Bedah Buku:
Madzhab Al-Asyari
Benarkah Ahlussunnah Wal-Jamaah? Jawaban Terhadap Aliran Salafi

KH. M. Hasyim Asyari:
Ahlussunnah Wal-Jama
ah di Indonesia mengikuti:
1. Imam al-Syafi
i (fiqih)
2. Imam al-Asy
ari (akidah)
3. Imam al-Ghazali dan al-Syadzali (Tashawuf)

Al-Hafizh al-Zabidi: Apabila Ahlussunnah Wal-Jamaah disebutkan maka yang dimaksud adalah pengikut madzhab al-Asyari dan al-Maturidi.
(juz 2, hlm. 6).

Banyak buku-buku, jurnal-jurnal ilmiah dan media publikasi lainnya yang mengkaburkan Ahlussunnah Wal-Jamaah

Al-Utsaimin: Imam al-Nawawi dan al-Hafizh Ibn Hajar bukan Ahlussunnah Wal-Jamaah

Bab 13
FIRQAH-FIRQAH SESAT DAN MENYESATKAN
Di antaranya adalah Asy
ariyyah.
Mereka adalah pengikut Abul Hasan al-Asyari. Sebelumnya dia menganut Mutazilah selama 40 tahun. Kemudian berpindah kepada paham Kullabiyah yang menetapkan sebagian sifat-sifat Allah dan mentawil sebagian yang lain. Setelah itu menjelang akhir hayatnya dia kembali kepada pemahaman Salaf dan menulis kitab al-Ibanah dan Maqalatul Islamiyyin.

Namun sayang para pengikutnya mengambil pemahaman al-Asyari ketika menganut paham Kullabiyah dan menisbatkan pemahaman tersebut kepadanya. Sehingga mereka menamakan diri mereka dengan al-Asyairah atau al-Asyariyyah. Sedangkan al-Asyari sendiri berlepas diri dari mereka. (Hlm. 509-510).

Aliran Wahhabi (Salafi) mengikuti pemikiran:
1. Imam Ahmad bin Hanbal
2. Ibnu Taimiyah al-Harrani
3.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah
(hlm. 278).

Pembagian Tauhid Menjadi Tiga ala Wahhabi:
1. Tauhid Rububiyah: Meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan, memberi rizki dan mengatur segalanya.Tauhid rububiyah ini juga dimiliki oleh orang-orang musyrik.

Konsekuensi Tauhid Uluhiyah: Orang-orang Mukmin dan Muslim yang melakukan praktek-praktek istighatsah, tawasul, tabarruk, tawajjuh, tajawwuh, ziarah kubur dan lain-lain dianggap syirik dan kafir.

Konsekuensi Tauhid al-Asma wa al-Shifat: Menyerupakan Allah SWT dengan makhluk-Nya dan menolak pendekatan tafwidh dan tawil terhadap teks-teks mutasyabihat yang terdapat dalam al-Quran dan hadits

Konsekuensi Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah: Orang-orang Musyrik seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan lain-lain lebih banyak tauhidnya dan lebih tulus imannya kepada Allah SWT daripada orang-orang Muslim yang bertawasul dengan para wali dan orang-orang saleh yang telah meninggal dunia.

Benarkah Ajaran Wahhabi seiring dengan pemikiran Imam Ahmad bin Hanbal?

Al-Hafizh Abu Hafsh Ibn Syahin: Dua ulama yang saleh telah dinodai oleh para pengikutnya yang buruk; yaitu 1) Jafar bin Muhammad al-Shadiq dan 2) Ahmad bin Hanbal.

Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan tawasul dengan para nabi dan wali yang sudah meninggal.

 

 

 

 

 

Dampak Paradigma Anti Tabarruk: Membongkar bangunan makam para sahabat di Baqi, Madinah al-Munawwaroh.

 

 

Ibn Taimiyah Mencabut madzhabnya dan mengikuti madzhab Asyari

Ibnu Taimiyah membolehkan istighatsah dan tawasul dengan orang yang sudah meninggal

Konsekuensi Tauhid al-Asma wa al-Shifat: Penolakan terhadap pendekatan takwil terhadap teks-teks mutasyabihat dalam al-Quran dan sunnah

Syaikh Nashir al-Albani (tokoh Wahabi modern dari Yordania) berfatwa mengkafirkan Imam al-Bukhari karena melakukan tawil terhadap ayat al-Quran (QS. 28:88).

Ulama salaf dan tawil

Tawil Imam Ahmad bin Hanbal

Tawil Imam al-Bukhari dalam Kitab Shahih-nya

Aliran Wahhabi mengklaim mengikuti ahli hadits

Ahli hadits tidak memiliki madzhab tertentu yang menyatukan paradigma mereka baik dalam bidang fiqih maupun dalam bidang akidah

Mayoritas ahli hadits dalam bidang fiqih mengikuti paradigma bermadzhab

 

Mayoritas ahli fiqih mengikuti madzhab al-Asyari

Mayoritas ahli hadits mengikuti madzhab al-Asyari

Mayoritas ahli hadits mengikuti madzhab al-Asyari

Di antara pendapat bidah Asyairah adalah: Mereka menetapkan tujuh sifat, yaitu al-hayah (hidup), al-ilmu (mengetahui), al-qudrah (kekuasaan/kemampuan), al-iradah (kehendak), al-samu (mendengar), al-bashar (melihat) dan mereka mentawil sifat-sifat ikhtiyariyah bagi Allah. (hlm. 510)

Di antara pendapat bidah Asyairah: Mereka secara akal berpendapat bahwa Allah SWT boleh saja menyiksa orang-orang yang taat (hlm. 510),

Anehnya kitab Wahhabi sendiri meriwayatkan Hadits shahih yang menjadi dasar sifat jaiz bagi Allah SWT:

Mendistorsi Kitab al-Ibanah karya Imam al-Asyari

Mendistorsi Kitab al-Ibanah karya Imam al-Asyari

 

Wahhabi mendistorsi dan merubah Tafsir al-Shawi

Dampak pembagian Tauhid menjadi tiga: Wahhabi mengkafirkan mayoritas kaum Muslimin

Rasulullah SAW: Aku memohon kepada Allah, agar mayoritas umatku tidak terjerumus dalam kekufuran, dan Allah mengabulkannya.

Rasulullah SAW: Demi Allah, aku sekali-kali tidak khawatir kalian akan syirik sesudahku, tetapi aku khawatir kalian akan berlomba-lomba dalam urusan dunia