ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR SALAFY-WAHABY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Pengikut Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 

 

Kitab Kasyfu asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas (10)

Dan seorang awam dari Ahli tauhid akan mengalahkan seribu (1000) dari orang musyrik. Sebagaimana firman Allah Swt:

وَ إِنَّ جُنْدَنا لَهُمُ الْغالِبُونَ

Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang. (As-Shaffat: 176)

Maka tentara-tentara Allah itu menang dengan hujjah dan argumentasi sebagaimana (lawan-lawan) mereka menang dengan pedang. Akan tetapi ketakutan itu hanya dirasakan oleh seorang Ahli tauhid yang menapaki jalan tanpa senjata.

Allah Swt telah menganugerahkan kepada kami sebuah kitab yang dijadikannya sebagai

تِبْياناً لِكُلِّ شَيْءٍ وَ هُدىً وَ رَحْمَةً وَ بُشْرى لِلْمُسْلِمينَ

Untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang- orang yang berserah diri. (An-Nahl: 89)

Maka tidak ada Ahli batil yang mendatangkan hujjahnya kecuali al-Qur’an telah membantah dan merusaknya.

وَ لا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلاَّ جِئْناكَ بِالْحَقِّ وَ أَحْسَنَ تَفْسيراً

Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (Al-Furqan: 33)

Sebagian Ahli tafsir berkata bahwa ayat ini umum mencakup setiap hujjah yang diajukan oleh Ahli batil pada hari kiamat.

_________________

Catatan 11:

Pernyataan di atas tegas-tegas memuat pengafiran jumlah yang tidak sedikti dari ulama Islam. Adalah mustahil dalam kebiasaan terdapat 1000 ilmuan kafir seperti yang ia sebut dalam satu kota, misalnya. Ini adalah bukti kuat bahwa Syeikh sedang mengalamatkan vonisnya kepada ulama Islam yang tidak sependapat dengnnya.

Sementara itu yang selalu kita dengar dari Syeikh sendiri maupun para pengikutnya mereka mebela diri dengan mengtakan, “Ma’âdzallah, kami berlindung kepada Allah dari mengafirkan kaum Muslimin!”. Ini adalah ucapan bersifat umum. Akan tetapi permasalahannya terletak pada, siapa sejatinya “Muslim” dalam pandangan kaum Wahhâbiyah?. “Muslim” dalam pandangan mereka berbeda dengan “Muslim” dalam pandangan para ulama Islam lainnya.

Dalam pandangan Syeikh dan para pengikutnya, “Muslim” itu harus memenuhi banyak syarat yang tidak pernah disyaratkan oleh para ulama Islam di sepanjang masa…. mengucapkan Syahâdatain/dua kalimah Syahadat belum cukup untuk mengeluarkan seseorang dari kekafiran…

Mengetahui sebagian syarat saja sementara syarat-syarat lain tidak diketahuinya juga tidak menyelamatkannya dari vonis kafir! Kemudian dalam pemahaman terhadap makna sebagian syarat diharuskan menuruti pemahaman Syeikh… maka dengan demikain hampir tidak ada yang terjaring ke dalam kelompok “Ahli Tauhid” (yang mengesakan Allah SWT) selain Syeikh dan pengikutnya.

Al hasil, di sini Syeikh menjamin bahwa seorang awam dari pengikutnya pasti akan mampu mengalahkan seribu ulama kaum Musyrikîn (baca Muslimin)! Dan seorang awam dari Ahli tauhid akan mengalahkan seribu dari orang musyrik. Sebab para pengikutnya adalah “Tentara Allah” yang dijamin kemenangannya baik dalam hujjah dan argumentasi maupun dalam peperangan… demikian, Syeikh menanamkan kepercayaan diri dalam jiwa-jiwa pengikutnya… dan sekaligus mempersiapkan mental mereka agar bersemangat dalam memerangi kaum Muslimin yang telah diperkenalkan kepada para pengikutnya (yang dewasa itu kebanyakan dari kalangan awam dan arab-arab Baduwi yang jauh dari pemahaman agama yang cukup).

Setelah itu, Syeikh mulai mengurai argumentasi yang dianggapnya mampu mempersenjati para pengikutnya.

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2