Mengakadkan Wanita Hamil dan Zakat Fitrah

  1. Bagaimana hukumnya mengikrarkan perkawinan yang sudah diketahui bahwa perempuan itu sedang mengandung, apakah sah atau harus mengulangi ke KUA.

  2. Mohon penjelasan mengenai dasar-dasar pembagian zakat fitrah yang sebenarnya, apakah cukup dikembalikan kepada Al Quran?

Jawaban

  1. Menikahkan perempuan yang sedang mengandung hasil hubungan seksual di luar nikah, hukumnya sah.

    Dasar Pengambilan

    Bughyatul Mustarsyidin halaman 201

    يجوز نكاح الحامل من الزنا سواء الزانى وغيره ووطؤها حينئذ مع الكراهة.

    Artinya: Boleh menikahi wanita hamil karena zina, baik yang menikahi itu orang yang berbuat zina dengannya atau orang lain, dan mengumpulinya ketika itu hukumnya makruh.

  2. Ada dua pendapat mengenai hal ini, pendapat pertama menyatakan bahwa pembagian zakat fitrah itu diberikan kepada 8 asnaf yang didasarkan pada ayat 60 dari surat Taubah:

    إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالمَسَاكِيْنِ وَالعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالمُؤَلَّفَةِ قُلُوبَهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالغَارِمِيْنَ وفِي سَبِيْلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيْلِ, فَرِيْضَةً مِّنَ اللهِ وَاللهُ عَلَيْمٌ حَكيْم.