II.32.   NABI KHIDIR AS MASIH HIDUP?

 

Berkata Hujjatul Islam Al Imam Nawawi rahimahullah :

 

وقد احتج بهذه الاحاديث من شذ من المحدثين فقال الخضر عليه السلام ميت والجمهور على حياته  سبق في باب فضائله ويتأولون هذه الاحاديث على انه كان على البحر أو انها عام مخصوص                                                               

 

Sungguh telah berhujjah dengan hadits ini (hadits = Rasul saw bersabda bahwa setelah 100 tahun maka tak tersisa lagi yang hidup diantara kita didaratan ini), mereka yang salah dari para periwayat hadits yang mengatakan bahwa Khidir as sudah wafat, dan Jumhur (pendapat yang terkuat dan terbanyak) mengatakan bahwa ia hidup, sebagaimana dijelaskan dalam Bab keutamaannya, dan mereka menakwilkan haditshadits ini bahwa dia (khidir as) di laut dan bukan di daratan, atau hadits itu bermakanAammun makhsush (maknanya umum tetapi ada pengecualian).

(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal 90)

 

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri r.a katanya: Rasulullah saw telah menceritakan kepada kami pada satu hari, cerita yang panjang tentang Dajjal. Antara perkara yang baginda ceritakan kepada kami ialah sabdanya: “Dajjal akan datang sedangkan dia tidak dapat memasuki jalan-jalan dan lereng-lereng bukit di Madinah maka dia berhenti di kawasan tanah yang masin dan gersang (tiada tumbuhan) yang terletak di luar Madinah. Maka keluar pada hari itu seorang lelaki yang paling baik atau (keraguan rawi) antara manusia yang baik lalu lelaki itu berkata kepada Dajjal: ‘Aku bersaksi sesungguhnya engkau ini adalah Dajjal sebagaimana yang telah diceritakan oleh Rasulullah saw dalam Hadisnya.’ Dajjal pun bertanya: ‘Apa pendapat kamu sekiranya aku mematikan yang ini kemudian aku menghidupkannya semula. Adakah kamu ragu-ragu tentang masalah itu?’ Lelaki itu menjawab: ‘tidak.’ Maka Dajjal telah membunuhnya kemudian menghidupkannya semula. Lalu lelaki itu berkata setelah Dajjal menghidupkannya: ‘Demi Allah. Aku lebih mengetahui tentang dirimu sekarang ini dari apa yang aku tahu kemarin.’ Abu Sa’id menyambung lagi: “Dajjal ingin membunuh lelaki itu lagi tetapi tidak berhasil.” Abu Ishaq berkata: “Dikatakan bahwa lelaki ini adalah Khidir as.” (Shahih Muslim dalam Kitab Al-Fitan wa Asyratus Sa`ah)

 

قال أبو اسحق يقال ان هذا الرجل هو الخضر عليه السلام أبو اسحق هذا هو ابراهيم بن سفيان راوى الكتاب عن مسلم وكذا قال معمر فى جامعة فى أثر هذا الحديث كما ذكره ابن سفيان وهذا لبعض منه بحياة الخضر عليه السلام وهو الصحيح                                                                                     

 

Berkata Imam Nawawi, bahwa berkata Abu Ishaq : dikatakan bahwa lelaki ini (hadits = lelaki yang dibunuh Dajjal lalu dihidupkan kembali, lalu akan dibunuh lagi namun Dajjal tak mampu berbuat kedua kalinya) adalah Khidir as, dan adapun Abu Ishaq ini adalah Ibrahim bin Sufyan, periwayat kitab dari Muslim, dan demikian pula dikatakan oleh Ma’mar dalam Jaami’ah dalam penjelasan hadits ini, sebagaimana dijelaskan pula oleh Ibn Sufyan, dan ini adalah bagian dari kehidupan Khidir as dan ini adalah shahih.

(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 18 hal 72)

 

قال جعفر بن محمد فأخبرني أبي أن علي بن أبي طالب قال أتدرون من هذا هذا الخضر عليه السلام

 

(ketika Rasul saw wafat, maka datanglah seorang pelayat yang mengucapkan katakata dan doa), lalu berkata Ja’far bin Muhammad, dikabarkan oleh ayahku bahwa Ali bin Abi Thalib kw berkata : “tahukah kalian siapa lelaki ini?, ia adalah Khidhir alaihissalam (Tafsir Imam Ibn katsir Juz 1 hal 436)

 

فقال بعضهم لبعض تعرفون الرجل فقال أبو بكر وعلي نعم هذا أخو رسول الله  صلى الله عليه  والخضر عليه السلام

 

(ketika Rasul saw wafat, maka datanglah seorang pelayat yang mengucapkan kata kata dan doa) maka berkatalah para sahabat satu sama lain : kalian tahu siapa lelaki itu?, maka berkata Abubakar dan Ali : Ya, ini adalah saudara Rasulullah saw Al Khidhir alaihissalam. (Mustadrak Alaa shahihain no.4392).