ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR SALAFY-WAHABY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Pengikut Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Kitab Kasyfu asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas (31)

Alasan Kedua: Kaum Muslimin Selain Wahhâbiyah Itu Kafir Karena Mempertuhankan Manusia!

Selain alasan pertama di atas yang telah Anda ketahui bersama kenaifan dan kebatilannya, Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb juga mengajukan alasan atas vonis pangafiran yang ia jatuhkan atas kaum Muslimin selain Wahhâbiyah walaupun mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dan beriman kepada kesucian Al Qur’an dan hari pembalasan, menegakkan shalat, menjalankan haji dan berpuasa di bulan Ramadhan…. seperti ia ia akui sendiri…. semua itu tidak dapat dijadikan alasan untuk tetap menganggap mereka dalam koridor agama Islam dan sebagai Muslim yang mempunyai hak-hak sipil dan keagamaan dalam syari’at Islam, di antaranya adalah kehormatan darah dan harta mereka ! Dengan alasan bahwa mereka telah mempertuhankan selain Allah SWT!!

Apa benar kaum Muslimin selain Wahhâbiyah telah mempertuhankan manusia dan menyekutukan manusian dengan Allah; Dzat Maha Pencipta dan Penguasa langit dan bumi?

Apa bentuk penyekutuan mereka?

Dalam pandangan Ibnu Abdil Wahhâb, jawabnya jelas sekali!! Karena kaum Muslimin bertawassul dengaan kedudukan para nabi, dan para wali… karena mereka beristighâtsah dengan para nabi dan para wali…. maka itu artinya telah mendudukkan manusia dalam posisi Allah; Dzat Maha Pencipta dan Penguasa langit dan bumi. Dan itu jelas kemusyrikan! Jadi walaupun mereka meyakini dan mengucapkan syahadatain itu semua tidak berarti apapun!

Karena kaum Muslimin selain Wahhâbiyah menta’dzim para nabi dan para wali, bertabarruk dengan mereka dan dengan tempat-tempat penuh keberkahan yang pernah mereka tempati… bertabarruk dengan makam-makam mereka… maka itu artiya mereka telah menyembah selain Allah SWT… dan menyembah selain Allah adalah menodai kemurnian Tauhid dalam penghambaan dan itu artinya kemusyrikan!

Dan demikian seterusnya! Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb membangun keyakinan dan sikap ekstrim “ngawur”nya terhadap umat Islam selain Wahhâbiyah di atas anggapan-anggapan tidak berdasar dan kemudian menjadikannya sebagai dasar vonis pengafiran yang sangat membahayakan!

Inilah alasan kedua yang diajukan Imam Besar Wahhâbi untuk vonis pengafirannya!

Berkata Syeikh:

وَيُقَالُ - أَيْضًا - هَؤُلاَءِ : أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَاتَلُوا بَنِي حَنِيفَةَ، وَقَدْ أَسْلَمُوا مَعَ النَّبِيّ صلى الله عليه وسلم وَهُمْ يَشْهَدُونَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، وَيُؤَذِّنُونَ ، وَيُصَلُّونَ. فَإِنْ قَالَ : إِنَّهُمْ يَشْهَدُونَ ، أَنَّ مُسَيْلِمَةَ نَبِيٌّ . قُلْنَا : هَذَا هُوَ الْمَطْلُوبُ إِذَا كَانَ مَنْ رَفَعَ رَجُلاً إلى رُتْبَةِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم كَفَرَ ، وَحَلَّ مَالُهُ وَدَمُهُ ، وَلَمْ تَنْفَعْهُ الشَّهَادَتَانِ ، وَلا الصَّلاَةُ ، فَكَيْفَ بِمَنْ رَفَعَ شَمْسَانَ أَوْ يُوسُفَ ، أَوْ صَحَابِيًّا، أَوْ نَبِيًّا في مَرْتَبَةِ جَبَّارِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ ؟ سُبْحَانَهُ مَا أَعْظَمَ شَأْنَهُ ، {كَذَلِكَ يَطبَعُ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ}

Juga bisa dikatakan: para sahabat-sahabat Rasul telah memerangi Bani Hanifah yang secara nota Bone mereka pemeluk Islam bersama nabi, mengucapkan syahadah, mengumandangkan azan dan menunaikan salat. Jika dia berkata: hal ini karena mereka mengakui bahwa Musailamah adalah seorang nabi. Maka katakanlah kepadanya: ini adalah hal yang diharapkan, jika ada yang mengangkat seseorang sampai derajat kenabian dianggap kafir, halal harta dan darahnya dan tidak bermanfaat kedua syahadah dan salat, maka bagaimana mungkin orang yang telah mengangkat Samson atau Yusuf atau seorang sahabat atau seorang nabi hingga posisi pencipta langit dan bumi tidak dianggap kafir? Maha suci Allah alangkah agungnya keadaan-Nya.

كَذلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلى‏ قُلُوبِ الَّذينَ لا يَعْلَمُونَ

“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang- orang yang tidak (mau) memahami.” (QS. Ar Rûm;59)

___________________

Catatan 27:

Abu Salafy berkata:

Pada pernyataan singkat di atas terdapat banyak kesalahan, kebodohan dan kepalsuan.

Pertama: Banu Hanifah yang diperangi para sahabat Nabi di masa kekhalifahan Abu Bakar di bawah pimpinan Khalid ibn Walîd adalah telah murtad dengan meyakini kenabian Musailamah al Kadzdzâb dan meninggalkan perintah-perintah Nabi Muhammad saw. dengan sengaja untuk mengikuti perintah-perintah Musailamah al Kadzdzâb!

Dan tentunya mereka itu sangat berbeda secara mendasar dengan kaum Muslimin yang sedang ia kafirkan. Kaum Muslimin yang mencintai para nabi dan para wali kekasih Allah itu karena kecintaan mereka kepada Allah dan karena kecintaan para nabi dan kaum Shalihin itu kepada Allah SWT! mereka myakini bahwa para nabi dan kaum Shalihin itu memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah karena pengambaan mereka kepada-Nya sama sekali tidak mendudukkan mereka pada posisi dan kedudukan Allah SWT. Pencinpa dan Penguasa langit dan bumi!

Tuduhan palsu itu sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran kaum Muslimin di sepanjang sejarah!

Mereka yang bertawassul, beristighâtsah dan bertabarruk, misalnya dengan para nabi dan atau para wali sama sekali tidak mendudukkan mereka dalam posisi dan kedudukan Alah SWT Pencinpa dan Penguasa langit dan bumi!

Di sini seperti telah saya katakaan, Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb membangun anggapan-anggapan palsu dan tidak berdasar kemudian ia paksakan ke atas kaum Muslimin dan setelahnya ia jadikan sebagai dasar vonis pengafiran.

Dan demikianlah… semua alasan yang ia jadiakan dasar vonis pengafirannya atas kaum Muslmin adalah seperti itu… ia bangun anggapan-anggapan tertentu…. lalu ia tuduhkan dan ia paksakan ka atas kaum Muslimin dan setelahnya ia jatuhkan vonis pengafiran atas dasar anggapan keliru dan palsu itu!

Sebagian contoh, ia bangung anggapan bahwa penghormati para nabi dan kaum Shalihin setelah kematian mereka adalah ibadah! Ia adalah penyembahan selain Allah SWT…. dan tentunya menyembah selain Alllah adalah kemusyrikan! Setelahnya ia paksakan anggapan palsu dan keliru itu ke atas kaum Muslimin yang menta’dzim para nabi dan kaum Shalihin dengan menganggap mereka telah menyembah selain Allah SWT dan kemudian vonsi kemusyrikan ia luncurkan! Kalian (kaum Muslimin) adalah kafir karena kalian telah menyembah selain Allah SWT!

Ia bangun anggapan palsu dan menyimpang bahwa bertabarruk itu sama dengan menyembah selain Allah SWT! Sama dengan mendudukkan manusia dalam posisi dan kedudukan Allah SWT! lalu kemudian ia tuduh kaum Muslimin yang melakukan praktik tabarruk sebagai telah menyembah selain Allah! Sebagai telaah medudukkan manusia dalam posisi dan kedudukan Allah! Dan setelahnya pasti vonis musyrik yang pantas diberikan!

Demikianlah, semua vonis pengafiran yang ditegakkan Imam Wahhâbiyah; Ibnu Abdil Wahhâb, ia bangun di atas anggapan-anggapan yang bersemayam dalam pikiran kerdilnya yang naif lalu ia paksakan orang lain menerima keputusan akhir akal pikirannya yang kerdil itu, mau atau tidak mau! Setuju atau tidak setuju! Dan setelahnya vonis kafir dan musyrik ia jatuhkan!

 

Abu Salafy Berkata:

Maka atas dasar seperti itu, orang yang mencari rizki kepada orang lain, atau bersumpah dengan nama Nabi saw. atau bersumpah dengan Ka’bah maka ia adalah kafir!

