU WA’ALAIHALWIZRU. ”
(AL-HADITS)

Artinya:”Tidak dihalalkan bagi seorang isteri memberikan makanan dari rumah suaminya kecuali mendapat izinnya. Kecuali berupa makanan basah (yang kadar airnya tinggi)yang dikhawatirkan busuk. Kalau seorang isteri memberi makanan tanpa memperoleh izin suaminya, maka suaminya yang mendapat pahala dan ia sendiri mendapat dosa. (al-hadits).

Seorang  isteri  juga  harus  menghormati  keluarga  suaminya,  kerabatkerabatnya   kendati   hanya   dengan   ucapan.   Hendaknya   isteri   dapat menempatkan dirinya dalam memandang perkara yang sedikit yang dimiliki suami  sebagai  perkara  yang  banyak.   Tidak  menolak  jika  diajak  tidur bersama, kendati saat itu ia sedang berkendaraan.

 

 

BAB 10

 

Ibnu Abas mengatakan, Aku mendengar Rasululloh S.A.W bersabda :

“LAU        ANNA     IMROATAN     JA’ALAT     LAILAHAA     QIIYAAMAN

WANAHAAROHAA SHIYAAMAN WA’AAHAA ZAUJUHAA ILAA FIROOSYIHI

WA    TAAKHKHOROT        ‘ANHU    SAA’ATAN    WAAHIDATAN    JAAAT

YAUMALQIAMATI          TUSHABU          BISSALAASILI          WALAGHLAALI

MA’ASYSYAYAATHIINI ILAA ASFALI SAAFILIINA”    (AL-HADITS)

Seandainya  seorang  istri  menjadikan  seluruh  waktu  malamnya  untuk beribadah dan siangnya selalu berpuasa, sementara suaminya mengajak dia tidur bersama (yakni bersetubuh) tetapi ia terlambat sebentar saja memenuhi panggilan (ajakannya), maka kelak di hari kiamat ia datang dalam keadaan terantai dan terbelenggu, serta ia dikumpulkan bersama syetan ditempat neraka yang paling bawah. (al-hadist)

 

 

14


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Perlu sekali diketahui, hendaknya seseorang apabila hendak bersetubuh
menjauhkan diri dari pandangan orang lain. karena termasuk diharamkan
bersetubuh   dilihat   orang   lain.   termasuk   dalam   kategori   ini   adalah
persetubuhan yang dilakukan ditempat terbuka, tidak tertutup dari pandangan
orang lain.

 

Disunnahkan bagi orang yang hendak bersetubuh memulai dengan membaca
Bismillahir rahmaanir rahiim, dilanjutkan membaca surat AL Ikhlas, kemudian
bertakbir dan bertahlil (yakni membaca ALLOHU Akbar dan Laa ilaahaa

illalloh).       dilanjutkan    membaca       :     “BISMILLAHIL     ‘ALIIYIL     ‘ADHIMI

ALLOHUMMA  IJ”AL  ANNUTHFATA  DZURRIYYATAN  THOYYIBATAN  IN KUNTA QODARTA AN TUKHRIJA DZAALIKA MIN SHULBII. ”

Artinya ; “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai Allah, jadikanlah sperma ini menjadi keturunan yang bagus kalau kehendaki keluar dari tulang rusukku. ”

 

Rasululloh S.A.W mengajarkan        :   “LAU ANNA AHADAKUM INNA ATAA

AHLAHU    QOOLA:    ALLOHUMMA    JANNIBNISYSYAITHOONA    WA JANNIBISYSYAITHOONA MAA ROJAQTANAA. ” (AL-HADIST) Artinya; “Jika seorang diantara kamu bermaksud menyetubuhi istrinya , bacalah :

“ALLOHUMMA  JANNIBNISYSYAITHOONA  WA  JANNIBISYSYAITHOONA
MAA ROJAQTANAA(WAHAI ALLOH JAUHKANLAH AKU DARI SYAITAN
DAN  JAUHKANLAH  SYAITAN  DARI  SUATU  RIZQI  YANG  ENGKAU

BERIKAN         KEPADA     KAMI            ).         KARENA     JIKA     DALAM

WAKTUPERSETUBUHAN  ITU  MENGHASILKAN  ANAK,  MAKA  SYETAN TIDAK AKAN MEMBAHAYAKANNYA.

Apabila telah mendekati ejekulasi dan maka hendaknya membaca do’a dalam hati yaitu “ALHAMDULILLAHILLADZII KHOLAQO MINALMAAI BASYARON FAJA’ALAHU NASABAN WASHIHRON WAKAANA ROBBUKA QODIIRON “.   artinya segala puji bagi Allah dzat yang telah menciptakan manusia dari setetes air (sperma) lalu dia menjadikan dari setetes air itu keturunan dan keluarga.  dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

 

Sewaktu bersetubuh hendaknya menghindari menghadap ke arah kiblat. hal
itu semata untuk menghormati kiblat hendaknya dalam oersetubuhan antara
laki-laki dan wanita di tutup dengan selimut.  hendaknya seorang istri jangan
berpuasa (sunnah) selain telah memperoleh ijin suaminya. kalaupun tetap
berpuasa tanpa mendapatkan ijinnya maka puasanya tidak di terima,  kendati
ia lapar dan dahaga saja.  seorang istri hendaknya pula jangan pula keluar
rumah kecuali memperoleh ijin suami.  kalau terpaksa keluar rumah tanpa
memperoleh ijinnya  maka para malaikat yang ada dilangit melaknatinya,
demikian pula para malaikat yang bertugas di bumi,  malaikat rahmat dan
malaikat juru siksa.  hal itu terus berlangsung hingga dirinya bertaubat atau
kembali kerumahnya.   bahaya itu akan berlaku menimpa dirinya sekalipun
suaminya seorang yang aniaya.

 

 

 

 

15


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

BAB 11

HIKAYAT

 

Abdullah alwasiti bercerita bahwa pernah di arafah aku melihat seorang perempuan ia berkata, “barang siapa mendapat petunjuk Allah maka takkan ada yang dapat menyesatkanya, Barang siapa di sesatkan Allah maka tidak ada orang yang akan menunjukanya “.

 

Tahulah aku bahwa wanita itu seorang tersesat jalan.  aku bertanya. ”wahai perempuan dari mana asalmu?” ia menjawab “maha suci Allah Dzat yang telah meng Isra’ kan hambanya pada suatu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsho “.

Tahulah aku bahwa perempuan itu berasal dari muqodas. aku bertanya
:”untuk keperluan apa kedatanganmu kemari?” ia menjawab:”diwajibkan oleh
Allah atas manusia menunaikan haji bagi orang yang mampu menempuh
perjalananya”.  aku  bertanya:”kau  punya  suami?”  ia  menjawab:”janganlah
kamu  mengikuti  apa  yang  kamu  tidak  mempunyai  pengetahuan  dengan
masalah ltu!”. ”apa kau bersedia naik unta ?” tanyaku.  ia menjawab:”perkara
apa saja dari kebaikan yang kamu kerjakan maka Allah mengetahuinya”.

 

Manakala  perempuan  itu  hendak  menaiki  kuda,   ia  berkata        :”katakanlah

kepada orang-orang yang beriman agar menundukKan pandangan mereka! “. Maka akupun berpaling dari memandanginya. setelah berada di punggung kendaraan kembali aku bertanya :”siapa namamu?” dan “ceritakanlah kisah mariam didalam Al Qur’an ?” jawabnya.

“kau punya anak?”

ia menjawab :”berwasiatlah ibrahim dengan milat itu kepada anak-anaknya dan Yaqub “.

Akupun mengerti bahwa ia mempunyai beberapa anak. aku melanjutkan
pertanyaan : ”siapa nama mereka ?”ia menjawab:”dan Allah berfirman kepada
Musa  dengan  firman-firman-Nya.  dan  Allah  menjadikan  Ibrahim  sebagai
kekasih (pilihan).  Hai Dawud,  sesungguhnya kami menjadikan kamu kholifah
di muka bumi”. (jadi nama anak-anak mereka adalah Musa, Ibrahim, dan
dawud).

 

Aku bertanya :”ke daerah mana aku dapat menjumpai mereka ?”

ia menjawab :” dan beberapa tanda,  dengan bintang mereka di beri petunjuk jalan “. akupun mengerti bahwa perempuan itu termasuk salah seorang yang ada dalam rombongan pengendara unta.

Aku melanjutkan :”mariam beberapa hari ini kau belum makan apa-apa?” ia
menjawab : ” sesungguhnya aku bernadzar kepada Tuhan Arrahman untuk
berpuasa.

Manakala aku telah sampai ketempat anak-anaknya dan mereka melihat
ibundanya mereka menangis seketika, perempuan itu berkata:” salah seorang
di antara kamu pergilah kekota dengan membawa uang untuk berbelanja “.

 

 

 

16


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Aku bertanya kepada anak-anaknya tentang ibundanya itu. mereka menjawab “sesungguhnya dia sudah tiga hari ini  tersesat jalan.  ia bernadzar tidak akan berbicara apa-apa kecuali menggunakan bahasa Al Qur’an”. setelah itu aku bertanya kepada mereka,  begitu melihat bahwa mereka menangis semua. mereka menjawab:”sesungguhnya ia dalam keadaan nadzar”.

 

Maka  akupun  buru-buru  masuk  menjumpainya  dan  bertanya  kepadanya mengenei keadaan yang di alami.  perempuan itu menjawab:”dan sakaratul maut datang dengan nyata “.

Setelah kematiannya malamnya aku bermimpi bertemu dengan perempuan itu.   aku bertanya:”dimana kamu sekarang?” ia menjawab :”sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa di tempatkan dalam surga dan sungai-sungai, di tempat yang di senangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa “.

Diriwayatkan dari Rosulullah S.A.W bahwa beliau bersabda :”sesungguhnya istri yang mentaati suaminya di mohonkan ampunan oleh burung-burung yang terbang diudara, ikan-ikan yang ada di air dan para Malaikat yang ada di langit, selagi istri itu berada dalam keridloan suaminya “. (Al-hadits )

 

 

BAB 12

HIKAYAT

 

Di baghdad ada seorang laki laki menikah dengan anak puteri pamannya
sendiri. Dalam pernikahan itu ia berjanji tidak akan menikah lagi dengan
wanita lain. Suatu hari ada seorang perempuan datang (belanja) ke tokonya.
Ia meminta lelaki itu untuk menikahi dirinya. Lelaki itupun bercerita apa
adanya,   bahwa   dia   telah   mengikat   janji   dengan   istrinya (anak

pamannya)untuk tidak akan kawin lagi dengan wanita lain.

 

Tetapi perempuan itu terus mendesak dirinya, hingga dirinya rela sekalipun hanya di gilir pada hari jum’at. Lelaki itupun menikahinya.

Masa itu telah berlalu, hingga sampai memasuki kedelapan bulan dalam pernikahannya dengan wanita lain, isterinya mulai curiga. Ia tidak menyukai tingkah suaminya yang mulai tidak beres. Ia memerintahkan pembantunya supaya menyelidiki suaminya.

Menjelang  hari  jum’at,  suaminya  keluar,  isterinya  meminta  pembantunya untuk mengawasi dari jauh, ke mana tujuannya.

Ternyata  ia  masuk  kerumah  seorang  perempuan.  Pembantu  tadi  terus
malakukan  penyelidikan  Ia  bertanya  kepada  salah  seorang  tetangga
perempuan itu. Jawabnya, bahwa lelaki itu telah menikahinya beberapa bulan
yang lalu.

 

Tuan puterinya di beritahu bahwa, suaminya telah menikah lagi dengan
perempuan lain. Ia berkata:”Kamu jangan menyebarkan rahasia ini kepada
siapapun”.

 

 

 

 

17


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Manakala lelaki itu telah mati (yakni suami dari isteri anak pamannya) Ia
mengutus pembantunya supaya mengantarkan uang sebanyak 500 dinar
kepada isterinya yang kedua. ”Pergilah kerumahnya dan katakan kepadanya
:”Semoga Allah menambah pahalamu menjadi lebih besar. Sesungguhnya
suamimu telah mati. Ia meninggalkan uang sebanyak 8000 dinar. Yang tujuh
ribu dinar diberikan kepada anaknya. Yang 1000 dinar lagi dibagi dua antara
aku dan kamu. ”

 

Ketika isteri mudanya mendapat penjelasan itu, ia menolak pemberian uang dari  isteri  tua.  Ia  berkata  kepada  pembantunya:”Kembalikan  uang  itu padanya. Aku tidak akan mengambil maskawin daripadanya, dan aku tidak ingin mengambil tinggalan apapun dari padanya. ”

 

Tersebut  dalam  riwayat,  kelanjutan  hadits  diatas         :   “AYYUMAMRA-ATIN

‘ASHOT   ZAUJAHAA   FA’ALAIHAA   LA’NATULLAAHI   WAL   MALAA-

IKAATIWANNAASI AJMA’IINA”. (al hadits)

“Mana   saja   isteri   yang   berbuat   durhaka   kepada   suaminya,   maka   ia memperoleh laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia”.

Imam Ali bin abu thalib berkata : ”Aku mendengar Rasulullah bersabda : ”Seandainya seorang isteri membawa makanan yang di goreng dan yang di rebus di kedua tangannya lalu, diletakkan (disiapkan)untuk suaminya, tetapi suaminya tidak meridhoinya, maka dihari kiamat kelak isteri itu akan di kumpulkan bersama golongan Yahudi dan Nashrani. (al hadits)

Abdullah  bin  mas’ud  mengatakan  bahwa,  aku  mendengar  Rasulullah bersabda : “AYYUMAA   IMRA-ATIN   DA’AAHAA   ZAUJUHAA   ILAA FIRAASYIHI    FAS.A.WWAFAT    BIHI    hATTA    YANAAMA    FAHIYA MAL’UUNAH”. (al hadits)

“Mana saja isteri yang di ajak suaminya bersetubuh, lalu ia mengulur ngulur waktu hingga suaminya tertidur, maka ia terlaknat”.

 

Dalam kelanjutan hadits di katakan: ”Mana saja isteri yang bermuka masam di depan wajah suaminya maka ia berada dalam kemurkaan Allah hingga ia tersenyum kembali dan berusaha meminta keridhoannya. Dan mana saja isteri yang keluar rumahnya tanpa mendapat restu suaminya maka ia dilaknati para malaikat hingga kembali”.

 

Abdurrahman  bin     ‘auf  mengatakan,  aku  mendengar  bahwa  Rasulullah

bersabda:

“AYYUMAMRA-ATIN ‘ABASAT FII WAJHI ZAUJIHAA ILLAA QAAMAT MIN QABRIHAAMUSWADDATALWAJHI”. (al hadits)

“Mana saja isteri yang bermuka masam di depan suaminya, kelak ia di bangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam”.

