Terjemah Jawaahirul Kalaamiyyah
Karangan :
Syaikh Thahir bin Shalih Aljazairi
Kompilasi oleh :
Ibnu Hasan Al Malanjy
Email : lagi_lagi_jq@yahoo.com
2
DAFTAR ISI
Muqoddimah
Pengantar Akidah Islamiyyah
Pembahasan Pertama Iman Kepada Allah
Pembahasan Kedua Iman Kepada Malaikat Allah
Pembahasan Ketiga Iman Kepada Kitab Allah
Pembahasan Keempat Iman Kepada Utusan Allah
Pembahasan Kelima Iman Kepada Hari Akhir
Pembahasan Keenam Iman Kepada Qadla' dan Qadar
Penutup (Beberapa Hal Penting)
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
3
MUQODDIMAH
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga tercurah ke atas junjungan
kita Nabi Muhammad beserta para keluarga dan shahabat nya sekalian.
Waba'du,
Ini adalah risalah yang berisi tentang masalah yg penting dalam ilmu kalam
(tauhid) yg mudah untuk difahami. Saya menulisnya dalam bentuk tanya jawab
dan memberi contoh-contoh yg mudah difahami oleh para pencari ilmu.
Syaikh Thahir bin Shalih Aljazairi
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
4
PENGANTAR AKIDAH ISLAMIYYAH
Terdiri atas 4 masalah
Soal
Apakah makna 'aqidah Islamiyyah ?
Jawab
'Aqidah Islamiyyah ialah perkara2 yg wajib diyakini oleh orang Islam
yakni hal hal yg diyakini secara mantap oleh orang Islam akan
kebenarannya
Soal
Apakah makna Islam ?
Jawab
Islam adalah mengucapkan dengan lisan
(Bershahadat),
Membenarkan dengan hati bahwa segala sesuatu yg dibawa oleh Nabi
Muhammad Shallallaahu 'Alihi Wasallam itu haq dan benar.
Soal
Apakah rukun2 Akidah Islamiyyah atau asas2nya ?
Jawab
Rukun2 akidah Islamiyyah ada 3nam perkara :
1. Beriman kepada Allah Ta'ala
2. Beriman kepada Malaikat Allah
3. Beriman kepada Kitab yg diturunkan Allah
4. Beriman kepada Utusan2 Allah
5. Beriman kepada hari Kiamat
6. Beriman kepada ketentuan Allah, baik yg baik maupun yg buruk
7.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
5
PEMBAHASAN PERTAMA
IMAN KEPADA ALLAH SUBHAANAHU WATA'ALA
Soal
Bagaimana cara beriman kepada Allah Subhaanahu Wata'ala ?
Jawab
Yaitu hendaklah meyakini bahwa Allah Subhaanahu Wata'ala memiliki
segala sifat yg sempurna dan jauh dari sifat kekurangan.
Soal
Bagaimana cara beriman kepada Allah Subhaanahu Wata'ala secara
lebih rinci ?
Jawab
Hendaklah meyakini bahwa Allah Subhaanahu Wata'ala memiliki sifat :
Wujud
(Ada), Qidam
(dahulu), Baqa
(Kekal), Mukhaalafatu
Lilhawaadits
(Berbeda dengan Makhluk), Qiyaamuhu Binafsih
(Mandiri dan tidak membutuhkan yg lain), Wahdaaniyyah (Maha Esa),
Hayah
(Hidup), 'Ilm
(Mengetahui), Qudrah
(Berkuasa), Iraadah
(Berkehendak), Sama'
(Mendengar), Bashar
(melihat), Kalam
(Berbicara). Dan meyakini bahwasanya Allah itu adalah Al Hayyu
(Maha Hidup), 'Aliimun
(Maha Mengetahui), Qaadirun
(Maha
Berkuasa), Muriidun
(Maha Berkehendak) Samii'un
(Maha
Mendengar) Bashiirun
(Maha Melihat) dan Mutakallimun
(Maha
Berbicara)
Soal
Bagaimana cara meyakini Wujud (Keberadan) Allah ?
Jawab
Hendaklah meyakini bahwa Allah itu ada, dan keberadaanNya DzatNya
itu ada dengan sendirinya tanpa memerlukan wasilah atau perantara.
Dan meyakini bahwa keberadaanNya itu wajib adanya, tidak mungkin
Dia pernah tiada.
Soal
Bagaimana cara meyakini Dahulu (Qidam) nya Allah ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu Maha Dahulu adaNya,
yakni Allah itu ada sebelum adanya sesuatu selainNya, dan
bahwasanya Dia tidak terikat waktu dan keberadaanNya tanpa awal.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
6
Soal
Bagaimana cara meyakini Kekekalan (Baqa') Allah ?
Jawab
Hendaklah meyakini bahwasanya Allah itu Dzat yg kekal abadi dan
kekekalanNya tersebut tanpa batas akhir. Dan hendaklah meyakini
bahwasanya Dia tidak pernah berubah sama sekali serta Dia tidak
pernah bersifat tiada pada pada waktu tertentu (kekekalanNya tidak
terikat ruang dan waktu).
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu bersifat Mukholafatu Lil
Hawaadits (Berbeda dengan segala hal yg baru / makhluk )?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah tidak menyerupai sesuatu
pun, baik DzatNya, sifatNya maupun perbuatanNya.
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Dzat Allah itu berbeda dengan
segala hal yg baru / makhluk ?
Jawab
Hendaklah meyakini bahwasanya Dzat Allah itu tidaklah sama dengan
makhluk ciptaanNya, berupa wajah misalnya. Segala hal yang kita lihat
atau bayangkan dalam hati maka Allah tidaklah seperti bayangan
tersebut. Laitsa Kamitslihi Syaiun
(Tiada satupun yg serupa
denganNya)
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Sifat Allah itu berbeda dengan sifat
segala hal yg baru / makhluk ?
Jawab
Hendaklah meyakini bahwasanya 'ilmu (pengetahuan) kita tidak sama
dengan pengetahuan Allah, Qudrah (Kekuasaan) kita tidak sama
dengan kekuasaan Allah, Iradah (kehendak) kita tidak sama dengan
kehendak Allah, Hayah (sifat hidup) kita tidak sama dengan sifat
hidupnya Allah, sifat mendengar (Sama') kita tidak sama dengan sifat
mendengar Allah, Bashar
(sifat melihat) kita tidak sama dengan
pendengaran Allah dan Kalam (sifat berbicara) kita tidak sama dengan
sifat kalam Allah.
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Perbuatan Allah itu berbeda dengan
perbuatan segala hal yg baru / makhluk ?
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
7
Jawab Hendaklah kita meyakini bahwasanya perbuatan Allah Subhanahu
Wata'ala tidak serupa dengan perbuatan makhluqNya, karena Dia
dalam berbuat sesuatu tidak membutuhkan perantara maupun alat.
Firman Allah dalam surat yasin Ayat 82 :
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu
hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
Dan hendaklah meyakini, bahwasanya Allah menciptakan sesuatu tidak
berarti karena Dia membutuhkannya. Juga kita harus meyakini bahwa
Dia tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia atau tanpa guna, karena
Dia bersifat Maha Bijaksana.
Soal
Bagaimana cara meyakini Kemandirian Allah (Qiyamuhu Binafsihi) ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah Subhaanahu Wata'ala tidak
membutuhkan sesuatu apapun, Dia tidak butuh tempat dan tidak
membutuhkan makhluk sama sekali. Dia Maha Kaya dan tidak
membutuhkan apapun, bahkan segala sesuatu lah yang membutuhkan
Allah Subhaanahu Wata'ala.
Soal
Bagaimana cara meyakini Kehidupan Allah (Hayah) ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah Subhaanahu Wata'ala
Maha Hidup dan bahwa kehihidupan Allah tidak seperti hidup kita.
Karena sesungguhnya kehidupan kita membutuhkan perantara seperti
mengalirnya darah dan nafas sedangkan kehidupan Allah tanpa
memerlukan apapun. Kehidupan Allah itu bersifat dahulu
(Qodim),
kekal (Baqo') dan kehidupanNya tiada pernah hilang maupun berubah
sama sekali.
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu bersifat Wahdaniyyah (Maha
Esa) ?
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
8
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu Satu dan tidak memiliki
teman atau sekutu. Tidak ada yg menyamai maupun menyerupaiNya.
Tiada lawan yg sebanding maupun penggantiNya.
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu bersifat 'Ilm
(Maha
Berpengetahuan) ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu memiliki sifat Maha
Berpengetahuan dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Mengetahui segala hal, baik yang tampak maupun yg tidak. Dia
mengetahui jumlah pasir, titik air hujan maupun daun pepohonan. Dia
Mengetahui hal yg rahasia maupun yg jelas. Tidak ada yg bisa
bersembunyi dari Nya. Dan hendaklah kita meyakini bahwasanya
pengetahuan Allah itu tidak membutuhkan usaha meraihnya, namun
pengetahuan Allah akan segala sesuatu itu telah ada sejak zaman azali
sebelum sesuatu itu ada.
Soal
Bagaimana cara meyakini Ke Maha Kuasaan Allah ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwa Allah itu memiliki sifat Maha Kuasa dan
bahwasanya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Berkehendak
(Iradah)?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwa Allah itu memiliki sifat Iradah (Maha
Berkehendak) dan Dia lah segala tujuan, tidak ada sesuatupun yg
dapat terjadi tanpa kehendak Nya. Maka apa saja yang Dia kehendaki
maka akan terjadi dan apapun yg tiada dikehendakiNya, maka tidak
mungkin akan ada atau terjadi.
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Mendengar (Sama')?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu bersifat Maha
Mendengar dan sesungguhnya Allah mendengar segala sesuatu baik
nampak atau pun yg tersembunyi. Namun, pendengaran Allah
Subhanaahu Wata'ala tidak seperti pendengaran kita
, karena
pendengaran kita sebagai makhluk memerlukan alat perantara berupa
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
9
telinga sedangkan pendengaran Allah tanpa memerlukan perantara
apapun.
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Melihat (Bashar)?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu bersifat Maha Melihat ,
dan Dia Maha Melihat atas segala sesuatu. Dia Maha Melihat hingga
semut hitam kecil berjalan di malam gelap gulita sekalipun, bahkan yg
lebih kecil dari itu
(atom). Tidak ada yg dapat bersembunyi dari
penglihatan Allah, baik yg ada di bumi maupun di luarnya, baik yg ada
di langit maupun di luarnya. Namun, penglihatan Allah berbeda dengan
kita sebagai makhluk. Sesungguhnya penglihatan kita membutuhkan
perantara yakni mata, sedangkan penglihatan Allah tanpa
membutuhkan alat perantara.
Soal
Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Berbicara (Kalam)?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwa Allah itu bersifat Maha Berbicara. Akan
tetapi kalam Allah tidak sama dengan kita sebagai makhluk Nya.
Sesungguhnya pembicaraan kita diciptakan dalam diri kita dan
membutuhkan alat perantara berupa mulut, lidah serta kedua bibir.
Sedangkan Kalam Allah tidak seperti itu (tidak butuh alat perantara).
Soal
Beritahukan kepada kami apa sajakah sifat mustahil yg tidak mungkin
dimiliki Alloh ?
Jawab
Yaitu semua sifat yg mustahil bagi Allah. Maksudnya adalah segala
sifat yg tidak mungkin dimiliki Oleh Allah. Yaitu diantaranya :
'Adam (tiada), huduts
(baru ada), Fana'
(binasa), mumatsalatu
lilhawaadits
(serupa dengan makhluqNya), Ihtiyaaju lighairihi
(membutuhkan kepada selainNya), Wujuudus Syarki (adanya sekutu),
Al 'ajz (Lemah), Karohiyah (terpaksa, maksudnya terjadinya sesuatu
tanpa kehendakNya), Al Jahl (bodoh) dan sifat buruk lainnya. Dan
sesungguhnya Allah tidak bersifat hal2 di atas karena itu adalah sifat
kekurangan. Dan Allah Subhaanahu Wata'ala tidaklah bersifat kecuali
dengan sifat yg sempurna.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
10
Soal
Mohon diterangkan sifat yg boleh (Jaiz) ada pada Allah Subhaanahu
Wata'ala !
