ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR WAHABY-SALAFY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Ibnu Isa Elbangkalany
Email : ibnuisa@mecca.com

Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Kaum Wahhabiyah Mujassimah Memalsu Atas Nama Salaf ! (3)

Kaum Mujassimah Berbohong Atas Nama Imam Ahmad ibn Hanbal

Kaum Wahhâbiyah yang secara palsu mengklaim sebagai pengikut Imam Ahmad ibn Hanbal, akan tetapi pada kenyataannya, mereka bertolak belakang dengan Imam Ahmad! Sebagai contoh nyata, Imam Ahmad tidak pernah dalam fatwa yang beliau keluarkan menghalalkan darah-darah kaum Muslimin yang berbeda pendapat dengannya… tidak juga ahli bid’ah!!

Dalam kitab Mukhtashar ar Rawdhah disebutkan:

الصحيح أن من كان من أهل الشهادتين فإنه لا يكفر ببدعة على الإطلاق ما استند فيها إلى تأويل يلتبس به الأمر على مثله وهو الذي رجحه شيخنا أبو العباس ابن تيمية.

“Pendapat yang benar bahwa orang yang mengucapkan dan meyakini dua kalimah syahadatain maka ia tidak boleh dikafirkan dengan sebab bid’ah yang ia sandang, apapun bentuk bid’ah itu selagi ia bersandar kepada ta’wil yang samar atas orang yang semisalnya. Pendapat ini yang dikuatkan Syeikh kami Abul Abbas Ibnu Taimiyah.” (Ash Shawâiq al Ilâhiyah; Sulaiman ibn Abdul Wahhab –saudara Pendiri sekte Wahhabi-:47)

Sementara itu, kaum Wahhâbiyah menghalalkan darah-darah kaum Muslimin yang berbeda pendapat dengan mereka dengan alasan mereka adalah ahli bid’ah!

Imam Ahmad telah dicemarkan oleh para pengikut yang jahil yang tak segan-segan memalsu atas nama Imam mereka!

Imam Allamah al Qannűbi berkata

وقد ابتلي الإمام أحمد بن حنبل بأصحاب جهلة كذبوا عليه ونسبوا إليه ما لم يقله من العقائد والآراء الكاسدة ؛ كما ذكر ذلك جماعة كبيرة من العلماء منهم ابن الجوزي وابن الصلاح وابن عبد السلام والإمام السبكي وابنه التاج والذهبي وآخرون.

“Imam Ahmad ibn Hanbal telah diuji dengan adanya pengikut yang jahil yang berbohong atas namanya dan menisbatkan pendapat-pendapat yang tidak pernah ia ucapkan dalam akidah dan pendapat-pendapat murahan. Seperti dikatakan banyak ulama, di antaranya adalah Ibnu al Jawzi, Ibnu ash Shalâh, Ibnu Abdis Salâm, Imam as Subki dan putranya Tajiddîn as Subki serta adz Dzahabi dan para ulama lainya.” (Selanjutnya baca: as Saif al Hâd; Syeikh Allamah Sa’id ibn Mabrűk al Qannűbi:192)

Dan di antara kepalsuan atas nama Imam Ahmad adalah kitab Ar Raddu ‘Alâ al Jahmiyah yang mereka atas namakan Imam Ahmad dan selalu mereka banggakan dan andalkan dalam menegaskan akidah tajsîm dan tasybîh!

Imam adz Dzahabi berkata:

لا كرسالة الاصطخبري ، ولا كالرد على الجهمية الموضوع على أبي عبد الله

“… tidak seperti risalah al Ishthakhbari, dan juga ar Raddu ‘Alâ al Jahmiyah yang dipalsukan atas nama Abu Abdillah.” yaitu Imam Ahmad.

Dan setelah menyebutkan beberapa contoh penyimpangan akidah di dalamnya, adz Dzahabi berkata:

والله ما قالها الإمام أحمد ، فقاتل الله واضعها.

“Demi Allah, Imam Ahmad tidak pernah mengucapkannya, dan semoga Allah membunuh pamalsunya!”

Kemudian ia melanjutkan:

فانظر إلى جهل المحدثين كيف يروون مثل هذه الخرافة ويسكتون عليها.

“Coba perhatikan kejahilan ahli hadis, bagaimana mereka meriwayatkan hadis khurafat seperti itu dan mendiamkannya (tanpa menjelaskan kepalsuannya).” (Lebih lanjut baca Siyar A’lâm an Nubalâ’; adz Dzahabi, 11/286).

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2