Dari ‘usman bin ‘affan Ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda :
“MAA  KHARAJAT  IMRA-ATUMMINBAITI  ZAUJIHAA  BI  GHAIRI  IDZNIHI

 

 

18


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

ILLAA LA’ANAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHISYSYAMSU HATTAL HIITAANI FIL BAHRI. ”

 

“Tidaklah  seorang  isteri  keluar  dari  rumah  suaminya  tanpa  mendapat restunya,  kecuali  dilaknati  oleh  segala  sesuatu  yang  tersiram  matahari, hingga termasuk ikan ikan yang ada dilaut”. (al hadits)

 

 

BAB 13

 

Ummul  mu’minin     ‘aisyah  ra  berkata       :   “YAA  MA’SYARANNISAA  LAU

TA’LAMNA  BI  HAQQI  AZWAAJIKUNNA       ‘ALAIKUNNALAJA’ALATILMAR-

ATU   MINKUNNA   TAMSAhULGHUBAARA       ‘AN   QADAMA   ZAUJIHAA

BUhURRI WAJHIHAA”(al hadits)

 

“ Wahai kaum wanita, seandainya kamu akan mengetahui hak-hak suamimu atas dirimu, niscaya kamu akan bersedia membersihkan debu ditelapak kaki suaminya dengan sebagian wajahnya”.

Tersebut dalam riwayat Al Bazzar dari ‘aisyah ra bahwa beliau berkata : “Aku
bertanya kepada rosulullah S.A.W “Siapa orang yang paling besar hak-

haknya atas wanita?. Beliau menjawab:”Suaminya”. Aku melanjutkan:”siapa orang  yang  paling  besar  hak-haknya  atas  seorang  laki  laki?”.  Beliau menjawab”Ibunya”.

Rasullullah S.A.W bersabda :”Ada tiga macam orang yang mana Allah tidak
berkenan menerima sholatnya, kebajikannya tidak dibawa naik kelangit.Yaitu :

1) Budak yang lari dari tuannya hingga kembali,

2) Isteri yang di marahi suaminya hingga mendapat ridhonya ;

3) Pemabuk hingga sadar (dari mabuknya). Riwayat Ibnu huzaimah, ibnu
     
hibban dan al baihaqqi dari jabir.

Rasulullah   bersabda   ketika   mengingatkan   kaum   wanita       (isteri):”IDZAA

QAALATIL         MAR-ATU     LIZAUJIHA            MAA     RA-AITU     MINKA

KHAIRUNQATHTHU FAQAD hABITHA ‘AMALUHA””.

 

“Apabila seorang istri berkata pada suaminya :”Sama sekali aku tidak pernah melihat kamu berbuat baik”. Maka benar benar telah terhapuslah amalnya”. (riwayat ibnu adi dan ibnu ‘asakir dan ‘aisyah)

 

Thalhah bin ubaidillah ra mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah bersabda : “AYYUMAMRA-ATIN  QAALAT  LIZAUJIHAA  MAA  RA  AITU MINKA   KHAIRAN   QUTHTHA   ILLAA   AYASAHALLAAHU   TA’AALAA MIRRAhMATIHI YAUMALQIYAAMATI”

 

“Mana saja perempuan (isteri) yang berkata pada suaminya : Sama sekali aku belum  pernah  melihat  engkau  berbuat  baik”,  Kecuali  Allah  memutuskan rahmat baginya kelak di hari kiamat”. (al hadits)

 

 

 

 

19


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Rasulullah bersabda : ”Mana saja istri yang menuntut cerai suaminya tanpa
ada perkara yang memperbolehkannya sama sekali (yakni alasan yang jelas),
maka  haram  baginya  menikmati  bau  harumnya  sorga (yakni  terhalang

penciumannya pada bau sorga). (diriwayatkan oleh Ahmad, abu daud, At turmudzi, Ibnu Mahaj, Ibnu Hibban, Al hakim dari tsauban).

 

Abu bakar As sidiq Ra mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:”Apabila seorang istri berkata pada suaminya :”Ceraikanlah aku “, Maka kelak dihari kiamat ia datang dengan membawa wajah tanpa terbalut daging, sementara lidahnya menjulur keluar dari langit langit mulut dan ia turun menuju tengah-tengah jurangnya neraka, kendati ia selalu berpuasa dan beribadah di waktu malamnya”.

Rasulullah S.A.W bersabda:”INNALLAAHA LAA YANDZURU ILAA IMRAATIN LAA TASYKURU ZAUJAHAA. . ”.

“Sesungguhnya Allah tak mau memperhatikan seseorang istri yang tidak mau bersyukur kepada suaminya”. (al hadits)

 

Rasulullah   S.A.W   bersabda       :”LAA   YANDZURULLAAHU   TABAARAKA

WATA’AALAA ILAA IMRA-ATIN LAA TASYKUR LIZAUJIHAA WAHIYA LAA TSTAGHNII ‘ANHU”.

“Allah tidak mau memperhatikan seseorang istri yang menolak bersyukur kepada suaminya, padahal ia tetap membutuhkan suaminya”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W
bersabda “Seandainya  seorang  istri  mempunyai  Kekayaan  seperti  yang
dikuasai Sulaiman bin daud, dan suaminya ikut makan hartanya Itu, kemudian
istrinya  berkata  kepadanya:”Mana  harta  milikmu !!”,  kecuali  Allah  akan

menghapus amalnya (amal istri) selama empat puluh tahun”.

 

Usman    bin       ‘affan    berkata,    aku    mendengar    Rasulullah    S.A.W

bersabda:”Seandainya seorang istri mempunyai sejumlah harta kekayaan
sebanyak isi dunia dan memberikan Semua kekayaan itu pada suaminya, dan
setelah berlalu beberapa Saat lalu di ungkit-ungkitnya, kecuali Allah akan
menghapus semua amalnya dan akan mengumpulkannya bersama dengan
Qorun”.

 

BAB 14

PERTANYAAN PERTAMA PADA SUAMI DAN ISTRI

Rasulullah  bersabda      :”AWWALU  MAA  TUS-ALUL  MAR-ATU  YAUMAL

QIYAAMATI ‘ANSHOLAATIHAA WA’AN BA’LIHAA” (al hadits)

“Pertama kali yang di pertanyakan kepada seorang isteri pada hari kiamat adalah tentang sholatnya dan suaminya”.

Rasulullah bersabda:”Permulaan yang di perhitungkan dari seseorang lelaki
(suami) adalah mengenai shalatnya, kemudian tentang istrinya dan perkara-
perkara yang di kuasainya. Jika pergaulannya bersama mereka baik dan

 

 

20


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

lelaki  itu  berlaku  baik  kepada  semuanya,  maka  Allah  berbuat  bagus
kepadanya. Dan permulaan perkara yang di perhitungkan (yakni dihisab)bagi
perempuan adalah tentang shalatnya kemudian tentang hak-hak suaminya.
(al hadits)

Rasulullah  S.A.W  bersabda  kepada  istrinya:”Dimana  engkau  mempunyai
kewajiban kepada suamimu?. Istri beliau menjawab : Aku tidak akan berbuat
lalai dalam melayaninya, kecuali terhadap hal-hal yang kurasa atidak mampu
kulakukan.   Rasulullah   S.A.W  pun  melanjutkan :”Bagaimanapun  kamu

bergaul  bersamanya  maka  sesungguhnya  suamimu  adalah  sorga  dan nerakamu”. (al hadits).

Tersebut dalam riwayat, bahwa Nabi S.A.W bersabda:”Ada empat macam
wanita yang masuk sorga dan empat macam wanita yang lain masuk neraka.
Diantaranya empat macam wanita yang masuk  sorga adalah, istri  yang
memelihara  kesucian (kehormatan  dirinya ),  menaati  perintah  Allah  dan

menaati suaminya, banyak anaknya, penyabar, mudah menerima pemberian sedikit bersama suaminya, mempunyai rasa malu. Kalau suaminya tidak ada ditempat (sedang pergi) ia memelihara dirinya dan harta suaminya. Kalau suaminya sedang di rumah ia mengekang lisannya.

Yang lain adalah isteri yang ditinggal mati suaminya, ia mempunyai anak banyak tetapi ia menahan diri untuk kepentingan anak-anaknya, memelihara mereka berlaku baik pada mereka dan tidak menikah lagi karena khawatir jika menyia-nyiakan anak-anaknya itu.

Adapun empat wanita yang lain yang di tetapkan masuk neraka adalah, istri
yang berlisan buruk pada suaminya, kalau suaminya sedang pergi ia tidak
menjaga kehormatan dirinya, kalau suaminya berada dirumah lisannya terus
mencerca  dengan  kata-kata  yang  buruk,  dan  isteri  yang  membebani
suaminya dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya, dan isteri yang tidak
menutup dirinya dari lelaki lain bahkan ia keluar rumah dengan dandanan
yang  berlebihan,  dan  isteri  yang  tidak  mempunyai  aktivitas  lain  kecuali
makan, minum, tidur dan tidak mempunyai kecintaan untuk melaksanakan
sholat,  tidak  menaati  Allah  dan  rasulNYA  dan  tidak  berusaha  menaati
suaminya. Isteri yang bersikap seperti itu adalah istri yang terlaknat, termasuk
ahli neraka, kecuali jika segera bertaubat. (al hadits)

Kata    Sa’ad    bin    waqash,    aku    mendengar    Rasulullah    S.A.W
bersabda:”Sesungguhnya seorang istri jika tidak membesarkan hati suaminya
sewaktu  mengalami  kesempitannya,  maka  Allah  akan  melaknatnya  dan
begitu pula para malaikat semuanya ikut melaknat dirinya. (al hadits)

Salman  Al farissi  mengatakan bahwa  aku  mendengar  Rasulullah  S.A.W
bersabda:”MAA    NADZARATIMRA-ATUN    ILAA    GHAIRI    ZAUJIHAA
BISYAHWATIN  ILLAA  SUMMIRAT  ‘AINAHAA  YAUMANLQIYAAMATI.  (al
hadits)

“Tidaklah seoarang istri yang memperhatikan lelaki yang bukan suaminya di
sertai syahwat, kecuali kedua matanya kelak di hari kiamat akan di butakan”.

 

 

21


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Abu ayyub Al anshari mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda : ”Dilangit dunia, Allah menciptakan (menempatkan tujuh puluh ribu malaikat, d imana mereka melaknati setiap isteri yang menghianati suaminya dalam  penggunaan  hartanya.  Di  hari  kiamat  kelak  mereka  dikumpulkan bersama  para  tukang  sihir,  para  dukun,  kendati  sepanjang  hidupnya dihabiskan untuk melayani suaminya”. (al hadits)

 

Kata mu’awiyah, sesungguhnya aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W
besabda: ”AYYUMAA  IMRA-ATIN  AKHADZAT  MIN  MAALIN  ZAUJIHAA
BIGHAIRI   IDZNIHI   ILLA   KAANA ‘ALAIHAA   WIZRUU   SAB’IINA   ALFA

SAARIQ”.

 

“Mana saja seorang isteri yang mengambil harta suaminya, tanpa seizinnya
kecuali dirinya mendapat tujuh puluh dosanya pencuri”. (al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda:”Allah mengharamkan setiap orang msuk sorga
sebelum aku, hanya saja melihat dari sebelah kananku seorang perempuan
yang  mendahului  aku  menuju  pintu  sorga.  Aku  bertanya “Bagaimana

perempuan   ini   mendahuluiku?   Dijawab:”Hai   Muhammad,   dia   adalah perempuan yang bagus. Ia mempunyai anak-anak yatim tetapi ia bersabar merawat mereka hingga mencapai usia beligh. Lalu dia bersyukur kepada Allah terhadap semua itu”. (al hadits)

 

 

BAB 15

 

Umar  bin  khatab  mengatakan,  bahwa  Rasulullah  S.A.W  bersabda                :

”AYYUMAA IMRA-ATIN RAFA’AT SHAUTAHAA ‘ALAA ZAUJIHAA ILLAA
LA’ANAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHI SYAMSU “. (AL HADITS)
“Mana saja isteri yang memperkeraskan suaranya kepada suaminya kecuali
dilaknat oleh segala sesuatu yang tersinar oleh sinar mentari. (al hadits)

Abu dzar mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda : ”Sesungguhnya kalaupun seseorang isteri beribadah seperti ibadahnya para malaikat dan manusia yang ahli ibadah. Kemudian ia membuat keprihatinan kepada suaminya karena masalah nafkah, kecuali pada hari kiamat ia datang sementara tangannya terbelenggu pada leher dan kakinya terikat, mulutnya dirobek, wajahnya pucat dan dirinya digantung oleh malaikat yang sangat keras  seraya diseret menuju neraka”. (al hadits)

Salman  Al  farisi  mengatakan,  aku  mendengar  bahwa  Rasulullah  S.A.W
bersabda: ”Mana saja isteri yang bersolek dan mengenakan wewangian,
keluar rumah  tanpa mendapat izin dari suaminya, maka sesungguhnya dia
berjalan dalam  kemurkaan Allah dan kebencianNYA hingga kembali”. (al
hadits)

Rasulullah S.A.W bersabda:”AYYUMAMRA-ATIN NAZA’AT TSIYAABAHAA
FII   GHAIRI    BAITIHAA   KHARAQALLAAHU ‘AZZA  WAJALLA ‘ANHAA

SITRAHU”(rawahu ahmad dan thabrani  dan hakim dan baihaqi)

“Mana saja isteri yang menukar pakaiannya dilain rumah dengan maksud
sengaja  di   buka  supaya  terlihat  lelaki  lain,  maka  Allah  pasti  merobek

 

 

22


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

penutupnya (yakni Allah tidak akan menutupi dosanya ) . (dari ahmad thabrani al-hakim dan al  baihaqi)

 

Tersebut dalam riwayat Al hakim bahwa, ada salah seorang perempuan
bertanya   kepada   Nabi   S.A.W,  katanya:”Sesungguhnya   putra   pamanku
bermaksud melamar  aku, karena itu jelaskan kepadaku apa saja hak-hak
suamiatas istrinya. Jika hak-hak itu sanggup aku jalani niscaya aku siap
menikah.

 

Rasulullah S.A.W  menjawab:”Diantara hak-hak suami adalah seandainya dari hidungnya mengalir darah atau nanah, maka istrinya menjilatinya maka yang  demikian  itu  belum  cukup   menunaikan  hak-haknya.  Seandainya diperbolehkan seseorang bersujud kepada orang lain, tentu aku perintahkan seorang istri supaya bersujud kepada suaminya”.

Wanita itu berkata: “Demi dzat yang mengutusmu dengan hak, selama di dunia aku tak akan menikah”.

