ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR WAHABY-SALAFY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Ibnu Isa Elbangkalany
Email : ibnuisa@mecca.com

Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (3)

Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli Dalam Ilmu Hadis? (3)

Bukti Kedngkian Ibnu Taimiyah Terhadap Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.

Telah banyak suara-suara yang menuduh Ibnu Taimiyah sebagai orang yang membenci Sayyidina Ali –karramallahu wajhahu-…. Ibnu Hajar al Asqallani pun membenarkan tuduhan tersebut dan ia bukan sekedar isu palsu…. kendengkiaan dan kebencian itu sering kali ia tampakkan dengan banyak ragam penampakan, dari mulai meragukan berbagai hadis keutamannya sampai melecehkan berbagai keistimewann dan jasa-jasanya!

Kali ini saya ajak Anda melihat langsung bukti kebenaran tuduhan para ulama Ahlusunnah bawah Ibnu taimiyah ternyata memang membenci Sayyidina Ali ra.

Ibnu Tamiyah Menolak Hadis Sebab Nuzulnya Ayat Untuk Sayyidina Ali ra.

Dalam hampir seluruh penyimpangannya, Ibnu Taimiyah selalu mengatas namakan para ulama dan tokoh, para imam, kesepakatan ahli ilmu dan ijma’ para ulama.

Itulah senjata andalan Ibnu Taimiyah ketika hendak menipu kaum awam! Kali ini, senjata itu kembali ia andalkan untuk mengkafiri kebenaran hadis sebab turunnya ayat 55 surah al Mâidah yang berbunyi:

إِنَّما وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَ رَسُولُهُ وَ الَّذينَ آمَنُوا الَّذينَ يُقيمُونَ الصَّلاةَ وَ يُؤْتُونَ الزَّكاةَ وَ هُمْ راكِعُونَ.

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang- orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk ( kepada Allah).” (QS. Al Mâidah;55 )

Tentang hadis asbâb nuzul ayat di atas Ibnu Taimiyah berkata menvonis:

حديث علي في تصدقه بخاتمه في الصلاة موضوع باتفاق أهل العلم.

“Hadis bersedakahnya Ali dengan cincin ketika shalat itu palsu berdasarkan kesepakatan ahli ilmu (para ulama).” (Baca Muqaddimah Fi Ushűl at Tafsîr:31 dan 36)

Abu Salafy berkata:

Ibnu Taimiyah dengan tegas dan tidak taanggung-tanggung mengatakan bahwaa hadis bersedekahnya Sayyidina Ali ra. di sa’at shalat yang kemudian Allah menurunkan sebuah ayat untuk mengabadikannya adalah maudhî’/palsu!!

Dan Anda pasti maklum apa yang dimaksud dengan kata maudhű’!

Dalam kesempataan ini Abu Salafy tidak bermaksud membuktikan dari berbagai sumber dan dengan menghadirkan seluruh data yang ada bahwa apa yang dikataakan Ibnu Taimiyah “Syeikhul Islam” yang palingb gemar memalsu itu memang benaar-benar palsu! Akan saya hanya akan buktikan kepalsuan ucapan dan vonisnya melalui kata-katanya sendiri!

Perhaatikan! Ketika menyebut-nyebut macam dan kualitas kitab-kitab tafsir yang ada ia berkata:

أما التفاسير التي في أيدي الناس فأصحها تفسير محمد بن جرير الطبري فإنه يذكر مقالات السلف بالأسانيد الثابتة وليس فيه بدعة ولا ينقل عن المتهمين.

“Adapun tafsir yang ada di tangah-tangan orang-orang maka yang paling shahih adalaah tafsir karya Muhammad ibn Jarir ath Thabari. Sebab ia menyebutkan berpagai pendapat Salaf dengan sanad-sanad/jalur-jalur yang kuat dan tidak ada di dalamnya bid’ah daan juga ia tidak menukil (riwayat) dari orang/perwi yang tertuduh.” (Muqaddimah Fi Ushűl at Tafsîr:51)

Demikian juga ketika menyebut tafsir al Baghawi ia bertkata serupa!

Nah, sekarang mari kita buktikan apa yang dinukil Ibnu Jarir ath Thabari dalam kitab tafsirnya yang sangat dibanggakan dan dipastikan keshahihannya?

Ternyata, di luar dugaan, Ibnu Jarir ath Thabari meriwayatkan hadis tersebut melalui lima jalur/sanad!

Begitu juga dengan al Baghawi meriwayatkannya! Bahkan hamper seluruh ahli tafsir telah memuat riwayat sebab nuzul ayat tersebut sebagai turun unyuk Sayyidina Ali ra.

Anda dapat buktikan dengan merujuk tafsir-tafsri sebagai berikut ini: tafsir al Kasysyâf; az Zamakhsyari, Mafâtîh al Ghaib; ar Râzi, tafsir Abu Sa’ud, tafsir an Nasafi, tafsir al Baidhawi, tafsir al Qurthubi, ad Durr al Mantsur, fathul Qadirnya asy Syaukani, Rűh al Ma’âninya al Alűsi, Asbâb an Nuzűlnya al Wâhadi dan puluhan lainnnya!

Alangkah malunya Ibnu Taimiyah ketika menyaksikan klaim palsunya dibongkar di sini?!

Tapi sepertinya itu semua tidak penting bagi Ibnu Taimiyah! Yang penting, ia telah lega memuntahkan kebenciannya kepada Sayyidina Ali ra. dan kaum awam pun bisa ia ditipu!! Selesai!

Setelah itu semua, apa kira-kira status yang pantas diberikan kepada oraang seperti Ibnu taimiyah ini? Yang setiap kali berhadap-hadapan dengan hadis keutamaan Sayyidina Ali ra., ia menampakkan taring kemunafikannya dan menjerit-jerit: PALSU!! PALSU!!

Apa kira-kira gelar yang paantas disematkan ke atas seoraang yang setiap kali hawa nafsunya ,mengajak untuk mengkufuri sebuah kebenaaran; haq ia dengan tanpa malu mengatakan: “Para ulama telah bersepakat bahwa “kebenaran” ini adalah palsu!” Bukti kepalsuannya telah diijma’kan paara ahli hadis!” Padahal setelah dilakukan penelusuran ternyata, para ulama justru meriwayatkan dan menshahihkan apa yang ia kufuri!! Gelar aapa yang kira-kira pantas untuknya?

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2