Jawab
Yaitu sifat melakukan Fi'lu Kulli Mumkinin Aw Tarkuhu (Melakukan
sesuatu atau pun meninggalkannya). Seperti menciptakan manusia
dalam keadaan kaya atau sebaliknya yakni miskin, memberi kesehatan
atau sakit dan lain sebagainya.
Soal
Apa maksud lafadz “ Istawa' ” pada firman Allah :
Arrahmaanu 'Ala Al 'Arsy Istawaa (Surah Thaha :5)
Jawab
Yg dimaksud dengan kata Istiwa adalah Istiwa yg pantas bagi
keagungan Allah Ta'ala yg Maha Pengasih. Makna Istiwa' sudah
diketahui (Ma'lum) tapi bagaimana itu dilakukan Allah, tidak diketahui
(Majhul) dan tidak perlu dipertanyakan. Istiwa' Allah atas 'Arsy tidak
serupa dengan bersemayamnya manusia diatas perahu, hewan
tunggangan ataupun kendaraan. Barangsiapa menggambarkan Allah
seperti itu, maka dia telah terkena penyakit wahm (angan2 yg sia2)
karena ia telah menyerupakan Pencipta (Allah) dengan CiptaanNya
(Makhluk), padahal telah jelas berdasarkan akal dan dalil (Naql) bahwa
Allah tidak menyerupai sesuatupun.
Maka sebagaimana dzat Allah tidak menyerupai sesuatupun dari
ciptaanNya, maka segala hal yg disandarkan kepada Allah tidak
mungkin serupa dengan segala hal yg ada pada makhluk.
Soal
Apakah mungkin dikatakan bahwa Allah itu memiliki dua tangan, mata
dan selainnya ?
Jawab
Telah disebutkan hal tentang penyandaran satu tangan kepada Allah
dalam firman Nya
“Tangan (kekuasaan) Allah berada di atas tangan orang2 itu” (Surah Al
Fath :10)
Dan ayat tentang penyandaran dua tangan kepada Allah dalam firman
Nya :
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
11
“Apa yg mencegahmu untuk bersujud kepada Dzat yg telah
menciptakanmu dengan kedua tanganNya (KekuasaanNya) ?” (Surah
Shad : 75)
Dan ayat tentang penyandaran “mata” kepada Allah dalam firman Nya :
“Dan bersabarlah akan hukum tuhanmu dengan kedua mataKu
(perlindunganKu)”
(Surah At Thuur : 48)
Adalah tidak boleh menyandarkan kepada Allah kecuali apa yg telah
ditetapkanNya dalam kitab yg telah diturunkanNya atau yang telah
ditetapkan oleh utusanNya
Soal
Apakah yg dimaksud dengan lafadz Yad (tangan) pada ayat tersebut di
atas ?
Jawab
Yg dimaksud dengan lafadz Yad (tangan) pada ayat di atas adalah arti
yg pantas bagi Allah Subhaanahu Wata'ala, begitupun dengan lafadz
A'yun
(mata). Karena segala hal yang disandarkan kepada Allah
Subhaanahu Wata'ala maka tidak akan sama dengan sesuatu yg
disandarkan pada makhluk. Barangsiapa meyakini bahwa Allah
memiliki tangan seperti tangan makhluqNya atau meyakini Allah
bermata sebagaimana mata makhluqNya, maka dia telah terkena
penyakit wahm (angan sia2) karena telah menyerupakan Allah dengan
ciptaanNya, padahal Tiada suatupun yg serupa dengan Allah
Subhaanahu Wata'ala.
Soal
Kepada siapa pendapat di atas - yakni tentang makna kata2 istiwa',
yadain dan A'yun - disandarkan ?
Jawab
Pendapat yg telah diuraikan di atas tersebut adalah pendapat ulama
Salaf
(terdahulu). Adapun Ulama khalaf
(yg datang kemudian)
mayoritas menafsirkan lafadz Istiwa' dengan arti “ Istiila' ” (menguasai),
Menafsirkan kata “Yad” dengan nikmat atau kekuasaan serta lafadz
A'yun dengan Penjagaan (Hifdz) dan Pemelihara (Ri'ayah). Hal itu
karena kebanyakan ulama khalaf tersebut khawatir jika kata2 tersebut
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
12
tidak ditakwil atau digeser dari makna dzahirnya maka akan terkena
pemahaman “Tasybih
(menyerupakan Allah dengan CiptaanNya).
Padahal baik Ulama Salaf maupun Khalaf telah sepakat, siapa saja yg
menyerupakan Allah dengan makhluqNya maka dia Sesat (Dhallun).
Sebagian dari mereka mengatakan bahwa termasuk ke dalam
tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk ) jika tidak ada dalil 'aqli
dan Naqli yg menunjukkan bahwa orang tersebut meyakini tanziih
( kesucian Allah
). Barangsiapa menyerupakan Allah dengan
makhlukNya (menganggap Allah itu bertangan, bermata, duduk dan lain
sebagainya) maka pendapat itu berasal dari dirinya sendiri
(bukan
pendapat Ulama Salaf maupun Khalaf).
Soal
Bagaimana mungkin kita menetapkan sesuatu (meyakini makna ayat
Mutasyabihat apa adanya), lantas kita mengatakan “Bagaimana Allah
melakukannya itu tidak diketahui?
Jawab
Hal itu bukanlah sesatu yg aneh karena sesungguhnya kita mengetahui
bahwa diri kita memiliki sifat seperti berilmu, berkemampuan,
berkehendak- di sisi lain kita tidak mengetahui cara terjadinya sifat2
tersebut. Sebaliknya, kita mendengar dan
melihat tanpa tahu
bagaimana bisa pendengaran dan penglihatan itu terjadi. Bahkan
sesunguhnya kita berbicara dan tidak tahu bagaimana pembicaraan itu
bisa keluar. Jika kita mengetahui bagaimana caranya hal itu terjadi
maka hilanglah keraguan kita. Dan banyak lagi hal yg serupa. Jika hal2
tersebut di atas disandarkan pada diri kita (sementara kita tidak dapat
memahaminya), maka bagaimana pula halnya jika perkara tersebut
disandarkan pada Allah Subhaanahu Wata'ala
Soal
Diantara dua pendapat tersebut, manakah yg paling rajih (kuat) ?
Jawab
Pendapat Ulama salaf (terdahulu) lah yg paling kuat karena lebih aman
dan kuat. Adapun madzhab khalaf (ulama terkini), maka kita boleh
memakainya saat dlarurat dan hal itu berlaku bagi sebagian manusia
yg dikhawatirkan terjatuh pada keyakinan Tasybih (menyerupakan Allah
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
13
dengan makhlukNya), jika kalimat2 di atas tidak ditakwilkan bagi
mereka. Maka menakwilkan hal tersebut di atas dibolehkan menurut
pendapat yg masyhur.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
14
PEMBAHASAN KEDUA
KEYAKINAN KEPADA MALAIKAT, TERDIRI DARI 3 MASALAH
Soal
Siapakah malaikat itu ?
Jawab
Mereka adalah materi lembut yg diciptakan dari cahaya. Mereka tiada
makan dan minum. Mereka adalah hamba yg mulia dan tidak pernah
durhaka kepada Allah Subhaanahu Wata'ala. Apa yg diperintahkanNya
kepada mereka, maka mereka akan mengerjakannya.
Soal
Apakah manusia bisa melihat Malaikat ?
Jawab
Manusia tidak bisa melihat malaikat dalam wujud asli mereka - kecuali
para Nabi - karena malaikat adalah materi yg lembut sebagaimana
manusia tidak bisa melihat udara yg memenuhi alam semesta karena
bentuknya yg halus. Namun, jika malaikat berubah dalam bentuk
benda padat seperti manusia, maka manusia biasa bisa melihat
malaikat tersebut. Kemampuan para Nabi dan Rasul melihat malaikat
dalam wujud aslinya merupakan kelebihan yg berguna untuk talaqqi
(menyampaikan) masalah keagamaan dan hukum syariat, dan tidaklah
dianggap aneh jika terdapat makhluk diantara kita yg tidak bisa kita
lihat dengan mata kepala. Dan dalam keadaan sadar, ada hal yg bisa
menunjukkan hal itu pada akal dan membuka mata batin kita. Karena
diantara kita banyak benda - baik hidup atau benda mati - yg tidak
nampak oleh mata kepala kita. Seandainya tidak ada petunjuk, maka
kita akan menyangkanya tidak ada bentuk dan bekasnya.
Sebagaimana tidak dianggap aneh adanya hal2 tertentu yg hanya bisa
dilihat dengat mata hati
(abshar) saat mata kepala tidak bisa
melihatnya. Karena sesungguhnya perbedaan penglihatan (mata dan
hati) hanya menunjukkan kuatnya hal yg dilihat
(dituju). Dan
kelemahan penglihatan mata adalah sebagai pelajaran bagi manusia
yg memiliki mata hati (Ulil Abshar).
Soal
Apakah pekerjaan para malaikat ?
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
15
Jawab Sebagian diantara para malaikat tersebut bertugas sebagai perantara
antara Allah dan para utusanNya. Seperti malaikat Jibril 'alaihis salam.
Ada diantara mereka yg bertugas sebagai penjaga manusia (malaikat
hafadzah), ada juga yg menulis amal perbuatan manusia baik amal
baik (malaikat Rakib) atau amal buruk (malaikat 'Atid).Ada yg bertugas
menjaga syurga dan segala kenikmatannya (malaikat Ridlwan) dan
ada yg menjaga neraka dengan segala sisksanya (malaikat Malik).
Ada diantara mereka yg menyangga 'arsy (makhluk Allah terbesar),
ada juga malaikat yg bertugas menjaga kebaikan dan kemaslahatan
umat manusia, dan banyak lagi sesuai dengan tugas yg diperintahkan
Allah bagi mereka.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
16
PEMBAHASAN KE TIGA
KEYAKINAN TERHADAP KITAB ALLAH SUBHAANAHU WATA'ALA
Soal
Bagaimana bentuk keyakinan terhadap kitab2 Allah Subhaanahu
Wata'ala ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini sesunguhnya Allah memiliki kitab kitab yg
diturunkan kepada para utusanNya. Kitab2 tersebut menjelaskan
perintah, larangan, janji dan ancaman Allah bagi yg melanggarnya.
Kitab tersebut adalah Kalam
(firman) Allah
secara hakiki yg
dilakukanNya tanpa menyerupai tatacara ucapan manusia. Dia
menurunkan kitab tersebut berupa wahyu. Diantara kitab tersebut yg
wajib kita imani ada 4, yaitu : Taurat, Injil, Zabur dan Alquran.
Soal
Bagaimana keyakinan kita tentang Kitab Taurat ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya Taurat adalah termasuk salah
satu kitab dari Kitab2 Allah Subhaanahu Wata'ala yg diturunkan
kepada Nabi Musa 'Alaihis Salam yg bergelar Kaliimullloh. Kitab taurat
diturunkan untuk menjelaskan hukum agama, akidah yg benar yg
diridlai Allah dan kabar gembira akan datangnya Nabi dari keturunan
Nabi Ismail, yaitu Nabi kita Muhammad Alaihis Shalatu Wassalam.
Dan kitab itu juga berisi isyarat akan kedatangan beliau dengan aturan
(syariat) baru yg menunjukkan umat manusia menuju Dar As Salam
(Negeri Kedamaian yakni Syurga).
Soal
Bagaimana keyakinan Ulama pakar sehubungan dengan Kitab Taurat
yg ada di zaman ini ditangan orang Ahli Kitab (Yahudi) ?
