ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR SALAFY-WAHABY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Pengikut Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Kitab Kasyfu asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas (22)

Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb berkata:

Dan juga para malaikat memberikan syafa’at, para wali, anak-anak yang mati sebelum mencapai usia balig, tidakkah Anda mengatakan sesungguhnya Allah telah memberikan syafa’at maka mintalah syafa’at itu dari mereka?

Jika Anda mengatakan hal ini (ya, aku meminta syafa’at dari mereka), maka Anda telah kembali kepada penyembahan orang-orang yang saleh yang telah disebutkan oleh Allah dalam kitab-Nya. Jika Anda berkata tidak, maka bohonglah ucapanmu bahwa Allah memberinya syafa’at dan aku mengharap pemberian tersebut.

____________

Catatan 19:

Meminta Syafa’at dari Para Malaikat dan Kaum Shaleh Adalah Sesuai dengan Tuntunan Al Qur’an dan Sunnah!

Seperti berulang kali saya sebutkan bahwa meminta syafa’at tidak keluar dari arti meminta doa. Syafa’at yang diberikan oleh Syafî’ (pemilik hak memberi syafa’at) adalah permohonan yang dipanjatkan olehnya kepada Allah agar Allah berkenan memberikan sesuatu kepada al masyfû’ lahu (peminta syafa’at kepada syafî’). Syafa’at Nabi Muhammad saw. atau lainnya adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi saw. untuk orang lain, dengan memintakan ampunan atas dosanya atau dipenuhinya hajat untuknya atau lainnya.

Jadi meminta syafa’at kepada orang lain sama dengan meminta darinya agar ia memdoakan!

Kaum Wahhabiyah membolehkan meminta doa kepada orang mukmin siapapun dia, seperti telah dijelaskan sebelumnya. Bahkan dibolehkannya meminta doa kepada orang Mukmin adalah hal gamblang dalam ajaran Islam. Maka tidaklah mengapa meminta syafa’at dari orang mukmin siapapun dia, apalagi memintanya dari para nabi as. dan kaum Shalihin dan juga dari para malaikat, dan khususnya dari Nabi Muhammad saw.!!

Bukankah Allah telah menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa para malaikat itu memintakan maghfirah untuk kaum Mukminin yang hidup di bumi ini?!

Allah SWT berfiman:

الَّذينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَ مَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَ يَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذينَ آمَنُوا رَبَّنا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْ‏ءٍ رَحْمَةً وَ عِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذينَ تابُوا وَ اتَّبَعُوا سَبيلَكَ وَ قِهِمْ عَذابَ الْجَحيمِ.

”(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): ”Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala- nyala.“(QS.Ghafir [40]; 7)

Maka jika demikian, apa salahnya apabila kita meminta dari para malaikat, dari para waliyullah, dan dari setiap orang Mukmin?!

Di nama letak kebenaran anggapan menyimpang bahwa meminta doa dari mereka adalah sama artinya dengan menyembah mereka?!

Bagaimana Ibnu Abdil Wahhab mengatakan: Jika Anda mengatakan hal ini (ya, aku meminta syafa’at dari mereka), maka Anda telah kembali kepada penyembahan orang-orang yang saleh ?!

Sepertinya, Ibnu Abdil Wahhab perlu meluruskan pemahamannya tentang makna ibadah, syirik dan tauhid!!

Dan penyimpangannya dalam memahami makna hakikat ibadah, sehingga ia memasukkan meminta syafa’at kepada para malaikat, kaum shaleh dan para waliyullah ke dalam kataloq ibadah telah berdampak fatal… di mana ia akan menvonis musyrik mereka yang meminta syafa’at dari para waliyullah, kaum shelah dan para malaikat! Dan ini adalah doktrin pengafiran yang menyimpang dan sekalgus menyesatkan! Dan akibat darinya lahirlah generasi “Haus Sasaran Takfîr” yang selalu siap siaga mengarahkan panah-panah pengafiran beracum ke jantung kaum Muslimin yang Mukminin, mengesakan Allah SWT. menjalankan rukun-rukun Islam dan ta’at beribadah!

Sepertinya, Ibnu Abdil Wahhab yang memiliki hak penentu makna setiap kata yang hendak ia lontarkan! Jika ia memahaminya sebagai syirik, maka dengan tinta merah pekat ia akan menorehkan makna kemusyrikan untuk kata tersebut!

Sepertinya, sang penentu makna syirik dan tauhid untuk setiap praktik yang dijalankan umat Islam adalah Sang Pendekara Kesiangan dari Gurun Padang Pasir Gersang Pegunungan Najd!

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2