Tersebut dalam riwayat diberitakan oleh Aisyah Ra bahwa, ada seorang
perempuan datang menghadap Nabi S.A.W seraya berkata:”Hai Rasulullah,
aku ini seorang wanita yang masih muda. Baru-baru ini aku sedang dilamar
seseorang tapi  aku belum suka menikah, sebenarnya apa sajakah hak-hak
suami atas istrinya itu? ”Rasulullah S.A.W mwnjawab:”Sekiranya mulai dari
muka hingga sampai kakinya  dipenuhi oleh penyakit bernanah, lalu istrinya
menjilati seluruhnya, maka yang demikian itu belum terbilang memenuhi rasa
syukur   terhadap   suami”.   Perempuan   muda   itu   berkata:”Kalau   begitu
pantaskah aku menikah?”. Rasulullah S.A.W berkata:”Sebaiknya menikahlah
karena menikah itu baik”.

Tersebut dalam riwayat At thabrani:”Sesungguhnya seorang istri  terhitung belum  memenuhi  hak-hak  Allah  ta’ala  sehingga  dia  memenuhi  hak-hak suaminya keseluruhan. Seandainya suaminya meminta dirinya sementara ia masih berada diatas punggung onta, maka ia tidak boleh menolak suaminya atas  dirinya”. (yang  di  maksud  meminta  dirinya  adalah  meminta  untuk melayani seksual  suaminya). (Al hadits)

 

Ibnu   Abbas   Ra   mengatakan,   ada   seorang   perempuan   dari   kats’am menghadap  Rasulullah S.A.W, katanya:”Aku ini seoarang perempuan yang masih sendirian, aku bermaksud menikah. Sesungguhnya apa sajakah hakhak suami itu? Beliau  menjawab:”Apabila suami menghendaki istrinya seraya terus menggoda, sementara  waktu itu istrinya masih diatas punggung unta, maka ia tidak boleh  menolaknya.

 

Diantara hak suami adalah hendaknya istri jangan memberikan sesuatu
apapun dari rumahnya kecuali mendapat izin dari suaminya. Kalau ia tetap
melakukan perbuatan itu, maka ia berdosa dan pahalanya diberikan kepada
suaminya.  Diantara  hak  suami  yang  lain  adalah  hendaknya  istri  jangan
berpuasa   sunnah  kecuali  mendapat  izin  dari  suaminya,  kalau  ia  tetap
berpuasa maka hanya mendapat rasa lapar dan dahaga, puasanya tidak
diterima. Kalau istrinya memaksa  keluar rumah tanpa memperoleh izin dari

 

 

23


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

suaminya maka ia dilaknati para malaikat, hingga kembali dan bertaubat”. (Al
hadits)

 

Ali Ra mengatakan, aku berkunjung kepada Nabi S.A.W bersama Fatimah
Ra. Sampai dirumah beliau, kujumpai sedang menangis terisak isak, Aku
bertanya: ”Bapak  dan  Ibuku  menjadi  tebusan  atas  kesedihanmu,  wahai
Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis seperti
itu?”. Rasulullah menjawab: ”Hai  Ali pada malam ketika aku di isra’kan

kelangit, kulihat berbagai macam kaum wanita dari umatku di siksa dineraka dengan berbagai macam  siksaan, Melihat hal itu aku menangis lantaran beratnnya siksaan yang di  timpakan kepada mereka. Aku melihat ada wanita yang digantung dengan rambutnya dimana otaknya mendidih.

Aku melihat lagi wanita yang di gantung dengan lidahnya, sementara yang mendidih dituangkan ke tenggorokannya. Aku juga melihat  wanita yang kedua kakinya dipasung hingga susu dan kedua tangannya terbelenggu pada ubun-ubunnya.  Sementara  Allah  memerintah  ular  dan  kalajenging  untuk menyiksanya.  Aku  juga  melihat  wanita  yang  digantung  dengan  kedua susunya. Aku melihat pula wanita berkepala babi dan berbadan keledai, ia mengalami beribu-ribu siksaan.

Aku melihat wanita yang berbentuk(berupa) anjing, sementara api neraka
membakar  dirinya  masuk  melalui  lubang  mulutnya  dan  keluar  melalui
duburnya,  sementara  para  malaikat  memukulimya  dengan  godam  yang
panas.

Mendengar  semua itu Fatimah Az Zahra bangkit seraya berkata: ”Wahai Kekasihku  dan  permata   hatiku,  sesungguhnya  perbuatan  apakah  yang pernah dilakukan mereka, hingga mengalami siksaan seperti itu?”.

 

Rasulullah   menjawab:        ”Wahai   putriku   perempuan   yang   digantung

menggunakan  rambutnya  sendiri  adalah  disebabkan  ia  tidak  menutup rambutnya   dari   pandangan   lelaki   lain.   Perempuan   yang   di   gantung menggunakan lidahnya disebabkan ia suka menyakiti hati suaminya.

Perempuan yang digantung menggunakan kedua susunya disebabkan ia
mengotori  tempat  tidur  suaminya (dia  bersetubuh  dengan  lelaki  lain).

Perempuan yang dipasung kedua kakinya pada kedua  susu dan kedua
tangannya dirantai keubun-ubunnya, sementara Allah memerintah ular dan
kalajengking untuk menyiksanya, disebabkan dia tidak mandi  jinabat, tidak
mandi setelah haid danmeremehkan sholat. Perempuan yang berkepala babi
dan berbadan keledai sesungguhnya perempuan itu suka mengadu-adu lagi
pendusta.

 

Adapun perempuan yang berbentuk anjing sementara api membakar dirinya
masuk melalui mulut dan keluar melalui duburnya, sesungguhnya disebabkan
dia   perempuan   yang   suka   mengungkit   ungkit (pemberian   kepada

suaminya)lagi   berhati   dengki.  Wahai   putriku,   celaka   sekali   istri   yang bermaksiat (durhaka) kepada  suaminya”. (Al hadits)

 

 

 

24


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Singkatnya bahwa kedudukan suami bagi istrinya Jika dimisalkan seperti kedudukan orang tua atas anak-anaknya, Sebab ketaatan anak terhadap orang tuanya dan usaha anak mencari keridhaan orang tuanya termasuk wajib. Sebaliknya  kewajiban itu tidak berlaku bagi suami.

 

BAB 16

PERKARA PENTING

 

Tersebut dalam riwayat dari Abu Hurairah Ra, katanya, suatu hari Rasulullah S.A.W  menjenguk  putrinya,  Fathimah-.  Sampai  di  rumahnya,  Rasulullah melihat putrinya sedang menggiling tepung sambil menangis.

Rasulullah bertanya:”Kenapa menangis, Fathimah. Mudah mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi”.

Fathimah menjawab:”Bapak, aku menangis hanya karena batu penggiling ini,
dan  lagi  aku  hanya  menangisi  kesibukanku  dirumah  yang  datang  silih
berganti”.

Rasulullah   kemudian   mengambil   tempat   duduk   disisinya.   Fathimah berkata:”Bapak   demi   kemulyaanmu,   mintakanlah   kepada   Alli   supaya membelikan    seorang   budak   untuk   membantu   pekerjaan   pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah”.

Manakala Rasulullah S.A.W selesai mendengar perkataan putrinya, beliau bangkit  dari  duduknya  dan  berjalan  menuju  tempat  penggilingan.  beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan kepenggilingan. Dan mebaca “BISMILLAHIR   RAHMANIR   RAHIIMI”   Maka   berputarlah   alat penggilingan itu karena izin  Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara  alat  penggiling  tiu   terus  berputar  dengan  sendirinya,  seraya memuji Allah dengan bahasa yang tidak di pahami manusia. Hal itu terus berajalan hingga biji-bijian itu habis.

 

Rasululah S.A.W bersabda kepada alat penggilingan itu: ”Berhentilah dengan ijin Allah”. Seketika alat itu berhenti. Ia berkata seraya mengutip ayat Al Qur’an: ”HAi orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargam dari api neraka, Yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah  malaikat-malaikat yang kasar, keras yang tidak pernah mendurhakai Allah  terhadap  yang  diperintahkanNYA,  dan  mereka  selalu  mengerjakan segala apa yang diperintah”. (Qs At Tahrim 6)

 

Merasa takut jika menjadi batu kelak akan masuk neraka, demikian tiba tiba
batu itu berbicara dengan ijin Allah. Ia berbicara menggunakan bahasa Arab
yang fasih. Selanjutnya batu itu Berkata:”Wahai Rasulullah, demi dzat yang
mengutusmu  dengan  hak  menjadi  Nabi  dan  rasul,  seandainya  engkau
perintahkan aku untuk  menggiling biji-bijian yang ada diseluruh jagat Timur
dan Barat, niscayaakan kugiling seluruhnya’. Dan aku mendengar pula bahwa
Nabi S.A.W bersabda:”Hai batu, bergembiralah kamu sesungguhnya kamu
termasuk batu yang kelak di gunakan untuk membangun gedung Fathimah
disorga”. Seketika itu batu penggiling itu sangat bahagia dan berhenti.

 

 

25


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Nabi S.A.W bersabda kepada putrinya, Fathimah : ”Kalau Allah berkehendak,
hai Fathimah, niscaya batu penggiling itu akan bergerak dengan sendirinya
untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu
dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat derajatmu.

Hai Fathimah mana saja seoarang istri yang membuatkan tepung untuk suaminya dan anak anaknya, kecuali Allah mencatat baginya memperoleh kebaikkan dari setiap butir biji yang tergiling, Dan menghapus keburukkannya serta meninggikan derajatnya.

Hai Fathimah mana saja istri yang berkeringat disisi alat penggilingannya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, kecuali Allah akan memisahkan  atas dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.

Hai Fathimah mana saja seorang istri yang meminyaki rambut anak-anaknya
dan menyisir rambut mereka dan mencuci baju mereka, kecuali Allah akan
mencatat  baginya  memperoleh  pahala  seperti  pahalanya  orang  yang
memberikan makan kepada seribu orang yang sedang kelaparandan seperti
pahalanya  orang  yang  memberikan  pakaian  kepada  seribu  orang  yang
sedang telanjang.

Hai  Fathimah  mana  saja  istri  yang  memenuhi  kebutuhan  tetangganya,
kecuali Allah kelak mencegahnya(tidak memberi kesempatan baginya) Untuk
minum air dari telaga Kautsar besok di hari kiamat. Hai Fathimah tetapi yang
lebih  utama dari pada itu semua adalah keridhoan suami terhadap istrinya.

Sekiranya  suamimu  tidak  meridhoimu,  tentu  aku  tidak  akan  mendoakan
dirimu”.

“Bukankah  engkau  mengerti,  hai  Fathimah,  bahwa  keridhoan  suami  itu menjadikan sebagian dari keridhoan Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.

 

Hai  Fathimah, manakala seorang istri sedang mengandung, maka para malaikat memohonkan ampunan untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dn seribu keburukannya di hapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan)maka Allah mencatat baginya memperoleh pahala seperti pahalanya orang orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya di hari setelah dilahirkannya oleh ibunya”.

 

“Hai Fathimah, mana saja istri yang melayani suaminya dengan niat  yang
benar, kecuali dirinya terbebas dari dosa-dosanya bagaikan pada hari  dirinya
dilahirkan ibunya. Ia keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa
dosa, ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan sorga, Allah memberinya
pahala seperti pahala seribu orang yang naik haji dan berumrah, dengan
seribu malaikat memohonkan ampun padanya sampai hari kiamat”.

 

“Mana saja seorang istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan  malam,
di sertai hati baik, niat yang ikhlas dan niat yang benar, kecuali Allah akan
mengampuni semua dosa-dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya akan di

 

 

26


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

beri pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala untuknya sebanyak orang yang pergi haji dan umrah”.

“Wahai Fathimah mana saja seorang istri yang tersenyum manis di muka
suaminya, kecuali Allah akan memperhatikannya dengan penuh mendapat
rahmat.

Hai Fathimah, mana saja seorang istri yang menyediakan tidur bersama
suaminya  dengan  sepenuh  hati,  kecuali  ada  seruan  yang  di  tujukan
kepadanya dari balik langit: Hai perempuan menghadaplah dengan membawa
amalmu, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan
yang datang”.

“Wahai Fathimah, mana saja seorang istri yang meminyaki rambut suaminya
demikian  juga  jenggotnya  memangkas  kumisnya  dan  memotong  kuku-
kukunya,  Kecuali  Allah  kelak  memberi  minum  padanya  dari
“RAHIQIM

MAKHTUM”(tuak  yang  tersegel)dan  dari  sungai  yang  terdapat  di  sorga. bahkan  Allah  akanmeringankan beban  sakaratulmaut, kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagai taman sorga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati shirath(titian)”.

Pengertian, yang dimaksud “RAHIQ” adalah “AL-KHAMRU ASYSYAFIYATU
ATHTHAYYIBATU”, yakni arak yan jernih lagi sangat bagus. sedangkan
makna “MAKHTUM”adalah. ”AL-MAMNU’MIN  AN  TAMASSAHU  YADUN

ILAA   AN   YAFUKKAL   ABRAARU   KHATMAHU”,   yakni   tercegah   dari
penjamahan tangan hingga orang -orang yang baik melepas segalanya. Jelas
bahwa barang yang disegel jauh lebih baik ketimbang barang yang mengalir.

Diriwayatkan dari ibnu mas’ud ari Nabi S.A.W bahwa beliau besabda:”IDZAA GHASALATIL  MAR-ATU  TSIYAABA  ZAUJIHAA  KATABALLAHU  LAHAA ALFA HASANATIN WAGHAFARA LAHAA  ALFA SAYYI-ATIN WARAFA’A LAHAA   ALFA  DARAJATIN  WASTAGHFARA  LAHAA  KULLU  SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHISY-SYAMSU”.  (AL HADITS)

 

“ketika seorang istri mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat
untuknya   memperoleh    seribu   kebajikan   dan   mengampuni    seribu
keburukannya. meninggikan seribu kali derajat untuknya dan semua barang
yang  berada di bawah siraman mentari memohonkan ampun  untuknya”.

 

Aisyah RA mengatakan : Suara penenunan yang dilakukan oleh seorang istri, itu menyamai gemuruh suara takbir dalam perang fi sabilillah. mana saja seorang istri yang memberi pakaian suaminya dari hasil tenunannya, kecuali pada benang tenunan itu tercatat seribu kali kebajikan.

 

Nabi   S.A.W   bersabda:”MANISTARAA   LI’IYAALIHI   SYAI-ANTSUMMA hAMALAHU BIYADIHI ILAIHIM THALLAAHU ‘ANHU DZUNUUBA SAB’IINA SANATAN”.

 

 

 

 

27


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

“Barang siapa yang membuat gembira hati seorang istri maka ia bagaikan tengah menangis karena takut kepada Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka”.

