ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR WAHABY-SALAFY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Ibnu Isa Elbangkalany
Email : ibnuisa@mecca.com

Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Fatwa Haus Darah Mufti Wahhabi : Ben Baz

Siapa Yang Tidak Meyakini Allah Dapat Dilihat Dengan Mata Telanjang Hari Kiamat Maka Ia kafir, Murtad dan Sesat

Permasalahan apakah kelak di hari kiamat Allah SWT dapat dilihat atau tidak oleh umat manusia, khususnya yang mukmin adalah masalah yang telah lama menjadi perselisihan para ulama dan ahli teologi Islam. Sekelompok ulama dan teoloq Islam meyakini bahwa Allah SWT kelak bisa dilihat oleh kaum Mukmin… mereka adalah kelompok ahli hadis dan penganut aliran teoloqi Asy’ariyah (yang dianggap sesat dan Ahli Bid’ah kendati meyakini ru’yatullah). Kelompok kedua menolak keyakinan tersebut. Mereka mengatakan bahwa umat manusia tidak akan dapat melihat Allah SWT dengan mata telanjang… akan tetapi mereka dapat menyaksikan-Nya dengan mata hati, yaitu pelalui pengenalan yang sejati.

Kedua kelompok aliran ini sama-sama mengajukan dalil-dalil mereka, baik dari Al Qur’an maupun Sunnah (hadis/riwayat), selain itu kelompok kedua menyajukan keberatan mereka dengan menggunakan dalil aqli (logika)…. Kelompok pertama menyebutkan sederatan ayat dan hadis yang diriwayatkan dari Nabi saw., sementara kelompok kedua juga mengajukan beberapa ayat yang menjadi bukti ketidak mungkinan melihat Allah, disampin mereka keberatan dengan penafsiran kelompok pertama atas ayat-ayat yang diajukan sebagai dalil, serta menolak keshahihan hadis/riwayat ru’yah.

Terlepas dari itu semua…. Dan terlepas dari nanadiantara kedua pendapat di atas yang benar, adalah tidak Islami ketika kita mengafirkan kelompok yang tidak meyakini bahwa Allah dapat dilihat di hari kiamat nanti!

Sebab senjata pengafiran adalah berbahaya dan tidak boleh digunakan sembarangan dalam kasus-kasus yang belum diijma’kan oleh ulama umat Islam!

Sikap provokatif dan mempertajam penyimpulan serta memaksakan penafsiran dan menuduh pihak lawan mengkufuri ayat-ayat Al Qur’an dan atau membunagn Sunnah adalah sikpa arogan yang hanya mencerminkan kesempitan perbikir, kesempitan hati dan sekaligus sebagai bukti kedangkalan dan kecupetan wawasan serta bergerak dalam poros pendangkalan wawasan intelektual umat pula!

Mereka yang menolak bahwa kaum Mukmin kelak di hari kiamat dapat melihat Allah SWT, sama sekali tidak mengingkari ayat-ayat Al Qur’an! Yang mereka ingkari adalah pemahaman kelompok pertama!! Mereka tidak mendustakan sunnah Nabi saw.! Yang mereka tolak adalah keshahihan hadis-hadis itu!!

Dan area perbedaan tafsir dan pemahaman tentang ayat-ayat Al Qur’an adalah luas di hadapan para ulama!

Perbedaan dalam nenerima atau menolak status sebuah hadis adalah biasa terjadi di antara ulama!

Lalu mengapa sekarang, moncong-moncong meriam-meriam pengafiran itu kita arahkan kepada kaum Muslim yang berbeda pendapat dan penafsiran dengan kita?!

Semua yang dijadikan dalil pendukung masih bersifat dzanniyah… makna ayat itu masih bersifat dznniyah…. Status keshahihan hadis itu bersifat ijtihadiyah! Klaim adanya ijmâ’ para sahabat hanya katanya! Adapun Ijmâ’ Ahlusunnah bukan jaminan selalu benar… yang dijamin benar adalah ijmâ’ umat Islam! Ahlusunnah adalah sebagian dari umat Islam itu!

Tetapi berpeda dengan para mufti haus darah Wahhabi, yang dalam kamus mereka hanya ada tiga kata yang pantas diterapkan kepada siapapun yang tidak sependapat dengan Wahhabi, Ahli Bid’ah yang dhâllun/sesat… kalau agak parah, statusnya dinaikkan menjadi murtad dan kemudian divonis Kafir Musyrik!!

Itulah yang akrab kita dengar dari para Mufti Setengah Alim setengah Jahil, yang bisanya hanya mengetok palu sambil menjeri: Musyrik!! Musyrik!! Musyrik!! Hadza Syirk!! Hadza Syirk!! Bid’ah!! Bid’ah!! Bid’ah!! Murtad!! Murtad!! Murtad!!

Semoga umat Islam diselamatkan dari mufti-mufti yang hanya merunyamkan keadaan mereka.

Mufti Agung Wahhabi Ben Bâz berfatwa:

Ketika masalah ru’yatullah ditanyakan kepada Mufti Wahhabi Ben Bâz, ia tidak segan-segan menvonis siapa saja yang tidak meyakininya sebagai kafir dan murtad yang sesat!!

Sekali lagi saya katakan, bahwa menvonis kafir bagi para mufti Wahhabi memiliki kenikmatan tersendiri yang mungkin lebih ia nikmati dari para pemandang wajah Allah itu sendiri… seakan mereka itu merasa paling membentengai Islam jika telah menyuarakan vonis kafir salah sasaran itu!! Na’udzu billah minal Khidzlân

Teks Fatwa Ben Bâz:

Pertanyaan:

حكم من أنكر رؤية الله في الآخرة

Apa hukumnya orang mengingkari Ru’yatullah di akhirat?

Jawab:

رؤية الله في الآخرة ثابتة عند أهل السنة والجماعة من أنكرها كفر، يراه المؤمنون يوم القيامة ويرونه في الجنة كما يشاء بإجماع أهل السنة

“Ru’yatullah di akhirat adalah tetap menurut Ahlusunnah wal Jam’ah, dan barang siapa mengingkarinya maka ia kafir… kaum Mukminin pada hari kiamat akan melihatnya di surga seperti diijmâ’kan Ahlusunnah… “ (http://www.binbaz.org.sa/mat/4238)

Fatwa Kedua:

Setelah berpanjang-panjang menyenutkan beberapa ayat dan hadis dalam masalah itu, Ben Bâz (Si penentu iman dan kekafiran umat Islam mengetuk palu takfirnya dengan mengatakan):

فمن أنكر الرؤية فهو مرتد ضال. من أنكر رؤية الله للمؤمنين كلهم له يوم القيامة وفي الجنة فهو ضال مرتد - نسأل الله العافية -.

“Barang siapa mengingkari Ru’yatullah maka ia adalah orang murtad yang sesat. Dan barang siapa mengingkari bahwa kaum Mukminin semuanya pada hari kiamat akan melihat Allah maka ia orang sesat yang murtad. Kita memohiong dari Allah keselamatan.” (http://www.binbaz.org.sa/mat/10369)

Inilah fatwa haus darah edis Mufti Agung Wahhabi !

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2