Membumikan
Ahlussunnah Wal-Jamaah
Di Era Golbalisasi

Pondok Pesantren Darut Tauhid

Injelan Panggung Sampang Madura

Makna Ahlussunnah Wal-Jamaah

}  Ahlussunnah Wal-Jamaah merupakan istilah yang terbentuk dari tiga komponen:

1 Ahlun

2 Al-Sunnah

3 Al-Jamaah

Makna Ahlussunnah Wal-Jamaah

}  Ahlun bermakna:

1 Keluarga (Ahlul bayt, keluarga rumah tangga)

2 Pengikut (Ahlussunnah, pengikut sunnah)

3 Penduduk (Ahlul Jannah, penduduk surga)

Makna Ahlussunnah Wal-Jamaah

}  Makna al-Sunnah

    Secara kebahasaan: jejak dan langkah

    Secara syari: jejak yang diridhai dan menjadi pijakan dalama agama, yang pernah ditempuh oleh Rasulullah SAW atau orang yang menjadi panutan dalam agama seperti sahabat

    Secara urfi (tradisi): Ajaran yang dilalui oleh seorang panutan dalam agama, seperti nabi atau wali.

Makna Ahlussunnah Wal-Jamaah

  }  ɡ : ǡ ( /5).

Makna Ahlussunnah Wal-Jamaah

}  Makna al-Jamaah: menjaga kekompakan, kebersamaan dan kolektifitas, kebalikan dari kata al-furqah (golongan yang berpecah belah). Dikatakan al-jamaah, karena golongan ini selalu memelihara kekompakan, kebersamaan dan kolektifitas terhadap sesama. Meskipun terjadi perbedaan pandangan di kalangan sesama mereka, perbedaan tersebut tidak sampai mengkafirkan, membidahkan dan memfasikkan orang yang berbeda.

Makna Ahlussunnah Wal-Jamaah

Siapa Ahlussunnah Wal-Jamaah?

Tidak semua aliran dalam Islam mengklaim sebagai Ahlussunnah Wal-Jamaah. Khawarij menganggap dirinya al-syurat. Syiah menganggap dirinya Syiah Ali dan Ahlul Bayt. Mutazilah menganggap dirinya ahlul adli wat tauhid dan lain sebagainya.

Dalam perjalanan sejarah, hanya dua golongan yang mengklaim dirinya Ahlussunnah Wal-Jamaah:

1. Golongan mayoritas kaum Muslimin (jumhur al-muslimin) yang mengikuti madzhab al-Asyari dan al-Maturidi

2. Kelompok minoritas yang mengikuti paradigma pemikiran Syaikh Ibn Taimiyah al-Harrani, yang dewasa ini disebut Wahhabi, Salafi dan lain-lain.

Pemenang dalam pertarungan

}  Dalam pertarungan ideologis, antara golongan mayoritas kaum Muslimin perngikut madzhab al-Asyari dan al-Maturidi si satu pihak, menghadapi kelompok minoritas umat Islam yang mengikuti madzhab Ibn Taimiyah di pihak lain, selalu dimenangkan oleh golongan mayoritas kaum Muslimin pengikut madzhab al-Asyari dan al-Maturidi.

Mengapa menjadi pemenang?

}  Golongan mayoritas kaum Muslimin madzhab al-Asyari dan al-Maturidi menjadi pemenang dalam pertarungan menghadapi kelompok minoritas, dan bahkan menghadapi semua aliran yang ada, karena madzhab tersebut didasarkan pada dalil yang kuat dari al-Quran, Sunnah dan dalil rasional.

Mengapa kita Ahlussunnah Wal-Jamaah?

}  Apabila Ahlussunnah Wal-Jamaah disebutkan, maka yang dimaksud adalah pengikut madzhab al-Asyari dan al-Maturidi. (Ithaf al-Sadah al-Muttaqin, juz 2 hal. 6).

1. Mengikuti al-Jamaah

}  Dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan t, bahwa Rasulullah rbersabda: "Sesungguhnya orang sebelum kamu dari pengikut Ahlil-kitab terpecah belah menjadi 72 golongan. Dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 dua golongan akan masuk ke neraka, dan satu golongan yang akan masuk surga, yaitu golongan al-jama'ah. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

      }      t : .

