II.14.   MENGANGKAT TANGAN SAAT BERDOA SESUDAH SHALAT

 

Diriwayatkan :

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَلَا قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي إِبْرَاهِيمَ { رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنْ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي }الْآيَةَ وَقَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ } فَرَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ اللَّهُمَّ أُمَّتِي أُمَّتِي وَبَكَى فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ فَسَلْهُ مَا يُبْكِيكَ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام فَسَأَلَهُ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا قَالَ وَهُوَ أَعْلَمُ فَقَالَ اللَّهُ يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ إِنَّا سَنُرْضِيكَ فِي أُمَّتِكَ وَلَا نَسُوءُكَ

 

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash ra, sungguh ketika nabi saw membaca firman Allah swt mengenai Ibrahim as yang berdoa : “Wahai Tuhan, Sungguh mereka telah menyesatkan banyak orang, maka barangsiapa yg mengikutiku maka ia termasuk golonganku”(QS. Ibrahim : 36),  dan berkata Isa as : “Jika Kau menyiksa mereka sungguh mereka hamba-Mu, jika Engkau Mengampuni mereka sungguh Engkau Maha Perkasa dan Maha Menghakimi” (QS AL Maidah 118), maka Rasul saw mengangkat kedua tangannya seraya menyeru : Wahai Allah Ummatku..ummatku… seraya menangis. Maka Allah berkata kepada Jibril pergilah pada Muhammad dan Sungguh Tuhanmu Maha Tahu, katakana apa yang membuatmu menangis?, maka Jibril as berkata pada Rasul saw : Apa yang membuatmu menangis?, maka Rasul saw mengabarkan padanya, maka berkata Allah swt pada Jibril : Wahai Jibril, pergilah pada Muhammad, katakan padanya Kami akan membuatmu puas pada ummatmu, dan kami tak akan mengecewakanmu”  (Shahih Muslim hadits no.301 Bab Al Iman pasal : Du’a nabi li ummatih).

 

Berkata Imam Nawawi mensyarahkan hadits ini : “Hadits ini mengandung banyak makna, diantaranya adalah disunnahkannya mengangkat kedua tangan saat berdoa” (Syarah Nawawi Ala shahih Muslim Bab Iman)