Atau lebih dari itu, orang lain dapat melakukan hal yang sama terhadap kaum Wahhhabiyah…. kaum Muslimin dapat dan berhak mengafrikan kaum Wahhâbi dengan anggapan bahwa kaum Wahhâbiyah telah berlebihan dalam mengkultus Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb sampai-sampai mereka tidak pernah mau menyalahkan atau mengakui kesalah-kesalahannya atau menolak dan menintimidasi setiap pengkritik yang mengkritisi pendapat-pendapat Syeikh yang menyimpang! Kaum Wahhâbiyah yang menganggap Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb adalah Guru Besar paling mumpuni agama di masanya…. dan tidak jarang kaum Wahhâbiyah itu dengan degil menolak hadis shahih atau bahkan pemaknaan yang tepat sebuah ayat hanya karena “semangat 45” mereka dalam membela imam besar mereka!

Kaum Muslimin itu berhak menuduh kaum Wahhâbiyah telah mendudukkan Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb pada posisi dan kedudukan kenabian bahkan ketuhanan!! Dan itu artinya kaum Wahhâbiyah menyekutukan Allah dan dengan demikian mereka telah kafir dan musyrik!!

Ini addaalaah sebuah metode yang salah dan menyimpang…. masalah-masalah yang dipersengketakan tidak semetinya didiskusikan dengan cara arogan seperti itu!

Kedua: Hal lain yang mesti diperhatikan di sini ialah bahwa Bani Hanifah yang diperangi Khalid ibn Walîd itu adalah kaum yang telah menolak sebuah kewajiban yang telah disepakati di antara kaum Muslimin berdasarkan nash yang pasti… yaitu kewajiban zakat… dan setiap yang mengingkari sebuah kewajiban yang pasti seperti itu maka ia pasti dihukumi kafir!

Ketiga: Suku Bani Hanifah itu telah murtad dan keluar dari Islam dan menolak kenabian dan kerasulan Nabi Muhammda saw. itu sejak zaman Nabi masih hidup! Mereka bukan baru mengakui kenabian nabi palus bernama Musailamah setelah wafat beliau!

Maka dengan deemikian ejekan yang ia sebutkan di akhir keterangannya dengaa mengutip sebuah ayat Al Qur’an tidaklah pantas mengena kecuali ke atas Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb sendiri dan para pengikutnya!

كَذلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلى‏ قُلُوبِ الَّذينَ لا يَعْلَمُونَ

“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.” (QS. Ar Rûm;59)

siapakah sebenarnya yang tidak mau dan atau tidak mampu memahami? Para ulama Islam dari berbagai mazhab dan di sepanjang masa Islam, atau Imam Besar Wahhâbiyah?

Kesamaan Metode Ibnu Abdil Wahhâb Dengan kaum Khawârij Dalam Pengafiran kaum Muslimin

Sikap bodoh dan sesat Syeikh dalam mengafirkan kaum Muslimin dengan dasar anggapan-anggapan palsu yang berkecamuk dalam alam pikirannya yang kerdil ini persis dengan sikap bodoh dan sesat kaum Khawârij yang menvonis kafir dam musyrik Ali ibn Abi Thalib (Karramallahu Wajhahu) dengan anggapan bahwa menunjuk manusia sebagai hakim dalam melerai sebuah persengketaan adalah menyalahi dasar Tauhid… laalu setelahnya anggapan palsu itu ia paksakan ke atas Ali ra. dan setelahnya vonis kafir mereka jatuhkan ke atas menantu, sahabat pertama dan tercinta Rasulullah saw. itu… Ali di mata kaum Khawârij adalah kafir dan musyrik!! Apa dasarnnya? Anggapan sesat kaum berpikiran kerdil yang sok Qur’ani dan paling peduli terhadap kemurian Tauhid!

Ibnu Katsîr dalam tafsirnya,3/440-441 ketika menafsirkan ayat 60 surah ar Rûm menyebutkan beberapa riwayat dari Ibnu Jarir ath Thabari dan Ibnu Abi Hatim dari beberapa jalur dari Sa’id dari Qâtadah, Ali ibn Rabî’ah dan Abu Yahya:

Ketika Ali memimpin shalat subuh, ada seorang Khawârij menjeritkan ayat:

وَ لَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَ إِلَى الَّذينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْخاسِرينَ .

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu:” Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang- orang yang merugi.” (QS. Az Zumar [39]:65)

maka Ali diam mendengarkannya hingga selesai, setelahnya Ali ra. menjawabnya dengan membacakan ayat:

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَ لا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذينَ لا يُوقِنُونَ .

“Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali- kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.” (QS. Ar Rûm [30];60(

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2