Jawab
Keyakinan Ulama pakar tentang hal itu, bahwasanya taurat yg ada
saat ini telah mereka ubah isinya. Diantara bukti akan hal itu adalah
tidak adanya penyebutan tentang syurga, neraka, hari kebangkitan dari
kubur, hari perkumpulan di padang makhsyar dan juga hari
pembalasan. Padahal hal itu semua merupakan perkara yg penting yg
selalu disebutkan di kitab2 Ilahi. Termasuk diantara bukti lain, di
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
17
dalamnya terdapat perubahan tentang masalah wafatnya Nabi Musa
'Alaihis Salam yakni di bab Akhir. Intinya adalah bahwasanya Hanya
taurat yg diturunkan kepada nabi Musa lah yg benar.
Soal
Bagaimana seharusnya keyakinan kita terhadap Kitab Zabur ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwa Kitab Zabur termasuk salah satu dari
kitab2 Allah Subhaanahu Wata'ala yg diturunkan Allah kepada
Sayyidina Dawud 'Alaihis Salam. Isinya antara lain sekumpulan dan
dzikr, nasehat serta hikmah dan tidak terdapat hukum syari'at di
dalamnya, karena Nabi Dawud Alaihis Salam diperintahkan untuk
mengikuti syariat Nabi Musa 'Alihis Salam.
Soal
Bagaimana seharusnya keyakinan kita terhadap Kitab Injil ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwa Kitab Zabur termasuk salah satu dari
kitab2 Allah Subhaanahu Wata'ala yg diturunkan Allah kepada
Sayyidina 'Isa Al Masiih 'Alaihis Salam. Kitab ini diturunkan untuk
menjelaskan hakikat kehidupan dan ajakan kepada umat manusia
untuk meng Esa kan Allah, menghapus sebagian hukum taurat yg
berupa cabang2 untuk tujuan penerapannya, dan berisi kabar gembira
kan datangnya Penutup para Nabi (Nabi Muhammad Shallallaahu
'Alaihi Wasallam).
Soal
Bagaimana keyakinan Ulama pakar sehubungan dengan Kitab Injil yg
ada di zaman ini ditangan orang Ahli Kitab (Kristen) ?
Jawab
Keyakinan Ulama pakar tentang hal itu, bahwasanya Injil yg ada saat
ini terdiri dari empat jenis yg dikarang oleh 4 orang Kristen yg TIDAK
PERNAH berjumpa dengan nabi 'Isa 'Alihis Salam sama sekali.
Mereka adalah Mathius, Markuz, Lukas dan Yohannes (empat jenis
injil dinamakan dengan nama mereka masing2). Setiap jenis injil dari
empat jenis tersebut saling bertentangan satu dengan yg lainnya
dalam banyak hal. Dan sungguh orang2 nasrani (kristen) memiliki
banyak lagi injil selain
4 injil ini, akan tetapi sekitar seratus tahun
setelah diangkatnya Nabi 'Isa 'Alihis Salam ke langit oleh Allah,
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
18
mereka mengganti isinya dan merusaknya hingga menjadi lebih dari
empat jenis injil ini, dengan tujuan menyelamatkannya dari banyaknya
pertentangan dan perbedaan (jadi sudah bukan merupakan injil yg
asli).
Soal
Bagaimana keyakinan kita terhadap Alquran ?
Jawab
Hendaknya kita meyakini bahwasanya Alquran adalah kitab yg paling
mulia. Allah Subhaanahu Wata'ala menurunkannya kepada Nabi yg
paling mulia diantara nabi2Nya, yakni Nabi Muhammad Shallallaahu
'Alaihi Wasallam. Kitab Alquran adalah kitab ilahi yg paling akhir
diturunkan dan ia menghapus masa berlaku kitab2 sebelumnya.
Hukum yg ada dalam Alquran tetap berlaku hingga hari kiamat. Tidak
mungkin Alquran bisa dirubah atau diganti. Dan Alquran adalah tanda
kenabian terbesar Rasulullah SAW karena keberadaan Alquran
sebagai mujizat terbesar.
Soal
Karena sebab apakah Alquran disebut sebagai mujizat terbesar ?
Jawab
Alquran disebut sebagai mujizat terbesar karena keberadaannya
sebagai ayat 'aqliyah yg abadi sepanjang masa dan bisa direnungkan
setiap saat dengan akal fikiran. Mujizat selain Alquran tidak berlaku
seiring bergantinya waktu dan tidak meninggalkan bekas kecuali hanya
cerita. Bentuk kemukjizatan Alquran adalah dia diturunkan dengan
kefasihan dan keindahan bahasa diluar kemampuan bahasa manusia.
Karena itu Nabi Muhammad SAW menantang dengan Alquran kepada
orang 'Arab asli. Mereka adalah kaum yg paling fasih lisannya, paling
baik penguaasaan ilmu balaghah dan bayan karena di zaman itu ilmu
balaghah dan retorika (khitob) keduanya telah mencapai tingkat tinggi,
seakan akan diluar akal dan mencengangkan pikiran. Rasulullah SAW
hidup bersama mereka selama 23 tahun dan telah menantang mereka
dengan Alquran dengan tantangan yg sungguh2, dengan Alquran pula
beliau mematahkan keraguan dan kritik mereka terhadap Alquran
serta mengalahkan keinginan mereka untuk mendebat Alquran.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
19
Terkadang beliau menantang mereka untuk membuat satu surat
seperti yg ada dalam Alquran, dan mereka boleh meminta pertolongan
kepada siapa saja baik dari golongan jin maupun manusia. Terkadang
beliau menyindir mereka atas kelemahan ketidakmampuan mereka
dalam memecahkan persoalan tersebut padahal mereka adalah kaum
yang berjiwa tak mau dihina, mudah tertantang serta memiliki
semangat kesukuan yg tinggi namun tetap saja mereka gagal
memenuhi tantangan itu. Mereka meninggalkan perlawanan kata2
dan menggantinya dengan perlawanan dengan ketajaman pedang
serta mengganti perang kata2 dengan dengan tombak (kekerasan)
dan di masa itu mereka gagal memenuhi tantangan untuk membuat
satu surat saja yg sama seperti dalam Alquran. Maka siapakah selain
mereka yg lebih lemah (tidak mampu) lagi dalam memenuhi tantangan
ini, padahal tantangan itu telah lewat lebih dari 1300 tahun, dan belum
pernah ditemukan seorang ahli bahasa pun yg mampu membuat yg
serupa dengannya baik ia seorang muslim ataupun orang yg mengaku
Islam. Hal itu menunjukkan bahwa Alquran bukanlah ucapan manusia,
akan tetapi ia adalah Kalam Sang Maha Pencipta yg Maha Perkasa
dan Maha Kuasa. Dia menurunkan Alquran tersebut sebagai
pembenar akan kerasulan utusanNya dan penjelas ucapanNya. Hal ini
cukup sebagai bukti salah satu keistimewaan Alquran. Dan banyak
sekali bukti kebenaran Alquran, Pertama, adalah penyebutan kejadian
dalam Alquran yg belum terjadi dan akhirnya menjadi kenyataan persis
seperti yg diberitakan dalam Alquran. Kedua, kita tidak akan bosan
mendengarnya meski ia dibaca berulang ulang. Ketiga, di dalamnya
terhimpun berbagai pengetahuan yg tidak dimiliki oleh bangsa Arab
maupun selain mereka. Keempat, Alquran menyebutkan kisah2 yg
telah terjadi di masa lalu dan keadaan umat terdahulu. Padahal orang
yg diturunkan Alquran kepadanya
(Rasulullah Shallallaahu Alaih
Wasallam) adalah seorang yg ummi (tidak bisa membaca dan menulis)
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
20
- karena cukup bagi beliau mendapat pengetahuan melalui wahyu -
hal itu menjadi salah satu bukti dapat diterimanya kemukjizatan
Alquran.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
21
PEMBAHASAN KE EMPAT
KEYAKINAN KEPADA PARA UTUSAN ALLAH
'ALAHIMUS SALAAM
Soal
Bagaimana keyakinan kita kepada para utusan Allah Alaihim Salam ?
Jawab
Hendaknya kita meyakini bahwasanya Allah memiliki para utusan yang
diutusNya sebagai wujud rasa sayang dan keutamaanNya. Tujuaannya
agar para utusan tersebut memberi kabar gembira akan datangnya
pahala bagi orang yang berbuat baik dan sebagai pemberi peringatan
akan datangnya siksa kepada orang yg berbuat dosa. Selain itu juga
agar para utusan tersebut memberi penjelasan atas permasalahan
agama dan dunia serta memberi sesuatu yg bermanfaat bagi manusia
agar memperoleh derajat yg mulia. Para utusan tersebut diberi penguat
berupa tanda yg jelas maupun mukjizat yang luar biasa. Utusan yg
pertama adalah Nabi Adam Alihis Salam dan yang terkahir adalah Nabi
kita, Muhammad 'Alaihi Shalaatu Wasallam.
Soal
Apakah yang dimaksud dengan Nabi ?
Jawab
Yang dimasud dengan Nabi yaitu manusia yang diberikan wahyu
(pengetahuan) berupa aturan Syara' meski tidak diperintahkan untuk
menyampaikan. Jika Nabi tersebut diperintah Allah untuk
menyampaikan wahyu, maka mereka juga dinamakan dengan Rasul.
Maka setiap Rasul pasti seorang Nabi, namun setiap Nabi belum tentu
Rasul.
Soal
Berapakah jumlah para Nabi ?
Jawab
Jumlah para Nabi tidak diketahui secara pasti. Nama para Nabi yg
disebutkan dalam Alquran ada 25 orang, mereka adalah :
Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya'qub,
Yusuf, Ayyub, Syu'aib, Musa, Harun, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas,
Yasa', Yunus, Zakariyya, Yahya, 'Isa dan Muhammad 'Alaihimus
Shalaatu Wassalam. Dan mereka semua adalah juga seorang Rasul.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
22
Soal
Apa yang dimaksud dengan Mu'jizat ?
Jawab
Mu'jizat adalah sesuatu yang tidak biasa terjadi yg muncul dari seorang
penyampai risalah kenabian yg sesuai dengan dakwahnya, dengan
tujuan untuk menantang orang yg ingkar untuk melakukan yg serupa
dengan mu'jizat tersebut.
Soal
Apa hikmah dibalik dinampakkannya Mu'jizat dari para Nabi ?
Jawab
Hikmahnya adalah sebagai pertanda akan kebenaran dakwah mereka.
Karena setiap ajakan (dakwah) yang tidak disertai dalil maka tidak akan
didengar. Selain itu, mu'jizat juga berfungsi sebagai pembeda antara
para nabi dengan orang yg berpura pura menyampaikan risalah
kenabian. Hal itu cocok dengan hadist Qudsi Allah : “ HambaKu benar
atas apa yg disampaikannya”
Soal
Bagaimana bentuk penjelasan yg menunjukkan bahwa mu'jizat sebagai
pembenar para Nabi serta kecocokannya dengan hadist qudsi di atas ?
Jawab
Penjelasan yg menunjukkan bahwa mu'jizat sebagai pembenar para
Nabi bisa dimengerti dengan contoh - dan bagi Allah sebaik baik
contoh - berikut :
Seandainya ada seseorang yg berdiri dalam di balai pertemuan yg
besar, di depan seorang raja besar yang bijak :
“ Wahai sekalian manusia, saya adalah utusan dan kepercayan Raja yg
mulai ini bagi kalian. Dia mengutusku untuk menyampaikan sesuatu
kepada kalian. Raja ini mengetahui apa yg kukatakan, dia mendengar
apa yg kuucapkan dan dia juga melihatku. Tanda bahwa saya tidak
berbohong adalah saya akan meminta raja untuk berbuat sesuatu yg
tidak biasa dilakukan
(biasanya memerintah maka kali ini akan
diperintah), maka dia
(raja) akan menuruti apa yg saya minta.
