ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR SALAFY-WAHABY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Pengikut Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Kitab Kasyfu asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas (12)

Dan apa yang Anda sebut wahai musyrik dari al-Quran dan sabda nabi tidak saya mengerti artinya akan tetapi saya yakin bahwa firman Allah itu tidak bertentangan satu sama lain dan sabda nabi pasti tidak menyalahi firman Allah.

Ini merupakan jawaban yang baik dan benar…

Akan tetapi jawaban ini tidak mungkin dipahami kecuali oleh orang yang telah diberi taufik oleh Allah, sebagaimana firman-Nya:

وَ إِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّميعُ الْعَليمُ

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia- lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Fussilat: 35)

________________

Catatan 13:

Wahai pembaca, perhatikan dan renungkan baik-baik, siapakah “Si Musyrik” yang berdalil dengan Al Qur’an al Karîm dan Sunnah Nabi saw. dalam menghadapi Syeikh Ibnu Abdul Wahhâb dan para pendukung ajarannya? Adakah selain seorang Muslim?!

Demikianlah, Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb telah mendoktrin para pengkiutnya untuk menyebut kaum Muslimin yang berbada pendapat dengannya dengan sebutan Musyrik! Lalu apakah Anda masih meragukan bahwa Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb adalah Bapak Sekte Takfîriyah yang sangat arogan dan ekstrim dalam menjatuhkan vonis kafir/musyrik atas siapapun yang tidak sependapat dengannya?

Sebelumnya ia telah mendoktrinkan: jika sebagian orang musyrikin berkata kepada Anda, dan di sini ia kembali mendoktrin para pengkiutnya agar mengatakan kepada seorang Muslim yang sedang berbeda pendapat dengannya: Dan apa yang Anda sebut wahai musyrik!

Sungguh berbahaya doktrin pengafiran yang dilakukan Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb dalam buku “Pemecah Belah Terganas” dalam sepanjang sejarah umat Islam ini!!

Dalam menyikapi kenyataan ini hanya ada dua pilihan bagi kaum Wahhbai, pengikut Sekte Wahhbaiyah, tidak ada pilihan ketiga:

Pertama, mereka harus mengakui bahwa ajaran Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb ditegakkan di atas pondasi takfîr/pengafiran atas seluruh umat Islam selain pengikut Sekte Wahhâbiyah!

Kedua, mereka harus berani menyalahkan Syeikh dalam sikap takfîr-nya dan tidak mengikuti “kegilaan” sikapnya yang arogan itu!

Adapun menolak kenyataan bahwa ajaran Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb ditegkkan di atas pondasi takfîr adalah sebuah kekonyolan belaka setelah berbagai bukti berserakan ditemukan di sana sini dari pernyataan Syeikh sendiri dan juga para pelanjut misi takfîr-nya.

Sepertinya kaum Wahhâbiyah enggan menyalahkan “Syeikh Islam” mereka yang hampir mereka dudukkan setingkat dengan Nabi Muhammad saw.(!) yang Mâ Yanthiqu ‘Anil Hawâ In Huwa Illâ Wahyun Yûhâ. Terbukti, segala usaha atau langkah untuk mengkritisi fatwa-fatwa Syeikh akan selalu dihadang oleh “Bala Tentara Allah” yang siap menghujani kalian dengan panah-panah beracum kecaman sebagai musuh-musuh Tauhid, ‘adâ’u at Tauhîd. Kalau Anda ragu akan apa yang saya katakan di sini, silahkan Anda berkunjung ke negeri para Pemuja Ibnu Abdi Wahhâb (di negeri seribu satu Emir dan Emirah) sana dan suarakan di sana dengan lantang akan kesalahan fatwa-fatwa Ibnu Abdul Wahhâb, pasti keluarga Anda hanya akan mengenang keberanian Anda tanpa dapat menyaksian walau sekedar jasad suci Anda di rumah duka Anda! Itu pasti!!

Sebagai bukti, dapatkah Anda menemukan kebebasan bersuara di negeri “Seribu satu Emir dan Emirah”itu? Pernahkan Anda mendapati seorang ulama Ahlusunnah bebas menyampaikan kritikannya atas keganasan doktrin takfîr Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb? Kalau ada yang berani barang sekedar menyampaikan pendapatnya tentang masalah agama yang tidak disetujui oleh Ibnu Abdul Wahhâb, paling ringan ia akan dituduh sebagai orang yang sesat dan menyesatkan, mengajak kepada agama kemusyrikan, dan… dan…, seperti yang dialami oleh Allamah Sayyid Muhammad Alawi al Maliki yang diganjar dengan diberinya “gelar kehormatan” sebagai pembid’ah oleh Lujnah Haiah Kibâr Ulama’ (Lembaga Agama Tertinggi di Arab Saudi).[1]


[1] Baca pengntar Syeikh Ben Bâz atas buku Ibnu Manî’ yang menghujat Sayyid Muhammad Al Maliki.

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2