ebook pakdenono


 
MEMBONGKAR WAHABY-SALAFY
Kompilasi & Konversi Ke CHM Oleh Ibnu Isa Elbangkalany
Email : ibnuisa@mecca.com

Layout : Pakdenono.com

<BACK

DEPAN

NEXT>

.

 


Seri Kumpulan Fatwa-Fatwa Wahhhabi (1)

Memakai Seragam Tentara Adalah Bid’ah Dhalâlah!

Di waktu-waktu senggang dan santai, saya biasa meluangkan waktu untuk mencari hiburan dengan membaca buku-buku yang lucu yang menghibur. Maka dihadapan saya ada dua pilihan; membaca buku-buku fukâhiyah (anekdot), seperti kisah-kisah Juha, Abu Nawas, Mati Ketawa Ala Sufi dll. Atau pilihan kedua membaca buku-buku fatwa “para mufti Wahhabi setengah alim setengah jahil”. Sebab fatwa-fatwa mereka mampu menumbuhkan rasa geli saya.

Di bawah ini saya ingin berbagai rasa geli itu kepada pembaca setia Abu Salafy.

Dalam dunia modern, membedakan antara lapisan masyarakat sipil dengan anggota militer biasa dilakukan dengan memberikan seragam yang mencirikan mereka.

Dalam tubuh militer pun masih dipilah-pilah lagi seraagamnya, antara Angkatan Darat, angkatan Laut dan angkatan udara serta polisi dll.

Hal demikian adalah sesuatu yang wajar diberlakukan…. Tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan!! Tidak ada pula yang menggatakan hal demikian itu jelek atau menyalahi aturan Syari’at Islam!!

Akan tetapi, dalam pandangan mufti-mufti “setengah tiang” yang hidup terkungkung di antara dua lembah gersang padang pasir Gurun Nadj, masalah ini berdeda… ia adalah masalaah serius yang mengancam kemurnian keberagamaan masyarakat Muslim?

Ia adalah masalah serius yang akan melumerkan jati diri masyarakat Muslim!!

Mengapa?

Sebab ia adalah tasyabbuh, menyerupai orang musyrik dan kafir!! Bukankah mereka yang pertama kali berinisiatif menentukan seragam tentara?!

Tidakkah kalian mendengar Nabi saw. bersabda:

من تشبه بقومٍ فهو منهم.

“Barang ssiapa menyerupai sekelompok kaum maka ia dari mereka.”

Jadi menyerupai kaum kafir itu hukumnya adalah haram!!

Demikian difatwakan para mufti primitif dari gurun sahara Nadj.

Dalam kitab ad Durar as Saniyyah,15/363 disebutkan:

إنَّ لباس الشرطةِ مُحَرَّمٌ أيضًا لأنَّه مِنَ التشبُّهِ { من تشبه بقومٍ فهو منهم}!

“Sesungguhnya seragaam tentara itu haram hukumnya, sebab ia termasuk menyerupai, “Barang siapa menyerupai sekelompok kaum maka ia dari mereka.”

Sebab masih kata mereka “Mengenakan seragam tentara itu menyerupai pakaian kaum franji (orang-orang Barat) yang musyrikun.” Baca: ad Durar as Saniyyah,15/365.

Termasuk juga yang diharamkan untuk dipakai para prajurit adalah topi. Baca ad Durar as Saniyyah,15/367.

Selainn itu para Mufti Agung dan Mujtahid Akbar itu tidak ketinggalan mengharamkan pula mengenakan celana panjang! Baca ad Durar as Saniyyah,15/367. Dan apalagi celana dalam!!

Kata para mufti itu, barang siapa mengenakan baju-baju itu lengkap dengan celana panjang dan topinya, maka tidak ada perbedaan antara dia dan orang-orang Barat yang kafir itu!! Baca ad Durar as Saniyyah,15/367.

Setiap Prajurit Muslim (tentunya yang Salafi) harus senantiasa waspada bahwa seragam itu adalah makar jahat kaum yang hendak merusak dan menghancurkan Islam Baca: ad Durar as Saniyyah,15/366. Dan menerimanya sebagai seragam tentara adalah menetapkan syiar-syiar kekafiran dan kemusyrikan!!

Begitu juga, -masih kata para mufti-mufti Arab gurun sahara Najd- menghentak-hentakkan kaki di sa’at baris/jalan di tempat, dan gerakan kemilitiran seperti memberikan ‘tabik’ hormat adalah haram hukumnya (Ad Durar as Saniyyah,15/363). Karena gerakan seperti itu menyerupai gerakan keledai dan baghla (peranakan kuda dan keledai) yang menghentak-hentakkan kaki jika merasa ada semut atau serangga yang melata di kaki-kakinya! Jadi gerakan para prajurit itu menyerupai dua jenis binatang itu. Baca ad Durar as Saniyyah,15/369.

Abu Salafy berkata:

Jadi agar supaya tidak menyerupai kaum Musyrik dan orang-orang Barat, maka mereka pasti akan menawarkan fatwa agar para tentara Islam di berbagai belahan penjuru dunia mengenakan qamis (baju panjang ala Arab) dengan serban meliliti di atas kepala sebagai ganti topi atau topi baja!!

Jika tidak maka mereka bukanlah Tentara Salafi !!

Masalah gerakan jalan di tempat yang dihukumi haram, mungkin mereka punya gerakan alternetif sebagai gantinya, tapi sayang belum sempat mereka publikasikan atau dibukukan dalam buku kumpulan “Fatwa Jenaka” atau mungkin sudah tetapi belum sampai kepada saya!

Inilah lelucon yang diatas-namakan hukum syari’at yang diramu oleh para fukaha’ kerdil!

Saya juga tidak mengerti, apakah mempersenjataai diri dan Negara Islam dengan senjata-senjata mutakhir, seperti teng lapis baja, pesawat jet tempur dll. Juga termasuk haram hukumnya sebab itu menyerupai orang-orang Barat! Dan menggunakan produk Barat yang kafir musyrik!! Sebab, kenyaataannya, yang bisa diproduksi oleh negera “Seribu Satu Mufti Kerdil” itu hanya sebatas pisau dapur, atau silet-silet tumpul, terbukti silet-siltet mereka tidak mampu merapikan jenggot-jenggot mereka yang agak sedikit kocar-kacir!! (maaf, tidak semua jenggot mereka seperti itu, ada yang rapi seperti orang-orang Eropa juga, tentunya setelah mengunakan alat cukur produk Barat atau Israel!!)

Ada teman setelah membaca fatwa di atas mengatakan, berarti mengulur jengggot tanpa dirapikan juga haram hukunya, bukan Cuma menghentak-hentakkan kaki di waktu baris karena menyerupai keledai, sebeb jenggot kocar-kacir juga menyerupai jenggot kambing gurun pasir, jadi ia harus diharamkan juga!!

Maka saya nasehati dia dengan menggatakan, “Saya tidak berani menyimpulkan begitu, sebab para mufti itu tidak menfatwakannya. Dan saya tidak mau meng-qiyas satu hukum dengan hukum lainnya.” !

 


 

 

 

2

<BACK

DEPAN

NEXT>

2