Kemudian orang tersebut berkata kepada raja
“wahai raja, jika Engkau membenarkan apa yg saya sampaikan, mohon
anda berbuat sesuatu diluar kebiasaan anda (dari memerintah menjadi
diperintah). Tolong anda berdiri 3 kali berturut turut “!.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
23
Kemudian raja yg bijak tersebut melakukan apa yg diperintahakan
orang tersebut. Maka jamaah yg hadir akan tahu seketika bahwa orang
tersebut benar dengan apa yg telah disampaiakannya. Maka
perubahan kebiasaan Raja tersebut cocok dengan ucapannya bahwa
dia benar2 telah memerintahkan orang tersebut dan tidak ada lagi
manusia yg ragu bahwa dia benar2 utusan raja.
Para Nabi 'Alahim Salam telah menyampaikan risalah Allah yg
diturunkan kepada mereka kepada manusia, dan Dia (Allah) Maha
Mengetahui, Maha Mendengar dan Maha Melihat atas dakwah para
Nabi tersebut. Apabila mereka memohon kepada Allah untuk
menampakkan mu'jizat luar biasa dan diluar kebiasaan manusia yg
tidak bisa ditiru oleh manusia biasa, maka Allah akan mengabulkannya
dan memberi para Nabi tersebut kemampuan untuk menampakkan
mu'jizat tersebut. Maka hal itu menjadi pembenar dari Allah atas apa yg
diperbuat bagi para Nabi (dakwah mereka). Mu'jizat itu sama seperti
pembenaran dengan ucapan bahkan lebih dari itu mu'jizat menjadi
sesuatu yg wajib sebagai bukti akan kebenaran para Nabi dalam
menyampaikan risalah. Karena pembenaran dari Allah yg Maha bijak
dan Maha Mengetahui serta Maha Kuasa atas para pendusta, adalah
suatu hal yg jelas bisa terjadi. Apalagi, mu'jizat adalah sebagai salah
satu bukti kebenaran para Nabi disamping bukti lain akan kenabian
mereka, yakni sifat dan perbuatan para Nabi tersebut yg benar benar
baik serta sangat sempurna.
Soal
Apakah perbedaan antara Mu'jizat dengan Sihir ?
Jawab
Sihir adalah hal luar biasa di luar akal yg mungkin untuk ditandingi.
Karena sihir terjadi karena sebab2 tertentu yg barangsiapa mengetahui
rahasianya dan bisa mendatangkan sebab tersebut maka dia bisa
melakukan sihir tersebut. Sebenarnya, sihir itu bukanlah sesuatu yg
luar biasa, karena menjadi luar biasa karena orang yg melihatnya tidak
mengetahui rahasia penyebab terjadinya sihir. Adapun mu'jizat adalah
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
24
benar2 hal luar biasa diluar kebiasaan yg tidak mungkin ditandingi.
Maka tidaklah mungkin para tukang sihir dapat melakukan apa yg
dilakukan para Nabi, baik membuat orang mati menjadi hidup, ataupun
merubah tongkat menjadi ular. Oleh karena itu, para tukang sihir
Fir'aun beriman kepada Nabi Musa saat mereka melihat tongkat beliau
menjadi ular yg nyata, dan mereka pun melempar tongkat serta tali
tamparnya karena mengetahui bahwa apa yg terjadi pada tongkat Nabi
Musa bukanlah sebuah sihir. Sihir itu bersumber dari jiwa yang penuh
nafsu amarah keburukan dan menghasilkan kerusakan. Sedangkan
mu'jizat berasal dari jiwa yang suci dan mengahasilkan kebaikan dan
petunjuk.
Soal
Apakah perbedaan antara Mu'jizat dengan Karomah ?
Jawab
Karomah adalah kejadian luar biasa yg keluar dari seorang wali
(kekasih Allah) dan karamah tidak berhubungan dengan dakwah
kenabian. Adapun mu'jizat berhubungan dengan dakwah kenabian.
Wali adalah seseorang yg mengetahui secara mendalam akan Allah
dan sifat2 Nya. Mereka adalah orang2 yg taat dan menjauhi dosa serta
keburukan. Mereka menjaga diri dari kesenangan dan syahwat.
Penampakan karomah pada diri mereka adalah sebagai bentuk
kemulyaan dari Tuhan serta tanda kedekatan dan terkabulnya doa
mereka. Karomah adalah juga - seperti Mu'jizat para Nabi - diturunkan
bagi kaumnya, karena tidak mungkin seseorang menjadi wali kecuali
karena mereka mengakui risalah para Rasul Allah dan mengikuti jalan
mereka sepenuh hati. Andaikata ada seseorang yg mengaku wali
namun tidak mengikuti para jalan Rasul dan bebas membuat jalannya
sendiri maka tidak mungkin muncul karomah pada dirinya serta ia
bukan wali Allah, bahkan dia adalah musuh Allah dan Wali syaithan.
Sebagaimana telah disiratkan oleh Firman Allah yg berbicara kepada
Nabi Alaihis Salam mengenai klaim sebuah kaum yg mengaku
mencintai Allah. Firman tersebut adalah :
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
25
" Katakanlah (Wahai Nabi), jika kalian mengaku mencintai Allah maka
ikutilah jalanku (Nabi), maka Allah akan mencintai kalian dan Dia akan
mengampuni dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun serta Maha
Pengasih. Katakanlah (Wahai Nabi), "Taatlah kalian kepada Allah dan
Rasul. Jika kalian berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang2 Kafir" (Surah Ali 'Imron 32).
Soal
Sifat apakah yang wajib ada pada diri para Nabi Alaihimus Salam ?
Jawab
Sifat yang wajib ada pada diri para Nabi Alaihimus Salam ada empat,
yaitu Sidq (Jujur), amanah (dapat dipercaya), Tabligh (Menyampaikan
Risalah) dan Fathanah (Cerdas). Makna Sidq bagi mereka adalah
bahwasanya berita yg dibawa para Nabi tersebut cocok dengan
kenyataan dan sesuai dengan perintah, tidak mungkin ada kebohongan
sedikitpun pada diri mereka. Makna Amanah bagi mereka adalah
bahwasanya baik lahir maupun bathin mereka terjaga dari hal2 yang
tidak diridlai oleh Tuhan yg telah memilih mereka dari seluruh manusia.
Makna Tablgh bagi mereka adalah bahwasanya mereka menerangkan
kepada manusia segala hal yg telah diperintahkan oleh Allah untuk
disampaikan dengan penjelasan yg paling baik dan mereka tidak
menyembunyikannya sedikitpun. Seangkan makna fathonah bagi
mereka adalah bahwasanya para Nabi tersebut adalah manusia paling
sempurna daya ingat dan pemahamannya.
Soal
Sifat apakah yang mustahil ada pada diri para Nabi Alaihimus Salam ?
Jawab
Sifat yang mustahil ada pada diri para Nabi Alaihimus Salam ada
empat, yaitu Kadzib
(Pembohong), 'Isyaan
(Durhaka), Kitman
(Menyembunyikan ajaran) dan Ghoflah (Pelupa). Begitupun mustahil
ada pada diri para Nabi setiap sifat cacat (kekurangan) yg ada pada
manusia meskipun itu tidak berdosa seperti memiliki pekerjaan atau
nasab yg jelek atau sesuatu yang menjadi kekurangan menyangkut
hikmah atas diutusnya mereka, seperti bisu dan tuli.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
26
Soal
Jika memang sifat durhaka tidak terdapat pada diri para Nabi, maka
bagaimanakah dengan peristiwa Nabi Adam yg memakan buah khuldi
yg dilarang untuk dimakan ?
Jawab Sesungguhnya peristiwa itu terjadi karena Nabi Adam dalam keadaan
lupa. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman dalam Surat Thaaha 115 :
“ Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu,
maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya
kemauan yang kuat “.
Dan orang yg lupa tidaklah terhitung durhaka dan tidak dimintai
pertanggung jawaban. Adapun penisbatan dosa bagi Adam dalam
firman Allah subhaanahu wata'ala dalam surat Thaaha 121:
“ Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi
keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan
daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan
dan sesatlah ia.”
Maka Allah memilih Adam dan Adampun bertaubat kepadaNya
sehingga Allah memberinya petunjuk
(hidayah). Karena sumber
kesalahan kepada Allah adalah karena lupa yg timbul dari kesadaran
penuh Adam. Sementara kesalahan yg diperbuat semata mata karena
lupa tidaklah terhitung sebagai dosa bagi pelakunya. Namun hal itu
(melakukan kesalahan karena lupa) terhitung sebagai maksiyat bagi
Nabi Adam untuk menunjukkan kemulyaan kedudukan beliau dan
ketinggian derajatnya. Meski kesalahan itu kecil namun dianggap
sebagai kesalahan besar. Adapun keputusan Allah Subhaanahu
Wata'ala kepada Adam karena kesalahannya - yaitu menurunkannya
ke dunia ini
, pengakuan Adam akan kesalahannya dan terus
menerusnya Adam beristighfar - maka hal itu semata mata untuk
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
27
menambah ketinggian derajat Adam. Karena hal itu membuat pahala
dan kebaikannya bertambah.
Semua itu juga dianalogikan bagi setiap kesalahan dan dosa yg
diperbuat oleh para Nabi. Karena kesalahan itu dirangkaikan dengan
ketinggian kedudukan mereka, dan kesalahan mereka semata mata
terjadi karena berhubungan dengan kesempurnaan ketaatan mereka
kepada Allah. Kesalahan dan dosa itu tidak terjadi sebagaimana yg
terjadi pada manusia selain mereka karena perbuatan itu terjadi
disebabkan taawwul atau karena lupa dan tanpa sengaja. Adapun
kesadaran dan permohonan ampuna mereka atas kesalahan tersebut,
hal itu adalah sebagai sarana menambah ma'rifat
(pengetahuan)
mereka akan Tuhannya, ketinggian wara' (kehati hatian) serta taqwa
mereka. Juga semua itu berfungsi sebagai penambah pahala dan
kedekatan mereka, serta mempertinggi derajat dan pangkat mereka di
sisi Allah.
Soal
Hal apa saja kah yg Yajuuz (boleh) ada pada diri para Nabi 'Alaihimus
Salam ?
Jawab
Dibolehkan ada pada diri para Nabi segala macam sifat kemanusiaan
yg tidak mengurangi derajat kemulyaan mereka, seperti makan dan
minum, lapar dan haus, menghindar dari panas dan dingin, capek dan
istirahat, sakit dan sehat, begitupun berdagang dan bekerja dengan
pekerjaan tertentu yg tidak nista, karena mereka adalah manusia yg
boleh melakukan apa yg dilakukan manusia selain hal2 yg dapat
mengurangi derajat kemulyaan mereka.
Soal
Apakah hikmah di balik penyakit dan rasa sakit yg dialami oleh para
Nabi Alaihimus Salam ?
Jawab
Hikmah di balik itu semua - meski adalah manusia terbaik dan bebas
dari dosa, adalah agar dilipatkan pahala serta semakin memperjelas
ketaatan, komitmen dan kesabaran mereka kepada Allah Subhaanahu
Wata'ala. Juga semua itu disebabkan agar umat manusia berpedoman
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
28
(mencontoh) mereka ketika mereka ditimpa bala' dan berputus asa.
Dan juga agar umat manusia mengetahui bahwa dunia adalah tempat
bencana dan cobaan, bukan tempat yg penuh kemulyaan dan kebaikan
semata. Hikmah lain adalah agar para Nabi tersebut mensifati diri
mereka dengan sifat ketuhanan karena telah melihat keluarnya mu'jizat
yg jelas dari dirinya, dan menyadari bahwa semua itu terjadi karena izin
dan ciptaan Allah Ta'ala semata. Bukan yg selainNya. Hikmah
berikutnya adalah bahwasanya meskipun mereka berkemampuan dan
kehebatan yg tinggi, mereka tetaplah seorang hamba Tuhan yg lemah
yg tidak bisa mendatangkan manfaat dan menolak bahaya.
Soal
Ringkasan apakah yg harus kita yakini sehubungan dengan keadaan
para Nabi 'Alahimus Sholaatu Wasallam ?
