Mengarahkan Kajian Ilmu Hadits Di Pesantren

Selasa, 8 Jumada al-Tsaniyah 1429 H

2 Juni 2009 M

Kajian Keilmuan di Pesantren

1. Kajian keilmuan Islam di pesantren selama ini lebih diperhatikan terhadap kajian ilmu alat dan ilmu fiqih serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya seperti ushul fiqih dan qaidah fiqih.

2. Kajian terhadap ilmu fiqih dan ilmu alat sangat mendalam, baik ditinjau dari segi metode seperti pembelajaran secara klasikal di sekolah, maupun di luar sekolah seperti musyawarah dan bahtsul masail, maupun ditinjau dari segi materi, mulai dati tingkat dasar sampai tingkat atas, atau mulai dari kitab matan, sampai kitab syarh dan hasyiyah.

Kajian Keilmuan Yang Dianaktirikan

1. Tafsir al-Quran, 2. Ilmu Hadits, 3. Teologi, 4. Sirah Nabawiyah, 5. Tarikh, 6. Hadlarah, 7. Filsafat Islam, 8. Lain-lain

Kajian Keilmuan Yang Belum Pernah Dikenal Namanya

Kajian Keilmuan Yang Belum Pernah Dikenal Namanya

Kajian Keilmuan Yang Belum Pernah Dikenal Namanya

Kajian Keilmuan Yang Belum Pernah Dikenal Namanya

Orientasi Kajian Ilmu Hadits

1. Orientasi kajian ilmu hadits di pesantren selama ini hanya menyentuh kulit-kulitnya saja, yakni lebih menekankan pada pemahaman makna lafzhi yang ijmali, dan tidak menyentuh terhadap aspek-aspek yang lebih mendalam, seperti kritik sanad, kritik matan, al-jarh wa al-tadil, takhrij al-hadits, fiqh al-hadits, ilal al-hadits, naqd al-rijal dan lain-lain.

2. Materi kajian ilmu hadits selama ini menggunakan al-Arbain al-Nawawiyyah, Bulugh al-Maram, Riyadh al-Shalihin, al-Tajrid al-Sharih, Nazhm Baiquniyah dan al-Manhal al-Lathif

Kemana Kajian Ilmu Hadits Diarahkan?

o Kajian Ilmu Hadits bisa diarahkan pada dua orientasi

1. Pendalaman ilmu hadits untuk mencetak seorang pakar hadits yang menyandang gelar al-muhaddits dan bahkan gelar al-hafizh

2. Kajian Ilmu hadits dengan orientasi pasar (sesuai dengan kebutuhan masyarakat).

Mungkinkah Kita Meraih Gelar al-Hafizh?

 

 

Pengembaraan Intelektual Imam al-Bukhari

Pengembaraan Intelektual Imam al-Bukhari

Kemana Kajian Ilmu Hadits di LPSI Harus Diarahkan?

Kajian Ilmu Hadits di LPSI diarahkan pada orientasi pasar (sesuai dengan kebutuhan masyarakat) dalam dua alternatif:

1. Orientasi internal (al-ittijah al-dakhili)

2. Orientasi Eksternal (al-ittijah al-khariji)

Kajian Internal (al-Ittijah al-Dakhili) Ilmu Hadits

Problematika Sosial:

Dewasa ini banyak gugatan terhadap amaliyah (fiqih), akidah (tauhid) dan etika (tashawuf) yang dilakukan oleh kalangan warga nahdliyyin (kaum santri), dengan alasan tidak memiliki dasar yang benar dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadits.

Kajian Internal (al-Ittijah al-Dakhili) Ilmu Hadits

Solusi Ilmiah:

Kajian keilmuan yang berkaitan dengan amaliah, akidah dan etika kaum santri ditinjau dari aspek dalil-dalil al-Quran dan al-Hadits

Kajian Internal (al-Ittijah al-Dakhili) Ilmu Hadits

Di antara problematika sosial yang harus dikaji dari aspek dalil al-Quran dan al-Hadits:

Mengapa kita;

Bermadzhab? Mengikuti Imam al-Syafii? Shalat Tarawih 20 Rakaat? Ada bidah Hasanah? Tahlilan? Tawassul? Ziarah Kubur? Istighatsah? Baca Ushalli? Baca Nawaitu? Berqunut? Shifat yang wajib bagi Allah ada 20? Sifat yang wajib bagi Rasul ada 4? Bertashawuf? Dan lain-lain?

