II.34.   YASINAN MALAM JUM’AT HADITSNYA PALSU

 

Mengenai mereka itu sungguh berada dalam kemungkaran yang nyata, siapapula yang mengeluarkan larangan membaca Alqur'an di malam jum’at..?, Boleh Yaasiin atau boleh apapun dari ayat Alqur'an,

 

Mereka mengatakan tak boleh ada dalil pengkhususan suatu ibadah disuatu hari atau waktu, darimana hukum ini muncul..?, hanya ada pada orang bodoh yang tak mengetti hadits, mereka itu tak tahu hadits, hanya tahu menukil nukil lalu mengatakan sesat pada orang lain..,

 

Berikut riwayat shahih mengenai diperbolehkannya mengadaadakan suatu amal tanpa diperintah oleh Rasul saw :

 

Ubaidullah berkata dari Zaid bin Tsabit: dari Anas, “Salah seorang Anshar shalat mengimami orang-orang Anshar yang lain di Masjid Quba’. Sudah menjadi kebiasaannya membacaQul Huwallahu Ahad’ (setelah membaca surah al-Faatihah) apabila dia hendak membaca suatu bacaan di dalam shalat. Setelah selesai membaca surah itu (Qul Huwallaahu Ahad), dia membaca surah yang lain bersamanya. Hal itu ia lakukan pada setiap rakaat. Beberapa orang kawannya mengemukakan pembicaraan atau saran kepadanya dengan berkata, ‘Sesungguhnya Anda membaca surah itu dan tidak menganggapnya cukup, dan Anda membaca surah yang lain. Bagaimana kalau Anda membaca surah itu saja atau meninggalkannya dan membaca yang lain?’ Orang Anshar itu menjawab, ‘Aku sama sekali tidak akan meninggalkan bacaan surahQul Huwallahu Ahaditu. Oleh sebab itu, kalau kamu semua masih senang jika aku menjadi imam untukmu dengan cara sebagaimana yang kulakukan itu, maka aku akan mengerjakan (bertindak sebagai imam). Dan, jika kamu sudah tidak senang terhadap yang demikian itu, biarlah aku tinggalkan kamu.’ Mereka mengetahui bahwa dia adalah orang yang terbaik di antara mereka. Mereka pun tidak ingin orang lain menggantikannya untuk mengimami mereka. Pada waktu Nabi saw. datang kepada mereka seperti biasanya, mereka memberitahukan hal itu kepada beliau. Lalu Nabi bersabda kepada orang itu, ‘Hai Fulan, apa yang melarangmu dari melakukan sesuatu yang dimintai oleh sahabat-sahabatmu? Dan, apa yang mendorongmu untuk senantiasa membaca surah itu di dalam setiap rakaat?’ Dia menjawab, ‘Aku menyukai surah itu.’ Nabi bersabda, ‘Kecintaanmu kepada surah itu akan membuatmu masuk surga.’” [HR. Bukhari]

 

Diwayatkan bahwa Imam Masjid Quba menambahi bacaan surat Al Ikhlas setelah fatihah, ia selalu selesai fatihah ia membaca surat Al Ikhlas dulu, baru surat lainnya, maka ia telah menyamakan Fatihah dengan surat Al Ikhlas, ia membuat surat Al Ikhlas mesti ada pada setiap rakaatnya. bukankah hal ini tidak pernah diajarkan oleh Rasul saw..?

Maka makmumnya protes, dan ia tetap bersikeras, maka ia dilaporkan pada Rasul saw (Rasul biasa ke Masjid Quba pada hari Sabtu), maka Rasul saw memanggilnya, dan menanyakan apa sebab perbuatannya itu..?

Maka Imam Masjid Quba itu berkata : aku mencintai surat Al Ikhlas, maka aku tak mau melepasnya pada setiap rakaat.

Maka Rasul saw menjawab : Cintamu pada surat Al Ikhlas akan membuatmu masuk sorga!

 

Berkata Hujjatul islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarah shahih Bukhari mensyarahkan makna hadits ini beliau berkata :

وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى جَوَازِ تَخْصِيصِ بَعْضِ الْقُرْآنِ بِمَيْلِ النَّفْسِ إِلَيْهِ وَالِاسْتِكْثَارِ مِنْهُ وَلَا يُعَدُّ ذَلِكَ هِجْرَانًا لِغَيْرِهِ

 

"Pada riwayat ini menjadi dalil diperbolehkannya mengkhususkan sebagian surat Alqur'an dengan keinginan diri padanya, dan memperbanyaknya dengan kemauan sendiri, dan tidak bisa dikatakan bahwa perbuatan itu telah mengucilkan surat lainnya" (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3 hal 150 Bab Adzan.)

 

Sayyiduna Jund ibn Abdullah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Surah Yasin pada malam hari dengan niat mencari ridha Allah, dosa-dosanya akan diampuni.” [Muwattha’ Imam Malik]. Imam ibn Hibban mengklasifikasikan hadits ini sebagai Sahih, lihat Sahih ibn Hibban Juz 6 halaman 312, lihat juga at-Targhib juz 2 halaman 377.

 

Sayyiduna Ma’aqal ibn Yassaar ra yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Yasin adalah qalbu dari Al Quran. Tak seorangpun yang membacanya dengan niat menginginkan Akhirat melainkan Allah akan mengampuninya. Bacalah atas orang-orang yang wafat di antaramu.” [Sunan Abu Dawud]. Imam Hakim mengklasifikasikan hadits ini sebagai Sahih (Autentik), di Mustadrak al-Hakim juz 1, halaman 565; lihat juga at-Targhib juz 2 halaman 376.

 

Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) darinya. [QS. Al-Muzammil: 20]

 

Amal yang paling dicintai oleh Alloh adalah amal yang didawamkan (berkesinambungan) meskipun hanya sedikit. [HR. Bukhari dan Muslim dari 'A-isyah]

 

Jelaslah sudah kebodohan mereka akan ilmu hadits, bahwa Rasul saw tak pernah melarang seseorang mengkhususkan Alqur'an atau lainnya dari beragam ibadah untuk dibaca disuatu waktu atau tempat, bahkan jika hal itu karena cintanya pada ibadah itu maka itu akan membuatnya masuk sorga, demikian kabar gembira dari Rasulullah saw. Wallahu a'lam