Pernikahan Suami-Istri non Muslim yang Masuk Islam

Ada suami-istri sama-sama non Muslim, lalu keduanya sama-sama masuk Islam. Apakah nikah mereka sah? Padahal nikah mereka sebelum masuk Islam tidak dilakukan secara Islam.
Arigato Gosimau Muhaimin, Probolinggo

JAWAB

Pernikahan mereka tetap sah, dengan syarat: mereka harus masuk Islam secara bersamaan atau kalau tidak bersamaan, si suami masuk Islam pada masa iddah istrinya. Pilihan yang kedua ini bisa terjadi, apabila mereka pernah melakukan persetubuhan. Jika tidak, maka tidak ada masa iddah dan pernikahan mereka batal seketika.

Ketentuan ini berlaku jika suami-istri tersebut bukan Kafir Kitabi (Kitabi: beragama Yahudi dan Nasrani yang asli [umumnya Yahudi-Nasrani di Indonesia tidak memenuhi syarat disebut kitabi]). Kalau suami-istri itu sama-sama Kafir Kitabi, maka pernikahannya tidak batal, meskipun masuk islamnya tidak bersamaan dan tidak pernah bersetubuh. Sebab, laki-laki Muslim boleh menikah dengan perempuan kitabiyah.

Mengenai akad nikah mereka yang tidak menggunakan cara islami tidak menjadi masalah, asal akad nikah mereka itu sudah dinyatakan sah oleh agama mereka sebelumnya.