Bibliografi

 
Amin, Ahmad,

Hayy bin Yaqzan li Ibn Sina wa Ibn Tufail wa al-Suhrawardi, cet. III, Kairo: Dar al-Ma'arif, 1966.

al-Asy'ari, Imam Abu Hasan Ali bin Isma'il,

Maqalat al-Islamiyin wa Ikhtilaf al-Mushallin, terj. Rosihan Anwar, Bandung: Pustaka Setia, 1999.

Damej, M. Amin,

Majmu'ah al-Rasail al-Muniriyah, juz 2, 1970.

al-Jauziyah, Ibn Qayyim,

Kitab al-Ruh, ditahkikkan oleh Sayyid Jamili, cet. I, Bairut: Dar al-Kitab al-'Arabi, 1986.

Al-Jauziyah, Ibn Qayyim,

Raudah al-Muhibbin wa Nuzah al-Mushtaqin, Kairo: Dar al-Fikr al-'Arabi tt.

Lane, Edward William,

Arabic-English Lexicon, London: Islamic Texts Society Trust, 1984.

Manzur, Ibn,

Lisan al-'Arab, ttp, Dar al-Ma'arif, t.th..

Mubarok, Achmad,

Jiwa dalam Al-Qur'an, Jakarta: Paramadina, 2000.

Najati M. 'Uthman,

Al-Dirasah al-Nafsaniyyah 'inda al-'Ulama' al-Muslimin, terj., Bandung: Pustaka Hidayah, 2002.

Othman, Ali Issa,

Manusia menurut Al-Ghazali, cet. II,Bandung: Pustaka, 1987.

Redaksi, Dewan,

Ensklopedi Islam vol. 4, Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1993.

Sina, Ibn,

Ahwa al-Nafs, ditahkik oleh Ahmad Fuasd al-Ahwani Kaira: Dar Ihya' al-Kutub al-'Arabiyah, 1952.

Taimiyah, Ibn,

Risalah fi al-'Aql wa al-Ruh, tt.

Warson, Ahmad Warson,

Al-Munawwir, Yogyakarta: Pesantren Al-Munawwir, 1984.

1 Materi manusia merupakan saripati tanah liat yang merupakan cikal bakal Nabi Adam dan keturunannya. Materi atau sel benih (nutfah) ini, yang semula adalah tanah liat, setelah melewati berbagai proses, akhirnya menjadi manusia. Tanah liat berubah menjadi makanan (melalui tanaman dan hewan). Makanan menjadi darah, darah menjadi sperma dan indung telur. Sperma kemudian bersatu dengan indung telur dalam suatu wadah (QS. 23:14) hasil dari persatuan yang terjadi di dalam rahim, setelah melalui proses transformasi yang panjang sehingga menjadi resam tubuh yang harmonis(jibillah) dan menjadi cocok untuk menerima ruh. Adapun penerimaan ruh ini semuanya langsung dari Allah, dan ini diberikan tatkala embrio sudah siap dan cocok untuk menerimanya. Lihat Ali Issa Othman, Manusia menurut Al-Ghazali, cet. II (Bandung: Pustaka, 1987), 115.

2 Achmad Mubarok, Jiwa dalam Al-Qur'an (Jakarta: Paramadina, 2000), 128.

3 Ibn Manzur, Lisan al-'Arab, ttp (Dar al-Ma'arif, t.th), 1763-1771. Lihat juga, Ahmad Warson M., Al-Munawwir(Yogyakarta: Pesantren Al-Munawwir, 1984), 1232.

4 Ibn Manzur, Lisan...

5 Edward William Lane, Arabic-English Lexicon (London: Islamic Texts Society Trust, 1984), 1182.

6 Jiwa Dalam Al-Qur'an, 128.

7 Ibn Manzur, Lisan..., 1768.

8 'Uthman, Najati, M., Al-Dirasah al-Nafsaniyyah 'inda al-'Ulama', al-Muslimin, terj. (Bandung: Pustaka Hidayah, 2002), 144.

9 Ibn Sina, Ahwa al-Nafs, ditahkik oleh Ahmad Fuasd al-Ahwani (Kaira: Dar Ihya' al-Kutub al-'Arabiyah, 1952), 258.

10 Ahwa al-Nafs, 62-65.

11 Dewan Redaksi, Ensklopedi Islam vol. 4 (Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve, 1993), 174.

12 Ensiklopedi Islam, 147.

13 Ensiklopedi Islam vol. 4, 176.

14 Ahmad Amin, Hayy bin Yaqzan li Ibn Sina wa Ibn Tufail wa al-Suhrawardi, cet. III (Kairo: Dar al-Ma'arif, 1966), 37-38.

15 Hay bin Yaqwzan, 149.

16 Ibn Taimiyah, Risalah fi al-'Aql wa al-Ruh dalam M. Uthman Najati, al-Dirasah..., 342.

17 Majmu'ah al-Rasail al-Muniriyyah, 1970, 36-37.

18 M. Amin Damej, Majmu'ah al-Rasail al-Muniriyah, juz 2, 1970, 39-41 dimuat dalam al-Dirasah...,343.

19 Al-Dirasah...,47-48.

20 Al-Dirasah...,41

21 Ibn Qayyim al-Jauziyah, Kitab al-Ruh, ditahkikkan oleh Sayyid Jamili, cet. Iv (Bairut: Dar al-Kitab al-'Arabi, 1986), 276.

22 Kitab al-Ruh, 330.

23 Ibn Qayyim al-Jauziyah, Raudah al-Muhibbin wa Nuzah al-Mushtaqin (Kairo: Dar al-Fikr al-'Arabi tt.), 259-287.

24 Ibid, 252-255.

25 Imam Abu Hasan Ali bin Isma'il Anwar (Bandung al-Asy'ari, Maqalat al-Islamiyin wa Ikhtilaf al-Mushallin, terj. Rosihan: Pustaka Setia, 1999), 69-71.

< Back

Depan

Next >