Klasifikasi Ayat Mutashabihat dan Kontroversinya

 

Secara garis besar para ulama mengklasifikasikan ayat-ayat mutashabihat ke dalam dua kategori:

  1. Berdasarkan aspek lafad, makna dan kedua-duanya (lafad dan maknanya)

    1. Secara lafad
      Ayat-ayat mutashabihat yang ambiguitasnya berawal dari ketidakjelasan bentuk lafad ayat, seperti pada kata "al-yad" (tangan) dan kata "al-ain" (mata) yang mempunyai banyak pengertian. Sebagaimana tercantum dalam surat al-Shaad:75,
       

      termasuk didalamnya karena lafad yang terkandung tidak dapat diketahui secara pasti.17

    2. Secara makna
      Ayat yang mengandung ambiguitas karena rancu dalam kandungan maknanya. Hal ini ditunjukkan pada ayat-ayat yang menjelaskan tentang sifat-sifat Allah (mutashabih al-sifat/antromorfisme), hari kiamat, nikmat surga dan siksa neraka. Seperti ayat 5, surat Taha:
       

      -nya Allah di atas 'arsh.

    3. Secara lafad dan makna
      Ayat yang merngandung ambiguitas karena rancu dalam segi lafad dan sekaligus kandungan maknanya. Sebagaimana yang tercantum dalam Qur'an surat at-Taubah:5,
       


      فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
       


      Kata dan makna al-musyrikin (jamak dari kata al-musyrik) dapat berarti seluruh kaummusyrikin, sebagian atau orang-orang tertentu saja.

  2. Klasifikasi berdasarkan bisa tidaknya ayatmutashabihat diketahui manusia

    1. Ayat yang sama sekali tidak bisa diketahui manusia hanya Allah saja yang mengetahuinya secara pasti. Sebagaimana ayat-ayat tentang hakikat sifat-sifat Allah, tentang kiamat, dan hal-hal yang ketentuannya di tangan Allah (seperti munculnya "dabbah", binatang yang keluar pada saat terjadi kiamat, munculnya "dajjal", dll.).

    2. Ayat yang setiap orang bisa mengetahuinya dengan mencermati dan mempelajarinya secara mendalam. Sebagaimana ayat-ayat yang susunannya masih global, ringkas dan mengandung kata-kata "asing".

    3. Ayat yang hanya bisa diketahui oleh orang-orang tertentu (ulama khusus) dan mempunyai pengetahuan yang mendalam.18

< Back

Depan

Next >