Jawab
Kita wajib meyakini bahwasanya para Nabi 'Alahimus Sholaatu
Wasallam memiliki segala sifat elok. Mereka bersih baik lahir maupun
bathin, ucapan dan perbuatannya bebas dari hal2 yg jelek. Para Nabi
juga dapat bersifat layaknya manusia biasa yg tidak mengurangi
ketinggian derajat dan martabatnya. Dan hendaknya meyakini bahwa
Allah Ta'ala telah memilih mereka diantara penghuni seluruh alam,
mengutus mereka bagi alam ini agar seluruh alam mengerti terhadap
perintah dan hukum Allah.
Kita juga meyakini para Nabi tersebut tidak pernah melanggar
ketentuan pokok agama karena pokok agama bergantung pada satu
keyakinan yg tidak bercabang dan serta tidak akan berubah. Andaikata
para nabi menyelisihi sebagian perkara syari'at maka itu adalah
perkara cabang bukan pokok syariat. Karena perilaku para Nabi yg
menyelisihi sebagian perkara cabang tersebut mendatangkan hikmah
di baliknya dan bahwasanya perkara cabang tersebut selalu berubah
karena berbedanya umat, masa, tempat, keadaan dan adat kebiasaan.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
29
Soal
Ada berapa sifat jaiz yg ada pada diri Nabi kita Muhammad
Shallallaahu Alihi Wasallam yg membedakan Beliau dengan para Nabi
lain ?
Jawab
Nabi kita Muhammad Shallallaahu Alihi Wasallam memiliki tiga sifat
Jaiz yg membedakan Beliau dengan para Nabi lain. Pertama, beliau
adalah Nabi yg paling utama. Kedua, Beliau diutus bagi seluruh umat
manusia. Ketiga, Beliau adalah penutup sekalian Nabi dan tidak ada
lagi Nabi setelah beliau.
Soal
Mengapa Nabi kita Muhammad Shallallaahu Alihi Wasallam adalah
sebagai Penutup para Nabi ?
Jawab
Karena hikmah dibalik diutusnya para Nabi adalah untuk mengajak
makhluk Allah
(manusia) untuk menyembah Al Haq
(Allah) dan
menunjukkan mereka jalan yg benar baik dalam urusan dunia manupun
akhirat. Mengajarkan manusia tentang perkara yg tidak nampak oleh
penglihatan mereka (ghaib), serta hal2 yg tidak terjangkau oleh akal
fikiran mereka (syurga, neraka dll) serta menetapkan dalil2 yg benar
dan menghilangkan ketidakjelasan yg batil.
Dan sungguh syariat Beliau telah sempurna karena menjelaskan
semua hal di atas dengan bentuk yg tidak mungkin disamai oleh ajaran
yg lebih sempurna. Ajaran beliau juga cocok bagi seluruh ummat, di
setiap masa, tempat dan keadaan. Maka tidak ada lagi kebutuhan
makhluk terhadap Nabi setelah Beliau Shallallaahu Alihi Wasallam.
Karena kesempurnaan telah sampai pada batasnya. Dari pemaparan
tersebut menjadi jelaslah rahasia di balik diutusnya beliau bagi seluruh
makhluk, karena beliau adalah makhluk paling sempurna baik fisik
maupun akhlak nya.
Soal
Kenapa dikatakan bahwasanya Nabi kita adalah penutup para Nabi,
padahal Nabi 'Isa 'Alihis Salam kelak akan turun di akhir zaman ?
Jawab
Sesungguhnya Nabi 'Isa 'Alaihis Salam akan turun di akhir zaman
dengan membawa ajaran Nabi kita Muhammad Shallallaahu Alihi
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
30
Wasallam, bukan membawa ajaran beliau sendiri. Karena ajaran beliau
telah dihapus karena lamanya waktu dimana mengamalkan ajaran
beliau cocok dengan hikmah yg telah disebutkan di atas. Maka beliau
menjadi khalifah (pengganti) Nabi Muhammad, menjadi wakil Beliau
dalam menyampaikan risalahnya kepada Ummat ini. Dan keyakinan itu
termasuk akidah Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam.
Soal
Apa saja kah mu'jizat Nabi kita Muhammad 'Alaihis Salam ?
Jawab
Sesungguhnya mu'jizat Nabi kita Muhammad 'Alaihis Salam itu banyak
sekali, diantaranya adalah Alquranul Karim. Alquran adalah tanda
kenabian terbesar, terbaik dan paling jelas. Dan telah disebutkan
sebelumnya beberapa bentuk kemu'jizatannya. Alquran itu tanda
kenabian yg abadi selamanya karena sang Pembawanya (Rasulullah)
adalah penutup para Nabi. Diantara mu'jizat beliau yg lain adalah
mengalirnya air dari sela-sela jemari saat perjalanan bersama para
shahabat beliau yg mulia, sementara saat itu dalam kondisi sangat
kehausan dan tidak ada air kecuali sedikit sekali. Maka kemudian
Beliau meletakkan telapak tangan di dalam wadah air yg sedikit itu
maka air itu seakan akan menjadi banyak sehingga cukup untuk minum
semua orang, bahkan lebih. Dan hal itu terjadi berulang ulang.
Termasuk juga diantara mu'jizat beliau adalah berubahnya makanan yg
sedikit menjadi banyak sehingga banyak sekali orang yg hadir menjadi
kenyang karenanya, pun ini terjadi beberapa kali. Dan masih banyak
mu'jizat yg lain yg disebutkan dalam kitab
“Dalaa-ilun Nubuwwah
(Tanda2 Kenabian) ”.
Soal
Bagaimanakah perjalanan hidup (sirah) Nabi kita Shallallaahu Alihi
Wasallam ?
Jawab
Telah sepakat dan sekata para Ulama berpendapat bahwasanya
sejarah kehidupan Nabi kita adalah sejarah terbaik secara mutlak. Dan
sungguh, orang2 kafir (orientalis) pun telah mengakuinya. Bagaimana
tidak, sedangkan hal itu
(kehidupan Nabi) adalah terang bagaikan
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
31
matahari di seperempat siang . Dan sungguh para ahli sejarah telah
menyebutkan bahwa Beliau Rasulullah Shallallaahu Alihi Wasallam
adalah manusia paling baik nasab keturunannya, dan manusia paling
elok perilakunya. Beliau menyambung silaturahim
(hubungan
persaudaraan), suka menolong orang yg membutuhkan, suka
menanggung beban dan kekurangan orang, serta penyabar. Diantara
sifat beliau adalah pemaaf, suka memberi kemudahan dan welas asih
serta halus budinya. Tidak berbuat sesuatu keculai yg ada hak
kebenaran atau hak ciptaan Tuhan. Beliau adalah pendiam karena
dalam diam itu beliau memikirkan rahasia-rahasia alam Malakut.
Apabila beliau berbicara maka selalu tuntas, yakni kalimatnya
sederhana namun berisi makna yg banyak berupa lautan hikmah.
Beliau adalah manusia paling fasih dalam berbicara, seorang yg
humoris di beberapa keadaan namun meski humoris, kata2 yg terucap
selalu berisi kebenaran. Beliau sangat berserah diri kepada penjagaan
Allah bagi beliau di setiap waktu (pasrah). Berada di garis terdepan
ketika kebatilan merajalela dan terus berada dalam kondisi demikian di
setiap waktu. Beliau sangat rendah hati (tawadlu'), namun di balik
kerendahan hati dan kearifan beliau, menyimpan kewibawaan yg besar
yg tidak bisa ditandingi satupun manusia, sampai2 para shahabat tidak
kuat menatap wajah beliau. Dan di setiap majlis beliau keadaan selalu
tenang, seakan akan ada burung yg sedang hinggap di kepala setiap
hadirin. Mereka tidak saling memutus pembicaraan dan tidak pernah
ada pembicaraan seputar aib seseorang di dalamnya. Semua orang
dewasa, bahkan anak2 Musyrik pun menjuluki beliau dengan sebutan
Al Amin (Yg dapat dipercaya). Dan setelah beliau mendakwahkan
risalah kenabian, musuh2 beliau - dengan segala sifat permusuhan dan
hinaan mereka - tidak menemukan celah keburukan sedikitpun pada
diri beliau dan tidak ada jalan untuk mencela pribadi beliau. Beliau
mengajarkan manusia kebijaksanaan dan hukum agama dan mengajak
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
32
mereka menuju Darus Salam (akhirat). Sungguh telah sempurna ilmu
dan amal siapa saja yg mengikuti beliau, dan barangsiapa tidak mau
mengikuti beliau, maka sungguh telah kehilangan hal diatas baik
sekarang maupun dimasa mendatang. Dan sungguh Allah telah
menjadikan agamaNya (Islam) jelas melebihi agama lain. Dan Dia
mengabadikan nama Rasulullah yg indah ini baik pada lisan
pengikutnya maupun penentangnya sepanjang masa. Barangsiapa
mempelajari buku sejarah kehidupan Beliau yg menyebutkan akhlaknya
yg mulia dan elok, maka ia akan mengetahui bahwa beliau adalah
manusia paling mulya di seluruh alam, baik dalam sifat yg nampak
maupun yg tidak.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
33
PEMBAHASAN KE LIMA
IMAN KEPADA HARI AKHIR (KIAMAT)
Soal
Apakah yg dinamakan dengan hari akhir, dan apakah artinya beriman
kepada hari akhir tersebut ?
Jawab
Yg dinamakan dengan hari akhir yaitu hari yg keadaanya sangat
dahsyat sampai2 anak kecil menjadi beruban rambutnya. Manusia di
hari itu bangkit dari kuburnya dan mereka berkumpul di satu tempat
untuk proses hisab (penghitungan amal). Kemudian akhirnya mereka
akan ditentukan apakah akan penuh kenikmatan (syorga) ataukah
penuh siksaan (adzab).
Adapun beriman kepada hari akhir yaitu dengan cara membenarkan
bahwasanya hari itu pasti akan datang dan akan jelas segala macam
berita yg telah disampaikan dalam Alquran maupun hadist tentang
keadaan hari itu.
Soal
Apa yg harus kita yakini mengenai hari akhir dan hal2 yg berhubungan
dengannya ?
Jawab
Pertama kali kita harus meyakini adanya pertanyaan dalam kubur,
kemudian kenikmatan dan siksa dalam kubur, kemudian akan
dikumpulkannya jasad manusia kemudian akan kembali menjadi
bentuk seperti saat pertama diciptakan, kemudian manusia akan
dihitung amalnya dan ditimbang. Kemudian akan dibagikan kepada
manusia catatan amalnya, bisa lewat tangan kanan atau tangan kiri.
Dilanjutkan dengan melewati jembatan (shiroth) dan terkahir orang yg
beriman akan dimasukkan ke syurga tempat kenikmatan dan orang
kafir akan dimasukkan ke neraka tempat siksa yg pedih.
Soal
Jelaskan keyakinan kita sehubungan dengan adanya pertanyaan kubur
serta kenikmatan atau siksa dalam kubur ?
Jawab
Kita harus meyakini bahwasanya saat mayyit diletakkan dalam
kuburnya, maka ruhnya akan kembali ke jasadnya sekedar dia mampu
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
34
memahami pembicaraan dan menjawab pertanyaan kubur. Kemudian
akan datang kepadanya
2 malaikat dan mereka akan bertanya
tentang
: Siapakah Tuhannya, Siapa Nabinya, apa Agama yg
dianutnya, dan perkara2 yg telah diwajibkan Allah untuk
dilaksanakannya.
Apabila mayyit tersebut termasuk orang yg beriman dan beramal shalih
maka ia akan mampu menjawab soal tersebut dengan pertolongan
Allah Subhanahu Wata'ala dengan jawaban yg memuaskan tanpa
merasa takut dan gentar terhadap kedua malaikat tadi. Allah akan
membuka mata batinnya dan memperlihatkan pintu syurga dan
memberinya sebagian nikmat yg agung. Kemudian dikatakan
kepadanya “ini adalah ganjaran bagi siapa saja yg di dunia berjalan
lurus mengikuti perintah agama.
