Bibliografi

 
Ash-ashiddieqy, T. M. Hasbi,

Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur'an, Jakarta: Bulan Bintang, 1987.

Denffer, Ahmad Von,

'Ulum al-Qur'an An Introduction to Sciences of the Qur'an, Liecester: The Islamic Foundation, 1989.

al-Kirmani, Mahmud b. Hamzah b. Nasr,

Al-Burhan fi Tawjih Mutashabih al-Qur'an, Beirut: Dar al-Kutub al 'Ilmiyyah, 1986.

al-Qattan, Manna' Khalil,

Mabahith fi 'Ulum al-Qur'an, terj., Jakarta: Litera Antar Nusa. 2001.

al-Sabbagh, Muhammad b. Lutfi,

Lamahat fi 'Ulum wa Ittijahat al-Tafsir, Beirut: Al-Maktab al-Islami, 1990.

al-Salih, Subhi,

Mabahith fi 'Ulum al-Qur'an, Beirut: Dar al-'Ilm fi al-Malayin, 1988

al-Suyuti, Jalal al-Din,

Al-Itqan fi 'Ulum al-Qur'an, Vol. II,Beirut: Muassasat al-Kutub al-Thaqafiyyah, 1996.

Shalthut, Mahmud,

Al-Islam Aqidah wa Syari'at, Mesir: Dar al-Qalam, 1986.

Shihab, Quraish M. dan tim,

Sejarah dan 'Ulum al-Qur'an, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000.

Tim Penerjemah Depag RI,

al-Qur'an dan Terjemahannya, Surabaya: Jaya Sakti, 1997.

Ushama, Thameem,

Methodologies of the Qur'anic Exegesis, Kuala Lumpur, Pustaka Hayathi, 1995.

Watt, W. Montgomery, Bell, Richard

Pengantar al-Qur'an, Terj. Lilian D. Tedjasudhana, Jakarta: INIS, 1998.

al-Zarqani, Muhammad 'Abd al-'Azim,

Manahil al-'Urfan fi 'Ulum al-Qur'an, Vol II, Beirut: Dar al-Fikr, 1988.

1 Muhammad abd al-Azhim al-Zarqani, Manahil al-Irfan fi Ulum al-Qur'an Vol II (Bairut: Dar al-Fikr, 1996), 19.

2 Thamem Ushama, Methodologies of The Qur'anic Exegisis(Kuala Lumpur; Pustaka Hayathi, 1995),1.

3 Mahmud Shalthut, al-Islam Aqidah wa Syari'at (Mesir: Dar al-Qalam, 1986), 507.

4 T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur'an (Jakarta: Bulan Bintang, 1987), 102-107.

5 Al-Kirmani, menjelaskan terdapat 594 ayat (9,5%)mutashabihat dari 6236 ayat dalam al-Qur'an. Dan al-Shanqiti mengatakan, terdapat 525 ayat muhkamat yang membahas tentang tauhid, ibadah dan mu'amalah. Baca Mahmud b. Hamzah b. Nasr al-Kirmani, al-Burhan fi Tawjih Mutashabih al-Qur'an (Bairut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1986).

6 Subhi al-Salih, Mabahith fi 'Ulum al-Qur'an (Bairut: Dar al-'Ilm, 1988), 281.

7 Manna' Khalil al-Qattan, Mabahith fi 'Ulum al-Qur'an, terj. (Jakarta: Pustaka Litera Antar Nusa, 2001), 303.

8 Qur'an surah al-Baqarah: 70.

9 Al-Zarqani, Manahil, 270.

10 M. Quraish Shihab dan tim, Sejarah dan 'Ulum al-Qur'an(Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000), 120.

11 Depag RI., Al-Qur'an dan Terjemahnya (Jakarta: Bumi Restu, 1976), 76.

12 Depag RI., Al Qur'an dan Terjemahnya (Semarang, Toha Putra, 1989), 326.

13 Ibid, 749.

14 Ibid, 76.

15 Al-Zarqani, Manahil, 271.

16 Ibid, 275-276.

17 Ahmad Von Denffer, 'Ulum al-Qur'an An Introduction to the Sciences of the Qur'an (Liecester: the Islamic Foundation, 1980), 81. Mengenai al-ahruf al-muqatta'ah, para sarjana barat menggambarkannya sebagai huruf-huruf misterius, meskipun banyak diantara mereka yang berusaha untuk meraba-raba makna yang terkandung. Mereka memandang huruf-huruf tersebut sebagai singkatan dari nama-nama para pengumpul al-Qur'an sebelum Zayd Ibn Thabit. Kelompok surat yang diawali dengan "Ha-Mim" diduga bersal dari orang-orang yang singkatan namanya menjadi "Ha-Mim". Hirschfeld, misalnya mencoba memandang huruf "Sad" sebagai kependekan dari nama Hafsah, "Kaf" sebagai Abu Bakr dan "Mim" sebagai 'Uthman, sedang "Alif-Lam-Mim" kependekan dari nama al-Mughirah. Sedang Eduard Gussens menduga bahwa huruf-huruf tersebut merupakan judul dari surat-surat yang tidak digunakan. Meski demikian pada akhirnya tetaplah huruf-huruf tersebut menjadi misteri. Tidak ada argumen yang cukup valid dari mereka untuk mendukung hipotesa mereka. Lihat W. Montgomery Watt, Richard Bell: Pengantar al-Qur'an, terj. Lilian D. Tedjasudhana (Jakarta: INIS,1998), 55-56.

18 Al-Zarqani, Manahil ..., 280-281. Ulama berpeda pendapat dalam memandang pengklasifikasian golongan ke-dua ini. Al-Sabbagh memandang bahwa hanya jenis pertama (dalam klasifikasi ke-2) yang termasuk mutashabihat. Sedang lainnya termasuk muhkamat, sebab muhkamat terbagi menjadi 2, yaitu ayat yang bisa diketahui oleh siapa saja dan yang diketahui oleh orang-orang tertentu. Lihat Muhammad b. Lutfi al-Sabbagh,Lamahat fi "Ulum al-Qur'an wa Ittijahat al-Tafsir (Bairut: Al-Maktab al-Islami, 1990), 157-158.

19 Al-Salih, Mabahith, 218.

20 Al-Zarqani, Manahil, 287.

21 Mushtafa Zayd, Dirasat fi al-Tafsir (Kairo: Dar al-Fikr al-'Arabi, 1970), 63.

22 Ketika membaca ayat 7 surat Ali 'Imran ini, Ibn 'Abbas mengatakan, "Saya termasuk orang yang mengetahui ta'wilnya...". Ini adalah sebagai bukti dari do'a nabi kepadanya. Lihat al-Suyuti, al-Itqan fi 'Ulum al-Qur'an. Vol. II (Bairut: Muassasah al-Kutub al-Thaqafiyah, 1996), 7.

23 Al-Zarqani, Manahil, 289. 23 Diantara golongan ini adalah golongan Mu'tazilah, Syiah dan beberapa tokoh 'Asy'ariyah seperti Imam al-Haramain al-Juwaini. Lihat Tim, Ensiklopedi Islam vol. I (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1993). 315.

24 Di antara golongan ini adalah golongan Mu'tazilah, Syiah dan beberapa tokoh 'Asy'ariyah seperti Imam al-Haramain al-Juwaini. Lihat Tim, Ensiklopedi Islam vol. I (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1993). 315.

< Back

Depan

Next >