II.15.   BERSALAMAN BID’AH

 

Mengenai bersalaman merupakan hal yang sunnah, diperbolehkan oleh Rasul saw, dilakukan oleh Rasul saw, bahkan diperintahkan oleh Rasul saw.

 

Demikian dijelaskan Dalam :

Tafsir Imam Qurtubi Juz 4 / 107

Tafsir Imam Qurtubi Juz 9 / 266

Tafsir Imam Qurtubi Juz 13 / 199

Tafsir Imam Qurtubi Juz 15 / 361

Imam Ibn Majah hadits no.3702 dengan sanad Shahih.

Muwattha' Imam Malik hadits no.1617.

Sesekali bukanlah hal yang Bid'ah.

 

Qatadah bertanya kepada Anas bin Malik, “Apakah merupakan kebiasaan para shahabat Nabi untuk saling bersalaman?” Anas bin Malik menjawab, “Ya” (Shahih Bukhari)

 

Diriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib, Nabi SAW bersabda: ”Jika dua Muslim bertemu, kemudian bersalaman, kemudian berdoa agar Allah memberi pengampunan, maka mereka akan mendapatkan ampunan.” Dalam riwayat lain diriwayatkan oleh Al-Barabahwa Nabi bersabda, “Tidaklah dua Muslim bertemu, lalu bersalaman, kecuali dosa-dosa mereka berdua diampuni sebelum mereka berpisah.” (Sunan Abu Dawud)

 

Bersalaman ini boleh kapan saja, tak terkecuali setelah shalat berjama’ah. Jika ada yang mengharamkan bersalaman setelah shalat berjama’ah, maka tunjukkan dalil yang mengharamkan bersalaman setelah shalat berjama’ah. Jika tidak ada dalil yang melarang bersalaman setelah shalat berjama’ah, maka hadits-hadits seeprti hadits-hadits di atas merupakan dalil umum bagi sunnahnya bersalaman.