Apabila mayyit tersebut termasuk orang yg kafir atau munafiq maka dia
akan dibuat kaget dan takut dan gagal menjawab pertanyaan kubur.
Maka kedua malaikat tadi akan menyiksanya seketika dengan siksaan
yg pedih. Allah akan membuka mata batinnya hingga dia melihat pintu
neraka. Mayyit tersebut akan disiksa dengan bermacam siksa dan
kesakitan. Kedua malaikat tersebut akan berkata kepadanya “ inilah
balasan bagi siapa yg ingkar terhadap Tuhan nya dan mengikuti hawa
nafsunya semata”.
Soal
Apabila mayyit seseorang dimakan oleh binatang buas sehingga jasad
tersebut berada dalam perut hewan itu, atau mayyit jatuh di lautan
kemudian termakan oleh ikan, apakah mayyit tersebut masih tetap
akan ditanya oleh malaikat dan mendapat nikmat atau siksa kubur ?
Jawab
Benar, setiap manusia yg menginggal akan ditanya tentang pertanyaan
kubur dan kemudian akan disiksa atau diberi nikmat. Maka tidak ada
bedanya apakah mayyit tersebut dipendam di kuburan, atau berada
dalam perut binatang buas atau berada jauh di dasar laut - karena
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
35
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu serta Maha Mengetahui dan
Mengerti keadaan segala sesuatu.
Soal
Jika memang dalam kubur roh mayyit dikembalikan ke dalam jasadnya
kemudian ditanya oleh malaikat dan mendapat siksa atau kenimatan,
maka mengapa manusia tidak dapat melihatnya ?
Jawab
Sesungguhnya Allah subhaanahu wata'ala menutup penglihatan
manusia dari hal tersebut, tujuaannya adalah sebagai ujian bagi
mereka agar menjadi jelas siapakah yg beriman kepada hal ghaib dan
siapa yg tidak dan ragu serta bimbang akan hal tersebut. Seandainya
manusia melihat keadaan dalam kubur, tentu saja mereka akan
beriman semuanya, sehingga tidak ada perbedaan antar manusia,
tidak ada perbedaan mana baik dan mana buruk serta tidak ada beda
antara yg mulia dan hina.
Soal
Adakah dalam hal ini perumpamaan yg dapat mendekatkan pada
pemahaman hati ?
Jawab
Ya, sebagai perumpamaan dalam masalah ini yaitu sebagaimana
orang yg tidur. Orang yg tidur melihat hal2 yg menyenangkan dan
penuh kenikmatan atau bahkan sebaliknya, ia melihat hal2 yg
menyedihkan dan menyakitkan dalam tidurnya. Dan seseorang yg ada
disamping serta melihat orang tersebut tidak bisa menyaksikan apa yg
ada dalam mimpi orang yg tidur tadi serta tidak bisa merasakannya.
Begitupun dengan keadaan mayyit yg ditanya malaikat dan
menjawabnya dalam kubur. Ia mendapat nikmat atau siksa sedangkan
tak seorang manusia pun yg hidup bisa melihat keadaannya dan tidak
mengetahuinya.
Soal
Bagaimana keyakinan kita terhadap Hari dibangkitkannya jasad. Dan
apakah manusia akan dibangkitkan seperti bentuk semula saat ia
diciptakan ?
Jawab
Yaitu Hendaklah kita meyakini bahwasanya setelah seluruh manusia
mati, Allah akan menghidupkannya kembali dalam bentuk
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
36
sebagaimana awal penciptaannya. Maka seluruh manusia akan bangkit
dari kuburnya dan mereka akan dikumpulkan ke satu tempat yg
bernaman “Almauqif” (tempat berhenti).
Soal
Bagaimana keyakinan kita terhadap Hisab
(Penghitungan amal
manusia) ?
Jawab
Yaitu Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah Subhaanahu
Wata'ala setelah mengumpulkan seluruh manusia ke satu tempat, Dia
akan menghitung setiap amal manusia dan menetapkan apakah amal
itu baik atau buruk dan seluruh anggota tubuh manusia akan menjadi
saksi. Maka akan menjadi jelas segala rahasianya dan anggota
tersebut akan mengeluarkan hujjah. Hari itu tidak akan diterima alasan
sedikitpun. “Barangsiapa beramal baik meski sebesar dzarrah (atom)
maka ia pasti akan melihatnya dan Barangsiapa beramal buruk meski
sebesar dzarrah (atom) maka ia pun pasti akan melihatnya “.
Soal
Bagaimana keyakinan kita terhadap adanya Mizan (Timbangan Amal)
dan Pemberian Catatan Amal ?
Jawab
Yaitu Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah Subhaanahu
Wata'ala setelah menghisab amal manusia dan memutuskan jenis
amal mereka, maka kemudian amal manusia akan ditimbang agar
menjadi jelas bagi setiap manusia ukuran berat amalnya. Barangsiapa
jumlah amal baiknya lebih banyak dari amal buruknya, maka ia akan
diberikan Kitab Catatan Amalnya lewat tangan Kanan. Dan sebaliknya,
Barangsiapa jumlah amal buruknya lebih banyak dari amal baiknya ,
maka ia akan diberikan Kitab Catatan Amalnya lewat tangan Kiri.
“ Dan sungguh hal itu adalah kerugian yg sangat besar”.
Soal
Bagaimana keyakinan kita terhadap As Shiroth (Jembatan di atas
Neraka) ?
Jawab Shiroth adalah jembatan yg dibentangkan memanjang di atas neraka
untuk dilewati seluruh manusia. Maka kaki orang yg beriman dan taat
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
37
akan mampu melewatinya hingga sampai ke syurga. Diantara orang
beriman tersebut ada yg melewatinya bagaikan petir, sebagian
melewatinya bagaikan kuda yg melesat dan ada yg tertatih tatih. Dan
kaki orang yg ingkar (kafir) dan kaki orang beriman yg masih berbuat
maksiyat akan terpeleset saat melewati shiroth tersebut dan tercebur
ke dalam neraka. Dan tidaklah termasuk aneh jika Allah mempermudah
hambaNya melewati shiroth bagi orang2 yg beruntung karena Dia lah
juga yg dengan mudah membuat burung dapat terbang di angkasa.
Soal
Apakah di hari itu berlaku syafa'at (pertolongan) dari seseorang ?
Jawab
Di hari itu, para Nabi, para Wali (orang yg dekat dengan Allah), Alim
Ulama yg mengamalkan ilmunya dan para pahlawan yg gugur syahid
diberi izin oleh Allah untuk memberi Syafa'at (bantuan).
Soal
Kepada siapa sajakah mereka diberi izin Allah untuk memberi syafa'at
tersebut ?
Jawab
Mereka akan memberi syafa'atnya kepada sebagian orang beriman yg
berbuat maksiyat.
Soal
Apakah di hari itu seseorang dapat memberi Syafa'at kepada orang
kafir ?
Jawab
Tak satupun Para Nabi - meski mereka adalah manusia paling utama
diantara yg umat manusia- untuk memohonkan syafa'at kepada Allah
walaupun hanya kepada satu orang kafir. Karena mereka mengetahui
bahwasanya kalimat adzab telah nyata ditujukan bagi orang kafir
tersebut. Dan sesungguhnya Allah Subhanahu waTa'ala tidak
mengijinkan hal itu (syafa'at). Allah yg Maha Mulia berfirman :
“ …
Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya “
(Albaqarah 255).
Allah juga berfirman :
“ Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang
Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah
meridai perkataannya.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
38
(Thaha 109)
Soal
Apakah yang disebut dengan Alkautsar?
Jawab
Alkautsar adalah nama sebuah sungai di syurga yg airnya lebih putih
dari susu dan rasanya lebih manis daripada madu. Barangsiapa
meminum airnya seteguk saja, maka ia tidak akan haus selamanya.
Soal
Bagaimana keadan (hukum) orang mukmin yg taat setelah dihisab ?
Jawab
Keadaan (Hukum) seorang mukmin yg taat setelah ia dihisab adalah
masuk ke syurga dan ia kekal abadi di dalamnya yg penuh dengan
segala macam kenikmatan dan kebaikan
Soal
Bagaimana keadan (hukum) orang kafir atau orang munafik setelah
dihisab ?
Jawab
Keadaan (Hukum) seorang orang kafir atau orang munafik setelah ia
dihisab adalah masuk ke neraka dan ia kekal abadi di dalamnya. Tidak
akan diringankan sedikitpun siksa dan kesakitan di dalamnya.
Soal
Bagaimana keadan (hukum) orang mukmin yg berdosa setelah
dihisab ?
Jawab
Keadaan (Hukum) seorang orang mukmin yg berdosa setelah ia
dihisab adalah jika Allah berkenan mengampuninya maka ia akan
masuk syurga sejak awal dan abadi di dalamnya. Namun apabila Allah
tidak berkenan mengampuninya, maka Dia akan menyiksanya di dalam
neraka sesuai dengan jumlah dosanya, kemudian ia dikeluarkan dan
masuk ke dalam syurga serta abadi di dalamnya.
Soal
Apakah Jannah (syurga) itu ?
Jawab
Syurga adalah tempat segala kenikmatan berada. Tempat yg
didambakan seluruh manusia., tempat segala keindahan dipandang
mata. Syurga adalah tempat dimana belum pernah ada mata yg
melihatnya, belum pernah didengar oleh telinga dan sedikitpun tidak
ada hati manusia yg mampu menggambarkannya (saking nikmatnya).
Soal
Apakah Naar (neraka) itu ?
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
39
Jawab Neraka adalah tempat segala siksa berada. Seluruh siksa dan rasa
sakit ada di dalamnya yg tidak pernah terbayangkan oleh pemahaman
manusia (saking ngerinya).
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
40
PEMBAHASAN KE ENAM
TENTANG IMAN KEPADA QADLA' DAN QADAR (KETENTUAN ALLAH)
Soal
Bagaimana keyakinan kita terhadap adanya qadla dan qadar ?
Jawab
Hendaklah kita meyakini bahwasanya seluruh perbuatan manusia baik
yg membutuhkan usaha (ikhtiyari) - seperti berdiri, duduk, makan dan
minum - maupun tanpa usaha (idltirori) -seperti jatuh - semua itu terjadi
karena kehendak Allah Subhaanahu Wata'ala. Dan ketentuan (takdir)
itu telah dibuat Allah sejak zaman azla (zaman sebelum ada sesuatu
kecuali Allah), dan pengetahuan Allah tentang semua itu telah ada
sebelum hal tersebut terjadi.
Soal
Kalau memang Allah adalah Sang Pencipta segala perbuatan manusia,
bukankah itu berarti manusia adalah majbur (dipaksa) dalam setiap
perbuatannya, dan setiap yg dipaksa maka tidak berhak mendapat
pahala atau siksa ?
Jawab
Bukan demikian maksudnya. Manusia tidaklah dipaksa sama sekali
karena dia memiliki keinginan sendiri yg dapat mengantarkannya ke
sisi baik atau sisi buruk. Manusia juga dikaruniai akal fikiran dimana
dengan akal tersebut ia bisa memilih diantara sisi baik atau buruk. Jika
ia menggunakan kehendaknya ke sisi yg baik, maka menjadi nyatalah
kebaikan yg ia kehendaki. Dan ia akan mendapat pahala atas hal itu
karena telah berbuat baik dan kehendak juziyyah nya bergantung pada
sisi baik itu. Apabila kehendaknya memilih sisi buruk maka menjadi
nyatalah keburukan yg ia kehendaki dan dia mendapat siksa atasnya
karena keburukan itu terjadi karena keinginannya, dan kehendak
juziyyah nya bergantung pada sisi buruk itu.
Soal
Berilah sebuah contoh yg dapat memudahkan hati untuk memahami
bahwasanya seorang hamba tidaklah dipaksa atas perbuatannya ?
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
41
Jawab
Setiap manusia memungkinkan untuk mengetahui bahwa ia tidak
dipaksa atas segala perbuatannya.