Orientasi Eksternal (al-Ittijah al-Khariji) Kajian Ilmu Hadits

o   Dewasa ini, umat Islam dihadapkan dengan 4 kelompok yang berupaya mengikis kepercayaan mereka terhadap hadits-hadits Nabi SAW

   Aliran Syiah

   Aliran Wahhabi

   Aliran Liberal

   Kaum Orientalis Barat

Hadits dan Syiah

o    Rongrongan Syiah terhadap hadits-hadits Nabi SAW sebenarnya berangkat dari persoalan politik atau khilafah.

    Syiah berpandangan bahwa mayoritas shahabat telah kufur/murtad dengan tidak membaiat Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah setelah wafatnya Nabi SAW.

    Jumhur kaum Muslimin berpendapat bahwa pembaiatan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali adalah pembaiatan yang tepat dan sesuai dengan unsur-unsur ajaran Islam, sehingga para shahabat sepeninggal Nabi SAW tetap diyakini sebagai orang-orang yang adil (dipercaya dalam menyampaikan ajaran-ajaran agama)

Hadits dan Syiah

o    Pandangan Syiah yang menilai para sahabat sebagai orang-orang yang murtad/kufur/pengkhianat berakibat pada

    Anggapan bahwa hadits-hadits yang diriwayatkan oleh mayoritas kaum Muslimin sejak generasi sahabat hingga masa-masa tadwin (pembukuan) terutama hadits-hadits tentang keutamaan para sahabat adalah bohong dan palsu

    Syiah berupaya mendiskreditkan tokoh-tokoh ahli hadits sebagai pembohong seperti Abu Hurairah, al-Bukhari dan lain-lain.

Hadits dan Wahhabi

o   Kaum Wahhabi merongrong kepercayaan umat Islam terhadap hadits-hadits Nabi SAW melalui beberapa cara:

1. Mendistorsi kitab-kitab hadits-hadits yang mereka terbitkan, seperti yang dilakukan oleh penerbit Darul Huda di Riyadh, Saudi Arabia, terhadap kitab al-Adzkar karya al-Imam al-Nawawi, yang di-tahqiq oleh Syuaib al-Arnauth.

Hadits dan Wahhabi

2.Menanamkan ketidakpercayaan terhadap para ulama ahli hadits terdahulu seperti al-Bukhari, Muslim, al-Nawawi, Ibn Hajar, al-Suyuthi dan lain-lain, seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh ahli hadits mereka semisal upaya Syaikh Nashir al-Albani, Syuaib al-Arnauth dan Mahir Yasin al-Fahl terhadap kitab Riyadh al-Shalihin, karya al-Imam al-Nawawi yang mendhaifkan sekitar 80-an hadits-haditsnya.

Hadits dan Wahhabi

3. Mengklaim bahwa ajaran mereka adalah ajaran ahli hadits, seperti yang selama ini digembar-gemborkan oleh tokoh-tokoh mereka. Padahal mayoritas ahli hadits adalah Ahlussunnah Wal-Jamaah, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Hadits dan Wahhabi

4. Menganggap bahwa hadits dhaif setingkat dengan hadits maudhu dan tidak dapat diamalkan hatta dalam fadhail al-amal seperti yang dilakukan oleh Nashir al-Albani dalam kitabnya Silsilat al-Ahadits al-Dhaifah wa al-Maudhuah wa Atsaruha al-Sayyi lil-Ummah (Serial hadits-hadits lemah dan palsu serta dampak buruknya terhadap umat Islam), Dhaif Sunan al-Tirmidzi, Abi Dawud, al-Nasai, Ibn Majah dan lain-lain.

