Memahami dari pernyataan beberapa Nara Sumber dapat difahami bahwa praktek TVI yang dilakukan di lapangan berbeda-beda sesuai dengan selera orang yang menyampaikan, hal ini tentunya berimplikasi pada perbedaan hukum. Di antara perbedaan itu adalah sebagai berikut:

  1. Dalam mencari jaringan dan downline, yang disampaikan kepada mereka hanyalah iming-iming bonus yang begitu menggiurkan tanpa menyampaikan isi dari program TVI yang sesungguhnya, sehingga semangat pendaftaran menjadi anggota TVI yang dilakukan customer lebih bermotif demi memburu iming-iming bonus atau komisi. Model seperti ini jelas tidak diperbolehkan, alias HARAM karena beberapa hal sebagai berikut:
    1. Ghoror (manipulasi): hal ini ketika memperhatikan pada motivasi customer yang semata-mata hanya dorongan bonus maka mereka akan berambisi melakukan rekrutmen anak buah sebagai sasaran baru yang akan menguntungkan pihaknya. Ambisi ini akan mendorong para customer untuk melakukan berbagai macam trik dan manuver-manuver kotor dunia bisnis, sepeerti aksi penipuan dan manipulasi dengan janji-janji dan rayuan yang cenderung mengarah pada kebohongan
    2. Idhraar (merugikan orang lain). Dengan dorongan mengejar bonus para customer akan melakukan "jebakan berantai", bahwa demi memperoleh komisi dan bonus, ia harus melakukan duplikasi dengan mencari anak buah untuk menjadi customer baru yang menjadi bawahannya minimal 15 titik. Customer baru ini juga harus melakukan duplikasi yang sama, dan begitu seterusnya. Mereka tidak mengetahui isi dari program TVI yang sesungguhnya, sehingga ketika target utama mereka tidak tercapai, tentu mereka akan kecewa dan merasa dirugikan. Pekerjaan mengajak dan mempengaruhi orang lain tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, akan tetapi membutuhkan keahlian dan kelihaian dalam berbicara dan berpantomimik.
    3. Qimar (judi): yaitu antara untung dan rugi.

 

  1. Dalam mencari customer baru, benar-benar menyampaikan isi dari program TVI yang sesungguhnya. Sebagaimana dijelaskan oleh sebagian nara sumber TVI bahwa proses menjadi member TVI adalah mendaftarkan diri dengan menyerahkan uang sebesar Rp 2600.000, kemudian pendaftar ini akan mendapatkan 4 fasilitas. 1) Mendapatkan voucer atau nomer ID yang bisa digunakan untuk menginap dihotel bintang 3-5 selama 3 hari 4 malam. 2) mendapatkan diskon belanja di toko-toko yang telah bekerja sama dengan TVI, juga diskon penerbangan internasional dan sebagian domestik. 3). Mendapatkan kantor virtua, 4) mendapatkan bonus jika dapat memasarkan program TVI kepada, sekurang-kurangnya 15 titik. Secara hukum fiqih model seperti ini diperinci sebagai berikut:
    1. Penyetoran uang sebesar 2600.000 jika diakad jual beli atau sewa maka tidak memenuhi syarat, sehingga akan terjadi ba'i fasid atau ijarah fasidah, dengan beranika ragam cara pandang.
    2. Apabila melalui pendaftaran maka bisa dimasukkan pada pemberian hadiah dengan syarat diterima menjadi anggota kemudian mendapatkan beberapa fasilitas sebagaimana telah disebutkan di atas.

 

* - ( 15 / 65)

.