Mengungkap Ulah
Aktivis Gender FK3

Dalam buku Wajah Baru Relasi Suami-Istri, Telaah Kitab Uqud al-Lujayn (Syaikh Nawawi Banten)

Kitab Uqud al-Lujayn

                 Kitab Uqud al-Lujayn adalah kitab yang memaparkan relasi suami istri dalam pandangan Islam

                 Ditulis oleh Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi, yang mendapat gelar Sayyid Ulama al-Hijaz (Penghulu Ulama Negeri Hijaz)

Kitab Uqud al-Lujayn

        Kitab ini membawa misi dan visi Islam tentang relasi suami-istri sesuai dengan madzhab-madzhab fiqih yang empat (al-madzahib al-arbaah), dan terutama dengan madzhab al-Syafii.

        Namun menurut FK3, kitab Uqud al-Lujayn ini membawa pandangan-pandangan yang bertentangan dengan HAM, kesetaraan gender dan nilai-nilai universal kemanusiaan dengan membatasi ruang gerak kaum wanita.

Tentang Syaikh Nawawi Banten

         Syaikh Nawawi Banten (1230-1314 H/1813-1897 M) dikenal sebagai ulama yang saleh, allamah, tokoh Ahlussunnah Wal-Jamaah, tidak pernah mengeluarkan pendapat yang nyeleneh, guru beberapa ulama Nusantara [seperti Syaikhona Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asyari dan KH. Asnawi Kudus] dan menyandang gelar Sayyid Ulama al-Hijaz (Penghulu Ulama Negeri Hijaz)

         Tetapi menurut FK3, Syaikh Nawawi Banten dalam kitab Uqud al-Lujayn dianggap telah mengeluarkan pandangan-pandangan yang berdampak buruk bagi masyarakat Muslim Nusantara, dan utamanya kaum wanita

Kitab Uqud al-Lujayn

                Kandungan Uqud al-Lujayn

                 Kewajiban suami terhadap istri

                 Kewajiban istri terhadap suami

                 Keutamaan shalat di rumah bagi wanita

                 Larangan melihat lawan jenis

                 Kisah-kisah wanita salehah generasi salaf

Kitab Uqud al-Lujayn

Sistimatika Penulisan Kitab Uqud al-Lujayn

                 Dalil al-Quran

                 Hadits Nabi SAW (Hadits marfu)

                 Pendapat Ulama Salaf (Hadits Mauquf dan Maqthu)

                 Kisah ulama salaf

                 Hukum-hukum fiqih Madzhab Syafii

 

FK3 dan al-Quran

        Dalam menafsirkan al-Quran al-Karim, para ulama menetapkan kaedah yang harus diikuti secari hirarkis:

        Pertama, penafsiran al-Quran dengan al-Quran

        Kedua, penafsiran al-Quran dengan hadits

        Ketiga Penafsiran al-Quran dengan pendapat ulama salaf yang saleh

        Ketiga, penafsiran berdasarkan kaedah-kaedah kebahasaan yang berlaku dalam bahasa Arab

        Para ulama mengatakan bahwa penafsiran al-Quran berdasarkan rasio belaka adalah haram

FK3 dan al-Quran

         Al-Hafizh Ibn Katsir berkata

             فأما تفسير القرآن بمجرد الرأي فحرام، قال النبي صلى الله عليه وسلم: من قال في القرآن برأيه او بما لا يعلم فليتبوأ مقعده من النار (تفسير القرآن العظيم ج 1 ص 10).

         Syaikh Muhammad Anwar Syah al-Kasymiri mengatakan:

             التأويل تأويلان، تأويل لا يخالف قاطعا من الكتاب والسنة واتفاق الامة، وتأويل يصادم ما ثبت بالقاطع فذلك الزندقة (إكفار الملحدين، ص 44).

       Tawil ada dua macam. Pertama, tawil yang tidak bertentangan dengan teks definitif dari al-Quran, sunnah dan ijma. Kedua, tawil yang bertentangan dengan ketetapan yang definitif, dan hal tersebut merupakan kezindiqan (kekafiran).

FK3 dan al-Quran

        Dalam menafsirkan al-Quran, terutama ayat-ayat yang dianggap berlawanan dengan faham kesetaraan gender, FK3 mengikuti metode penafsiran yang

        Liar, tidak mengikuti kaedah yang berlaku

        Melakukan tahrif (distorsi) terhadap ayat-ayat yang tidak sejalan dengan kesetaraan gender

        Tidak mengindahkan kaedah-kaedah bahasa yang berlaku di kalangan masyarakat Arab.

