Bibliografi

 
Abdurrahman, M.,

Pergeseran Pemikiran Hadis: Ijtihad al-Hakim dalam Menentukan Status Hadis (Jakarta: Paramadina, 2000),

Al-Asqalani, Ibn Hajar, Fath al-Bari Syarh Shahih Muslim,

Tahqiq Muhammad Fuad Abd Baqi juz 3, Bairut: Dar al-Ma'rifah, tt.

Ash-Shiddieqy,M. Hasbi,

Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis Cet. X, Jakarta: Bulan Bintang, 1991.

Al-Bukhari, 'Alauddin ibn Abd al-Aziz,

Kasyfu al-Asrar 'an Ushul al-Bazdawi juz 3, Bairut: Dar al-Kutub al-'Arabi, 1974.

Al-Khatib, Muhammad 'Ajaj, Dr.,

Ushul al-Hadith, terj. Dr.H.M Qadirun Nur Jakarta: Gaya Media Pratama, 2001

Al-Shan'ani, Muhammad ibn Ismail,

Subul al-Salam juz 1, Mesir: Musthafa al-Halabi, 1960

Al-Syaukani, Muhammad ibn Ali ibn Muhammad,

Nail al-Authar juz 8, Kairo, tt.

Team Pustaka,

Membahas Ilmu-Ilmu Hadis, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995

Wafaa, Muhammad, Dr.,

Ta'arud al-Adillati al-Syar'iyati min al-Kitabi wa al-Sunnati wa al-Tarjihu Bainaha, Terj. Muslich, S., Bangil, Al-Izzah, 2001.

Al-Zubaidi, Muhibuddin Abi Faidhial-Sayyid Muhammad Murtadha,

Taj al-'Arusi min Jawahiri al-Qamusi, Kairo: Mathba'ah al-Khairiyah bi Jamaliyah, 1306 H.

1 Kodifikasi hadith mencapai puncaknya pada abad IIIHijriyah. Banyak karya-karya monumental bermunculan, seperti al-Bukhari (w. 256 H), Muslim (w. 261 H), Abu Dawud (w. 316 H), al-Tirmizi (w. 279 H), al-Nasa'i (w. 302 H) dan Ibnu Majah (w. 273 H). Proses pencarian hadith terus berlangsung sampai abad ke-VI meskipun tidak lagi intensif. Lihat M. Abdurrahman,Pergeseran Pemikiran Hadis: Ijtihad al-Hakim dalam Menentukan Status Hadis (Jakarta: Paramadina, 2000),5-6, dan Membahas Ilmu-Ilmu Hadis (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995), 72.

2 Hadith sejak masa pertumbuhannya hingga sekarang telah mengalami 7 periode perkembangan:

  • Masa wahyu dan pembentukan hukum (masa Rosul)

  • Masa pembatasan riwayat (masa Khulafa al-Rasyidin)

  • Masa perkembangan riwayat (masa sahabat kecil dan tabi'in besar )

  • Masa pembukuan hadith

  • Masa pen-tashih-an hadith

  • Masa menapis kitab-kitab hadith dan menyusun kitab-kitab jami' yang khusus

  • Masa membuat syarh, membuat kitab tahrij, mengumpulkan hadith-hadith hukum dan membuat kitab-kitab jami' umum serta membahas kitab-kitab hadith zawaid.

Lihat M. Hasbi ash-Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis Cet. X (Jakarta: Bulan Bintang, 1991), 46-47.

3 Berdasarkan klasifikasi Ibnu Hajar al-Asqalani ada 12 tabaqat periwayatan hadith dimulai dari masa shahabat hingga akhir pada masa periwayatan. Klasifikasi tabaqat ini didasarkan pada kelompok yang memiliki riwayat dalam al-kutub al-Sittah. Lihat Team Pustaka,Membahas...,

4 Dr. Muhammad Wafaa, Ta'arud al-Adillati al-Syar'iyati min al-Kitabi wa al-Sunnati wa al-Tarjihu Bainaha, Terj. Muslich, S.Ag (Bangil, Al-Izzah, 2001), 1.