Rasulullah bersabda:”Barang siapa yang membuat gembira hatinya seorang wanita, seakan akan menangis karena takut kepada Allah. Dan barang siapa menagis karena takut pda Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya masuk kedalam api neraka”. (al hadits)

Rasulullah S.A.W bersabda:’Suatu rumah yang mana didalamnya terdapat
anak anak perempuan, maka setiap hari Allah menurunkan dua belas rahmat
dan tidak henti hentinya di kunjungi malaikat. Dan bagi kedua orang tuanya
setiap hari dan malam dicatat seperti ibadah selama tujuh puluh tahun”.

 

 

BAB 17

PASAL 3

KEUTAMAAN   SHALATNYA   WANITA  DIRUMAHNYA   SENDIRI

 

Dalam bagian ini akan membicarakan tentangg keutamaan shalatnya orang
perempuan  (istri)  di  rumahnya  sendiri  dan  shalatnya  itu  lebih  utama  di
banding shalat orang perempuan di masjid, sekalipun berjamaah dengan
Rasulullah.

Humaid As Sa’idi meriwayatkan tentang seorang perempuan yang datang
kepada Rasulullah perempuan itu bertanya:”Hai Rasulullah, sesungguhny aku
sangat senang jika shalat berjamaah denganmu”. Nabi menjawab:”Aku tau
kamu  senang shalat berjamaah denganku. Tetapi shalatmu di  rumahmu
sendiri  lebih  utama  dari  pada  shalatmmu  di  kamarmu  dan  shalatmu  di
kamarmu lebih utama di banding shalatmu diserambi rumahmu dan shalatmu
di serambi rumahmu lebih utama di banding shalatmu di masjidku ini”. Yang
demikian itu tidak lain untuk menjaga agar ketertutupan dirinya sebagai hak
yang perlu di jaga.

 

Rasulullah  bersabda      :   ”Sesungguhnya  shalatnya  orang  perempuan  di

rumahnya lebih baik dari pada shalat di kamarnya, dan sesungguhnyalah
shalatnya seorangperempuan di kamarnya lebih baik dari pada shalatnya di
serambi rumahnya, dan shalatnya seorang perempuan di serambi rumahnya
itu lebih baik dari pada shalatnya di masjid”. (al hadits riwayat Al baihaqi dari
Aisyah Ra)

 

Rasulullah S.A.W bersabda :”shalat seorang perempuan di rumahnya lebih utama  dari pada shalatnya di kamarnyadan shalatnya di dalam ruangan yang  berada di tengah tengah rumahnya lebih baik dari pada shalatnya di serambi rumahnya”. Diriwayatkan oleh abi daud dari ibnu mas’ud dan riwayat Al hakim dari  Ummu salamah.

Rasulullah       S.A.W    bersabda:”SHALAATUL    MAR-ATI    WAHDAHAA TAFDHULU  ‘ALAASHALAATIHAA  FIL  JAM’I  BIKHAMSIN  WA’ISYRIINA DARAJATAN”.

 

 

28


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Shalatnya seorang wanita sendirian menyamai shalatnya dalam berjamaah
denga memperoleh dua puluh lima derajat “. (di riwayatkan oleh Ad Dailami
dari  ibnu ‘umar)  Menurut  suatu  pendapat,  shalat  seorang  wanita  yang
demikian itu berlaku bagi perempuan yang masih lajang, yakni belum kawin.

Rasulullah   S.A.W   bersabda        :”INNA   AHABBA   SHALAATIL   MAR-ATI

ILALLAAHI FIIASYADDI MAKAANIN FII BAITIHAA”

“Sesungguhnya shalat seorang wanita yang paling di sukai Allah adalah yang di laksanakan di dalam rumahnya yang gelap”.

 

Rasulullah  S.A.W  berssabda      :”seseungguhnya  seorang  istri  yang  keluar

rumah, padahal tidak ada kebutuhan yang teramat mendesak, maka syethan
terus memperhatikan dan mengikutinya. Syetan berkata:”Jangan kau sia-
siakan setiap melewati seseorang kecuali ia kagum padamu”. lalu wanita itu
mengenakan busananya. Ketika di tanya suaminya :”Hendak kemana kamu.
?”.  ia  menjawab:”Aku  hendak  membesuk  orang  sakit,  atau  aku  hendak
mendatangi upacara pemberangkatan jenazah atau aku hendak shalat di
masjid”. Padahal tidak ada ibadah  seorang perempuan yang lebih sempurna
kepada Tuhannya kecuali yang di kerjakan di rumahnya sendiri”.

Diriwayatkan dari Abu Syaibani bahwa, ia melihat Abdullah bin Asy Syayab
menghalau   perempuan   perempuan   dari   masjid   di   hari   jum’at   Ia
berkata:”Keluarlah kalian kerumah masing masing. Hal itu Jauh lebih baik
bagi kamu”. Di riwayatkan oleh sulaiman Al ‘Lakhami dari Ath Thabrani

Di  riwayatkan  ada  seorang  perempuan  yang  berlalu  dekat  dengan  abu
hurairah Ra. Ia berbau sangat harum semerbak. Abu hurairah bertanya:”Hai
perempuan hendak kemana kamu.?”. Ia menjawab:”Hendak ke masjid”. Abu
hurairah melanjutkan:”Kau mengenakan wewangian.. ?”. Ia menjawab :”Yaa”.

Abu hurairah berkata:”Kembalilah, mandi dulu. Sebab aku pernah mendengar
bahwa  Rasulullah  S.A.W  bersabda:”Allah  tidak  akan  menerima  shalat
seorang perempuan yang keluar menuju masjid dengan membawa aroma
yang semerbak harum sehingga ia pulang kembali lantas mandi”. (Al hadits)
Yang di maksud mandi dalam hadits itu adalah menghilangkan bau harum
yang di timbulkan dari bau minyak wangi tersebut. jadi maksudnya tidak di
hususkan  pada  mandinya  melainkan  upaya  menghilangkan  bau  wangi
tersebut.

Rasulullah S.A.W besabda :”AL MUKHTALI’ATU WAL MUTABARRIJAATU HUNNAL MUNAAFIQAATU”.

“Perempuan  perempuan  yang  minta  cerai  suaminya  tanpa           ‘udzur  dan

perempuan   perempuan   yang   memperlihatkan   perhiasan        (dandananya)

kepada orang bannyak mereka termasuk munafik”. (Diriwayatkan oleh Abu na’im dan Ibnu mas’ud)

 

 

 

 

 

 

 

29


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

BAB 18

LARANGAN BERHIAS DAN BERBUSANA BERLEBIHAN

 

Di riwayatkan dari Aisyah RA, katanya ketika Rasulullah S.A.W sedang duduk
beristirahat di masjid, tiba tiba ada seorang perempuan golongan muzainah
terlihat memamerkan dandanannya di masjid sambil menyeret nyeret busana
panjangnya Rasulullah S.A.W bersabda:”Hai sekalian manusia, laranglah istri
istrimu (termasuk  anak  anak  remaja  perempuan  yang  mereka  miliki)
mengenakan dandanan seraya berjalan angkuh di dalam masjid.

 

Sesungguhnya Bani Israil tidak akan dilaknati sehingga kaum perempuan mereka dandanan menyolok(berlebihan)dan berjalan di dalam masjid. (Di riwayatkan Ibnu majah)

 

Rasulullah   S.A.W    bersabda      :   ”mana   saja   seorang   perempuan   yang

mengenakan wewangian, kemudian keluar rumah lalu melewati orang banyak dengan maksud agar mereka mencium bau harumnya, maka perempuan itu termasuk   golongan   perempuan   yang   berzian   dan   setiap   mata   yang memandang itu melakukan zina (diriwayatkan Ahmad Annasai dan Al HAkim dari Ibnu abu Musa Al Asy’ari)

Rasulullah S.A.W bersabda :”Aku melihat di sorga, ternyata sebagian besar isinya (yakni penghuninya ) adalah golongan orang fakir. Dan aku melihat neraka ternyata sebagian besar penghuninya kulihat dari golongan orang perempuan”. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Turmudzi, dari Anas dan diriwayat oleh bukhori dan Turmudzi dari Imran bin Hashin)

Yang demikian itu di sebabkan karena, mereka sedikit sekali menaati Allah, menaati Rasul-NYA dan menaati suaminya. Sebaliknya mereka lebih suka memamerkan dandannannya (tabaruj).

Dalam pengertiannya yang di sebut “tabaruj” adalah seorang perempuan apabila bermaksud keluar rumah mengenakan pakaian yang lebih bagus dan berdandan mencolok yang tidak biasanya seperti itu. Ia keluar itu dapat mengganggu kaum lelaki, Kalaupun ia bisa menyelamatkan diri, tetapi kaum lelaki tidak akan selamat dari sikapnya. Karena itu Nabi Muhammad S.A.W menngingatkan bahwa, orang perempuan itu segala aurat.

Rasulullah S.A.W bersabda :”Orang perempuan itu segala aurat. Apabila kelluar rumah maka syetan memperhatikannya terus untuk menyesatkannya. Dan yang lebih mendekatkan seorang perempuan kepada Allah adalah jika berada di rumahnya”.

Dalam Riwayat lain di jelaskan:”Orang perempuan itu segala aurat, maka
pingitlah mereka, Karena manakala seorang perempuan keluar jalan, dan
keluarganya berkata:”hendak kemana kamu.. ?”. Ia menjawab: ”aku hendak
membesuk orang sakit, atau aku hendak mengiringi jenazah, maka tidak henti
hentinya syetan menggodanya hingga ia mengeluarkan lengannya (yakni ia
mengeluarkan  sebagian  tubuhya).  Tidak  ada  perempuan  yang  berusaha

 

 

 

30


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

memperoleh   keridhoan   Allah   seperti   kalau   dirinya   tinggal   di   rumah, menyembah Tuhannya dan meaati suaminya’.

 

Hatim Al Asham mengatakan, Wanita sholehah itu menjadi tiangnya agama
dan  sebagai  pemakmur(yang  meramaikan)rumah  serta  membantu  suami
melaksanakan  ketaatan  pada  Allah.  Sebaliknya  perempuan  yang  suka
melanggar hukum, dapat menghancurkan hati suaminya dengan tertawa.

 

Abdullah bin ‘umar Ra mengatakan:”Tanda tanda perempuan yang shalihah
adalah, jika mempunyai kecintaan takut pada Allah dan bersikap qona’ah
(menerima apa adanya)terhadap apa yang di berikan Allah. Ia di hiasi sifat
pemurah terhadap perkara yang di miliki, ibadahnya baik, berbakti pada
suami dan gemar mempersiapkan diri beramal shalih untuk persiapan mati.

 

 

BAB 19

DOSA BESAR BAGI ISTERI

 

Termasuk dosa besar bagi seorang isteri adalah bila mana keluar rumah
tanpa seijin suaminya. Kendati tujuannya untuk takziyah kepada orang tuanya
yang mati. Tersebut dalam ihya ‘ulumuddin Imam Al Ghozali di katakan
bahwa ada seorang lelaki (suami)hendak bepergian. Sebelum berangkat ia
meminta istrinya agar tidak turun dari tempatnya yang berada di bagian
bangunan tingkat atas. Sementara Orang tuanya berada di tingkat bawah.
Orang   tuanya   sakit.   Perempuan   itu   mengutus   seorang   pembantunya
menghadap  Rasulullah  S.A.W   untuk  minta  izin  turun  sebentar  untuk
membesuk orang tuanya.

Rasulullah S.A.W bersabda :”Taatilah suamimu. Jangan kau turun. . ”Tidak
begitu lama, orang tuanya mati. IA mengirim utusan menghadap Rasulullah
S.A.W untuk memohonkan izin, agar dirinya dapat menyaksikan jenazah
orang tuanya.

Rasulullah S.A.W bersabda :”Taatilah suamimu”. Maka orang tuanyapun di kuburkan. tidak begitu lama Rasulullah S.A.W mengutus seseorang untuk memberi tahu pada perempuan itu bahwa Allah telah mengampuni dosa dosa orang tuanya disebabkan ketaatan perempuan itu pada suaminya.

FAIDAH  Ada  seorang  Ibu  memberi  nasehat  pada  putrinya,  IA  berkata
peliharalah sepuluh tingkah ini, niscaya kamu akan menjadi simpanan, Yaitu:
Pertama  dan  kedua:  Mudah  menerima  keadaan(qona’ah),  berbakti  dan
mentaati suami.

Ketiga dan keempat, hendaknya kamu menjadikan dirimu sebagai perempuan yang   selalu   didambakan   dan   dirindukan   lantaran   tatapan   mata   dan ciumannya. Artinya hendaknya kamu jangan sampai dilihat suamimu sebagai perempuan yang di benci (atau perempuan yang buruk). hendaknya suamimu tidak pernah berkasih mesra dengan dirimu kecuali dalam keadaan selalu harum melekat dalam dirimu.

 

 

 

31


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Kelima dan keenamnya hendaknya kamu selalu menjadi perhatian sewaktu
suamimu  makan  dan  tidur.  Sebab  rasa  lapar  itu  mudah  menimbulkan
pemberontakan  nafsu  dan  sulit  tidur,  bahkan  mempermudah  tumbuhnya
kemarahan.

Ketujuh dan kedelapannya hendaknya kamu pandai pandai memelihara harta dan rahasia keluarga suami yang dapat mempermalukan dirinya.

 

Kesembilan  dan  kesepuluhnya       :  Hendaknya  kamu  jangan  menentang

perintahnya, dan jangan suka menyebarkan rahasia suami. Karena kalau kamu menentang perintahnya akan sangat mudah menimbulkan/meledakkan kemarahannya. Kalau kamu menyebarluaskan rahasianya berarti kamu tidak dapat di percaya jika dia sedang tidak ada dirumah.

Ingatlah   baik   baik   ingatlah.   Sekali   sekali   kamu   jangan   menunjukkan
kegembiraan di hadapannya, selagi suamimu sedang bersedih. Sebaliknya
jangan  berwajah  cemberut  selagi  suamimu  berwajah  berbinar  binar  lagi
gembira.

Rasulullah S.A.W bersabda : ”Sesungguhnya seorang istri yang keluar rumah sedangkan    suaminya    tidak    menyukainya    maka    seluruh    malaikat melaknatinya, demikian pula semua barang yang di lewatinya, selain jin dan manusia. Sehingga dirinya kembali dan bertaubat.

 

 

PAHALA BAGI PEREMPUAN YANG HAMIL

 

Tersebut dalam riwayat bahwa NAbi Muhammad S.A.W bersabda : ”Apakah
salah seorang di antara kamu senang, hai kaum isteri, kalau kamu sedang
mengandung dari hasil hubungan dengan suaminya, sementara suaminya
merasa senang. Sesungguhnya perempuaan yang sedang hamil memperoleh
pahala seperti pahalanya orang yang sedang berpuasa sambil perang di jalan
Allah.