Al-Jamaah memiliki 4 makna

}  A. Disebut aliran al-Jamaah

}  B. Mengikuti ijma ulama

}  C. Memelihara kebersamaan dan kolektifitas

}  D. Golongan mayoritas kaum Muslimin

A. Disebut aliran al-Jamaah

}       : ǡ . ( /185-186).

A. Disebut aliran al-Jamaah

}  Di antara ciri khas Ahlussunnah Wal-Jama'ah, adalah diterangkan dalam riwayat lain, bahwa Nabi r pernah ditanya tentang kelompok yang selamat, lalu beliau menjawab: "Kelompok yang selamat adalah al-jama'ah". Ini adalah identitas yang khusus pada kami (madzhab al-Asy'ari dan al-Maturidi), karena semua orang yang alim dan yang awam dari berbagai golongan, menamakan mereka dengan nama Ahlussunnah Wal-Jama'ah.

}  Khawarij, bukan ASWAJA karena mereka tidak berpandangan perlunya menjaga kebersamaan.

}  Rafidhah (Syiah), bukan ASWAJA karena mereka juga tidak berpandangan perlunya menjaga kebersamaan.

}  Mu'tazilah bukan ASWAJA, karena mereka tidak mengakui kebenaran ijma' sebagai dalil. Sifat kolektifitas yang disebutkan oleh Rasul r ini tidak layak bagi mereka.

Apakah Wahhabi Ahlussunnah Wal-Jamaah?

}  Imam al-Shawi berkata: Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, pendistorsi penafsiran al-Quran dan Sunnah, yang menghalalkan darah dan harta kaum Muslimin, sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok Wahhabi di Hijaz. (Tafsir al-Shawi 3/307).

. ( 3/307).

Apakah Wahhabi Ahlussunnah Wal-Jamaah?

}  Muhammad Amin Afandi (Ibn Abidin) berkata: Masalah tentang pengikuti Ibn Abdil Wahhab, Khawarij kontemporer. (Maksud, Khawarij mengkafirkan para sahabat Nabi saw) ini bukan persyaratan sebagai aliran Khawarij. Mereka cukup dengan mengkafirkan lawan politiknya sudah dianggap Khawarij seperti pengikut Muhammad bin Abdil Wahhab. Hasyiyah Radd al-Muhtar (2/262).

: . ( ) ̡ . (4/262).

B. Mengikuti Ijma Ulama

      }    r: .( (2167) (1/115) .

}  Ibn Umar berkata, Rasulullah r bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengumpulkan umatku, atas kesesatan. Pertolongan Allah selalu bersama jama'ah. Dan barangsiapa yang mengucilkan diri dari jama'ah, maka ia mengucilkan dirinya ke neraka."

 

B. Mengikuti Ijma Ulama

}  Khawarij, Syiah (Rawafidh) dan Mutazilah tidak menganggap ijma sebagai dalil yang otoritatif dalam pengambilan hukum agama. (Abu al-Muzhaffar al-Asfirayini, al-Tabshir fi al-Din, hal. 185-186).

      }      . ( /185-186).

 

B. Mengikuti Ijma Ulama

}  Al-Hafizh Waliyuddin al-Iraqi berkata: Ilmu Ibn Taimiyah lebih besar dari pada akalnya. Ia melanggar ijma ulama dalam sekian banyak masalah, sekitar 60 masalah, sebagian dalam bidang akidah dan sebagian dalam bidang furu. Ia menyalahi ijma sesudah terjadinya kesepakatan para ulama. (Muqaddimah al-Durrah al-Mudhiyyah karya Imam al-Subki).

      }       : ( ). : ). .

B. Mengikuti Ijma Ulama

}  Hukum mengusap, mencium dan mengusapkan pipi terhadap makam Nabi saw menurut Ibn Taimiyah.

}  Tidak boleh berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin, meskipun makam para nabi. Hal tersebut belum pernah dilakukan oleh siapapun dai kalangan salaf dan ulamanya.

             } (33)

      }      

Mengusap Makam Nabi saw

Mengusap Makam Nabi r

}  Imam Ahmad ditanya oleh putranya, Abdullah:

}  Aku bertanya tentang seseorang mengusap mimbar Nabi r, dengan tujuan rabarruk, dan menciumnya dan melakukan hal yang sama terhadap makam Nabi r dengan tujuan taqarrub kepada Allah. Beliau menjawab, boleh.

             } :

      }       : . ( : /492).