FK3 dan al-Quran

            ولهن مثل الذي عليهن بالمعروف وللرجال عليهن درجة

  Dan mereka (para istri) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban dengan cara yang maruf. Akan tetapi kaum laki-laki (suami) mempunyai satu tingkat/derajat (kelebihan) dari pada mereka. (QS. Al-Baqarah :228).

    FK3 menafsirkan ayat yang sangat tegas tersebut dengan pengertian teori fungsi bukan teori gender, artinya yang dimaksud dengan laki-laki dan perempuan dalam ayat tersebut adalah yang dapat berfungsi sebagai laki-laki atau perempuan.

 FK3 dan Hadits

        FK3 memiliki pandangan khusus tentang hadits-hadits yang terdapat dalam Uqud al-Lujayn dan berbeda dengan pandangan kaum Muslimin.

        Menurut ahli hadits, hadits dhaif dapat dijadikan pedoman dalam fadhail al-amal, targhib, tarhib dan manaqib, selama hal tersebut bukan termasuk halal, haram, dan akidah.

        Menurut FK3, hadits dhaif tidak dapat dijadikan pedoman dalam apa saja.

Hadits dan FK3

       Menurut para ulama, hadits dhaif itu dapat naik peringkatnya menjadi hasan atau shahih li-ghairihi apabila ada syawahid atau mutabiat (penguat eksternal atau internal) terhadap hadits tersebut.

       Menurut FK3, hadits dhaif tetaplah dhaif meskipun ada riwayat lain yang shahih yang menguatkannya.

Hadits dan FK3

        FK3 juga melakukan tahrif terhadap hadits-hadits yang tidak sesuai dengan paradigma mereka tentang kesetaraan gender. Misalnya tentang kebolehan suami memukul istrinya dalam al-Quran ketika istri melakukan nusyuz.

        Menurut FK3, Islam tidak membolehkan suami memukul istri meskipun dalam keadaan nusyuz berdasarkan hadits:

            ليس منا من ضرب الخدود وشق الجيوب ودعا بدعوى الجاهلية

Bukan termasuk golongan kami, orang yang menempeleng pipi, merobek baju dan meratap seperti ratapan orang-orang Jahiliyah.

Hadits dan FK3

        Menurut para ulama, seseorang itu dapat berijtihad dalam menilai suatu hadits, apakah hadits itu shahih, hasan, dhaif atau maudhu, apabila dia telah memenuhi kualifikasi akademis dalam studi hadits dengan menyandang gelar al-Hafizh.

            وخذه حيث حافظ عليه نص  أو من مصنف بجمعه يخص

        FK3, tidak memenuhi kualifikasi akademis dalam studi hadits, tetapi mereka memiliki keberanian dalam berijtihad tentang nilai-nilai hadits.

Hukum Fiqih dan FK3

        Hukum-hukum fiqih yang merupakan hasil dari proses ijtihad para ulama yang mutabar, yang mengikat terhadap umat Islam untuk mengikutinya, dan sebagai warisan yang sangat berharga dan tinggi nilainya.

            الفقه هو العلم بالأحكام الشرعية العملية المكتسبة من أدلتها التفصيلية

        Menurut FK3, hukum-hukum fiqih adalah produk pemikiran manusia biasa, yang tidak mengikat terhadap umat untuk mengikutinya. Apalagi ketika hukum-hukum tersebut bertentangan dengan kesetaraan gender, nilai-nilai kemanusiaan dan perubahan zaman.

Ulama Salaf dan FK3

       Generasi salaf memiliki posisi penting di hati sanubari kaum Muslimin:

            إذا ظهرت البدع ولعن آخر هذه الامه اولها فمن كان عنده علم فلينشره فان كاتم العلم يومئذ ككاتم ما انزل الله على محمد) رواه ابن عساكر عن معاذ (.

           خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ (رواه البخاري)

       Menurut FK3, generasi salaf itu sama dengan kita, tidak perlu diikuti dan diteladani.

Sejarah Islam dan FK3

       Dalam kajian historis buku Wajah Baru Relasi Suami-Istri, Telaah Kitab Uqud al-Lujayn, FK3 seringkali terjebak dalam kesalahan, seperti:

       Penjelasan nama-nama ulama yang keliru secara fatal

       Mendiskreditkan para ulama yang telah disepakati kesalehannya oleh kalangan salaf.