 

Apabila mencapai  puncak  sakit   mendekati  melahirkan  semua  penduduk
langit tidak ada yang tahu perkara apa yang disamarkan baginya, berupa
ketenangan bathinnya. Apabila telah melahirkan, maka tidak ada tetesan air
susu yang keluar dari susu ibunya dan tidaklah si bayi menghisap air susu
ibunya  kecualipada  setiap  tetesan  dan  isappan  di  catat   sebagai  satu
kebaikkan. Jika di waktu malamnya ia terjaga maka ia memperoleh pahala,
bagaikan pahala memerdekakan tujuh puluh budak yag di merdekakan di
jalan Allah secara ikhlas, (di riwayatkan Hasa bin sufyan dan Tabrani, ibnu
Asakir dari salamah)

 

Rasulullah bersabda : ”INNARRAJUULA IDZAA NADZARA  ILAAM RA-ATIHII
WANADZARAT    ILAIHI    NADZARALLAAAHU    ILAIHIMAA    NADZARA
RAHMATIN    FAIDZAA   AKHADZA   BIKAFFIHAA   TASAA   QATHAT
DZUNUUBUHUMAAA  MIN KHILAALIN ASHAABI’IHIMAA”
“Sesungguhnya seorang suami apabila memperhatikan isterinya dan isterinya
balas memerhatikan suaminya, maka Allah memperhatikan mereka berdua
dengan perhatian penuh rahmat. Manakala suaminya merengkuh telapak

 

 

32


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

tangannya (diremas remas) maka berguguranlah dosa dosa suami istri itu darisela sela  jari jemarinya. (di riwayatkan maisarah bin Ali dari Ar rafi’i dari sa’id Al Khudzi Ra)

Diriwayatkan   dari   Nabi   Muhammad   S.A.W   bahwa        :    ”INNARRAJULA

LAYUJAMI’U  AHLAHU  FAYUKTABU  LAHU  BIJIMA’IHI  AJRU  WALADI DZKARIN QAATALA FII SABILILLAAHI FAQUTILU”.

“Sesungguhnya seorang suami yang menggauli istrinya, maka pergaulannya itu dicatat memperoleh pahala seperti pahalanya anak lelaki yang berperang di jalan Allah lalu terbunuh(Al hadits)

Ketahuilah bahwa, ada beberapa faktor yang dapat membentuk seseorang anak dekat dengan Allah Antara lain:

1.  Sejalan dengan yang di cintai Allah, bahwa putera yang dihasilkan itu di
     
maksud untuk menyambung generasi manusia.

2.  Mencari    kecintaan    dari    Rasulullah    S.A.W,    maksudnya    untuk
     
memperbanyak (memperbesar) jumalah umatnya Nabi Muhammad S.A.W
      yang ana  besar jumlah umat itu menyebabkan kebanggaan beliau.

3.  Mengharap   kelak   memperoleh   do’a   anak   yang   sholeh   setelah
     
kematiannya.

4.  Mencari syafa’at dengan kematian anak yang masih berusia anak anak,
     
sebelum  kematian dirinya sendiri(orang tua).

 

 

BAB 20

PASAL 4

KEHARAMAN KAUM LELAKI MEMANDANG WANITA
                      YANG BUKAN MUHRIMNYA

Dalam fasal ini dijelaskan tentang diharamkannya kaum lelaki memandang
kaum   wanita   yang   bukan   muhrimnya.   Begitu   pula   sebaliknya,   yakni
keharaman kaum wanita memperhatikan kaum lelakiyang bukan muhrimnya.

 

Tersebut  dalam  firman  Allah  dalam  surat  Al  ahzab,        :   “WA  IDZAA  SA-

ALTUMUU HUNNA MATAA’AN FAS ALUU HUNNA MIWWARAA I HIJAABIN DZAALIKUM ATH HARU LIQULUUBIKUM WAQULUU BIHINNA”

“Apa  bila  kamu  meminta  sesuatu  kepada  mereka  maka  mintalah  dari
belakangtabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan bagi hati
mereka”.

Dalam   surat   An   Nuur   ayat        30   di   jelaskan:      “QUL   LILMU-MINIINA

YAGHUDHDHUU  MIN  ABSHAARIHIM  WAYAHFADZUU  FURUUJAHUM

DZAALIKAADZKAA           LAHUM          INNALLAAHA           KHAIRUMBIMAA

YASHNA’UUNA”

 

“Katakanlah   kepada   orang   laki-lakiyang   beriman        :”Hendaklah   mereka

menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu

 

 

 

33


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

lebih suci begi mereka”; SesungguhnyaAllah maha mengetahui apa yang mereka perbuat”.

 

Rasulullah S.A.W bersabda: ”Pandangan mata itu  merupakan panah beracun dari panah Iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut Allah S.W.T, maka  Allah  memberinya  keimanan  yang  mana  ia  akan  memperoleh kemanisannya didalam hati”.

 

Nabi Isa as bersabda:”IYYAAKUM WANNADZARA FA INNAHAA TUZRI’U FILQOLBI SYAHWATAN WAKAFAA BIHAA FITNATAN”

“Takutlah    kamu.    peliharalah    dirimu    dari    memperhatikan.    Karena sesungguhnya memperhatikan itu menumbuhkan syahwat di dalam hati. Dan cukuplah syahwat itu  menjadi fitnah”.

Sa’ad bin jubair mengatakan hanyalah fitnah yang menimpa Nabi Daud As adalah di sebabkan pandangan beliau. Nabi Daud bersabda kepada putera beliau Nabi Sulaiman As, lebih baik berjalanlah di belakang macan dan Harimau, janganlah berjalan di belakang perempuan.

Mujahid mengatakan, apabila seorang perempuan mengahadap ke muka
maka Iblis duduk di bagian kepalanya. Lalu Iblismemperindah diri perempuan
itu yang di peruntukkan bagi orang yang memperhatikannya. Kalau seorang
perempuen bernalik menghadap kebelakang maka Iblis duduk di pantatnya.
Lalu Iblis memperindah perempuan itu yang di peruntukkan bagi orang yang
memperhatikannya.

Seorang bertanya kepada Nabi Isa As, Apa permulaan yang menyebabkan orang berzina?. Beliau bersabda :Yaitu akibat memperhatikan perempuan dan memperhatikan dirinya.

Al Fudhail mengatakan, Iblis berkata bahwa pandangan yang di lepaskan pada suatu perkara yang tidak halal itu adalah merupakan panahku yang sudah tua dan busurku yang tak pernah luput  jika aku pergunakan.

 

Tersebut dalam sya’ir:

 

Segala sesuatu yang baru terjadi Permulaannya dari pandangan Nyala api yang besar

Permulaannya dari pelatuk yang kecil
Orang yang mempermainkan mata
Sangat di khawatirkan akibatnya
Berapa banyak pandangan
Yang masuk dan bekerja dalam hati

Bagaikan anak panah yang dilepas busur dan tali Orang yang memperhatikan

Perkara yang membahayakan

Akan menyenangakan orang yang mempunyai kekhawatiran Tetapi kalau akhirnya  mencelakakan

 

 

34


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Itu tidak membahayakan

 

Ummu salamah Ra mengatakan bahwa Ibnu Ummi maktum meminta izin kepada Rasulullah S.A.W. Saat itu aku dam maimunah Ra duduk bersama, maka Rasulullah bersabda: ”Bertakbirlah kalian “. Kami  menimpali:”Bukankah dia   orang   buta   yang   tidak   dapat   memandang   kami?”.   Rasulullah bersabda:”Apa kalian tidak dapat melihatnya juga ?”.

 

Rasulullah        S.A.W    mengingatkan          :       ”LA’ANALLAAHUNNAADZIRA

WALMANDZUURA ILAIHI” “Allah melaknat orang yang dipandang dan orang yang dipandangi (membalas pandangan).

Bagi perempuan yang beriman pada Allah, tidak dibenarkan memperlihatkan diri pada setiap orang asing, karena yang tidak terikat oleh pernikahan atau muhrim  karena  nasab  atau  sesusuan.  Demikian  pula  orang  lelaki  tidak dibenarkan  memperhatikan  kaum  wanita,  sebaliknya  kaum  wanita  balas memperhatikan pandangannya.

Sebagaimana kaum lelaki menundukkan pandangannya kepada kaum wanita, maka menjadi kewajiban pula kaum wanita menundukkan pandangan mata terhadap kaum lelaki. Pendapat itu sebagaimana di tekankan oleh Ibnu Hajar dalam kitab AZ ZAWAJIR.

Tidak   pula   diperbolehkan   lelaki   bermusafahah(bersalaman)   dengan
perempuan yang bukan muhrim. Larangan ini berlaku juga pada perbuatan
salingmemberikan.  Sebab itu perkara yang di haramkan memandangnya
diharamkan pula memegangnya. Mengingat dengan cara memegangnya itu ia
dapat merasakan kelezatan.  Hal ini didasarkan pada dalil bahwa, kalau orang
berpuasa  lalu  berpegangan  dengan  lawan  jenisnya  yang  menyebabkan
inzal(keluar  mani),  maka  puasanya  batal.  Tetapi  kalau  keluarnya  mani
disebabkan  oleh  pandangan,  puasanya  tidak  batal.  Demikian  menurut
penjelasan kitab An Nihayah.

Diriwayatkan oleh Thabrani di dalam kitab Al Kabir dari mu’qal bin Yasar
bahwa, salah seorang di antaramu yang di lukai kepalanya oleh jarum, itu
lebih baik dari pada memegang perempuan yang tidak dihalalkan untuknya.
Rasulullah   S.A.W   memperingatkan : ”ITTAQUU   FITNATADDUN-YAA

WAFITNA-TANNISAA   FA-INNA   AWWALA   FITNATI   BANII   ISRA-IILA KAATAT MINQIBA-LINNISAA. ”

 

“Takutlah  kalian  terhadap  fitnah  dunia  dan  fitnah  kaum  wanita.  Sebab permulaan fitnah yang menimpa bani isra-il itu adalah kaum wanita”.
Rasulullah   S.A.W   bersabda:”WAMAA   TARAKTU   BA’DII   FITNATAN ADHARRU ‘ALARRIJAALI MINANNISAA”. (al hadits)

“Dan setelah masaku tidak ada fitnah yang lebih membahayakan terhadap kaum lelaki ketimbang fitnah akibat perempuan”.

 

 

 

 

 

 

35


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

BAB 21

LARANGAN BERDUAAN DI TEMPAT YANG SUNYI

 

Tersebut dalam riwayat bahwa Rasulullah S.A.W bersabda : ”Takutlah kamu
dari menyepi (berduaan) dengan perempuan. Demi Dzat yang diriku berada
dalam  kekuasaanNYA, tidaklah orang lelaki yang menyepi ber sama dengan
orang perempuan (yakni berpacaran), kecuali syethan menyusup di antara
mereka berdua. Sungguh seorang yang berdesak desakkan dengan babi
yang   berlepotan   lumpur   itu   jauh   lebih   baik   dari   pada   berdesak
desakkan(bersenggolan)dengan   pundak   perempuan   yang   tidak   halal
baginya”.

 

Rasulullah S.A.W bersabda:”Orang perempuan itu merupakan jerat-jeratnya
syethan (yakni perangkapnya), dan kalaulah bukan karena syahwat, tentu
kaum wanita tidak akan menguasai (menundukkan) kaum lelaki”. (al hadits)
Ada pepatah mengatakan “IDZAA QAAMA DZAKARUR RAJULI DZAHABA
TSULUUTSA ‘AQLIHI”Apabila kelamin lelaki bangkit maka hilanglah sepertiga
akalnya”.

 

 

KEWAJIBAN   PEREMPUAN  JIKA   KELUAR

 

Kalaulah perempuan bermaksud keluar rumah, ia berkewajiban menutup seluruh tubuhnya tampa kecuali termasuk kedua tangannya dari perhatian orang banyak. Tidak hanya itu bahkan hendaknya ia menyamarkan diri dari perhatian orang yang mungkin mengenalnya.

Jika seseorang kawan suaminya berkunjung, sementara  suaminya tidak ada di rumah, hendaknya dia tidak perlu bertanya panjang lebar. Hal itu di maksud untuk memelihara diri dan suaminya. Demikian yang diungkapkan Imam Ghazali dan beberapa imam lainnya.

Rasulullah S.A.W bersabda:”Sudah menjadi ketentuan bagi manusia bahwa
bagian bagian dari tubuhnya melakukan zina, hal itupasti did lakukan. Kedua
mata zinanya memandang, Kedua telinga zinanya mendengar, lisan zinanya
berbicara. Kedua tangan zinanya memaksa, kedua kaki zinanya berjalan, dan
hati zinanya menyenangi dan mengharap harap. Semmua itu di benarkan
oleh kelamin atau di dustakannya”.  (riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Rasulullah S.A.W bersabda : ”Perkara apakah yang lebih baik bagi kaum wanita?. Fathimah menjawab : ”Hendaknya ia tidak memandang kaum lelaki dan lelaki tidak memandanginya. Kemudian Rasulullah S.A.W merangkul Fathimah dna beliau bersabda:”Anak turun sebagian manusia dari sebagian yang lain hendaknya saling  menolong. Rasulullah S.A.W, merasa terharu atas pendapat puterinya itu”.

 

 

 

 

 

 

 

36


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

PERILAKU KAUM WANITA DEWASA INI

 

Ketahuilah bahwa sebagian besar  wanita dewasa ini telah kena penyakit suka memperlilhatkan dandanannya secara berlebihan kepada kaum lelaki. Mereka sedikit sekali mempunyai rasa malu. Kalau berjalan mereka suka membuat buat, dengan melenggak lenggokkan pinggulnya. Kenyataaan itu sering mereka perlihatkan di muka golongan kaum lelaki, baik sewaktu di pasar atau bahkan ketika berjalan menuju masjid. terutama di waktu siang atau malam hari di bawah cahaya lampu.

 

Ada  yang  mengatakan  bahwa,  apabila  seorang  perempuan  perilakunya menyimpan tiga perkara ini maka di namakan Qahbah(semacam biduan) yang sangat buruk. Pertama, kalau perempuan itu keluar rumah diwaktu siang hari dengan mengenakan dandanan yang berlebihan untuk di pamerkan kepada  kaum lelaki secara umum. Kedua, perempuan yang mempunyai kebiasaan meperhatikan kaum lelaki lain. Ketiga, perempuan yang gemar memperdengarkan suaranya di telinga orang lain, sekalipun perempuan itu tergolong  bisa  menjaga  kehormatannya.  Karena  dengan  begitu  dirinya mempersamakan dengan perempuan yang tidak baik.

 

Tentang    mempersamakan         (penyerupaan    itu)    Rasulullah    S.A.W

memperingatkan : ”MANTASABBAHA BIQAUMIN FAHUWA MINHU” “Barang siapa yang membuat penyerupaan dengan suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka”.