Mengusap Makam Nabi r

Mengusap Makam Nabi r

C. Memelihara Kebersamaan & Kolektifitas

}  Kata al-jama'ah di atas juga mengacu pada arti kebersamaan dan kolektifitas, sehingga kata al-jama'ah tersebut menjadi identitas golongan yang selalu memelihara sikap kebersamaan, kerukunan dan kolektifitas; dengan meninggalkan sikap saling mengkafirkan, membid'ahkan dan memfasikkan, meskipun di antara mereka terjadi perbedaan pendapat.

C. Menjaga Kebersamaan & Kolektifitas

}   Bab lima, menerangkan tentang penjagaan Allah terhadap Ahlussunnah dari saling mengkafirkan antara sesama mereka. Ahlussunnah tidak saling mengkafirkan antara sesama mereka. Di antara mereka tidak ada perselisihan pendapat yang membawa pada pemutusan hubungan dan pengkafiran. Oleh karena itu, mereka memang golongan al-jama'ah (selalu menjaga kebersamaan dan keharmonisan) yang melaksanakan kebenaran. Allah selalu menjaga kebenaran dan pengikutnya, sehingga mereka tidak terjerumus dalam ketidakharmonisan dan pertentangan.

      }       . ǡ ( ޡ 282).

C. Menjaga Kebersamaan & Kolektifitas

}  Dan tidak ada satu golongan di antara golongan-golongan sempalan, kecuali di antara mereka terjadi sikap saling mengkafirkan dan memutus hubungan, seperti aliran Khawarij, Syiah dan Qadariyah (Mu'tazilah). Sehingga pernah suatu ketika, tujuh orang dari mereka berkumpul dalam satu majlis, lalu mereka berbeda pendapat dan mereka berpisah dengan saling mengkafirkan antara yang satu dengan yang lain.

      }     . ( ޡ 282).

Perpecahan di kalangan Wahhabi

}  Dr. Abdul Muhsin al-Abbad al-Badar, ulama Wahhabi Madinah: Sesama telah terjadi tafarruq (perpecahan), ikhtilaf (perselisihan), tabdi (saling membidahkan), tahajur (saling tidak bertegur sapa), taqathu (saling memutus hubungan).

Perpecahan Wahhabi Indonesia

D. Kelompok Mayoritas Umat

      }     . . . .

}  Hendaklah diketahui bahwa Ahlussunnah adalah mayoritas umat Muhammad r. Mereka adalah para sahabat dan golongan yang mengikuti mereka dalam prinsip-prinsip akidah. . . Sedangkan al-jama'ah adalah mayoritas terbesar (al-sawad al-a'zham) kaum Muslimin.

D. Golongan Mayoritas Umat

}  Dari Anas bin Malik t, berkata: "Aku mendengar Rasulullah r bersabda: "Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadinya perselisihan, maka ikutilah kelompok mayoritas. (HR. Ibn Majah).

      }    t r : . ( ).

D. Kelompok Mayoritas Umat

2. Mengikuti Ajaran Nabi r & Sahabat

}  Dari Abdullah bin Amr t, bekata: "Rasulullah r bersabda: "Sesungguhnya umat Bani Isra'il terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan yang akan selamat." Para sahabat bertanya: "Siapa satu golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Golongan yang mengikuti ajaranku dan ajaran sahabatku. (HR. Al-Tirmidzi).

      }      t r: " ".

2. Mengikuti Ajaran Nabi r & Sahabat

}  Hendaknya diketahui, bahwa masing-masing dari al-Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari dan al-Imam Abu Manshur al-Maturidi semoga Allah meridhai keduanya dan membalas kebaikan mereka kepada Islam-, tidak membuat pendapat baru dan tidak menciptakan madzhab baru dalam Islam. Mereka hanya menetapkan pendapat-pendapat ulama salaf, dan membela ajaran sahabat Rasulullah r. Mereka telah berdebat dengan kalangan ahli bid'ah dan kesesatan sampai mereka takluk dan melarikan diri. (Syarh Ihya Ulum al-Din).

}       - - r ... . ( ).

