ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR WAHABY-SALAFY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Ibnu Isa Elbangkalany
Email : ibnuisa@mecca.com

Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Kaum Wahhabiyah Mujassimah Memalsu Atas Nama Salaf ! (4)

Kaum Mujassimah Berbohong Atas Nama Imam Syafi’i.

Kaum Mujassimah juga telah memalsu atas nama Imam Syafi’i bahwa beliau mengatakan:

القول في السنة التي أنا عليها ورأيت أصحابنا عليها أهل الحديث الذين رأيتهم وأخذت عنهم مثل سفيان ومالك وغيرهما الإقرار بالشهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ، وأن الله تعالى على عرشه في سمائه يقرب من خلقه كيف شاء وأن الله ينـزل إلى السماء الدنيا كيف شاء …

“Pendapat tentang Sunnah yang saya anut, dan aku saksikan teman-temanku menganutnya; Ahli hadis yang aku saksikan mereka dan aku timba ilmu dari mereka seperti Sufyân, Malik dan selain keduanya yaitu: Mengiqrarkan dua kalimah syahâtain; ‘Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah’. Dan sesungguhnya Allah berada di atas Arsy-Nya di dalam langit, Dia mendekat kepada hamba-Nya bagaimanapun Dia kehendaki, dan Dia turun ke langit terdekat dengan dunia bagaimanapun Dia kehendaaki… (dan kemudian kaum Mujassimah menyebutkan beberapa akidah yang mereka katakana diyakikini Imam Syaf’i)

Abu Salafy:

Pernyataan Imam Syafi’i di atas dapat Anda temukan dalam kitab Mukhtashar al ‘Uluw:176 tulisan pendekar hadis Wahhâbiyah; Syeikh Nâshiruddîn al Albani. Dia mengatakan bahwa pernyataan itu telah diriwayatkan oleh:

1) Syeikhul Islam Abul Hasan al Hakâri.

2) Al Hafidz Abu Muhammad ibn Idris asy Syafi’I al Maqdisi.

Uraian akidah atas nama Imam Syafi’i itu adalah palsu… mereka memalsunya atas nama Imam Syafi’i. Syeikh Nâshiruddîn al Albani bisa jadi telah mengetahui kepalsuan itu tetapi mendiamkannya atau ia tidak mengatahuinya, dan itu bukti kajahilannya! Namapun yang hendak dipilih kaum Wahhâbiyah, itu hak mereka, saya tidak memaksanya.

Bukti Kepalsuan!

Di antara bukti kepalsuan ucapan atas nama Imam Syafi’i itu adalah sebagai berikut:

A) Adapun Abul Hasan al Hakâri yang digelari Syeikhul Islam adalah seorang pembohong besar dan pemalsu! Anda tidak perlu terkejut, sebab banyak dari orang-orang yang digelari oleh kaum Wahabiyah dengan gelar Syeikhul Islam ternyata adalah pembohong besar!!

Adz Dzahabi berkata dalam Mîzân al I’tidâl,3/112 ketika menyebut datanya: Abul Qâsim Ibnu ‘Asâkir berkata:

لم يكن موثوقاً به.

“Dia (al Hakâri)tidak terpercaya.”

Ibnu Najjâr berkata:

متهم بوضع الحديث وتركيب الأسانيد.

“Ia tertuduh memalsu hadis dan membuat-buat sanad.”

Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisân al Mîzân-nya,4/159 mengatakan demikian:

وكان الغالب على حديثه الغرائب والمنكرات ، وفي حديثه أشياء موضوعة ورأيت بخط بعض أصحاب الحديث أنه كان يضع الحديث بأصبهان.

“Dan kebanyakan hadis yang ia riwayatkan adalah gharîb dan munkar. Dan pada hadis riwayatnya terdapat banyak hadis palsu dan aku melihat dengan tulisan tangan sebagian Ahli hadis bahwa ia memalsu hadis di kota Isfahân.”

Abu Salafy berkata:

Tetapi anehnya, si pembohong besar dan pemalsu tak tau malu ini begitu disanjung oleh Ibnu Taimiyah; Syeikh dan imam besar kaum Wahhâbiyah Mujassimah! Baca Risalah Ibnu Taimiyah yang berjudul al Washiyyah al Kubra Fî al Aqîdah wa ad Da’wah, dan ia menggelarinya dengan Syeikhul Islam. Sementara ia adalah “pemaslu kelas kakap”. Sungguh luar biasa!! “Syeikhul Islam” menyanjung dan memuji “Syeikhul Islam”, si pembual menyanjung si pemalsu!!

B) Adapun orang kedua yang meriwayatkan uraian akidah Imam Syafi’i di atas adalah Abu Muhammad as Syafi’i, adalah seorang yang telah dihalalkan darahnya oleh pera karena kesesatan akidahnya. Ia seorang musyabbih murni!! Ketarangan tentangnya dapat And abaca dalam adz Dzail ‘alâ ar Rawdhatain atau yang dikenal juga dengan nama Tarâjim Rijâl al Qarnain tulisan al Hafidz Abu Syâmah al Maqdisi.

C) Selain itu, Abu Syu’aib perawi yang mereka aku sebagai yang meriwayatkan uraian akidah Imam Syafi’i di atas, ia baru lahir dua tahun setalah wafat Imam Stafi’i ! baca Târîkh Baghdâd,9/436.

Al Hafidz adz Dzahabi seperti dikutip al Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisân al Mîzân,5/301 mengatakan bahwa uraian akidah itu adalah sesuatu yang disisipkan di luar kesadaran Abu Syu’aib:

أدخلوا عليه أشياء فحدث بها بسلامة باطن ، منها : حديث موضوع في فضل ليلة عاشوراء ، ومنها عقيدة الشافعي …

“Mereka memasukkan kepadanya banyak riwayat, lalu ia sampaikan dengan keluguan jiwa. Di antaranya adalah hadis palsu tentang keutamaan malam Asyura’ dan di antaranya pula adalah akidah asy Syafi’i.”

Maka dengan demikian gugurlah apa yang dijadikan sandaran oleh kaum Mujassimah untuk mendukung akidah tajsîm dan tasybîh mereka! Wal hamdulillah!

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2