Orang   yang   menyerupakan   dirinya   sebagai   golongan   orang   shalih (maksudnya   bergaul   dengan   mereka),   niscaya   akan   ikut   di   hormati, sebagaimana orang yang shalih itu menerima penghormatan. Sebaliknya orang yang bergaul dengan orang orang yang fasik, niscaya akan menjadi sasaran cercaan. Yang berarti tidak akan dihormati oleh orang lain.
Perempuan  hendaknya  membersihkan  diri  dan  memperhias  perangainya dengan sikap pemalu. Jangan sampai seorang perempuan berperangai yang menyebabkan dirinya memperoleh predikat “Quhbah”.

 

Maka alangkah baiknya bagi perempuan yang mempunyairasa takut keada
Allah dan rasul-NYA, serta bagi orang orang yang mempunyai budi pekerti
yang  tinggi,  supaya  mencegah  isterinya(atau  anak  perempuannya)keluar
rumah dengan dandanan yang mencolok. larangan keluar rumah itu memang
tidak  mutlak  tanpa  ada  pengecualian  dalam  suatu  waktu.  Setidaknya
Rasulullah S.A.W memberi kelonggaran kepada kaum wanita pada hari raya.
Di hari raya itu, kaum wanita yang dapat menjaga kehormatannya di beri izin
keluar rumah, setelah mendapat keridhoan suaminya. Tetapi berdiam diri
tinggal di rumah itu lebih menyelamatkan diri dari godaan.

 

Hendaknya seorang perempuan jangan kemana-mana. Jangan keluar rumah
kecuali  ada  keperluan  yang  mendesak.  Kalau  keluar  rumah  hendaknya
menundukkan   pandangannya   dari   kaum   lelaki.   Memang   kami   tidak
mengatakan bahwa wajah lelaki menurut haknya adalah aurat, sebagaimana
wajah perempuan menurut haknya. Tetapi wajah anak lelaki itu seperti wajah
anak lelaki yang tampan. Orang di haramkan memperhatikan wajah anak

 

 

37


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

lelaki yang tampan, jika dikhawatirkan timbulnya fitnah. Hanya itu. Kalau tidak
mengkhawatirkan terjadinya fitnah tidak di haramkan. Sebab, sejak semula
tidak ada perintah kepada kaum lelaki untuk menutup wajah. Sebagaimana
perintah yang di tekankan kepada kaum wanita supaya menutup wajahnya.

Sekiranya wajah kaum lelaki itu termasuk auratnya dalam pandangan kaum perempuan  niscaya  mereka  di  perintah  untuk  menutup  wajahnya,  atau bahkan dilarang keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak.

Bagi kaum lelaki yang mempunyai tangggung jawab dalam rumahtangganya,
berkewajiban untuk menjaga orang orang perempuan yang berada di bawah
kekuasaanya.   Terutama   dizaman   sekarang.   Jangan   sampai   memberi
kelonggaran   kepada   mereka   yang   memungkinkan   mereka   melakukan
pelanggaran.  Hendaknya  mereka  tidak  diberi  izin  keluar  rumah,  kecuali
dimalam hari beserta muhrimnya, atau dengan perempuan lainnya yang
dapat di percaya. Pembantu saja belum cukup di percaya, jika tidak disertai
perempuan yang lain yang lebih dapat dipercaya. Sebab kelurusan amanat
yang di berikan kepada pembantu sangat jarang dilaksanakan.

Dalam sejarah, dimasa jahilliyah ada seeorang perempuan anak Taimilah bin
tsa’labah bekerja sebagai penjual samin. Suatu ketika Khawat bin Jubair Al
Anshari datang untuk membeli minyak samin. lalu mereka terlibat tawar
menawar. Perempuan itu membuka tali penutup wadah yang penuh berisi
samin.

Khawwat berkata:”Pegangi wadah ini, aku hendak melihat lihat wajah yang lain”. Lalu Khawaat membuka wadah yang lain. Setelah dilihat, Ia berkata :”Pegagi Wadah ini”.

Ketika perempuan itu sedang terlena dengan wadah wadah samin yang di peganginya. tanpa terduga Khawat menubruk dirinya lalu berbuat yang tidak senonoh hingga terlampiaskan keinginannya. Setelah melakukan perbuatan itu Khawwat lari dan masuk Islam. Ia ikut perang badar.

Suatu hari Rasulullah S.A.W berkata kepadanya :”Hai khawwat, bagaimana ceritanya ketika membeli samin”, Rasulullah S.A.W tersenyum.

 

Khawwat menjawab:”Wahai Rasulullah benar benar Allah telah melimpahkan rezki pada saya, Rizki yang baik. Sekarang aku berlindung kepada Allah dari kekurangan setelah mengalami penambahan”.

 

 

BAB 22

HIKAYAT

 

Ada  sebuah  keluarga  yang  sangat  terpandang.  Suatu  hari  keluarga  itu
membeli  seorang  pembantu (budak)  yang  berkebangsaan  hindi(Hindia).

Keluarga itu terus merawatnya dan akhirnya di ambil sebagai anak.

Setelah dewasa, ia jatuh cinta pada tuan puterinya, yang ketika itu telah
menjadi ibu angkatnya sendiri. Ia terus menerus menggoda ibu angkatnya,

 

 

38


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

dan ibunyapun melayani. Hingga suatu hari terjadilah hubungan layaknya hubungan suami istri.

 

Ketika pembantu itu sedang asyik di atas dada ibu angkatnya, Tiba tiba ayah angkatnya datang. Ia marah. Ia segera mengambil pisau, lalu di potongnya kelamin   anak  angkatnya  itu.   Namun  pada  akhirnya   Ia  menyesal.   Ia membawanya ketabib untukdi obati.

 

Setelah sembuh si anak angkat itu tidak di usir. Ia tetap diberi kesempatan
tinggal di rumah orang tuanya yang telah menjadi orang tua angkatnya, tetapi
secara diam diam ia ( anak  angkat ) itu mendendam, Ia menunggu

datangnya kesempatan untuk melakukan pembalasan.

 

Keluarga yang sangat terpandang itu sebenarnya mempunyai dua anak yang sangat  tampan.  Salah  satunya  masih  berusia  anak-anak  sedang  yang lainnya   mendekati  remaja.  Suatu  hari  kedua  anak  itu  hilang  dibawa pembantunya  yang  telah  di  angkat  menjadi  anaknya.  Tanpa  diketahui keduanya dibawa naik ke atas loteng. Disana keduanya diajak bermain-main, diperlakukan secara baik hingga tak ada kesan di sandera.

Hingga manakala orang tuanya telah kebingungan mencari, tanpa sengaja ia
mendongak  keloteng.  Disana  anak-anak  disandera  anak  hindi  tadi.  Ia
berteriak “Celaka benar Kau. Apakah engkau menghendaki kematian kedua
anakku?”

Bekas pembantunya menjawab:”Ya benar, Kedua anakmu mesti akan mati
kalau Kau tidak menuruti perintahku”. ”Apa kemauanmu?”, tanya orang yang
terpandang  itu. ”Aku  menghendaki  supaya  kamu  memotong  kelaminmu

sendiri”. Demi mendengar permintaan itu, Ia terperanjat bukan kepalang,
katanya, ”Takutlah  kepada  Allah,  takutlah  kamu.  Bukankah  dirimu  telah
kupelihara.  Hentikan  perbuatan  jahatmu  itu”.  Ia  terus  mengulang -ulang

permintaanya. Namun anak hindi itu tidak ambil peduli.

 

Ketika tuannya akan naik keatas loteng, sianak Hindi itu menyeret kedua
anaknya dibawa kepinggir loteng. Lelaki yang malang itu berteriak, ”Celaka
benar kamu !Tunggu sebentar. tentu aku akan menuruti tuntutanmu”. Ia pergi
sebentar lalu datang dengan membawa pisau. tanpa di minta lagi kelaminnya
di potongnya sendiri di depan mata si anak Hindi. setelah puas menyaksikan
dendamnya,  si  anak  Hindi  itupun  mencampakkan  kedua  anak  bekas
majikannya itu hingga tewas seketika. Apa katanya. ”Tuntutan memotong
kelamin sendiri itu adalah sebagai pembalasan atas perbuatanmu tempo hari
memotong kelaminku. Dan kematian kedua anakmu itu sebagai tambahan
atas kerugianku”.

 

Memperhatikan kisah tersebut, dapat di ambil pelajaran bahwa, bilamana
pembantu telah memasuki usia baligh hendaknya dilarang masuk kamar
majikannya.  Sebab pada umumnya godaan mulai terjadi setelah memasuki
usia itu. Disamping menjaga keturunan itu termasuk perkara terpenting.

 

 

 

 

39


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

K E C E M B U R U A N

 

Rasulullah S.A.W bersabda : ”INNII LAGHAAYUURUN WAMAA MINIMRI-IN LAA YAGHAARUILLAA MANKUUSUL QALBI”

Sesungguhnya aku ini pecemburu. setiap orang yang tidak mempunyai rasa
pecemburu, maka tidak lain kecuali orang itu berhati terbalik” (Al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda:”Sesungguhnya Allah S.W.T itu pecemburu, dan
orang mukmin itu hendaknya pecemburu. Kecemburuan Allah adalah jika ada
orang  mukmin  yang  melakukan  prbuatan  yang  diharamkan  oleh  Allah.
(Diriwayatkan oleh Ahmad, bukhari, muslim dan turmudzi dari abu hurairah)

Imam  Ali  Ra  mengatakan,  ”Apakah  kalian  tidak  malu.  Apa  kalian  tidak
cemburu membiarkan perempuan-perempuan(istri-istri)mu keluar ketengah
tengah kaum lelaki. Ia melihatnya dan mereka memperhatikan dirinya”.
Sebaliknya  cemburu  yang  berlebihan  juga  tidak  baik.  Imam  Ali  Ra
mengatakan  hal  itu, ”Janganlah  kamu  berlebihan  mencemburu.  Sebab

dengan kecemburuan yang berlebihan itu sama artinya menuduh istrimu berbuat buruk”.

Rasulullah S.A.W bersabda : ”Sesungguhnya di antara kecemburuan ada
yang di cintai Allah dan ada pula kecemburuan yang di benci Allah. Di antara
sikap berbangga diri ada yang di sukai Allah dan ada pula sikap berbangga
diri yang di murkai Allah. Adapun kecemburuan yang di sukai Allah adalah
kecemburuan (Dalam hal keragu-raguan). Kecemburuan yang di benci Allah
adalah kecemburuan di luar hal itu. Adapun sikap berbangga diri yang di
sukai   Allah   adalah   keberbanggaan   seseorang   ketika   maju   kemedan
pertempuran di saat terjadinya bencana. Sikap keberbanggaan yang dibenci
Allah adalah dalam hal kebatilan”.

Di Era globalisasi dewasa ini, kalau ada perempuan keluar rumah maka hampir di pastikan menjadi sasaran godaan kaum lelaki. Mungkin dengan cara mengedipkan matanya atau disentuh. Ada pula yang sekedar di pegang dan  ada  pula  yang  disindir  dengan  kata  kata  yang  jorok  yang  tidak mengenakan telinganya.

 

Yang terakhir itu tentu saja khusus bagi orang baik-baik dan orang sholehah
serta selalu menjaga kehormatannya. Ibnu Hajar mengatakan, jika seorang
perempuan  (istri)bermaksud  hendak  keluar  untuk  menjenguk  orang  tua,
misalnya, sebenarnya tidak dilarang. Tetapi terlebih dulu harus memperoleh
izin dari suaminya. yang perlu diperhatikan pula, hendaknyaketika keluar
jangan memamerkan perhiasan dan dandanannya. Sebaiknya bahkan dirinya
dianjurkan  agar  berdandan  sebagaimana  seorang  pelayan  yang  kotor
tubuhnya.

 

Pakaian  yang  dikenakannya  tidak perlu  bagus,  melainkan  pakaian  yang sederhana. Pandangan hendaknya dijaga, di tundukkan sepanjang jalan. Tidak perlu tengok kanan dan kiri. Kalau tidak begitu justru akan membuka kesempatan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah, Rasul-NYA dan kemaksiatan kepada suaminya.

 

 

40


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

BAB 23

KISAH

 

Dikisahkan ada seorang perempuan yang gemar memamerkan dandanannya
di depan kaum lelaki. Ia mati. Hingga suatu malam di antara saudaranya ada
yang   bermimpi   melihat   dirinya   di   hadirkan   kehadapan   Allah   dengan
mengenakan  busana  yang  sangat  tipis.  Saat  itu  angin  bertiup  menerpa
busananya,    tersingkaplah    busananya.    Allah    berpaling    tidak    sudi
memperhatikannya. Allah berfirman:”Seret dia ke NERAKA ………………!!!
Sesungguhnya  perempuan  itu  termasuk  orang  yang  suka  memamerkan
dandanannya sewaktu di dunia.

 

Ketika suami rabi’ah Adawiyah mati, beberapa waktu kemudian Hasan Al Basri dan kawan kawannya datang menghadap Rabi’ah. Mereka meminta izin di  perkenankan  masuk,  mereka  di  perkenankan  masuk.  Rabi’ah  segera mengenakan cadarnya, dan mengambil tempat duduk di balik tabir.

Hasan   AlBasri   mewakili   kawan   kawannya   mengutarakan   maksud kedatangannya. Ia berkata : ”Suamimu telah tiada, sekarang Kau sendirian. Kalau kmu menghendaki silahkan memilih salah seorang dari kami. Mereka ini orang orang yang ahli zuhud”.

Jawab Rabi’ah Adawiyah:”ya, aku suka saja mendapat kemuliyaan ini. Namun aku hendak menguji kalian, siapa yang paling ‘alim(pandai) diantara kalian itulah yang menjadi suamiku”.

Hasan  Al  Basri  dan  kawan  kawannya  menyanggupi.  Kemudian  Rabi’ah Adawiyah bertanya: ”Jawablah empat pertanyaanku ini kalau bisa aku siap di peristri oleh kamu”.

Hasan Al Basri berkata :”Silahkan bertanya, kalau Allah memberi pertolongan aku mampu menjawab tentu aku jawab”.

“Bagaimana pendapatmu kalau aku mati kelak, kematianku dalam muslim
(husnul khatimah) atau dalam keadaan kafir(suul khatimah)”. kata Rabi’ah
bertanya.

Jawab Hasan Al basri : ”Yang kau tanyakan itu hal yang ghaib, mana aku tahu. . ”.

“Bagaimana pendapatmu, kalau nanti aku sudah di masukkan kedalam kubur
dan mungkar-nakir bertanya kepadaku, apakah aku sanggup menjawab atau
tidak. . ”

“Itu persoalan ghaib lagi”. Jawab Hasan Al Basri.

