Memandikan Mayat Istri

Bagaimanakah hukumnya memandikan mayat istri?
Ach. Fauzi

Jawab:
Sebenarnya dalam memandikan mayat perempuan yang lebih didahulukan untuk memandikan si mayat adalah perempuan yang mempunyai hubungan kerabat dengan si mayat terutama yang memiliki yang memiliki hubungan mahram.

Kemudian apabila perempuan kerabat mayat tidak ada maka yang didahulukan memandikan si mayat adalah perempuan yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan si mayat. Setelah itu apabila tidak ada kaum perempuan maka keluarga lelaki boleh memandikannya.

Hal ini apabila tidak dihubungkan dengan suami mayat. apabila ada suami almarhumah maka menurut ulama suami boleh memandikan mayat,  terlepas dari perbedaan apakah suami atau kerabat perempuan yang didahulukan untuk memandikan mayat.

Referensi
:
Fathul Wahhab, I/160
Raudhatut-Thalibin, I/182