 

 

Hadits dan Wahhabi

5. Mendhaifkan hadits-hadits yang telah disepakati kesahahihannya oleh para hafizh terdahulu seperti hadits-hadits tentang tawassul, tabarruk, istighatsah, ziarah kubur, ardhul amal dan lain-lain dengan kedok takhrij al-hadits dan tahqiq ilmiah.

Hadits dan Aliran Liberal

o    Lahirnya kaum liberal di tengah-tengah masyarakat Muslim, yang belakangan banyak menggulirkan wacana penolakan terhadap teks-teks al-Quran dan hadits-hadits Nabi SAW, tidak terlepas dari lahirnya aliran rasionalisme modern yang dipelopori oleh:

    Jamaluddin al-Afghani

    Muhammad Abduh

    Muhammad Rasyid Ridha

    Mahmud Abu Rayyah

    Dan lain-lain

Hadits dan Aliran Liberal

o    Kelompok tersebut melakukan penolakan terhadap hadits-hadits yang mereka pandang tidak rasional seperti hadits-hadits tentang:

    Turunnya Nabi Isa AS di akhir zaman

    Dajjal dan Jassasah

    Yajuj dan Majuj

    Nabi Musa AS dan Malaikat Maut

    Setan tidak menyentuh Isa bin Maryam dan ibunya

    Nabi SAW terkena sihir

    Dada Nabi SAW dibelah dan dibersihkan

    Miraj

    Lalat hinggap di minuman atau benda cair

    Syetan Nabi SAW masuk Islam

    Dan lain-lain

 

Hadits dan Aliran Liberal

o    Pengaruh dari rasionalisme Islam modern, melahirkan banyak pemikir liberal dari kalangan umat Islam yang berupaya mengikis kepercayaan umat terhadap teks-teks al-Quran dan hadits dengan dalih:

    Tidak sesuai dengan tata pergaulan internasional

    Bertentangan dengan norma-norma hak asasi manusia

    Tidak sejalan dengan perkembangan zaman

    Bertentangan dengan nilai-nilai universal ajaran-ajaran Islam

Hadits dan Aliran Liberal

o   Beberapa buku di Indonesia yang beredar dari tulisan-tulisan

   Nur Cholis Madjid

   Ulil Abshor

   Husein Muhammad

   Mashdar Farid

   Muqsith Ghazali

   Forum Kajian Kitab Kuning

   Dan lain-lain

Dari judulnya, buku ini jelas tidak menganggap hadits-hadits Nabi SAW sebagai hujjah dalam beragama

Hadits dan Kaum Orientalis

o   Orientalisme sebagai arus pemikiran Barat (Yahudi dan Kristen) yang mencurahkan perhatiannya terhadap dunia Timur (Islam), berkaitan dengan peradaban, agama, bahasa, sastra, budaya dan lain-lain memiliki sekian banyak target:

   Target keagamaan

   Target ekonomi

   Target politik

   Kajian ilmiah murni

Hadits dan Kaum Orientalis

o Sebagai gerakan pemikiran yang membawa visi dan misi keagamaan, orientalisme memiliki beberapa target keagamaan yang ingin dicapai, antara lain:

1. Menanamkan keraguan terhadap kebenaran kerasulan Nabi SAW dan asumsi bahwa hadits-hadits Nabi SAW merupakan hasil dari produk kaum Muslimin selama tiga abad pertama, bukan benar-benar disabdakan oleh Nabi SAW

Hadits dan Kaum Orientalis

2. Menanamkan keraguan terhadap keotentikan al-Quran sebagai wahyu Allah SWT

3. Memperkecil nilai fiqih Islam dan menganggapnya sebagai barang impor dari fiqih Romawi

4. Mengembalikan Islam terhadap sumber-sumber Yahudi dan Kristen

5. Misionarisme dan Kristenisasi

6. Bersandar terhadap berita-berita lemah dan palsu dalam upaya memperkuat asumsi-asumsi mereka

Hadits dan Kaum Orientalis

o Beberapa tuduhan orientalis terhadap hadits-hadits Nabi SAW

Hadits dan Kaum Orientalis

Referensi