Hukum Utang-Piutang, Jual Beli Tokek, Jual Beli Kucing Anggora

 

1. Sebuah organisasi yang menghutangkan uang kepada anggotanya dengan syarat penghutang harus memberi bunga. Bagaimana hukum Utang Piutangnya ?

2.  Bagaimana hukum Jual beli Tokek ?

3.  Bagaimana hukum Jual beli Kucing Anggora ?

4.  Kalau tidak boleh, bagaimana solusinya ?

Kurdianto, querdyan@gmail.com

JAWAB:

1) Dijelaskan dalam fikih bahwa yang bisa bisa memberi hutangan adalah orang yang bisa ber-tabarru' (mukallaf, baligh, aqil, miliknya sendiri), sedangkan organisasi tidak masuk ke dalam katagori ini. Karena itu kita tidak boleh berhutang pada uang organisai kecuali jika ada persetujuan dari seluruh anggota organisasi tersebut. Sedangkan hutang dengan sistem mengambil bunga tetap dihukumi riba yang haram dilakukan.

2) Jual beli tokek dalam madzhab Syafii tidak diperbolehkan karena termasuk hasyarat (sebangsa serangga). Solusinya adalah dengan memberi persen kepada orang yang mempunyai tokek tersebut atas jerih payahnya mencari tokek, atau mengikuti madzhab lain. 

3) Menjual kucing anggora hukumnya boleh sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab Raudhatuth-Thalibin, III/115. Beliau menjelaskan bahwa menjual kucing yang jinak hukumnya boleh-boleh saja, yang tidak diperbolehkan adalah menjual kucing liar.