2. Mengikuti Ajaran Nabi r & Sahabat

}  Abdul Aziz bin Baz, ulama Wahhabi kontemporer: Mayoritas umat Islam kembali ke agama Jahiliyah, terjerumus dalam berbagai macam syirik, tidak mengerti makna kalimat tauhid

2. Mengikuti Ajaran Nabi r & Sahabat

}  Uqbah bin Amir berkata: "Rasulullah r bersabda: "Sesungguhnya aku adalah pendahulu kalian di telaga (Kautsar). Sesungguhnya luas telaga itu seperti antara Ailah dan Juhfah. Sesungguhnya aku tidak khawatir akan syirik sesudahku, namun aku khawatir kalian akan rebutan dunia dan saling membunuh karenanya, sehingga akhirnya kalian binasa sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah binasa. (HR. Muslim).

      }      r . ( ).

3. Ulamanya Menjadi Rujukan Umat dalam setiap generasi

}  Al-Syihab al-Khafaji berkata dalam kitab Nasim al-Riyad, "Golongan yang selamat adalah Ahlussunnah Wal-Jama'ah." Dalam catatan pinggir al-Syanawai atas Mukhtashar Ibn Abi Jamrah terdapat keterangan, "Mereka [Ahlussunnah Wal-Jama'ah] adalah Abu al-Hasan al-Asy'ari dan pengikutnya yang merupakan Ahlussunnah dan pemimpin para ulama, karena Allah SWT menjadikan mereka sebagai hujjah atas makhluk-Nya dan hanya mereka yang menjadi rujukan kaum Muslimin dalam urusan agama.

      }       : . : . ( ).

3. Ulamanya Menjadi Rujukan Umat dalam setiap generasi

}  Dari Ibrahim al-'Udzri t, dia berkata: "Rasulullah e bersabda: "Ilmu agama ini akan dibawa/disampaikan oleh orang-orang yang adil (dipercaya) dalam setiap generasi. Mereka akan membersihkan ilmu agama dari distorsi (pemalsuan) kelompok yang ekstrem, kebohongan mereka yang bermaksud jahat dan penafsiran mereka yang bodoh."

      }     t : r: . ( ).

3. Ulamanya Menjadi Rujukan Umat dalam setiap generasi

}  Al-Hafizh Ibnu Asakir: Mayoritas ulama di seluruh daerah, para imam di seluruh kota dan setiap masa mengikuti dan menyebarkan madzhab al-Asyari. (Tabyin Kidzb al-Muftari, hal. 410).

3. Ulamanya Menjadi Rujukan Umat dalam setiap generasi

}  Di antara sebab tersebarnya madzhab al-Asy'ari ialah, bahwa mayoritas ulama berpegangan dengan madzhab tersebut dan menjadi pembelanya. Mereka bukan sekedar pengikut madzhab al-Asy'ari saja, tetapi mereka juga penulis dan pengajak kepada madzhab ini.

4. Golongan Yang Mendapat Hidayah

}  Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. al-'Ankabut : 69).

      } (69)

 

4. Golongan Yang Mendapat Hidayah

}  Para Ulama yang membela Islam dari serangan berbagai aliran, baik melalui penulisan buku-buku, maupun melalui perdebatan terbuka, dari kalangan pengikut madzhab Asyari dan Maturidi. (Jihad dengan Pena dan lidah).

}  Kaum Muslimin yang menyebarkan Islam dan menghadang orang-orang non Muslim di berbagai daerah adalah pengikut madzhab al-Asyari dan al-Maturidi. (Jihad dengan pedang).

Keutamaan madzhab al-Asyari dan al-Maturidi

}  Dari Bisyr al-Khats'ami t, bahwa dia mendengar Nabi r bersabda: "Kelak umatku akan benar-benar menaklukkan kota Konstantinopel. Maka sebaik-baik pemimpin, adalah pemimpin penaklukan itu dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan penakluk tersebut."

      }   r . ( ).

Keutamaan madzhab al-Asyari dan al-Maturidi

}        : . ( ).

}  Al-Qusyairi berkata: "Pengikut madzhab Abi al-Hasan al-Asy'ari termasuk kaum Abu Musa al-Asy'ari, karena setiap terjadi penisbahan kata kaum terhadap seorang nabi di dalam al-Qur'an, maka yang dimaksudkan adalah pengikutnya."

}        : ...( : 54) r: ǡ . .

}  Dari Iyadh al-Asy'ari t, dia berkata: "Ketika ayat, "Allah SWT akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya", maka Rasulullah J bersabda sambil menunjuk kepada Abu Musa al-Asy'ari: "Mereka adalah kaumnya laki-laki ini".