Sebagai contoh dia bisa
membedakan saat tangannya menulis dan saat gemetar. Karena
gerakan tangan saat menulis, sesungguhnya gerakan itu disandarkan
kepada dirinya dengan mengatakan “aku menulis dengan usaha dan
keinginanku”.
Adapun gerakan tangan saat gemetar maka hal itu tidak bisa
disandarkan pada dirinya (terjadi di luar kehendaknya) dan dia tidak
mengatakan : “aku menggerakkan tanganku” , namun dia mengatakan :
“sesungguhnya hal itu (gerakan tanganku saat gemetar) terjadi di luar
keinginanku”.
Soal
Pelajaran apa yg dapat dipetik dari contoh di atas ?
Jawab
Dapat diambil pelajaran dari contoh tersebut bahwasanya setiap
manusia dapat memahami dengan pendekatan sederhana, bahwa
perbuatannya dibagai menjadi dua
Pertama, perbuatan yang terjadi dengan usaha dan kehendaknya.
Seperti makan makan, minum, memukul seseorang dan lain
sebagainya.
Kedua, perbuatan yg terjadi di luar usahanya seperti jatuh dan lain
sebagainya.
Soal
Hal apakah yg mengiringi perbuatan seorang hamba jika perbuatan
tersebut termasuk Ikhtiary (terjadi karena usaha manusia) ?
Jawab
Perbuatan seorang hamba yg bersifat ikhtiary apabila berupa
perbuatan baik maka akan mendapat pahala, dan apabila berupa
perbuatan buruk maka akan mendapat dosa (siksa). Adapun jika
perbuatan itu bersifat Idltirory (tanpa usaha) maka tidak akan dituntut
apapun atas terjadinya perbuatan itu.
Soal
Jika seseorang memukul saudaranya dengan dzalim dan karena
permusuhan, atau melakukan perbuatan buruk dan dosa serta
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
42
semacamnya, lantas ia berdalih bahwa perbuatan itu terjadi karena
sudah ditakdirkan, Apakah dapat diterima alasan tersebut ?
Jawab
Sesungguhnya alasan hamba tersebut tidak dapat diterima, baik di sisi
Allah Subhaanahu Wata'ala mupun di sisi manusia. Karena terdapat
kehendak terbatas (iradah juziyyah) pada diri hamba itu, ia pun diberi
kemampuan, usaha dan juga akal fikiran.
Soal
Sebutkanlah ringkasan dari seluruh pembahasan di atas ?
Jawab
Sesungguhnya wajib bagi setiap manusia yg mukallaf (telah dibebani
kewajiban), hendaklah meyakini dengan teguh dan mantap,
bahwasanya seluruh perbuatan, ucapan dan setiap gerak geriknya -
baik maupun buruk - semua itu terjadi karena kehendak, ketentuan
dan atas sepengetahuan Allah Subhaanahu Wata'ala. Akan tetapi
hanya kebaikan yg diridlainya sedangkan keburukan tidak diridlainya.
Dan hendaklah manusia menyadari bahwa ia dianugerahi kehendak
terbatas (juziyyah) dalam perbuatannya yg bersfiat pilihan (ikhtiary).
Dia akan diberi pahala atas perbuatan baik dan mendapat siksa karena
perbuatan jahat. Dan tidak ada alasan baginya untuk berbuat
kejahatan. Dan sungguh Allah tidak akan mendzalimi hamba2Nya.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
43
PENUTUP
PEMBAHASAN TENTANG BEBERAPA MASALAH PENTING
“MENGIKUTI PERKARA YG TELAH LAMPAU
DIKUTIP DARI PENDAPAT ULAMA SALAF”
Soal
Apakah boleh membicarkan hakikat Dzat Allah dengan menggunakan
akal pikiran?
Jawab
Tidak dibolehkan membicarakan hakikat dzat Allah menggunakan akal
pikiran, karena akal itu terbatas untuk memahami hakikat dzat Allah
Subhaanahu Wata'ala Sang Pencipta. “ Segala hal yg terlintas dalam
hatimu maka Allah tidaklah seperti itu “.
Soal
Jika akal pikiran tidak mampu memahami hakikat Dzat Allah Ta'ala,
maka bagaimana kita bisa sampai ke ma'rifat (mengenal Allah) yg telah
diwajibkan atas tiap manusia?
Jawab
Sesungguhnya mengenal Allah itu bisa tercapai dengan mengetahui
sifat sifat Allah berupa AlWujud
(Ada), AlQidam (Dahulu), AlBaqa'
(Kekal), Mukholafatu Lil Hawaadits (Tidak Serupa dengan apapun),
Qiyaamuhu Binafsihi
(Mandiri dan tidak membutuhkan apapun),
AlWahdaniyyah (Maha Esa), Alhayah (Maha Hidup), Al 'Ilm (Maha
Mengetahui), AlQudroh
(Maha Kuasa), Al-Iraadah
(Maha
Berkehendak), As Sam-i' (Maha Mendengar), AlBashar (Maha Melihat)
dan Alkalam (Maha Berfirman).
Soal
Dengan perantara apa kita dapat mengetahui keberadaan Allah Ta'ala
sedangkan mata kita tidak bisa melihatNya?
Jawab
Kita dapat mengetahui keberadaan dan Kekekalan sifat Allah Ta'ala
melalui jelasnya hasil kekuasaanNya dalam ciptaanNya yg berifat baru
yg diciptakanNya dengan penuh ketelitian dan menakjubkan sehingga
mencengangkan akal. Seperti langit dan segala hal yg di dalamnya
berupa matahari, bulan dan bintang. Begitupun dengan bumi dan
segala hal di dalamnya seperti segala macam sumber (air dan mineral),
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
44
pepohonan dan makhluk hidup lain dimana manusia termasuk di
dalamnya. Manusia diciptakanNya dalam sebaik baik bentuk, yg diberi
segalam macam sifat kesempurnaan dan keutamaan. Diberi
kesempurnaa dengan akal yg kuat. Maka sebagainya seseorang yg
melihat bangunan ia mengetahui pasti ada yang menciptakan
bangunan itu. Pun jika seseorang melihat sebuah tulisan pasti ia
mengetahui bahwa ada yg menulisnya meski ia tidak melihat atau
mengetahui khabar penulisnya.
Begitupula dengan manusia yg mengamati alam raya ini, yg diciptakan
dengan penuh ketelitian dan menakjubkan dan indah, maka ia dapat
mengetahui bahwa ada Sang Pencipta yg bersifat Maha Awal, Maha
Menetahui, Maha berkehendak, Maha Kuasa dan Maha Bijak.
Soal
Apakah dalam masalah ini terdapat contoh pada makhluk, yaitu adakah
terdapat sesuatu yang jelas keberadaanya meski tidak nampak?
Jawab
Ada, contoh dalam masalah ini adalah ruh. Sesungguhnya kita semua
meyakini keberadaan ruh meski kita tidak mampu menyaksikannya,
kita hanya melihat pengaruh ruh tersebut tanpa melihatnya langsung
lewat penglihatan dan kita tak mampu menjangkau hakikatnya dengan
akal pikiran. Begitupun Allah Subhanahu Wata'ala. Sesunguhnya Dia
meski tak nampak oleh mata penglihatan kita, dan kita tak mampu
menjangkau hakikat DzatNya dengan akal pikiran kita, kita meyakini
keberadaan Dzat Allah yg memiliki sifat sempurna, dengan cara
melihat segala ciptaanNya yg rumit dan penuh keajaiban, sebagai
orang yg menyaksikan keberadaan Nya lewat lisan perbuatan dan
ucapan.
Soal
Apakah diperbolehkan memperbincangkan dengan panjang lebar
hakikat ruh dan membahasnya?
Jawab
Hal itu tidak diperkenankan karena kemampuan akal itu terbatas dalam
memahami hakikat ruh. Membahasnya dengan panjang lebar hanya
akan membuang waktu dan hal itu adalah dalil terbesar akan
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
45
keterbatasan akal manusia. Manusia bahkan tidak bisa memahami
hakikat ruh padahal ruh adalah ciptaan Allah yg ada dalam dirinya
sendiri, maka hendaklah menghentikan keinginan mengetahui hakikat
Dzat PenciptaNya yg tidak menyerupai apapun.
Soal
Apakah mungkin melihat Allah Subhaanahu Wata'ala dengan mata
kepala?
Jawab
Secara akal, melihat Allah dengan mata kepala adalah mungkin.
Sedangkan menghuni syurga bagi orang yg beriman adalah benar
menurut dalil Naqli. Sesungguhnya Allah Subhaanahu Wata'ala itu ada
dan setiap hal yg ada mungkin untuk dilihat. Allah Subhaanahu
Wata'ala berfirman :
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada
Tuhannyalah mereka melihat “ (Al Qiyaamah 22-23).
Maka kelak mereka (orang beriman) akan menyaksikan Tuhan nya di
hari kiamat dengan cara yg tidak diketahui manusia (Bila Kayf). Dan
orang kafir dihalangi penglihatannya untuk melihat Allah, sebagai
tambahan atas kesedihan dan penyesalan mereka.
Soal
Apakah penglihatan mata itu nyata?
Jawab
Benar, dan hal itu karena sebagian manusia, yg umum maupun khusus
jika melihat sesuatu dalam keadaan baik dan menakjubkan maka yg
dilihatnya dapat terkena bencana dan bahaya.
Akan tetapi manusia yg seperti ini sangat sedikit, maka tidak layak bagi
manusia menyibukkan pikirannya dengan hal itu dan menganggap
sebagian besar hal yg terjadi kepadanya karena pengaruh penglihatan
atau karena sihir sebagaimana yg banyak dilakukan oleh para wanita,
karena hal itu kecerobohan dan kurang berhati hati.
Soal
Bagaimana mata bisa memberi kesan melihat (atsar) padahal ia adalah
bagian tubuh manusia yg lembut dan tidak berhubungan langsung
dengan hal yg dilihat serta tidak ada sesuatu yg keluar dari mata yg
dapat menghubungkan mata dengan hal yg dilihat?
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
46
Jawab
Tidak ada yg dapat menghalangi adanya hal kecil yg dapat memberi
kesan yg kuat, dan sebuah kesan tidak disyaratkan terjadi dengan
adanya hubungan langsung. Sesungguhnya kita menyaksikan
sebagian orang yg memiliki bentuk tubuh tertentu dan kekuatan, jika
melihat seseorang dengan rasa marah maka bisa saja orang yg
dilihatnya menjadi kaget dan gugup, dan mungkin seakan akan dia
telah terkena sesuatu yg membuatnya celaka padahal sesungguhnya
sama sekali tidak ada yg menguasainya yg dapat dirasakan oleh
inderanya. Dan tidak ada hubungan serta persentuhan antara yg
merasakan takut dan orang yg membuat kesan rasa takut tersebut.
Besi magnet dapat menarik besi tanpa harus bersentuhan dan tanpa
mengeluarkan sesuatu yg dapat membuatnya tertarik. Akan tetapi
penyebabnya adalah hal yg lembut dan tidak nampak. Bahkan hal yg
lembut dapat memberi kesan yg lebih kuat daripada hal yg nampak.
Sesungguhnya hal2 yg besar itu bermula dari keinginan dan niat,
sedangkan keduanya adalah hal yg bersifat ma'nawi (perkara hati).
Maka tidaklah dianggap aneh jika mata dapat memberi kesan
(pengaruh) kepada hal yg dilihatnya padalal ia adalah sesuatu yg
lembut dan tidak adanya hubungan langsung (bersambung) dengan yg
dilihat serta tanpa harus mengeluarkan sesuatu dari mata tersebut agar
dapat ,e,beri kesan (pengaruh).
Soal
Umat siapakah yg paling mulia setelah para Nabi 'Alaihimus Salam?
