ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR WAHABY-SALAFY

Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Ibnu Isa Elbangkalany
Email : ibnuisa@mecca.com

Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Fatwa Primitif Mufti Agung Wahhabi : Ben Baz

Mengabadaikan kenangan indah dalam bambar adalah cara yang biasa dilakukan orang-orang waras… ketika kita jauh dari keluarga, misalnya, lalu kita mengirim fotho kita kepada mereka pasti akan mendekatkan antara hati kita… gambar kita itu akan mengobati sedikit kerinduan keluarga kepada kita atau sebailknya…

Islam sebagai agama universal (dan bukan hanya untuk Arab Baduwi terbelakang) pasti mendukung setiap kemajuan tekhnologi, selama ia tidak merusak moral umat manusia dan selama ia bersejalan dengan konsep dasarnya… . Islam bukan agama anti kemajuan dan bukan juga agama berhati kaku bak batu hitam di pegunungan shahrâ’ sana!

Untuk memahami Islam secara utuh dan benar dibutuhkan keluasan ilmu, kedalaman penelitian dan tahqîq dan pemahaman yang komprehensif… tidak sepenggal-sepenggal apalagi dangkal!

Berfotho Adalah Haram dan Terlaknat!

Itulah yang difatwakan Mufti Agung Wahhabiyah; Ben Bâz ketika ia ditanya tentangnya.

Perhatikan teks pertanyaan dan fatwa itu!

Pertanyaan:

هل يجوز لإنسان تصوير نفسه وإرسال الصورة إلى أهله في أوقات عيد ونحوها؟

“Apakah boleh bagi seseorang mempotret dirinya sendiri dan mengirimkannya kepada keluarganya dalam kesempatan hari lebaran dan semisalnya?”

Jawab:

قد تكاثرت الأحاديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم في النهي عن التصوير ولعن المصورين ووعيدهم بأنواع الوعيد، فلا يجوز للمسلم أن يصور نفسه ولا أن يصور غيره من ذوات الأرواح إلا عند الضرورة كالجواز والتابعية ونحو ذلك.

“Telah banyak hadis dari Rasulullah saw. yang ,elarang menggambar dan melaknat para penggambar serta mengancamnya dengan berbagai ancaman. Maka tidak boleh bagi seorang Muslim memotret diri sendiri dan tidak boleh juga memotret orang lain yang punya ruh, kecuali dalam keadaan terpaksa, seperti mebuat paspor dan KTP dan semisalnya.”

(http://www.binbaz.org.sa/mat/16)

Abu Salafy:

Kalau begitu semua kaum Wahhabi terlaknat sebab mereka memajang fotho para raja dan ulama mereka walaupun tidak terlalu ganteng wajah mereka, sebab yang penting keberkahan gambar-gambar itu!!

Kalau gambar mati saja haram dan pelakunya terkutuk, maka apalagi gambar bergerak (film), jadi mestinya Mufti Agung itu, sebelum meributkan bid’ah mauludan, ia dan para muthawwe’ lainnya wajib memberantas bid’ah dan hal-hal haram di negeri seribu satu Mufti Agung itu!!

Ben Bâz dan antek-anteknya semestinya wajib memurniikan negeri mereka dari siaran TV, gambar-gambar dalam Koran-koran dan buku-buku pejalaran ala wahabi di sekolah-sekolah kerajaan di sana!!

Sebab jika tidak, kasihan mereka semua akan terlaknat Allah semuanya!! Dan yang tentunya yang mendiamkan juga terlaknat!

Saya sarankan kepada para mufti di sana untuk memprotes semua bid’ah itu, dan jangan hanya bisanya mangguk-mangguk di hadapan sang Raja dan para emir, dan anak keledai di hadapan tuannya yang menggenggam rumput kering shahrâ’!!

Jangan hanya pandai dan gigih merobohkan qubah-qubah makan para sahabat dan para wali.. berantas juga bid’ah dhalalah di sana, khususnya bid’ah dhalalah system kerajaan yang jahili itu!!

Apa ada dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw. satu nash pun yang mebenarkan system kerajaan dan tidak menganggapnya sebagai Jahiliyah?!

Wahai para mufti Wahhâbiyah, Islam jangan diukur dengan akal kerdil yang mengkeret karena kepanasan terpaan angin samûm padang pasir Najd !!

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2