5 Q.S an-Najm: 3-4

6 Q.S al-Ahzab: 21.

7 Q.S an-Nisa': 82.

8 Muhibuddin Abi Faidhial-Sayyid muhammad Murtadha al-Zubaidi, Taj al-'Arusi min Jawahiri al-Qamusi (Kairo: Mathba'ah al-Khairiyah bi Jamaliyah, 1306 H),48.

9 Al-Zarkasyi, al-Bahr al-Muhith fi al-Ushul juz 3, 251. Lihat juga Ta-arud al-adillati..., terj. 25.

10 Ibid.,

11 Syaikh 'Alauddin ibn Abd al-Aziz al-Bukhari, Kasyfu al-Asrar 'an Ushul al-Bazdawi juz 3 (Bairut: Dar al-Kutub al-'Arabi, 1974), 76.

12 Ta'arud al-Adillati...,terj. 35-73.

13 HR. Muslim dan lainnya dari Zaid ibn Khalid al-Juhni (Lihat: Muhammad ibn Ali ibn Muhammad al-Syaukani, Kairo: tt., Nailu al-Authar juz 8),33.

14 HR. Bukhari dan Muslim dari Imran ibn Hushain (Lihatibid).

15 HR. Jama'ah dari Ubadah ibn Shamit (Jama'ah adalah 7 imam dan Imam Ahmad).

16 Diriwayatkan oleh Thabrani dari Abi Said al-Khudri. Diantara perawi hadith tersebut ada Harun al-Abdi, ia matruk. Disebutkan dalam Muntaqa al-Akhbar bahwa hadith tersebut diriwayatkan oleh banyak perawi namun semuanya lemah.

17 Jami' al-Ushul juz 6, 186 hadith ke 4281. Ibn Abi Hatim mengatakan hadiyh ini cacat karena terputus (Lihat Nail al-Authar juz 3, 376)

18 Nail al-Authar juz 3, 376.

19 Dr. Muhammad Wafa, Ta'arud al-Adillati..., terj.,68-71

20 Dr. Muhammad 'Ajaj al-Khatib, Ushul al-Hadith, terj. Dr. H.M Qadirun Nur (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2001), 254.

21 Ushul al-Hadith, terj. 126.

22 HR. Bukhari Muslim dan lainnya dari Anas ibn Malik (Lihat: Nail al-Authar juz 2), 28 .

23 Dari Uqbah ibn Amr, ia berkata: Rasulullah SAWmelarang kita melakukan shalat atau mengubur jenazah dalam tiga waktu: ketika matahari terbit hingga agak tinggi, ketika matahari mencapai titik kulminasi hingga tergelincir dan matahari terbenam". (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasa'i dan urmudzi) Lihat Nail... juz 3, 104.

24 Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari Syarh Shahih Muslim, Tahqiq Muhammad Fuad Abd Baqi juz 3 (Bairut: Dar al-Ma'rifah, tt), 369.

fn25. Ta'arud..., terj., 101.

26 Ta'arud..., terj., 183.

27 Lihat al-Shan'ani Muhammad ibn Ismail, Subul al-Salam juz 2, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1960), 84.

28 HR. Bukhari, Muslim dan lainnya, dari Aisyah dan Ummi Salamah ra. Bahwasanya Nabi SAW.(pernah) berhadath besar pagi-pagi karena melakukan kewajiban sebagai suami yang tanpa mengeluarkan sperma, kemudian beliau melanjutkan puasa ramadhannya. (Lihat Jami' al-Ushul juz 6), 383 hadith ke 4567.

29 Ibid, 384 hadith ke 4567.

30 Lihat Dr. Muhammad Wafaa, Ta'arud..., Terj.,196-276

< Back

Depan

Next >