TAHLILAN

Diposting oleh : al-Akh Imam Nawawi

Sudah menjadi kebiasaan kaum muslimin diberbagai daerah, khususnya kaum nahdliyin melakukan tahlilan dg cara membaca serangkaian ayat2 Qur'an, istighfar, sholawat, tasbih, asmaul husna dan diakhiri dg do'a.

Hal tersebut biasanya dilakukan mereka pd malam jum'at atau hari2 kematian, dan bahkan berkembang menjadi acara rutinitas mingguan atau bulanan dan lain sebagainya, sebab dinilai dari segi baca'an, termasuk salah satu amalan berdzikir yg memang dianjurkan oleh SYARI'AH ISLAM.

Dalam realitas sosial, ditemukan adanya tradisi masyarakat jawa, jika ada keluarga yg meninggal, mlm harinya byk sekali tamu bersilaturohim, baik tetangga dekat maupun jauh. mereka semua ikut bela sungkawa, sambil mendoakan orang yg meninggal dan keluarga yg ditinggalkan.

Hal tersebut berlaku bagi kaum nahdliyin, mereka mengadakan do'a bersama melalui bacaan2 thoyyibah, seperti bacaan yaaasiin, tahlil, tahmid, istighosah dan diakhiri dengan do'a.

Sedang persoalan ada dan tidaknya makanan, bukan hal penting, tapi intinya adalah bacaan tahlil dan do'a untuk menambah bekal bagi mayit.
Dg adanya deskripsi tentang prosesi selamatan untuk orang yg meninggal dunia adalah disunnahkan, begitu juga hukum bersodaqoh (dalam wujud selamatannya) dan bersilaturohmi (dalam wujud berkumpul di rumah duka). Hal ini berdasarkan Hadits Nabi saw. sbb:

1. Hadits riwayat Imam Muslim: yg terjemahnya: "Dari Abi Dzar, ada beberapa sahabat berkata kepada Nabi saw. Ya Rosulullah orang2 kaya itu mendapat suatu pahala (padahal) mereka sholat seperti kami, mereka puasa seperti kami, mereka bersodaqoh dg kelebihan hartanya, lalu Nabi saw menjawab: bukankah Allah sudah menyediakan untuk kamu sekalian sesuatu yg dpt kamu sedekahkan? seseungguhnya setiap bacaan satu tasbih (yg kamu baca) merupakan sedekah, dan setiap takbir merupakan sedekah dan setiap bacaaan tahmid juga merupakan sedekah dan setiap tahlil merupakan sedekah HR. Muslim.

2 Kitab Al-Hawiy li al-Fatawa,Jalaluddin Abdurrohan al-Suyuthi juz 2 hal. 194
yg terjemahnya: Kesunatan memberi sedekah makanan selama 7 hari merupakan perbuatan yg tetap saja berlaku sampai sekarang (yaitu masa al-Suyuthi abad ke 9H) di Makkah dan Madinah. Yang jelas kebiasaan tersebut tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat sampai sekarang dan tradisi tersebut diambil dari ulama' salaf sejak generasi pertama, yaitu sahabat.

3.Kitab al-Ruh fi al-Kalam 'ala arwah al-Amwat wa al- Ahya'..., Ibnu Qoyyim al-Jauzi hal. 142, yg terjemahnya: ....Sebaik-baik amal perbuatan yg dihadiahkan kpd mayit adalah memerdekakan budak, bersedekah, istighfar, berdo'a dan haji. Sedangkan membaca Al-Qur'an secara ikhlas dan pahalanya ditujukan kepada mayit, juga akan sampai kepada mayit tersebut, sebagaimana pahalanya puasa dan haji.

4. kitab I'anatut Tholibin juz II hal 143 disitu ada Hadits Rosulullah:
dari Ahmad bin Hanbal Rosulullah bersabda jika kalian masuk makam, bacalah surat al-fatihah,al ikhlas,al-falaq,an-naas,dan pahalanya kirimkan ke penghuni kubur maka akan sampai kpd mereka (HR. Ahmad Ibnu Hambal)

5. Hadits Nabi saw : Jantungnya Al-Quran adalah surat Yaasiin. Tidak seorang yang mencintai Allah dan negeri akhirat membacanya kecuali dosa-dosanya diampuni. Bacakanlah (Yaasiin) atas orang-orang mati di antara kalian." (ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

6. Kitab Nihayah al-Zain Firsyad al-Mubtadi'in karya Muhammad bin Umar bin Ali an-Nawawy,al-Banteny hal. 57 terjemahnya:
Dan shodaqoh untuk mayit dg cara syar'i itu diperlukan dan tidak diabatasi dg 7 hari atau lebih atau lebih sedikit dan tidak dibatasi dg beberapa hari dari hari2 kematiannya. Sebagaimana sayyid Ahmad Dahlan befatwa : "Telah menjadi kebiasaan manusia shodaqoh untuk mayit pd hari ke 3 dari kematian,hari ke 7,hari ke 20, hari ke 40, hari ke 100 dan setelah itu setiap tahun dari hari kematiannya. Sebagaimana juga didukung oleh Syekh Sunbulawainy.

Semoga beberapa alasan dari hadits dan kitab ulama' salaf yg q paparkan bisa menjadi pedoman tahlilan (selamatan kematian). Dan paparan ini q akhiri dg do'a semoga kita semua selalu dalam ridlo dan hidayah Allah, dan semoga semua termasuk golongan yg khusnul khotimah..Aamiin.