 

“Kalau seluruh manusia di giring di MAUQIF (padang mahsyar) pada hari
kiamat kelak, dan buku buku catatan amal yang dilakukan  oleh malaikat
HAFAZHAH  beterbangan  dari  tempat  penyimpanannya  di  bawah ‘arsy.

Kemudian buku buku catatan itu di berikan kepada pemiliknya. Sebagian ada
yang melalui tangan kanan saat menerima dan sebagian lagi ada yang lewat
tangan   kiri   dalam   menerimanya.   Apakah   aku   termasuk   orang   yang
menerimanya dengan tangan kanan atau tangan kiri. . ?, tanya Rabi’ah.
“Lagi lagi yang kau tanyakan hal yang ghaib”, jawab Hasan Al Basri.

 

 

 

41


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Tanya   Rabi’ah   sekali   lagi:”Manakala   pada   hari   kiamat    terdengar
pengumuman bahwa, sebagian manusia  masuk surga dan sebagian yang
lain masuk neraka, apakah aku termasuk ahli syurga atau ahli neraka. . ?”.
“Pertanyaanmu yang ini juga  termasuk persoalan yang ghaib”, jawab Hasan
Al basri.

 

Rabi’ah berkata :”Bagaimana orang yang mempunyai perhatian kuat terhadap empat persoalan itu masih sempat mamikirkan nikah. . ?”.

Coba  perhatikanlah  kisah  dialog  tersebut.  Betapa  besar  perasaan  takut
Rabi’ah  Adawiyah  terhadap  persoalan  itu.  Kendati  ia  seorang  sholehah.
namun masih diikuti perasaan takut yang luar biasa  jika akhir hayatnya  tidak
baik.

Diceritakan  bahwa,  Rabi’ah  Adawiyah  itu  mempunyai  tingkah  laku  yang
berubah ubah. Suatu ketika perasaan cintanya kepada Allah begitu berat,
hingga ia tidak sempat lagi berbuat apa-apa. Diwaktu lain ia kelihatan tenang
nampak seperti tidak ada masalah, dan lain waktu ia kelihatan sangat takut
dan cemas.

Suaminya menceritakan, suatu hari aku duduk sambil menikmati makanan. Sementara ia duduk di sampingku dalam keadaan termenung lantaran di hantui peristiwa kiamat.

 

Aku berkata :”Biarkan aku sendirian menikmati makanan ini”.

Ia menjawab aku dan dirimu itu bukanlah termasuk orang yang dibuat susah
dalam menyantap makanan, lantaran mengingat akherat”. Lebih lanjut Ia
berkata:”Demi  Allah,  sesungguhnya  bukanlah  aku  mencintaimu  seperti
kecintaannya   orang   yang   bersuami   istri   pada   umumnya.   hanyalah
kecintaanku padamu sebagaimana kecintaan orang yang bersahabat”.

Kalau   Rabi’ah   Adawiyah   memasak   makanan,   Ia   berkata:”Majikanku,
makanlah masakan itu. Karena tidak patut bagi badanku kecuali membaca
tasbih saja”. (yang di maksud majikan adalah suami dari Rabi’ah Adawiyah
sendiri).

 

Hingga suatu hari Rabi’ah berkata pada suaminya:”Tinggalkan diriku, silahkan kamu menikah lagi”. Hal itu dikatakan ketika suaminya masih hidup. Maka Aku (suaminya)pun menikah lagi dengan tiga orang perempuan. Saat itu Rabi’ah masih setia melayani keperluan suaminya, termasuk memasakkan makanan. Suatu hari Rabi’ah Adawiyah memasakkan daging untuk suaminya, Ia  berkata:”Tinggalkanlah  diriku  dengan  membawa  kekuatan  yang  baru menujuistri-istrimu yang lain”.

 

Dikisahkan bahwa Rabi’ah Adawiyah juga mempunyai sahabat sahabat yang
lain  dari  bangsa  jin,  yang  sanggup  mendatangkan  apa  saja  yang  di
kehendakinya.   Wali   perempuan   ini   dalam   kehidupannya   dikenal   pula
mempunyai    berbagai    kekeramatan    hingga    wafatnya.    Di    antara
kekeramatannya  adalah  bahwa  pada  suatu  malam  ada  pencuri  masuk
menjarahi isi rumahnya. Ia sendiri masih terlelap tidur. Ketika pencuri itu
hendak  keluar  dengan  menjinjing  barang-barang  yang  telah  di  kemasi,

 

 

42


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

mendadak pintu rumahnya hilang semua. Pencuri itu lalu duduk disamping pintu yang di pandang semula belum lenyap. Tiba tiba saat itu terdengar suara halus  menyapanya:”Letaakkan  barang  -barang  yanga  kau  kemasi. Keluarlah dari pintu ini”.

Ia pun segera meletakkan barang-barang yang telah dikemasi. Mendadak
pintu itu kelihatan lagi. Begitu ia melihat pintu maka ia segera menyambar lagi
barang-barang hasil curian tadi. Tiba-tiba pintu itu hilang lagi seketika ia
letakkan lagi barang hasil jarahannya. Pintu kelihatan lagi. Ia mengambil
kembali barang haasil jarahannya. Pintu hilang lagi. Dan begitu seterusnya.

Tiba-tiba terdengar lagi suara lembut menyapa :”Kalau Rabi’ah adawiyah tertidur, Tetapi Allah tidak tertidur dan tidak pula terserang rasa kantuk”, maka ia pun sadar. barang barang yang di kemasinya pun Ia tinggalkan, lalu ia pun keluar melalui pintu tadi.

 

 

BAB 24

TANDA-TANDA ISTRI YANG SHALEHAH

 

Diantara tanda-tanda istri yang shalehah adalah, bilamana ia melakukan kesalahan terhadap suaminya, ia menyesal sekali dan segera meminta maaf dan memohon keridhoannya. Kesalahan itu ia sesali dan ia tangisi sepanjang hari, karena takut mendapat siksa dari Allah.

Tanda-tanda yang lain adalah misalnya, ia melihat suaminya sedang diliputi
perasaan duka dan sedih, Maka ia menghibur, ”Kalau yang kamu sedihkan
berhubungan   dengan   urusan   akherat,   sesungguhnya   hal   itu   sangat
menguntungkan bagimu, tetapi jika yang kau sedihkan berhubungan dengan
urusan dunia, sama sekali aku tidak membebanimu dengan perkara yang
berat.

 

 

K I S A H

 

Dikisahkan bahwa Rabi’ah binti Isma’il Asy Syamsiah, Seorang istri Ahmad
bin Abu Al huwari, suatu hari memasak makanan yang enak. Masakan itu di
beri campuran aroma yang harum. Suami Rabi’ah juga mempunyai istri yang
lain. Setelah masak dan menyantap makanan itu, Rabi’ah berkata pada
suaminya:”pergilah kamu keistri yang lain dengan tenaga yang baru”.

 

Rabi’ah  yang  satu  ini  memang  mirip  dengan  rabi’ah  Adawiyah  yang
berdomisili di bashrah. Rabi’ah Asy Syamsiah ini setelah menunaikan shalat
‘isya ia berdandan lengkap dengan busananya. Setelah itu baru mendekati
tempat tidur suaminya. Ia tawarkan pada suaminya, ”Apakah malam ini kamu
membutuhkan  kehadiranku  atau  tidak”.  Jika  suaminya  sedang  berhasrat
untuk menggaulinya, maka ia melayaninya hingga puas. kalau malam itu
suaminya sedang tidak berminat menggaulinya, maka ia menukar pakaian
yang ia kenakan tadi dan berganti dengan pakaian lain yang di gunakan untuk
beribadah. malam itu ia tenggelam di tempat shalatnya hingga subuh.

 

 

43


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Rabi’ah binti Isma’il Asy Syamsiah bersuamikan  Ahmad bin Abu huwar itu memang dikehendaki Rabi’ah sendiri. Ia pula yang pertama-tama melamar syeikh Ahmad supaya berkenan memperistri dirinya.

Ceritanya demikian, Rabi’ah binti Ismail itu semula mempunyai suami yang
kaya. Setelah kematiannyaIa memperoleh harta waris yang sangat besar. Ia
kesulitan menafkahkan harta itu, Mengingat ia seorang perempuan yang
terbata gerakannya. maka ia bermaksud melamar syeikh Ahmad, dengan
tujuan agar dapat menasarufkan (menghibahkan) hartanya demi kepentingan
islam  dan  di  berikan  kepada  orang  orang  yang  membutuhkan.  yang
deemikian itu karena Rabi’ah binti Ismail memandang syeikh Ahmad sebagai
orang yang dapat menjalankan amanat, sedang Rabi’ah sendiri seorang yang
adil.

Ketika mendapat lamaran dari Rabi’ah syeikh Ahmad berkat :”Demi Allah, sesungguhnya  aku  tidak  berminat  lagi  untuk  menikah.  Sebab  aku  ingin berkonsentrasi untuk beribadah”.

 

Rabi’ah  menjawab    :”Syeikh  Ahmad,  sesungguhnnya  kosentrasiku  dalam

beribadah adalah lebih tinggi dari pada kamu. Aku sendiri sudah memutuskan untuk tidak menikah lagi. tetapi tujuanku menikah kali ini tidak lain adalah agar dapat menasarufkan harta kekayaan yang kumiliki kepada saudarasaudara yang muslim, Dan untuk kepentingan islam sendiri. Akupun mengerti bahwa engkau itu orang yang shalih, tapi justru dengan begitu aku akan memperoleh keridhoan dari Allah S.W.T”.

Syeikh Ahmad berkata :”Baiklah, tapi aku minta waktu, Aku hendak meminta izin dari Guruku”. Lalu syeikh Ahmad mengahadap gurunya, yakni Syeikh Abu Sulaiman AD Darani. Sebab gurunya itu dulu pernah melarang dirinya untuk menikah lagi. Katanya:”Setiap orang yang menikah, sedikit atau banyak pasti akan terjadi perobahan atas dirinya”.

Tetapi setelah Abu Sulaiman mendapat penjelasan dari muridnya mengenai rencana Rabi’ah, ia berkata:”kalau begitu Nikahilah Ia. Karena perempuan itu seorang wali”.

 

Kisah kisah yang serupa seperti kisah Rabi’ah Adawiyah itu sesunggguhnya
cukup banyak. lazimnya terjadi pada masa lalu, tetapi untuk masa sekarang,
hampir tidak pernah di jumpai, adanya seorang wanita yang bertingkah baik
seperti mereka.

 

 

K I S A H

 

Di kisahkan ada seorang pandai besi yang mempunyai keajaiban luar biasa.
kalau ia memanggang besi didalam bara api tangannya tidak kepanasan
sekalipun saat mengambilnya menggunakan tangannya secara telanjang.
Ketika  itu  ada  seorang  yang  tergerak  hatinya  bermaksud  menyaksikan
keajaiban itu. Apakah benar ataukah sekedar berita bohong. Hingga suatu

 

 

 

44


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

hari orang tersebut datang kerumah si pandai besi. Ia bertanya tentang berita itu. Setelah melihat sendiri Ia memandangi dengan penuh kekaguman.
Setelah pandai besi itu menyelesaikan pekerjaannya, lelaki tadi memberi salam. pandai besi menjawab. Lalu kata lelaki tadi:”Malam ini aku menjadi tamumu, kamu tidak keberatan bukan?’

 

Sipandai besi menjawab:”Dengan suka hati aku menerima kehadiranmu”. Lelaki tadi diajak masuk kerumah. hingga setelah makan malam tiba ia disuguhi makan malam. Selesai makan hingga menjelang tidur lelaki itu tidak menjumpai suatu kelebihan  di lakukan si pandai besi. Ibadah fardunya hanya seperti itu. Ia tidur malah hingga subuh. Dalam hati ia berkata: ”Barangkali malam ini ia sengaja merahasiakan ibadahnya”. Lelaki tadi meminta izin agar di   perbolehkan   bermalam   untuk   yang   kedua   kalinya.   Ia   mencoba memperhatikan   amaliyahnya.   Ternyata   tidak   ada   kelebihannya   dalam menjalankan kewajiban dan kesunahan beribadah.

Akhirnya lelaki itu berkata : ”Sudah seringkali aku mendengar, betapa besar Allah   memuliakan   dirimu.   Kebetulan   aku   sendiri   juga   menyaksikan kekeramatanmu itu. Tetapi setelah aku perhatikan secara lahiriyah ternyata tidak ada kelebihan yang aku jumpai dalam ibadah fardu atau sunnahmu. Kalau begitu dari manakah tingkatan itu kamu peroleh?”.

 

Sipandai  besi  itu  menjawab      :”Saudaraku,  sesungguhnya  akukisah  yang

sangat   menarik.   ceritanya   begini,   Aku   bertetangga   dengan   seorang perempuan yang sangat cantik sekali. Aku cinta sekali padanya. Setiap saat aku menggoda dan merayunya supaya mau memenuhi keinginanku. Namun sejauh itu aku tidak dapat menundukkan dirinya. Rupanya Ia perempuan ahli wara’ yang sangat bagus segalanya.

Bulan demi bulan terus bergulir, hingga tibalah masa paceklik, makanan sulit
diperoleh. Kelaparan merata dimana-mana. Suatu hari ketika aku sedang
menikmati udara dirumah, tiba-tiba pintu rumahku diketuk oleh seseorang.
Aku keluar utuk melihat siapa yang datang. ternyata perempuan yang cantik
itu yang datang. Ia berdiri didepan pintu, katanya:”Tuan aku ini sedang
kelaparan, Apa     ada     makanan     yang     bisa     tuan     berikan
kepadaku?”Jawabku:”Apa kau tidak merasa bahwa aku sangat mencintaimu?.
Aku tidak akan memberi makanan kecuali kau bersedia menyerahkan dirimu
padaku”.

Sesungguhnya aku takut menghadapi bahaya dalam kematian. Aku telah berjanji untuk tidak berma’syiat kepada Allah”. Lalu Ia kembali.
Dua  hari  kemudian  Ia  datang  lagi.  Ia  meminta  makanan  seperti  yang dikatakan tempo hari. Aku juga memberi jawaban seperti jawabanku yang kemarin. Saat itu tubuhnya kelihatan sangat kusut dan rusak. Ia masuk dan duduk didalam rumah. Aku menyodorkan makanan didepannya. Tiba-tiba airmata perempuan cantik itu terus mengalir deras seraya berkata:”Apakah makanan ini Kau berikan semata hanya karena Allah?”

 

 

 

 

 

45


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Aku menjawab:”Aku berikan makanan itu agar kau bersedia menyerahkan dirimu   kepadaku”.   Ia   bangkit   dan   meninggalkan   makanan   itu   tanpa menjamahnya sedikitpun. Ia terus melangkah keluar rumah menuju rumahnya sendiri, yang berada tak jauh dari rumahku.