Jawab
Umat yg paling utama dari seluruh umat lain adalah ummat Nabi
Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam dan diantara mereka yg
paling utama adalah para sahabat yg mulia. Para shahabat adalah
orang orang yang berkumpul dengan Nabi kita Alaihis Salam dan
beriman kepada beliau serta mengikuti cahaya kebenaran (Alquran) yg
diturunkan kepada beliau. Dan diantara para sahabat yg paling mulia
adalah khalifah yg empat
(Syayidina Abu Bakr, Syayidina 'Umar,
Syayidina 'Utsman dan Syayidina 'Ali KW.)
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
47
Soal
Apakah Isra' dan Mi'raj itu?
Jawab
Isra' adalah perjalanan malam Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi
Wasallam dari Masjid Al Haram di Makkah menuju ke Masjidil Aqsha di
AlQuds (Palestina). Peristiwa tersebut benar adanya karena telah
tercantum dalam Alquran yg mulia.
Sedangkan yg dimaksud dengan Mi'raj adalah peristiwa naiknya Nabi
Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam malam tersebut dari Masjidil
Aqsha ke langit, dan beliau berkumpul dengan para Malaikat yg mulia
sebagai penghormatan dan pemulyaan para malaikat kepada beliau.
Dan peristiwa itu telah diterangkan dalam hadist hadist shahih dan
peristiwa ini mungkin terjadi yg telah diceritakan oleh manusia yg jujur
(Rasulullah), maka wajib mengimaninya sesuai dengan dzahirnya.
Hal itu tidaklah mengherankan
- karena dialah Dzat yg dapat
menerbangkan burung di angkasa, menjadikan bintang dapat melintasi
jarak yg jauh dalam sekejap dengan gerakannya, sebuah jarak yg
tidak mampu dilewati manusia dalam waktu jutaan tahun - apabila Dia
berkenan mengangkat kekasih piliha nNya diantara manusia, untuk
naik ke langit dalam waktu sekejap. Sedangkan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
Soal
Apakah doa dapat bermanfaat bagi yg didoakan, dan apakah pahala
sedekah orang hidup bisa sampai kepada mayyit jika pahalanya
dihadiahkan kepadanya?
Jawab
Sesungguhnya sedekah itu adalah perkara yg digemari dan doa
serta merendahkan diri kepada Allah itu diharapkan. Keduanya
bermanfaat di sisi Allah Ta'ala baik bagi orang hidup maupun yg
telah mati.
Soal
Apakah kenikmatan dalam syurga itu bersifat rohani atau jasmani,
apakah juga yg terjadi dalam neraka- dan apakah nikmat syurga serta
siksa neraka itu kekal ataukah terbatas waktunya?
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
48
Jawab
Sesungguhnya syurga itu berisi dua macam nikmat, yakni rohani dan
jasmani. Nikmat rohani berupa kenikmatan yg dirasakan oleh ruh
seperti bertasbih, beribadah, melihat Allah Subhaanahu Wata'ala dan
mengetahui bahwa Dia telah Ridla terhadap ahli syurga. Sedangkan
kenikmatan jasmani berupa kenikmatan yg dirasakan oleh jasmani
seperti makan, minum dan menikah.
Begitu juga dengan siksa neraka yg terdiri dari dua macam, yakni siksa
ruhani dan siksa jasmani pula. Kenikmatan di syurga maupun siksa
dalam neraka keduanya kekal abadi selamanya dan tidak akan
berhenti, dan penduduk keduanya abadi di dalamnya, syurga dan
neraka saat ini sudah ada (diciptakan oleh Allah).
Soal
Apakah mungkin seorang wali dapat mencapai derajat Nabi dan
apakah wali dan apakah wali dapat sampai pada suatu keadaan
dimana kewajiban agama telah gugur baginya?
Jawab
Tidak mungkin seorang wali dapat mencapai derajat seperti salah satu
Nabi Alahim Salam sama sekali. Dan tidak mungkin seseorang -
selama ia berakal sehat dan telah baligh (dewasa) - dapat mencapai
keadaan dimana perintah dan larangan agama dapat gugur atas
dirinya serta dia diperbolehkan berbuat sesuka hatinya. Barangsiapa
menyangka hal itu dapat terjadi pada wali, maka sungguh ia telah kafir.
Begitupula telah dihukumi kafir orang yg menyangka bahwasanya
syariat agama ini di dalamnya
(bathin) menyalahi dengan apa yg
nampak (dzahir) itulah yg dinamakan hakikat (kesejatian), sehingga
mereka mentakwil ayat yg qoth'iy
(telah jelas maknanya) dan
menggunakannya tidak sesuai dengan makna dzahirnya, sebagaimana
orang yg menganggap malaikat sebagai kekuatan akal dan syaithan
sebagai kekuatan was was.
Soal
Apakah yg dimaksud dengan Mujtahid, dan siapakah Mujtahid yg boleh
diikuti pendapatnya ?
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
49
Jawab
Mujtahid adalah seseorang yg sangat memahami kaidah2 syariat dan
dalil2nya dan biasa memikirkan dengan mendalam keduanya sehingga
menghasilkan pemahaman yg kuat tentang apa yg dimaksud oleh
pembuat syariat (Allah). Adapun Ulama Mujtahid itu ada banyak sekali.
Dan Mujtahid yg pendapatnya layak untuk diikuti serta boleh diambil
kesimpulan pendapat nya ada empat. Mereka adalah : Abu Hanifah
Nu'man Bin Tsabit (Imam Hanafi), Malik Bin Anas (Imam Malik),
Muhammad Bin Idris As Syaafi;i (Imam Syafi'i) serta Ahmad Bin
Hanbal (Imam Hanbali) Semoga Allah meridloi mereka semua.
Sesungguhnya alasan para Ulama memilih untuk mengikuti mereka
bukan selain keempatnya - meski telah mencapai derajat mujtahid -
adalah karena banyaknya kesimpulan hukum yg telah mereka ambil
dalam masalah2 agama karena mereka telah mencurahkan tenaganya
untuk memikirkan masalah2 tersebut, sehingga jarang ada
permasalahan yg tidak disebutkan hukumnya. Selain itu juga karena
pendapat madzhab mereka telah sampai kepada kita secara sambung
menyambung (mutawattir), maka hendaknya kita mengikuti pendapat
salah satu dari empat mujtahid tersebut, kecuali untuk kondisi darurat,
jika tidak demikian maka kita bisa jatuh dalam talfiq (mencampur
adukkan hukum dari beberapa madzhab dalam satu masalah), dan
akhirnya hal itu tidak sesuai dengan satupun pendapat empat Ulama di
atas.
Soal
Mengapa para Ulama Mujtahid berbeda pendapat dalam beberapa
masalah?
Jawab
Sesungguhnya para Ulama Mujtahid di atas tidak berbeda pendapat
dalam masalah ushuluddiin (masalah pokok2 agama/ keyakinan) dan
tidak pula dalam pokok cabang2 (furu') masalah agama sama sekali
karena ketetapan dalil atas masalah2 tersebut telah jelas. Mereka
hanya berbeda dalam sebagian masalah furu'
(cabang) karena
tiadanya nash (dalil) yg jelas dan pasti tentang masalah itu, karena
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
50
sesungguhnya masalah juziyyah tidak mudah bersepakat atasnya dan
perbedaan di dalamnya adalah sebuah kemudahan. Maka masing2
Ulama Mujtahid mencurahkan seluruh kemampuannya yg luas untuk
mengeluarkan hukum atas masalah tersebut sesuai dengan Kitab dan
Sunnah sesuai apa yg nampak. Barangsiapa benar atas kesimpulan
hukumnya, maka dia mendapat dua pahala, dan barangsiapa salah
kesimpulan hukumnya maka dia mendapat satu pahala karena usaha
kerasnya mencari kebenaran sesuai usahanya. Perbedaan diantara
para Ulama mujtahid adalah rahmat bagi ummat, karena perbedaan itu
hanya dalam masalah cabang (far'iyyah), sedangkan perbedaan dalam
hal itu menjadi kemudahan bagi manusia serta hilangnya kesulitan dan
bahaya atas mereka. Apabila mereka sedang dalam kondisi terpaksa
(sulit) maka mereka boleh melakukan mana yg lebih mudah dan jika
dalam keadaan lapang maka dia bisa melakukan yg lebih hati2 atau
lebih layak dan jelas.
Soal
Apakah syarat (pertanda) kiamat itu?
Jawab
Syarat terjadinya kiamat
(tanda2 yg menunjukkan telah sangat
dekatnya saat kiamat) ada beberapa hal, diantaranya : Bangkitnya
Dajjal yaitu sesorang yg buta matanya dan keluar dalam keadaan
beragama yg buruk serta jauh dari ilmu. Dia mengaku memiliki sifat
ketuhanan dan mampu menampakkan beberapa keajaiban dan dia
hanya orang yang lemah iman dan keyakinannya saja.
Termasuk pertanda kiamat yaitu keluarnya hewan melata dari bumi yg
mampu mengetahui manusia melalui wajah mereka. Maka barangsiapa
beriman maka hewan itu akan menjadikan suatu pertanda baginya yg
membuat orang tersebut dikenali sebagai mukmin. Dan barangsiapa
kafir, maka hewan itu pun akan membuat pertanda baginya sehingga
orang itu dikenali sebagai kafir dan hewan itu bisa berbicara kepada
manusia tentang keadaan manusia itu.
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
51
Pertanda kiamat lain adalah terbitnya matahari dari barat sehari dari
beberapa hari. Saat itu akan ditutup pintu taubat dan tidak akan
diterima taubat satupun manusia. Termasuk pertanda kiamat yaitu
keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, mereka adalah segolongan manusia yang
paling banyak berbuat kerusakan di muka bumi di masa lalu. Saat
Iskandar Dzulqornain sampai di daerah jajahan mereka, maka para
tetangga Ya'juj dan Ma'juj melaporkan kepadanya dan Dzulqornain pun
bersedih karena perbuatan mereka. Dan wilayah yg memisahkan Ya'juj
dan Ma'juj dengan penduduk tersebut adalah sebuah celah sempit
diantara dua gunung. Maka kemudian Dzulqornain membangun
penghalang yg sangat tinggi dari besi dan menyimnya dengan timah
cair sehingga jadilah benteng penahan tersebut bangunan yg kokoh
dan licin yg tidak mudah dilobangi ataupun dilompati. Apabila telah
dekat masa keluar mereka, maka terbukalah benteng itu karena
beberapa sebab sehingga mereka akan menyebar di muka bumi dan
memperbanyak berbuat kerusakan di seluruh wilayah bumi. Maka
penuduk tersebut memohon kepada Tuhan mereka
(Allah) untuk
menghilangkan perbuatan buruk dan rusak Ya'juj Ma'juj, maka Allah
menghancurkan dan mengganti mereka dengan cara menghapus sisa2
mereka.
Termasuk juga diantara tanda akan terjadinya kiamat yaitu turunnya
Nabi 'Isa Alaihis Salam saat fitnah menimpa kaum muslimin dan
berbagai macam cobaan menimpa mereka. Maka beliau datang
memperbaiki keadaan ummat ini dan menghilangkan segala
kesedihan, membunuh dajjal dan membersihkan manusia dari hawa
nafsu dan kesulitan.
Soal
Siapakah orang yg beruntung itu?
Jawab
Orang mukmin yg shalih yg mengerjakan hal2 yg benar
dan
memenuhi perintah penciptaNya, mematuhi syariat baik yg nampak
atau tidak dan berlawanan dengan dunia yg selalu berubah (dia tetap
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
52
istiqomah) dialah orang yg beruntung dan orang yg baik serta
mendapat tambahan kebaikan.
Kita memohon kepada Allah agar menunjukkan kita agar menjadi orang
yg beruntung tersebut. Dan semoga Dia menjadikan kita termasuk
orang yg menempuh jalan yg terbaik. Dan segala puji bagi Allah yg
dengan nikmatnya maka menjadi sempurnalah kebaikan dan semoga
sebaik baik kemulyaan tercurah kepada Nabi yg paling mulya , Nabi
Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam.
Wallaahu A'lam Bishowaab
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah
53
Terjemah Jawaahirul Kalamiyyah