Dua hari kemudian ia datang lagi. Ia mengetuk pintu sambil berdiri didepan pintu,   Kulihat   tubuhnya   kian   kurus   kering.   Suaranya   terbata-bata. Punggunbgnya membungkuk karena menahan lapar.

Ia berkata :”Tuan aku telah merasa kesulitan, untuk mencari makanan, dan aku tak sanggup lagi untuk berjalan jauh untuk mencari makanan kecuali kepada tuan. Apakah tuan punya makanan yang bisa diberikan kepadaku ikhlas karena Allah?”

Ya  tentu  ada  kalau  kamu  bersedia  menyerahkan  dirimu  kepadaku”.  Ia
kemudian menundukkan wajah beberapa saat, ia masuk dan duduk didalam.
Saat itu aku benar benar tidak mempunyai makanan yang dapat kuberikan
untuknya. Maka aku segera menghidupkan api untuk memasak makanan
untuknya.

Setelah masak dan makanan kuletakkan didepannya tiba-tiba aku tersadar
memperoleh petunjuk Allah. Dalam hati aku berkata:”Hai rusak amat diriku ini,
sesungguhnya perempuan ini termasuk orang yang di beri akal sedikit dan
begitu pula ketaatannya pada agamanya. Ia tidak mampu mencari mana dan
sudah berulang kali merasakan betapa pedihnya kelaparan. Tetapi kamu
tidak mau menahan kemaksiatan, padahal ia dapat mencegah kemaksiatan
tanpa mau menyentuh makanan, jika diberikan dengan syarat”.

 

Kemudian  aku  berdoa  kepada  Allah       :   ”Wahai  Allah  sesungguhnya  aku

sekarang bertaubat kepada-MU atas segala perbuatanku. Aku berjanji tidak akanmendekati lagi kepada perempuan itu untuk bermaksiat”.

Aku dekati dia yang masih terpaku didepan makanan. Aku berkata:Sekarang makanlah,   Kamu   tidak   perlu   khawatir   bahwa   aku   akan   meminta persyaratanitu. Kuberikan itu hanya karena Allah”.

 

Begitu mendengar ucapanku itu, ia mengangkat wajahnya kelangit seraya
berucap:”Wahai Allah, jika ucapannya itu benar, hindarkanlah dirinya dari api
dunia dan api akhirat”. Lalu perempuan cantik itu ku biarkan menyantap
makanan. Aku sendiri berkemas dari hadapannya untuk memadamkan api.
Tanpa  sengaja  sebuah  bara  api  jatuh  mengenai  kakiku.  Ternyata  tidak
melepuh.  Aku kembali lagi menjumpainya dengan penuh kegembiraan. Aku
berkata:”Bergembiralah   kamu,   sesungguhnya   Allah   telah   mengabulkan
doamu”.

Lalu Ia buang sesuap makanan yang masih ada di tangannya. Ia bersujud
syukur   seraya   berucap : ”Wahai   Allah   sesungguhnya   Engkau   telah

memperlihatkan kepadaku apa yang kuhendaki terhadap lelaki ini. Maka
cabutlah ruhku sekarang juga”. Selesai berucap begitu, perempuan cantik itu
mati  dalam  keadaan  masih  bersujud.  Demikianlah  ceritaku,  saudara”.
Wallaahu a’lam

 

 

46


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

BAB 25

K I S A H

 

Ada seseorang perempuan keluar rumah dengan tujuan untuk memperoleh
pelajaran islam dari Nabi S.A.W bersama para sahabat lain. Di pertengahan
ada seorang lelaki yang masih muda melihatnya, Ia bertanya:”Hai perempuan
yang mulia, hendak kemana kamu?”. Ia menjawab:”Aku hendak menghadap
Rasulullah S.A.W untuk mendapatkan pengajaran dari beliau”. Balas pemuda
:”Apakah dirimu cinta benar terhadap nabi S.A.W?”. Ia menjawab:”Ya, Aku
sangat mencintainya”. ”Kalau kamu benar-benar cinta kepada Rasulullah aku
minta supaya engkau membuka cadarmu, agar aku bisa melihat wajahmu”.

 

Manakala anak muda itu bersumpah-sumpah demi kecintaan perempuan itu kepada Rasulullah S.A.W, maka perempuan itu tadi membuka cadarnya, Anak muda itu dapat melihat dengan jelas wajahnya.

Setelah kembali dari pelajaran agama, perempuan itu tadi memberi tahu pada
suaminya tentang peristiwa yang di alaminya bersama seorang pemuda,
ketika   suaminya   mendengar   penuturan   cerita   istrinya   maka   hatinya
bimbang:”Hal  itu  perlu  di  uji  kebenarannya.  Agar  aku  puas  dan  jelas
persoalannya”.

Lalu suami perempuan itu membuat perapian yang sangat besar dimasukkan kedalam tungku. Tungku itu  biasanya di gunakan untuk memasak roti, yang menyerupai sebuah kentongan. Suami perempuan itu menunggu beberapa saat agar api membesar.

Ketika jilatan api telah membesar maka suaminya berkata:”Demi Kebenaran Rasulullah S.A.W, masuklah kamu kedalam tungku itu!”.

Begitu istrinya mendengar suaminya bersumpahyang meminta dirinya agar
masuk kedalam tungku yang membara, tanpa ragu ia masuk kedalamnya. Ia
tidak memperdulikan lagi nyawanya demi kecintaannya kepada Rasulullah
S.A.W.

 

Manakala suami perempuan itu melihat isterinya benar benar masuk kedalam tungku dan lenyap di selimuti jilatan api, timbullah penyesalan di dalam hatinya. ia menyadari behwa apa yang di katakan itu benar, maka suami perempuan itu tadi menghadap Rasulullah S.A.W. Ia menceritakan kejadian yang berlangsung. Nabi S.A.W bersabda:”kembalilah. Bongkarlah tungku itu”. Ia segera kembali dan membongkar tungku itu yang masih padas, ternyata di balik tungku itu ia menemukan istriny a dalamkeadaan selamat tanpa kurang suatu  apapun.  Hanya  sekujur  tubuhnya  basah  oleh  keringatnya  sendiri, bagaikan orang yang sedang mandi air panas.

 

Wahai Allah, Jadikanlah kebaikan kepada kami, keluarga kami, anak cucu kami dan segenap kaum muslimin. Segala puji  bagi-Mu ya Allah, Tuhan semesta Alam. Segala puji bagi Allah, Dzat yang telah menyempurnakan berbagai  kebaikkan  dengan  nikmat-Nya,  dan  dengan  anugerah-Nya  kita berbahagia memperoleh syorga.

 

 

47


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Shalawat  dan  salam  selalu  terlimpahkan  kepada  junjungan  Kita  Nabi
Muhammad   S.A.W,  dan   semoga   terlimpahkan   pula   kapada   keluarga,
sahabat, dan istri-istrinya selama masih ada langit dan bumi.
Segala puji bagi Allah sendiri-Nya. Tidak ada daya dan kekuatan selain
dengan daya dan kekuatan Allah Yang Maha Tinggi lagi Besar. Cukuplah
Allah menjadi penolong kita dan memberi kenikmatan kepada kita……. .
Amiin

 

 

PENGANTAR PERKAWINAN

 

Tema pernikahan atau membentuk rumah tangga islami adalah masalah yang selalu hangat dibicarakan dan bahkan harus dibicarakan! Tentunya jangan hanya dibicarakan dan difikirkan tapi di laksanakan  InsyaAllah.

Dalam Islam pernikahan itu mempunyai nilai yang sangat suci, agung dan sakral. Ijab kabul sebagai transaksi pernikahan merupakan ucapan yang ringan dilafalkan tapi berat sekali tanggung jawabnya. Allah sendiri menyebut ijab kabul itu sebagai ikatan yang kuat/kokoh (Mitsaqon Gholizho).

"Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu
telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka
(isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat." (QS. 4:21).

Dalam AlQur an Allah hanya dua kali menggunakan istilah perjanjian yang
kuat ini, pertama untuk pernikahan dan kedua untuk perjanjian dengan bani
Israil (di masa Nabi Musa As): "Dan telah kami angkat ke atas (kepala)
mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil
dari)  mereka.  Dan  Kami  perintahkan  kepada  mereka:  "Masukilah  pintu
gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka:
"Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah
mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh." (QS. 4:154).

 

Setelah Ijab Kabul terucapkan, maka konsekwensinya:

 

1. Halal lah apa yang tadinya haram. Jangankan berpegang-pegangan, saling
   
pandang-pandangan saja sebelum menikah antara 2 jenis kelamin dilarang
   
oleh Islam. Tapi setelah ijab kabul, maka lenyaplah tabir tsb.
   
"Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka
    datangilah  tanah  tempat  bercocok-tanammu  itu  bagaimana  saja  kamu
    kehendaki.

Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman." (QS. 2:223)

2. Terjadilah pemindahan tanggung jawab seorang wanita dari orang tua/wali
    ke suaminya. Sebelum menikah segala tanggung jawab seorang anak
   
terletak  di   pundak  Ayahnya,   setelah  menikah   maka   kewajiban  tsb
   
berpindah ke suami.

 

 

 

48


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Suami harus memenuhi segala kebutuhan lahir bathin istri. Suami yang
akan di minta pertanggung jawabannya di akhirat kelak bagaimana ia
mendidik istri dan anak-anaknya. Seperti Hadist yang diriwayatkan oleh
Hakim: Manusia yang paling besar tanggung jawabnya kepada wanita ialah
suaminya.

 

3. Keihlasan seorang wanita dipimpin oleh suami dan taat pada suami.

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah
telah melebihkan  sebahagian mereka
(laki-laki)  atas  sebahagian  yang

lain(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).

Wanita-wanita  yang  kamu  khawatirkan  nusyuznya,  maka  nasehatilah
mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta'atimu, maka
janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.
Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." [QS An-Nisa' 4:34]

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi S.A.W beliau bersabda, seandainya aku boleh
menyuruh orang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku menyuruh
seorang istri bersujud kepada suaminya. (HR Turmudzi). Dari Ummu Salamah
ra.   Berkata,   Roaulullah   bersabda:   setiap   istri   yang   meninggal   dunia
sedangkan suaminya meredhoinya, niscaya ia masuk surga (HR Turmudzi)

Pernikahan dalam rangka membentuk rumah tangga yang islami merupakan basis   penting   dalam   perjalanan   pembangunan   ummat.   Rumah   tanga merupakan organisasi terkecil yang bisa menjadi gambaran mikrokondisi sebuah masyarakat.Ia juga merupakan pijakan kedua setelah pembinaan individu muslim, dan wadah praktis untuk pengamalan-pengalaman syariat Islam secara berkelompok dan terorganisasi.

Fungsi-fungsi dalam rumah tangga yang teratur dan terstruktur rapi disertai
semangat amanah dan tanggung jawab masing-masing anggotanya akan
menciptakan kondisi yang tentram dan di ridhai Allah S.W.T. Jika suami
sebagai qawwam (pemimpin) dan istri sebagai ribatul bait (pengatur ) rumah
tangga menyadari amanat tsb akan dipertanggung jawabkan di akhirat, maka
kecermelangan rumah tangga yang samara (sakinah, mawaddah, rahmah)
menjadi niscaya adanya..

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri  dari  jenismu  sendiri,  supaya  kamu  cenderung  dan  merasa
tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih
(mawaddah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. 30:21)

Mawaddah dalam ayat diatas lebih berkonotasi ke fisik, tidak hanya masalah
kecantikan istri, ketampanan suami, kemolekan tubuh, tapi juga menyangkut
tingkat  sosial,  ekonomi,  pendidikan  dan  peradaban.  Karena  Islam  juga
memandang  faktor  ke-sekufu-an (selevel)  merupakan  salah  satu  faktor

kebahagiaan rumah tangga.

 

 

49


 

 

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

 

Semakin jauh perbedaan latar belakang kesekufuan ini akan sering terjadi
culture schok yang dapat menimbulkan perselisihan/percekcokan. Tapi bukan
berarti Islam melarang pernikahan antar si kaya dengan si miskin. Dalam
sejarah sahabat, hal ini terjadi pada kasus pernikahan sahabiyah Zainab
dengan Zaid yang Allah abadikan di dalam surat Al Ahzab (33) ayat 37.

 

"Dan   (ingatlah),  ketika  kamu  berkata  kepada  orang  yang  Allah  telah melimpahkan  nikmat  kepadanya  dan  kamu  (juga)  telah  memberi  nikmat kepadanya:"Tahanlah terus isterimu dan bertaqwalah kepada Allah", sedang kamu   menyembunyikan   di   dalam   hatimu   apa   yang   Allah   akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.

Maka   tatkala   Zaid   telah   mengakhiri   keperluan   terhadap   isterinya
(menceraikannya),  Kami  kawinkan  kamu  dengan  dia  supaya  tidak  ada
keberatan bagi orang mu'min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat
mereka, apabila anak-anak Angkat itu telah menyelesaikan keperluannya
daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi." [QS Al-Ahzab
33:37].

Sedangkan Rahmah pada surat Ar Rum 21 diatas, adalah faktor kasih sayang
yang bersifat batiniyah, menyangkut kepahaman terhadap Dien (agama),
keimanan, akhlak, selera dan ideologi. Dan faktor-faktor ini sangat penting.

Pilihlah yang utama berdasarkan Diennya. Seperti hadist yang telah ita sering
dengar: Wanita itu dinikahi karena 4 perkara: karena hartanya, keturunannya,
kecantikannya dan Dien nya. Maka dapatkan lah wanita yang memiliki Dien
(H.R Bukhari).

Bagaimana kita "menilai" calon pasangan agar bisa diketahui apakah pas secara mawaddah dan cocok secara rahmah? ini yang penting yak ... :)

Saat ini masih banyak muslim melakukan taaruf (perkenalan) dalam rangka penilaian calon pasangannya itu dengan cara budaya yang non-Islami:

 

BERPACARAN. Mungkin dengan pacaran akan diperoleh data-data yang
diperlukan, tapi karena ini  bukan dari  Islam, maka harus dihindari, dan
biasanya dalam masa berpacaran tsb, yang ditampilkan oleh masing-masing
adalah sifat ya ng baik-baiknya saja. Banyak kejadian (apalagi di Jerman) dua
orang yang telah bertahun-tahun berpacaran, tapi setelah menikah beberapa
saat kemudian bercerai dengan alasan tidak cocok.. Jadi bagaimana yang

islami?........ hmmmmm..... ;)

Allah  telah  memberikan  solusinya,  dalam  surat  Annur  ayat              32   "Dan

nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang
yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika
mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan
Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 24:32).
Ayat ini dikhususkan oleh orang-orang yang telah menikah. Nikahkanlah
.....berarti  disini  Allah  sedang  berbicara  kepada  orang-orang  yang  telah
menikah.

 

 

50